Prospek Saham BUMI Saat Harga Batu Bara Tidak Pasti

Prospek Saham BUMI di Saat Harga Batu Bara Sedang Tidak Pasti
Prospek Saham BUMI di Saat Harga Batu Bara Sedang Tidak Pasti

Kamu pasti tidak asing lagi dengan perusahaan tambang batu bara satu ini, di mana perusahaan pertambangan batu bara ini merupakan salah satu perusahaan pertambangan batu bara terbesar di Indonesia. Sudah tahu belum perusahaan pertambangan batu bara apa itu? Perusahaan tersebut adalah PT Bumi Resources Tbk atau saham bumi BUMI telah terdaftar sebagai perusahaan publik sejak 30 Juli 1990.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memiliki banyak anak perusahaan untuk menunjang lini kegiatan usaha yang mereka miliki seperti eksplorasi minyak, pertambangan dan penjualan batu bara. Hingga saat ini, kepemilikan saham BUMI dikuasai oleh publik sebesar 77,33% dan HSBC Fund SVS A/C Chendong Invesment Corp-Self sebesar 22,67%.

Pendapatan Saham BUMI Meningkat

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis oleh PT. Bumi Resources Tbk (BUMI), perusahaan mencatatkan peningkatan pendapatan selama 2018 sebesar 6.302% year on year dengan total pendapatan dari US$ 17,36 juta menjadi US$ 1,11 miliar. Hal ini terjadi lantaran ada dua anak perusahaan milik BUMI terkonsolidasi ke laporan keuangan BUMI 2018, yaitu PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal. Yang mana, pada laporan keuangan BUMI 2017 tidak terkonsolidasi. Namun, laba bersih 2018 yang diperoleh PT. Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami penurunan sebesar 41% dibandingkan dengan tahun 2017 dari US$ 373,25 juta menjadi US$ 220,41 juta.

Saham BUMI Masih Menarik untuk Dibeli

Dikutip dari CNBC Indonesia, saham BUMI berpotensi naik seiring dengan kenaikan harga batu bara, serta meningkatnya permintaan batu bara dari Tiongkok dan Korea. Di mana hal ini didorong oleh faktor cuaca yang sangat panas di negara tersebut sehingga penggunaan listrik untuk AC meningkat sehingga pembangkit listrik di Tiongkok dan Korea mengalami penurunan stok batu bara untuk pembangkit listrik. Tercatat pada Agustus ini, Impor batu bara Korea meningkat 14,6% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 12,64 juta ton.

Saham BUMI Paling Diburu oleh Investor Asing

Mengutip dari Bisnis.com, saham BUMI menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan pada 16 September 2019, di mana saat itu total pembelian saham BUMI yang dilakukan oleh investor asing mencapai 90,47 juta lembar saham dengan harga beli Rp97.

Analis Kresna Securities, Robertus Hardy, dikutip dari Kontan, merekomendasikan untuk membeli saham BUMI dengan target harga akhir tahun Rp300 per saham, rekomendasi beli saham BUMI ini lebih rendah dibandingkan target sebelumnya yakni Rp400 per saham. 

Lantaran, BUMI sedang melakukan revisi target laba bersih tahun 2019 ini dan dinilai cukup konsisten dalam mempercepat melakukan restrukturisasi utang.

Pada tahun 2019 ini, target produksi batu bara BUMI ditargetkan mencapai 87 juta ton, sekitar 40-42 juta ton batu bara sudah terealisasikan pada semester I 2019. Dengan target produksi batu bara tersebut, BUMI optimis kinerja keuangannya akan membaik.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait