Investasi

9 Sektor Usaha Perusahaan Tercatat di BEI, Ini Daftarnya

sektor usaha perusahaan tercatat di bei

Ajaib.co.id – Ada 9 sektor usaha perusahaan tercatat di BEI, sektor-sektor ini untuk memisahkan masing-masing industri perusahaan agar penggolongannya lebih mudah. Lalu, apa saja sektor usaha perusahaan tercatat di BEI ini? Simak ulasan ini untuk mengetahuinya.

Pada Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat ratusan jumlah perusahaan yang melantai di pasar modal. Agar investor atau para pemegang saham bisa mengelola portofolio dan manajemen risiko dengan mudah, perusahaan ini lalu dibagi menjadi 9 sektor saham. Pembagian ini berdasarkan data perusahaan terkait untuk membaginya berdasarkan jenis industrinya.

Untuk mengetahui kesembilan sektor tersebut beserta sub sektornya, simak ulasan berikut ini:

9 Sektor Usaha Perusahaan Tercatat di BEI beserta Sub Sektornya

Agriculture (Sektor Pertanian)

Sektor ini meliputi berbagai bisnis di bidang perkebunan, tanaman pangan, peternakan, kehutanan, perikatan, hingga jasa-jasa yang berkaitan dengan industri pertanian. Sub sektor terkait sektor terkait diantaranya:

  • Tanaman pangan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Kehutanan
  • Dan pertanian Lainnya

Mining (Pertambangan)

Industri ini lebih menekankan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, contohnya seperti pertambangan minyak bumi, pertambangan batu bara, penggalian batu-batuan, pasir, ataupun tanah liat, pertambangan mineral, hingga penambangan aspal dan gamping. Sub sektor terkait sektor pertambangan diantaranya:

  • Coal Mining (pertambangan batubara)
  • Crude Petroleum & Natural Gas Production (pertambangan minyak dan gas bumi)
  • Metal and Mineral Mining (pertambangan logam dan mineral lainnya)
  • Land / Stone Quarrying (pertambangan batu-batuan)
  • Dan pertambangan lainnya

Basic Industry & Chemicals (Industri Dasar dan Kimia)

Seperti namanya, sektor ini menggunakan -perusahaan untuk pengklasifikasian di bidang bahan dasar dan juga kimia. Sub sektor terkait sektor ini diantaranya:

  • Cement (Semen)
  • Ceramics, Glass, Porcelain (Keramik, kaca, dan porselen)
  • Metal And Allied Products (Logam dan sejenisnya)
  • Chemicals (Kimia)
  • Plastics and Packaging (Plastik dan kemasan)
  • Animal Feed (Pakan ternak)
  • Wood Industries (kayu dan pengolahannya)
  • Pulp and Paper (Pulp dan kertas)
  • Dan sub sektor lainnya

Miscellaneous Industry (Aneka Industri)

Industri yang tergolon di sektor ini adalah bisnis-bisnis dalam pembuatan mesin, baik mesin berat, mesin ringan, hingga komponen penunjangnya. Sub sektor terkait sektor ini adalah:

  • Machinery And Heavy Equipment (Mesin dan alat berat)
  • Automotive and Components (Otomotif dan komponennya)
  • Textile and Garment (Tekstil dan garmen)
  • Footwear (Alas kaki)
  • Cable (Kabel)
  • Electronics (Elektronik)
  • Dan sub sektor lainnya

Consumer Goods Industry (Industri Barang Konsumsi)

Sektor ini memisahkan perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam pengolahan bahan dasar ataupun setengah jadi menjadi produk yang bisa dikonsumsi masyarakat. Sub sektor terkait sektor ini adalah:

  • Food And Beverages (Makanan dan minuman)
  • Tobacco Manufacturers (Rokok)
  • Pharmaceuticals (Farmasi)
  • Cosmetics and Household (Kosmetik dan barang keperluan rumah tangga)
  • Houseware (Peralatan rumah tangga)
  • Dan sub sektor lainnya

Property, Real Estate, and Building Construction (Properti, Real Estat, dan Konstruksi Bangunan)

Dari nama sektornya, tentunya industri yang tergolong di dalam sektor properti, real estat dan konstruksi bangunan adalah perusahaan yang kegiatan usahanya meliputi hal-hal yang berkaitan dengan properti dan bangunan. Sub sektor terkait sektor ini adalah:

  • Property and real estate (Properti dan real estat)
  • Building Construction (Konstruksi bangunan)
  • Dan sub sektor lainnya.

Infrastructure, Utility, and Transportation (Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi)

Perusahaan yang tergolong dalam sektor ini adalah mereka yang bergerak dalam penyediaan energi, bangunan dan infrakstruktur, telekomunikasi, hinga jasa-jasa penunjangnya. Sub sektor terkait sektor ini adalah:

  • Energy (Energi)
  • Toll Road, Airport, Harbor and Allied Products (Jalan tol, pelabuhan, bandara, dan sejenisnya)
  • Telecommunication (Telekomunikasi)
  • Transportation (transportasi)
  • Non Building Construction (Konstruksi non bangunan)
  • dan sub sektor lainnya.

Finance (Finansial

Sektor finansial atau sering dikenal sebagai sektor keuangan adalah perusahaan yang bergerak di dalam dunia finansial. Tentunya, di dalam sektor ini, hal-hal seperti audit going concern, laporan keuangan, hingga hal-hal lain yang menyangkut dengan uang menjadi sangat penting untuk dicermati. Sub sektor pada sektor ini diantaranya:

  • Bank
  • Financial Institution (Lembaga pembiayaan)
  • Securities Company (Perusahaan efek)
  • Insurance (Asuransi)
  • Mutual funds (Reksa dana)
  • Dan sub sektor lainnya

Trade, Service, and Investment (Perdagangan, Jasa, dan Investasi)

Sektor ini meliputi berbagai usaha perdagangan, baik itu partai besar maupun kecil-kecilan. Selain itu, industri yang tergolong dalam sektor ini mencakup jasa seperti restoran, hotel, hingga pariwisata. Untuk sub sektor terkait sektor ini diantaranya adalah:

  • Wholesale (Grosir)
  • Retail Trade (Pedagang eceran)
  • Restaurant, Hotel and Tourism (Restoran, hotel, dan pariwisata)
  • Advertising, Printing & Media (Periklanan, percetakan, dan media)
  • Healthcare (Kesehatan)
  • Computer And Services (Jasa komputer dan perangkatnya
  • Investment Company (Perusahaan investasi)
  • Dan sub sektor lainnya

Mengetahui sektor usaha perusahan tercatat di BEI ini menjadi penting untuk portofolio kamu atau jika kamu ingin melakukan diversifikasi saham untuk meminimalisir kemungkinan kerugian. Seperti yang kamu ketahui, saham memang instrumen investasi yang cukup populer.

Cara Memperoleh Keuntungan dari Investasi Saham

Jika dilihat dari caranya, setidaknya ada dua keuntungan yang dapat diperoleh oleh pemegang saham atau investor ketika memiliki saham. Keuntungan tersebut bisa didapatkan melalui:

Dividen

Dividen adalah kebijakan perusahaan untuk membagikan keuntungan perusahaan mereka terhadap para pemegang sahamnya. Pembagian keuntungan ini sendiri diberikan apabila telah mendapat persetujuan dari pemegang saham di dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Agar bisa menikmati pembagian dividen, setidaknya pemegang saham harus telah memegang saham perusahaan terkait dalam waktu yang cukup lama. Waktu ini sifatnya tidak menentu, karena yang dibutuhkan sebenarnya adalah kamu diakui sebagai pemegang saham yang memang berhak memperoleh dividen perusahaan tersebut.

Jika dilihat berdasarkan dividen yang dibagikan kepada pemegang saham, maka dividen bisa digolongkan menjadi dua jenis, yakni dividen tunai dan dividen saham.

  • Dividen tunai: Seperti sebutannya, dividen tunai merupakan dividen dalam bentuk uang tunai dengan nominal tertentu yang dibagikan kepada penerima saham.
  • Dividen saham: Alih-alih memberikan uang tunai, dividen saham merupakan pembagian dividen dberupa sejumlah saham yang dimiliki oleh perusahaan. Jika dividen saham ini dibagikan, maka saham yang dimiliki investor akan bertambah sewaktu pembagian dividen saham dilakukan.

Capital Gain

Secara sederhana, capital gain adalah keuntungan yang kamu dapatkan dari selisih harga beli dengan harga jual ketika kamu melakukan transaksi saham. Capital gain sendiri biasanya terjadi apabila terdapat aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder.

Sebagai contoh, misalnya kamu membeli saham XYZ dengan harga saham Rp5.000 per lembarnya. Lalu, selang beberapa hari, kamu menjual saham XYZ tersebut senilai Rp6.000 per lembar sahamnya. Dari contoh tersebut, berarti kamu memperoleh capital gain senilai Rp1.000 untuk setiap lembar saham yang kamu jual.

Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.

Demikian pembahasan mengenai sektor usaha perusahaan tercatat di BEI. Apakah kamu sudah merencanakan untuk melakukan diversifikasi investasi di beberapa sektor usaha?

Artikel Terkait