Investor Pemula

Contoh Investasi Sesuai Waktunya, Punyamu yang Mana?

investasi jangka pendek

Ajaib.co.id – Investasi adalah upaya penanaman modal untuk mengembangkan nilai uang yang kita miliki. Pada praktiknya, contoh investasi bisa dibedakan menjadi dua kategori sesuai jangka waktunya. Pilihan investasinya sendiri bisa disesuaikan dengan tujuan keuangan yang ingin dicapai.

Investasi yang dilakukan semuanya untuk mendapatkan keuntungan. Namun kamu harus memperjelas tujuan investasimu agar bisa mempersiapkannya dengan tepat. Untuk itulah, ketika pertama kali berinvestasi kamu harus memetakan strategimu.

Misalnya saja menetapkan jumlah dana yang bisa kamu alokasikan untuk investasimu. Berapa besar jumlah yang bisa kamu sisihkan menentukan jenis investasi yang bisa kamu miliki. Contoh investasi dengan dana terbatas misalnya saja investasi reksadana sedangkan deposito merupakan contoh investasi dengan modal awal yang cukup besar.

Selain itu, kamu juga perlu menentukan tujuan keuangan yang ingin dicapai. Berbagai jenis instrumen investasi yang tersedia biasanya punya karakteristik tertentu. Misalnya saja investasi saham sebagai contoh investasi jangka panjang dan peer to peer lending (P2P Lending) sebagai contoh investasi jangka pendek.

Contoh Investasi Sesuai Jangka Waktunya, Pilih Sesuai Tujuan Keuanganmu

Dalam investasi, kita mengenal dua kategori yakni investasi jangka pendek dan juga investasi jangka panjang. Perbedaanya yang paling mendasar ialah persoalan jangka waktunya. Jenis investasi jangka panjang akan memberikan keuntungan terbaik jika ditanamkan dalam waktu lebih lama. Sebaliknya, investasi jangka pendek memberikan keuntungan maksimal, meskipun terbatas besarannya, meski waktunya lebih sebentar.

Investasi merupakan salah satu kegiatan yang berhubungan dengan ekonomi yang secara garis besar dilakukan agar bisa mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Jenis dan contoh investasi yang ada saat ini juga sangat banyak. Kamu bisa memilih sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan dana milikmu sendiri.

Idealnya, seseorag tidak hanya bergantung pada satu jenis investasi saja. Portofolio investasimu sebaiknya dibagi menjadi beberapa instrumen berbeda, disesuikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Misalnya kamu mengambil contoh investasi jangka panjang berupa saham untuk persiapan dana pensiun.

Sedangkan contoh investasi jangka pendek yang kamu miliki untuk memenuhi kebutuhan yang harus segara dipenuhi misalnya saja uang muka KPR atau modal pernikahan. Diversifikasi investasi yang kerap disarankan untuk menekan risiko investasi juga sebaiknya dibagi dengan persentase yang seimbang antara dua jenis investasi ini.

Namun, perlu diingat bahwa selain menghasilkan keuntungan, investasi juga dapat memberikan risiko tersendiri. Maka dari itu saat memilih investasi kamu harus berhati-hati. Berikut ini dijelaskan beberapa bentuk investasi sesuai dengan jangka waktu yang diinginkan oleh kamu.

Bentuk Investasi Jangka Panjang

Emas

Emas merupakan salah satu logam mulia yang indah dan banyak digemari orang. Selain itu, emas juga bisa menjadi investasi yang akan menguntungkan. Hal itu dikarenakan emas memiliki nilai atau harga yang selalu naik setiap tahun.

Bahkan beberapa waktu terakhir, harga emas batangan melonjak tinggi dibandingkan biasanya. Aspek kejutan ini tentu saja menjadi bonus tersendiri bagi para investor emas. Jika biasanya hanya menjadikan emas sebagai safe haven maka kini bisa menjadi sumber dana tunai yang menggiurkan.

Selain itu, emas ternyata jenis investasi sangat aman karena tetap bertahan dalam berbagai keadaan serta stabil dan anti inflasi. Maka dari itu, jika kamu berinvestasi emas selama 5 tahun, kamu bisa merasakan keuntungan yang berlipat-lipat.

Asuransi

Asuransi sebenarnya adalah kebutuhan yang harus diutamakan dibandingkan memiliki investasi. Namun prinsip ini hanya berlaku bagi asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan. Sementara itu, kamu bisa mengambil produk asuransi lainnya sebagai investasi misalnya asuransi kendaraan atau pendidikan.

Jika kamu ingin memperkecil resiko kehilangan suatu benda atau kerusakan suatu benda, maka asuransi menjadi pilihan kamu yang utama. Selain akan mendapatkan proteksi atau perlindungan, dengan asuransi kamu juga akan mendapatkan investasi yang menguntungkan.

Adapun jenis asuransi yang sering kali dijadikan untuk berinvestasi yang menguntungkan oleh banyak orang ialah asuransi dwiguna dan asuransi unit link. Jenis asuransi ini memang masih baru namun bisa menjadi contoh investasi yang sekaligus bisa memberikan proteksi diri. Sekali dayung, dua tiga pulai terlampaui bukan?

Reksa Dana

Investasi reksa dana merupakan surat-surat berharga sebagai bukti klaim atau aset. Reksa dana bisa menjadi investasi kamu yang menguntungkan karena memiliki keunggulan. Keunggulan dari reksa dana sendiri terdapat pada banyaknya pilihan yang dapat diambil investor untuk menanamkan uangnya, yaitu saham, obligasi, atau pasar uang.

Cara ini paling cocok untuk investor dengan dana terbatas. Pasalnya, reksa dana paling terjangkau dalam hal dana. Apalagi jika kamu berinvestasi reksa dana lewat aplikasi Ajaib. Hanya butuh Rp10.000 saja untuk memulai langkah awal investasimu.

Kamu sebagai investor tinggal memilih instrumen investasi yang paling cocok dengan resiko yang sanggup kamu tanggung. Selain itu, kamu juga bisa lebih santai karena danamu akan dikelola oleh manajer investasi sehingga tak perlu pusing menyimak fluktuasi pasar keuangan.

Reksa dana merupakan contoh investasi jangka panjang karena hasil terbaiknya akan kamu rasakan dalam kurun waktu panjang. Namun karena varian produknya yang beragam, investasi ini juga cocok untuk jangka pendek dengan sejumlah catatan.

Tanah dan Bangunan

Tanah dan bangunan merupakan salah satu investasi yang menguntungkan. Hal itu dikarenakan tanah dan bangunan punya harga yang terus naik setiap tahunnya. Maka jika kamu memiliki investasi ini maka kamu akan bisa mendapatkan peluang yang besar dan menjanjikan.

Namun, yang jadi permasalahan ialah investasi ini membutuhkan dana yang besar, mengingat harga sebuah rumah sekarang sudah menginjak harga ratusan juta hingga miliaran rupiah. Meskipun begitu, cobalah manfaatkan produk kredit pembelian properti yang akan membantu kamu dalam memiliki properti yang diinginkan.

Namun sebaiknya kamu mengkalkulasikannya dengan tepat karena harga properti atau lahan sangat bergantung dengan lokasi dan faktor pendukung lainnya. Investasi properti adalah contoh investasi jangka panjang yang sudah dilakukan oleh masyarakat sejak zaman dulu.

Bentuk Investasi Jangka Pendek

Saham

Saham adalah bukti penyertaan atau kepemilikan seseorang di dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Jika kamu memiliki saham, maka sudah bisa disebut sebagai owner atau pemilik perusahaan, tergantung seberapa besar porsi kepemilikannya.

Bentuk dari saham sendiri berupa selembar kertas yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Selembar kertas itu juga menyatakan bahwa pemilik kertas yang namanya tercantum dalam surat tersebut adalah pemilik perusahaan sesuai dengan porsi investasi yang ditanamkan di perusahaan tersebut oleh investor.

Saham sendiri bisa menjadi contoh investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Jika mengalokasikannya sebagai penanaman modal jangka pendek berarti kamu menyasar keuntungan berupa capital gain. Maksudnya adalah membeli dan kemudian menjual kembali saham ketika harganya menguntungkan.

Jika perusahaan tersebut dalam kondisi sehat, maka saham yang dibeli akan memiliki nilai jual yang tinggi, karena bisa menghasilkan laba yang besar. Disinilah daya tarik investasi ini. Sayangnya cara investasi saham ini cukup sulit karena harus rajin menyimak fluktuasi pasar modal dan mencari peluangnya.

Deposito

Apabila kamu menginginkan persentase bunga dan tingkat mengembalian investasi yang lebih tinggi, kamu bisa mencoba berinvestasi dengan produk deposito. Saat ini perbankan sudah semakin bervariatif mengeluarkan produk deposito sehingga bisa dibuka dengan dana yang lebih terjangkau.

Namun ada kekurangan investasi deposito ini kamu tidak leluasa untuk mengambil uang yang kamu investasikan karena investasi ini hanya akan bisa diambil sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Jika pun bisa, ada ketentuan tersendiri yang membuat imbal hasil yang kamu terima jelas berkurang.

Untuk memulai investasi ini prosedurnya tidak berbeda jauh dengan membuka tabungan di Bank. Namun setoran awal yang diperlukan dana cukup besar yaitu sebesar Rp5.000.000. Selain itu, ada pula pajak deposito untuk imbal hasil yang kamu terima.

Setelah investasi awal kamu keluarkan untuk selanjutnya kamu pun dapat menyesuaikan dengan kemampuan finansial kamu. Biasanya jenis investasi ini banyak dijalankan oleh para pelaku bisnis atau usaha menengah.

Sebab permutaran jangka waktu yang telah ditepatkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pokok dari usaha yang mereka jalankan setiap tahunnya. Mereka juga mempunyai prospek tersendiri kenapa jenis investasi deposito itu dipilih.

Tabungan Bank

Contoh investasi jangka pendek yang menguntungkan selanjutnya adalah dengan menggunakan produk tabungan bank. Investasi ini menjadi salah satu cara yang paling mudah dan cepat untuk bisa menginvestasikan uangmu. Apalagi jika kamu memiliki produk tabungan dalam mata uang asing.

Jenis tabungan valas kerap diambil untuk mengamankan aset. Biasanya dipilih mata uang yang nilai tukarnya dianggap stabil. Misalnya saja dollar Amerika Serikat atau Euro dari Eropa.

Siapapun bisa melakukan investasi ini, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Selain mudah dalam menjalankannya, kamu pun bisa dengan mudah dalam melakukan pengambilan uangnya, karena kamu bisa melakukannya kapan saja dan dimana saja dengan mesin ATM.

Namun yang perlu diingat dalam investasi ini ialah presentase bunga yang dihasilkan melalui cara ini sangatlah kecil. Adapun keuntungan berinvestasi dengan menabung di bank ini adalah kamu tidak dituntut atau diwajibkan untuk menyetorkan sejumlah dana yang tetap pada setiap waktunya.

Jadi setelah kamu membuat buku tabungan, kamu bebas mengisi saldo rekening kamu kapanpun kamu inginkan. Investasi ini bisa dikatan lebih banyak digunakan oleh semua kalangan. Hal itu dikarenakan jenis investasi ini lebih mudah dan cepat untuk pengambilannya.

Itulah beberapa bentuk investasi sesuai dengan jangka waktu yang diinginkan. Contoh di atas bisa jadi pilihanmu untuk memulai investasi. Namun, ingat! Kamu harus mempertimbangkan investasi yang akan kamu jalankan. Hal itu dilakukan agar kamu bisa meraih keuntungan yang maksimal di masa yang akan datang. Selamat mencoba.

Artikel Terkait