Saham

4 Strategi Investasi Saham Jangka Panjang

Ajaib.co.id – Di tengah pandemi virus korona (covid-19), tak ada salahnya buat mengatur strategi keuangan. Terutama strategi investasi saham jangka panjang.

Buat kamu yang sudah investasi saham, hampir semua saham bergejolak. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif.

Namun hal tersebut tak masalah. Karena bagi investor, investasi saham jangka panjang bukan jangka waktu pendek. Sehingga tak sedikit, investor yang mempertahankan saham-sahamnya. Mereka ogah jual rugi asetnya.

Bagaimana yang sedang berencana investasi? Tepatkah investasi saham ketika pasar modal bergejolak? Kapan waktu yang tepat masuk ke pasar modal?

Tak ada waktu yang tepat untuk berinvestasi. Semakin cepat melakukannya, kamu akan mendapatkan lebih banyak untuk uang.

Lagi pula, selama kamu masih bekerja normal (meski kerja dari rumah) dan menerima gaji utuh atau tanpa potongan (tak sedikit perusahaan memotong gaji karyawan akibat pendapatan perusahaan turun karena covid-19), inilah saatnya membuat strategi investasi saham jangka panjang.

Memiliki Dana Darurat

Kala dunia sedang dilanda pandemi covid-19, sebelum berinvestasi, kamu wajib memiliki dana darurat. Setidaknya siapkan dana darurat minimal untuk enam bulan ke depan.

Tentu, semua orang berharap pandemi segera selesai dan dunia kembali normal, termasuk kegiatan ekonominya. Setelah menyiapkan dana darurat, barulah berburu investasi saham jangka panjang.

Dana Investasi

Investasi saham tak melulu harus menggelontorkan banyak dana. Karena tak sedikit saham berkinerja baik tetapi harganya terjangkau.

Bahkan untuk rekening efek, kamu bisa membuatnya di perusahaan sekuritas yang mensyaratkan dengan modal minim. Namun pastikan perusahaan telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, kamu bisa mengikuti Sekolah Pasar Modal (SPM) yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Di SPM, kamu menyetor dana Rp100.000 yang akan digunakan untuk pembukaan rekening efek di perusahaan sekuritas.

Untuk investasi, kamu bisa menggunakan alokasi dana penghasilan sebesar 20 persen. Jika selama ini kamu mengalokasikan 20 persen untuk menabung, coba sisihkan 10 persen untuk investasi.

Kamu juga bisa menambah dana investasi dengan uang transportasi atau uang bensin. Mengingat selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kamu lebih banyak di rumah, bahkan kerja juga di rumah. Sehingga alihkan saja uang transportasi ke investasi.

Saham dengan Fundamental Baik

Untuk investasi saham jangka panjang pilih saham dengan fundamental baik. Karakteristik saham tersebut antara lain terdapat keuntungan perusahaan dari tahun ke tahun, price earning ratio (PER) lebih rendah dari emiten lain yang masih satu industri, return of equity (ROE) tumbuh dan konsisten lebih baik, konsisten membagikan dividen, dan industri emiten sedang berkembang. Semua informasi tersebut bisa kamu akses melalui laporan keuangan perusahaan di laman BEI.

Memang, saat krisis hampir semua saham anjlok, termasuk saham fundamental baik. Namun ketika ekonomi bangkit dan kembali normal, saham tersebut lebih cepat pulih dibanding saham yang fundamentalnya kurang baik.

Dengan demikian, nilai investasimu akan meningkat. Bukan rahasia lagi, bahwa imbal hasil investasi saham paling tinggi dibanding instrumen investasi lain.

Pengusaha Sandiaga Uno juga mengatakan hal serupa. Menurutnya, Indeks Harga Saham Gabungann (IHSG) yang sedang turun merupakan waktu tepat bagi investor memutuskan untuk berinvestasi saham, Merdeka.com (17/04/2020).

Wakil Gubernur DKI Jakarta era Oktober 2017-September 2018 menyarankan untuk membeli saham unggulan dari emiten yang memiliki tata kelola baik.

Sabar

Dalam investasi saham jangka panjang, investor perlu sabar untuk memperoleh keuntungan. Kamu tak perlu memantau pergerakan harga saham setiap hari, apalagi jika setiap hari ada pekerjaan yang harus diselesaikan.

Pantau saham sesekali, tetapi ikuti berita tentang pasar modal dari media terpercaya. Dalam situasi seperti ini, sabar dalam menanamkan modal. Percayalah, semua akan segera berlalu.

Alternatif Investasi untuk Gandakan Aset

Selain investasi saham, ada alternatif investasi untuk menggandakan aset. Sebut saja deposito, logam mulia, obligasi, dan reksa dana.

Pertama, deposito. Meski deposito adalah produk perbankan, tetapi ia dapat kamu jadikan lahan investasi. Karena ia memberikan bunga yang lebih besar dibanding tabungan konvensional. Mei 2020, rata-rata bunga deposito sebesar lima persen.

Kedua, logam mulia. Logam mulia atau emas merupakan investasi favorit masyarakat. Pasalnya, emas dianggap sebagai safe haven yang cenderung aman sebagai tempat investasi saat krisis.

Selain itu, emas bersifat likuid, transaksinya sangat mudah (di Pegadaian, bank syariah, hingga marketplace), dan bisa untuk investasi jangka menengah.

Ketiga, obligasi. Obligasi negara dapat dijadikan alternatif investasi. Karena ia memberikan kupon atau imbal hasil stabil. Misalnya savings bond ritel (SBR) seri SBR009 pada Februari 2020. SBR009 mensyaratkan minimal pembelian Rp1 juta.

Sedangkan jatuh tempo pada Februari 2022 dengan kupon sebesar 6,3 persen yang akan dibayarkan setiap bulan. Bahkan investor bisa mengajukan early redemption pada Februari 2021.

Keempat, reksa dana. Bila ingin berinvestasi dengan modal minim dan memberikan imbal hasil bervariasi, pilihannya adalah reksa dana. Reksa dana memiliki empat jenis produk sesuai dengan profil risiko sekaligus imbal hasil.

Jenis tersebut adalah reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, saham, dan campuran. Karakteristik reksa dana pasar antara lain memiliki profil risiko konservatif, imbal hasil cukup, tetapi nilainya stabil, dan dapat digunakan untuk investasi jangka pendek.

Reksa dana pendapatan tetap memiliki karakteristik profil risiko moderat, imbal hasil sedikit lebih tinggi dan stabil, cocok buat kamu yang ingin investasi jangka menengah.

Karakteristik reksa dana saham adalah profil risiko tinggi atau agresif, imbal hasil tinggi, dan untuk investasi jangka panjang. Sedangkan profil risiko dan imbal hasil moderat-agresif bisa dijumpai pada reksa dana campuran.

Jika ingin membandingkan kinerja masing-masing jenis reksa dana, kamu bisa mengakses Ajaib. Di platform tersebut, kamu tak hanya membandingkan melainkan juga belajar dan melakukan simulasi investasi reksa dana.

Artikel Terkait