Milenial

Apa Itu Konvensional dan Contohnya dalam Kehidupan?

Ajaib.co.id – Banyak orang tidak mengetahui sebenarnya apa itu konvensional. Padahal, tentu kita sering mendengar kata konvensional. Untuk lebih jelasnya, kita bisa memahami pengertian konvensional dengan mengetahui contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut ahli, konvensional bisa diartikan sebagai kebiasaan atau aktivitas yang sesuai dengan warga setempat atau pada daerah tertentu. Aktivitas tersebut bisa terjadi karena hasil dari kebiasaan, perjanjian di suatu daerah, kesepakatan bersama dari banyak pihak.

Tentunya, aktivitas yang dilakukan sesuai dengan keinginan bersama serta membawa kebaikan.

Sayangnya banyak yang mengartikan konvensional sebagai kata yang kuno atau kegiatan kuno, sehingga banyak orang yang enggan melaksanakannya. Padahal, konvensional bisa dijadikan rujukan untuk melestarikan budaya yang kian hari kian memudar.

Kesepakatan konvensional sudah menjadi hal lazim di masyarakat. Sehingga, hal tersebut terkesan kuno. Beberapa hal bisa kamu temui sebagai contoh konvensional dalam kehidupan. Nanti, kita akan membahasnya lebih lanjut, ya.

Apa Itu Konvensional?

Kamu dapat menjawab pertanyaan apa itu konvensional dari berbagai pengertian, baik secara etimologis maupun secara harfiah. Menurut pengertian di KBBI konvensional adalah berdasarkan konvensi (kesepakatan) umum (seperti adat, kebiasaan, kelaziman).

Sedangkan arti dari konvensional secara asal usul bahasanya atau biasa disebut etimologis, kata konvensional berasal dari kata “konvensi” yang berarti kesepakatan atau permufakatan yang dibuat oleh beberapa orang, baik dalam organisasi, wilayah atau negara.

Seperti yang kamu baca di atas ada yang mengatakan konvensional merupakan hal yang bersifat kuno atau tidak sesuai dengan keadaan saat ini. Sesuatu yang seharusnya ditinggalkan dan diperbarui.

Sayangnya, tak semudah itu mengubah kebiasaan suatu warga atau wilayah apabila sekadar dengan alasan sudah tertinggal zaman. Akan tetapi, hal-hal yang konvensional pada akhirnya akan tergerus juga.

Konvensional akan selalu ada apabila sekelompok orang atau masyarakat sudah menyepakati hal tersebut tetap dipertahankan. Di bawah ini, kamu akan diajak memahami beberapa contoh konvensional dalam kehidupan sehari-hari yang masyarakat atau wilayah tertentu mengikutinya.

Contoh Konvensional di Kehidupan Sehari-hari

Kata konvensional sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, pun penerapannya di masyarakat. Nah, di sini kamu akan membaca penggunaan konvensional dalam kehidupan sehari-hari dan bermasyarakat.

Kemungkinan, kamu pun telah menggunakannya secara bertahun-tahun tapi tak tahu bahwa hal tersebut termasuk dalam contoh konvensional.

1.     Konvensional dalam masyarakat umum

Bentuk konvensional secara umum di masyarakat sangat beragam, terutama kehidupan di pedesaan. Di desa kamu akan menemui hal-hal yang masih dianggap tabu dan tidak wajar atau tidak baik dilakukan.

Sebagai contoh untuk stigma perempuan. Perempuan dikatakan bukan perempuan baik-baik apabila pulang di atas jam sepuluh malam, padahal pada saat ini banyak perempuan yang pulang malam sebab urusan pekerjaan. Akan tetapi, masyarakat kebanyakan tak peduli atau tak tahu mengenai fakta tersebut.

Konvensional lainnya yakni mengenai bahwa hubungan asmara perempuan dan laki-laki haruslah pihak laki-laki terlebih dahulu yang bertindak atau menyatakan terlebih dahulu. Padahal pada kenyataannya bisa jadi perempuanlah yang menyukai terlebih dahulu.

Faktanya pada saat ini banyak perempuan yang menyatakan cintanya terlebih dahulu daripada laki-laki, bahkan dalam urusan melamar atau mengajak menikah. Sayangnya, banyak masyarakat yang gengsi atau merasa hal tersebut tidak baik. Padahal, zaman sudah bergerak maju.

2.     Konvensional dalam dunia bisnis

Tak hanya di masyarakat umum, dalam dunia bisnis istilah konvensional pun sering digunakan. Sebagai salah satu contoh konvensional dalm bisnis yakni mengenai toko fisik yang dulu sering digunakan.

Umumnya, memiliki bisnis haruslah memiliki tempat untuk memulai bisnis tersebut. Misalnya, menjual baju harus memiliki toko baju.

Faktanya, saat ini tak memiliki toko nyata pun bisa berjualan yakni dengan memanfaatkan internet. Hal-hal yang dulunya sangat konvensional, kini sedikit demi sedikit terkikis.

Konvensional juga dikenal dalam dunia perbankan. Ada istilah bank konvensional dan bank syariah. Bank konvensional merupakan bank yang menerapkan sistem bank pada umumnya.

Sedangkan bank syariah menerapkan sistem syariah islam dalam bertransaksi. Mereka menggunakan hukum-hukum islam dalam pelaksanaan operasinya.

3.     Konvensional dalam dunia pendidikan

Sebelum ada pandemi Covid-19, bersekolah ya datang ke sekolah, ke gedung sekolah. Kini, dengan adanya virus corona sekolah konvensional seperti datang ke sekolah, bertatap muka secara langsung dengan guru dan teman, mengerjakan tugas di buku tulis berubah menjadi sekolah online.

Memang, sekolah konvensional masih diterapkan dan ini hanya sementara waktu. Tapi, hal tersebut membuktikan hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan bisa berubah sewaktu-waktu.

Sekolah konvensional yang dulunya dikira tak akan pernah berubah, kini terkikis sedikit demi sedikit. Bahkan, kursus pun bisa dari rumah saja, mengikuti workshop bahkan event pun bisa disaksikan secara daring.

4.     Konvensional dalam bioteknologi

Konvensional dalam bioteknologi adalah menggunakan mikroorganisme dalam menciptakan model atau layanan tertentu. Misalnya, bakteri maupun jamur yang meghasilkan enzim tertentu dalam metabolisme manusia.

Konvensional dalam bioteknologi, sampai saat ini masih belum bisa digantikan atau diperbarui seperti bentuk konvensional pada umumnya.

5.     Konvensional dalam kepemimpinan

Sejak dulu, kamu terbiasa dengan pemimpin dengan jenis kelamin laki-laki. Akan tetapi, pada zaman sekarang perempuan pun bisa memimpin.

Meskipun, hal tersebut masih sering dipertanyaan dalam masyarakat. Sudah ada beberapa contoh perempuan yang berhasil memimpin warganya.

Artikel Terkait