Investasi, Investor Pemula

Mempelajari Strategi Swing Trading untuk Mendapat Keuntungan

strategi swing trading

Mengingat, minimnya soal pengetahuan akan strategi trading pada trader pemula. Hal ini juga digunakan karena gaya trading dengan jangka pendek ini memiliki risiko yang lebih minim ketika mengalami penurunan harga saham. padahal, ada satu istilah strategi yang dapat digunakan untuk mendapatkan keuntungan lebih yaitu Swing Trading.

Swing trading pastinya merupakan istilah yang asing di telinga para trader pemula. Namun, bagi trader yang sudah melalang buana di dunia trading saham, swing trading adalah salah satu strategi yang bisa mendapatkan keuntungan lebih saat proses trading saham. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan swing trading dan seberapa besar keuntungan yang dihasilkan ketika menggunakan strategi tersebut? Untuk menjawab pertanyaan pertanyaan ini berikut penjelasan yang bisa dipahami dan dipelajari.

Pengertian Swing Trading

Swing trading merupakan istilah dari strategi yang digunakan saat trading dengan menempatkan aktivitas Buy dan Sell di titik-titik pembalikan harga. Biasanya swing trading dilakukan dengan masa atau periode dalam beberapa hari dan minggu. Bisa dikatakan swing trading adalah strategi trading yang lebih santai.

Strategi pada swing trading akan memanfaatkan momentum pasar secara besar dan mengabaikan pergerakan harga kecil. Namun tetap menggunakan analisa fundamental ataupun teknis. Swing trader, julukan untuk trader yang menggunakan strategi swing trading memanfaatkan pasangan mata uang dengan range yang luas seperti EUR/USD, USD/JPY, atau GBP/USD.

Selain itu, swing trading mengharuskan trader untuk memperhatikan dua komponen dasar yang penting seperti analisa tren dan stop loss.

Kelebihan dan Kekurangan dalam Menggunakan Strategi Swing Trading

Setiap strategi yang digunakan di dalam dunia trading pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan. Risiko yang dihasilkan demi mendapatkan keuntungan lebih besar juga harus dihadapi setiap trader saat proses trading saham terjadi. Berikut ini penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan yang didapat saat menggunakan strategi swing trading:

Kelebihan Swing Trading

  • Tidak menyita banyak waktu setiap trader.
  • Keuntungan lebih besar.
  • Waktu yang digunakan untuk menganalisa pasar lebih banyak.
  • Trading akan lebih santai.
  • Mengurangi risiko error sinyal buy yang menyebabkan trader buru-buru menjual atau membeli saham, padahal nilai saham sedang turun.

Kekurangan Swing Trading

  • Melewatkan tren jangka pendek karena fokus di tren menengah
  • Risiko turunnya harga saham cukup besar

Kelebihan dan kekurangan dari strategi swing trading pastinya membuat kamu harus mempertimbangkan penggunaannya secara matang. Sesuaikan dengan gaya trading yang lebih kamu sukai. Baik swing trading maupun day trading memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda.

Cara Menyusun Swing Trading dengan Memperhatikan Poin-Poin Tertentu

Dalam mempraktikkan swing trading, seorang trader harus memperhatikan poin-poin penting sebelum memulainya. Poin-poin ini mencakup stop loss, average down, resistansi dan support. Berikut ini penjelasannya:

Stop Loss

Stop loss digunakan untuk membatasi kerugian akibat turunnya nilai saham hingga menggerus habis modal yang dimiliki. Apalagi jika kamu memiliki modal yang terbatas. Ada baiknya, memperhatikan betul sistem stop loss.

Hindari Average Down

Average Down dilakukan sebagai aksi menyuntikkan dana pada akun agar dapat melakukan buy. Namun, jika harga semakin turun, kerugian yang kamu alami akan semakin besar. Jika nilai saham yang dimiliki terus mengalami kemorosotan, ada baiknya kamu tidak melakukan average down dan langsung menjual saham.

Resistansi dan Support

Keberadaan batas resistansi dan support dalam penerapan swing trading memiliki peran penting. Di mana saat uptrend, harga saham sudah menyentuh batas support, posisi buy akan dibuka. Sementara saat downtrend, posisi sell akan dibuka ketika harga saham sudah menyentuh batas resistansi.

Untuk cara mempraktikkan swing trading, kamu bisa melihat gambar grafik di bawah ini:

Di mana, lingkaran merah sebelah kiri adalah swing harga saham yang tidak dapat naik dan terhenti di titik tersebut. Lalu, harga akan jatuh yang disebut sebagai down-swing. Sedangkan pada lingkaran biru di atas garis support merupakan titik di mana harga yang terbiasa naik, maka akan kembali naik. Hal ini mengapa garis resistansi dan support adalah hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan keuntungan.

Setelah kamu mulai trading mengacu pada analisa price action, votalitas pada pair target juga harus diperhatikan. Tujuannya adalah meminimalisir kerugian dan memaksimalkan keuntungan dengan menggunakan ranking system. Sebagai contoh jika kamu akan swing trading selama seharian penuh dengan pencapaian 100 pip per hari dengan menggolongkan persentasi pada 25%-35%, maka 25-35 pip per hari akan lebih mudah dicapai.

Membandingkan Swing Trading dengan Scalping

Bagi seorang pemula yang ingin mencoba strategi trading selain Scalping, wajar-wajar saja untuk dilakukan. Salah satu staretegi yang bisa diterapkan yaitu swing trading. Apalagi jika menggunakan trading hanya untuk sampingan dari pekerjaan utama. Kelebihan swing trading yang lebih fleksibel dengan tren pasar jangka pendek, pastinya sangat cocok untuk digunakan. Berikut ini perbandingan yang bisa dilihat antara strategi swing trading dan scalping:

  • Trader tidak perlu membuka banyak posisi untuk trading karena dengan satu posisi per minggunya, pergerakan tren akan terlihat secara maksimal. Dengan satu posisi saja sudah bisa mendapatkan keuntungan dengan ekspektasi ratusan pip target yang diraih.
  • Trader akan terbiasa untuk memilih posisi yang berkualitas dengan memaksimalkan akurasi sinyal dan antisipasi risiko yang akan didapat.
  • Trader akan dimanjakan dengan manajemen risiko dan penetapan target yang jelas. Jadi tidak perlu khawatir dan mengawasi pergerakan harga berulang-ulang.

Sementara untuk strategi scalping, kebalikan dari swing trading yang cukup merepotkan dalam meraih keuntungan. Waktu yang kamu habiskan juga lebih besar ketika akan trading saham dengan strategi ini. Akan tetapi, semua balik lagi ke tangan kamu dalam melakukan strategi trading saham yang sesuai dengan karakter.

Mengingat setiap strategi yang diterapkan dalam trading saham, pastinya memiliki risiko yang berbeda-beda. Dengan adanya strategi trading ini diharapkan kamu dapat mengatasi dan mengantisipasi setiap kondisi dengan manajemen risiko yang dimiliki setiap strategi trading. Jika kamu masih belum yakin untuk memilih trading saham sebagai produk investasi, jenis investasi lainnya masih tetap bisa kamu pilih.

Salah satu produk investasi yang bisa dipilih yaitu investasi reksa dana. Reksa dana merupakan investasi dengan keuntungan yang cukup besar dan rendah risiko. Apalagi kini investasi reksa dana bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Ajaib. Aplikasi Ajaib hadir untuk memberikan kemudahan bagi kamu yang ingin berinvestasi. 


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait