Banking

Harga Saham BBNI Menurun, BNI Luncurkan 2 Layanan Baru

saham bbni 2 layanan baru

Harga saham BBNI terus menurun ke posisi Rp7.525 per lembar pada tanggal 29 Agustus 2019. Sejak ganti bulan, dari Juli ke Agustus, saham BBNI sudah turun hingga 9,88 persen atau menurun hingga Rp825. Angka itu turun dari tanggal 31 Juli lalu di posisi Rp 8.475 per lembar saham BBNI.

Saham Bank Negara Indonesia ini terus merosot akibat adanya rencana perombakan susunan pengrus, hingga direksi. Alhasil, para investor asing melepas saham BBNI hingga Rp782 miliar. Itu berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pada 27 Agustus 2019.

Kendati demikian, BBNI meluncurkan dua layanan perbankan digital terbaru. Dua layanan itu adalah Pembukaan Tabungan Digital dan BNI New Mobile Banking, yang diluncurkan pada 25 Agustus 2019.

“Pada kesempatan ini, BNI memperkenalkan fitur layanan terbaru, yaitu Pembukaan Tabungan Digital yang bisa didapatkan pada Mobile Banking BNI,” ujar Direktur Bisnis Konsumer BNI Tambok P Setyawati ketika itu, dikutip dari Kontan.

Layanan Pembukaan Tabungan Digital ini disiapkan BNI untuk memudahkan masyarakat dalam memiliki tabungan BNI dimanapun dan kapanpun tanpa perlu antri di cabang. Hanya dengan mengunduh aplikasi BNI Mobile Banking di Smartphone, lalu pilih menu Buka Rekening BNI. Selanjutnya, pengguna akan diarahkan untuk mengunduh aplikasi BNI Pembukaan Tabungan Digital di Play Store.

Cukup siapkan E-KTP dan langsung terhubung dengan petugas BNI Call Center untuk verifikasi data diri. Tidak lama setelah itu, dapatkan nomor rekening dan nomor kartu debit virtual dan rekening tabungannya langsung aktif serta bisa langsung transaksi. Layanan BNI Pembukaan Tabungan Digital tidak perlu waktu yang lama, kurang dari 10 menit sudah beres.

Fitur-fitur Seru Mobile Banking BNI

Number of Account (NOA) BNI sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 19,3% secara year on year (yoy) per Juli 2019. Selain itu, BNI juga memperkenalkan tampilan baru dari aplikasi BNI Mobile Banking yang clean, fresh dan simple dengan tambahan fitur terbaru yang semakin lengkap untuk memanjakan nasabah dalam menikmati layanan perbankan di BNI.

Beberapa fitur terbaru juga tertanam baik, seperti Quick Transfer yang semakin memudahkan dalam mengirim uang, BNI Credit Card Mobile yang berguna untuk melakukan pengecekan penggunaan kartu kredit BNI yang dimiliki, mengetahui sisa maksimum kredit serta reward point yang dimiliki.

Sebagai informasi tambahan, Sepanjang tahun ini, saham BBNI masih turun 13,75 persen. Penurunan saham BBNI berada di tengah kinerja perusahaan yang melambat. Bank BNI hanya berhasil menorehkan pertumbuhan perolehan laba bersih satu digit sepanjang separuh pertama 2019.

Perusahaan hanya mengantongi laba bersih sebesar Rp7,63 triliun atau tumbuh sebesar 2,7 persen bila dibandinkan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Jika disandingkan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan laba bersih melambat. Pada semester pertama di tahun 2018, net profit bank pelat merah ini tumbuh 16 persen.

Perlambatan itu akibat meningkatnya beban bunga dan biaya dana BNI. Pendapatan bunga kotor Bank BNI tumbuh 9,4 persen menjadi Rp28,59 triliun. Sedangkan beban bunga melonjak hingga 26,2 persen menjadi Rp10,98 triliun. Secara rasio biaya dana atau cost of fund (CoF) terkerek naik ke angka 3,2 persen di kuartal kedua di tahun 2019, lebih tinggi dibanding empat tahun terakhir.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang. 

Artikel Terkait