Saham

Mengenal Margin of Safety, Prinsip Investasi yang Penting

Margin of safety
Margin of safety

Ajaib.co.id – Sebagai seorang investor, tentunya konsep margin of safety bukanlah sebuah istilah asing bagi mereka, karena margin of safety adalah perbedaan antara nilai intrinsik suatu saham dan harga pasarnya.

Walaupun sudah dikenal sejak zaman dulu, konsep investasi jadul satu ini masih tetap tak lekang oleh zaman. Lantaran, hal ini hingga saat ini masih menjadi pedoman maupun prinsip investasi yang banyak digunakan oleh para investor di luar sana.

Sejarah Margin of Safety

Dalam sejarahnya, margin of safety pertama kali diperkenalkan oleh Benjamin Graham dan David Dodd, yang juga merupakan penemu dari Investasi Berdasarkan Nilai (Value Investing). Konsep margin of safety dikemukakan oleh Benjamin Graham dan David Dodd lewat sebuah publikasi bukunya “The Security Analysis” yang diterbitkan pada 1934. Di mana, menurut Benjamin Graham, rumus margin of safety adalah:

Margin of safety = (harga wajar saham – harga saham) / harga wajar saham

Besaran margin of safety dari masing-masing investor tentunya berbeda-beda. Hal ini dikarenakan investor dapat menetapkan margin of safety berdasarkan risiko mereka sendiri.

Pembelian saham di sebuah sekuritas dengan menerapkan konsep ini dapat membantu para investor untuk mengurangi risiko kerugian akibat menurunnya harga saham di pasar setelah membelinya.

Jadi, penerapan margin of safety dalam investasi dapat membantu investor dalam beberapa hal di antaranya:

·        Penerapan margin of safety memungkinkan terjadinya kerugian namun tanpa dampak negatif yang besar.

·        Dalam berinvestasi, margin of safety memasukkan pertimbangan kuantitatif dan kualitatif untuk menentukan target harga dan margin of safety yang mendiskontokan target tersebut.

·        Dengan membeli saham pada harga yang jauh di bawah target sekuritas, harga diskon ini membangun margin of safety jika perkiraannya salah atau bias.

·        Dalam akuntansi, margin of safety dapat memungkinkan seseorang untuk memperkirakan titik impas (break even point).

Keempat hal ini adalah keuntungan yang bisa diperoleh oleh investor bila menerapkan konsep margin of safety. Di mana, investor dapat memperkirakan titik impas maupun kerugian bila terjadi penurunan harga di pasar.

Contoh Margin of Safety dalam Berinvestasi

Konsep yang diperkenalkan oleh Benjamin Graham, sebenarnya merupakan sebuah konsep investasi yang sangat sederhana. Sehingga, tak heran konsep investasi sederhana ini dapat mudah dipahami oleh lintas generasi investor, baik itu pemula maupun yang sudah berpengalaman sekalipun.

Misalnya saja saat ini kamu ingin berinvestasi saham secara online lewat aplikasi Ajaib. Di aplikasi Ajaib, investor bisa melihat saham-saham mana saja yang direkomendasikan untuk dibeli oleh investor. Jika kamu melihat harga jual saham A senilai Rp2.000/lembar, dan saham tersebut memiliki potensi untuk mengalami kenaikan ke harga Rp4.000/lembar.

Dengan begitu, investor bisa menghitung persentase margin of safety yang dapat diperoleh. Investor bisa memasukkan variable-variabel tersebut ke dalam rumus margin of safety yang sebelumnya sudah redaksi Ajaib jelaskan.

Margin of Safety = (Rp4.000/saham – Rp2.000/saham) / Rp4.000 x 100% = 50%

Margin of safety dari pembelian saham tersebut adalah 50%. Semakin besar nilai margin of safety yang investor peroleh akan semakin kecil pula risiko kerugian yang bisa dialami. Walaupun sebenarnya, saat ini besaran persentase dari margin of safety yang bisa investor peroleh, dapat dengan mudah investor temukan tanpa menghitungnya secara manual.

Melainkan, kamu bisa menggunakan bantuan dari algoritma investasi yang terdapat di aplikasi Ajaib, untuk memprediksi apakah saham-saham yang ingin dipilih oleh investor memiliki potensi kenaikan atau tidak untuk periode-periode selanjutnya.

Setiap saham-saham yang ditawarkan lewat aplikasi Ajaib, memiliki data statistik pendukung untuk memprediksi dan memproyeksikan apakah saham-saham tersebut memiliki potensi kenaikan atau tidak.

Formula Margin of Safety Ala Warren Buffet

Investor kawakan seperti Warren Buffet pun juga selalu menggunakan rumus margin of safety sebelum membeli suatu saham. Dalam perjalanan karirnya sebagai investor, Warren Buffet menerapkan margin of safety lebih dari 30%.

Hal ini dapat membantu Warren Buffet agar tidak mengalami kerugian bila saham-saham yang dibelinya mengalami kejatuhan hingga 30%. Di mana, momen kejatuhan harga saham tersebut tidak membuat Warren Buffet mengalami kerugian. Karena margin of safety yang diterapkan oleh Warren Buffet cukup tinggi saat hendak membeli suatu saham.

Namun hal yang perlu dipahami oleh seluruh investor, margin of safety adalah hanyalah sebuah perkiraan dari risiko saham dan potensi keuntungan yang bisa diperoleh oleh investor. Walaupun begitu, masih ada banyak faktor lainnya yang tidak bisa diperkirakan oleh analisis fundamental.

Faktor-faktor yang tidak bisa diperkirakan dengan margin of safety, misalnya politik, regulasi, perkembangan teknologi, bencana alam, isu opini, dan pergerakan harga pasar. Sehingga, besaran margin of safety yang diinginkan oleh setiap investor dapat berbeda-beda, hal ini dapat dipengaruhi oleh profil risiko dari masing-masing investor.

Bila kamu adalah investor agresif, tentunya kamu bisa menerapkan margin of safety yang kecil dengan imbalan potensi keuntungan yang besar. Sedangkan, bagi kamu yang bukan seorang high risk taker, kamu bisa menetapkan margin of safety yang lebih besar untuk mengantisipasi penurunan harga saham yang bisa sewaktu-waktu terjadi.

Menurut Warren Buffet, ia tidak pernah membeli saham di sebuah perusahaan dengan hanya melihat kabar baik atau buruk yang diberitakan oleh media. Melainkan, Warren Buffet berfokus kepada laporan keuangan dari perusahaan tersebut.

Warren Buffet menganggap bahwa laporan yang diberitakan oleh media tidak akurat. Sehingga, laporan keuangan bisa menjadi salah satu sumber informasi yang dianggap paling akurat untuk membantu seorang Warren Buffet untuk mengambil keputusan investasi.

Setelah mengetahui bahwa prinsip margin of safety adalah suatu konsep investasi sederhana yang digunakan oleh Warren Buffet saat memutuskan untuk membeli suatu saham atau tidak. Apakah kamu tidak tertarik untuk menjadi seperti Warren Buffet, seorang investor sukses dan juga kaya raya? 

Bila iya, kamu bisa menjadi investor seperti Warren Buffet dengan bergabung menjadi satu dari ratusan ribu investor lainnya yang berinvestasi saham lewat Ajaib. Dengan proses pendaftaran hingga transaksi saham bisa dilakukan 100% secara online via aplikasi.

Artikel Terkait