Saham

Cermat Membaca Prospektus Sebelum Membeli Saham IPO

Ajaib.co.id – Untuk memberikan lebih banyak pilihan investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan-perusahaan untuk go public. Go public adalah istilah untuk pencatatan saham di bursa sehingga yang asalnya saham-saham hanya tertutup dimiliki oleh sejumlah orang saja menjadi terbuka dan bisa dimiliki oleh masyarakat umum.

Emiten/perusahaan-perusahaan yang sahamnya sudah bisa dibeli umum, alias sudah IPO, diberi inisial Tbk di belakang nama PT nya. Misalnya saja PT Waskita Karya Tbk (WSKT) atau PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) dan lain sebagainya.

Dalam tiga tahun terakhir rupanya usaha BEI untuk mengajak perusahaan-perusahaan go public berbuah hasil. Ada sekitar dua ratus perusahaan yang ikut serta dalam pencatatan saham perdana di bursa, angka ini melebihi target BEI. Pencatatan saham perdana menjadi perusahaan Tbk lebih dikenal dengan Initial Public Offering (IPO).

Untuk membekali calon investor investor dengan informasi penting yang memadai maka emiten-emiten baru tersebut mesti merilis Prospektus sebagai informasi yang valid. Prospektus adalah salah satu syarat utama perusahaan untuk melakukan IPO. Prospektus adalah dokumen yang berisi informasi tentang perusahaan yang akan membantu investor menentukan pilihan untuk membeli saham emiten yang hendak IPO ini atau tidak.

Kamu bisa download prospektus di laman ini: https://www.idx.co.id/perusahaan-tercatat/prospektus/

Menelaah Prospektus

Prospektus adalah informasi fakta dan segala tentang keadaan dan kondisi keuangan perusahaan yang akan melakukan IPO. Di dalamnya terdapat fakta dan pertimbangan yang disampaikan dengan bahasa yang komunikatif dan jelas sehingga mudah dipahami.

Laman utama prospektus misalnya adalah seperti di bawah ini:

Di atas adalah halaman pertama dari prospektus PT Victoria Care Indonesia Tbk yang listing dengan kode saham VICI. Untuk memandu kamu membaca prospektus dengan cermat maka ada beberapa bagian saat membaca prospektus yang harus kamu perhatikan. Bagian-bagian tersebut adalah nilai nominal saham, harga penawaran, bidang usaha, prospek usaha, risiko usaha, kebijakan dividen perusahaan, kinerja keuangan, dan agen penjual.

Lainnya adalah informasi seputar masa penawaran umum dan tanggal pencatatan emiten di bursa. Semua yang disebutkan adalah  bagian penting yang perlu diperhatikan dalam membaca prospektus perusahaan. Mari kita bahas satu persatu.

  • Kegiatan Usaha

Sebelum mengetahui tentang jumlah saham, harganya berapa dan keuangannya bagaimana, hal yang paling pertama yang harus diketahui adalah: emiten ini bisnis apa sih?

Mencermati emiten selayaknya dimulai dari kegiatan usaha yang emiten lakukan untuk mengubah modal menjadi laba. Kamu bisa temukan informasi ini setelah bagian Definisi, Istilah dan Singkatan.

Di bagian Keterangan Singkat Mengenai Perseroan kamu akan menemukan rincian kegiatan usaha utama dan kegiatan usaha penunjang yang dilakukan emiten. Kadang disajikan juga sejarah singkat mengenai perusahaan di sana.

  • Informasi Permodalan dan Saham yang Ditawarkan

Di bagian ini kamu akan memperoleh informasi tentang jumlah saham berdasarkan modal ditempatkan dan disetor penuh. Dan ada jumlah nominal dalam rupiah. Perlu kamu tahu bahwa nilai nominal per saham bukanlah harga saham yang ditawarkan. Nilai nominal adalah harga per saham sebelum perusahaan go public.

Jadi prospektus akan memuat keterangan saham sebelum dan sesudah IPO. Informasi tentang harga saham yang ditawarkan kepada publik terdapat di bagian selanjutnya yaitu pada Keterangan Tentang Saham yang Ditawarkan. Di bagian tersebut barulah terdapat informasi tentang harga penawaran dan nilai emisi/jumlah dana yang dicari.

  • Rencana Penggunaan Dana

Perusahaan yang memutuskan untuk go public artinya sedang mencari pendanaan dari masyarakat. Informasi tentang penggunaan dana akan dituliskan di bagian ini.

Umumnya kegiatan yang akan dilakukan setelah memperoleh dana yang dicari adalah untuk ekspansi berupa pembelian tambahan aset tetap seperti tanah, bangunan, mesin. Lainnya adalah untuk modal kerja untuk memperluas pangsa pasar dan memperluas target pasar.

Kamu bisa waspada jika tujuan emiten mencari dana adalah untuk membayar utang. Ini bisa saja berarti bahwa keuangan perusahaan sedang tidak baik dan mungkin bisa jadi operasionalnya tidak menguntungkan. Setelah saham IPO maka emiten akan merilis laporan tentang pertanggungjawaban dana hasil IPO kepada publik.

  • Kondisi Keuangan

Kondisi keuangan seperti neraca, laba-rugi dan rasio keuangan selama lima tahun ditampilkan dalam bagian Ikhtisar Data Keuangan Penting. Beberapa emiten hanya menampilkan data keuangan selama empat tahun terakhir saja.

Ini penting untuk ditelaah karena data yang diungkap di bagian ini memperlihatkan fundamental perusahaan. Kamu bisa lihat apakah emiten pandai mengelola modal menjadi laba. Jika pendapatan besar tapi labanya kecil atau bahkan merugi mungkin ada beban-beban yang besarnya tidak efisien.

Tapi jika kamu pikir bahwa data-data yang diberikan cukup baik, maka kamu bisa menjatuhkan pilihan untuk mengoleksi sahamnya.

  • Risiko

Perusahaan yang akan melakukan penawaran saham perdana memang diminta untuk transparan termasuk dalam mengungkap risiko yang dapat membahayakan kelangsungan usaha. Kamu bisa baca pandangan perusahaan terhadap kondisinya sendiri di sini.

Risiko datang dari kondisi makro dan mikro, kamu bisa lakukan analisa sederhana di sini berdasarkan kondisi industri. Misalnya jika perusahaan bergerak dalam bisnis plastik, kamu bisa kira-kira sendiri bagaimana dampak pelarangan penggunaan plastik berhubungan dengan gerakan ramah lingkungan dengan masa depan perusahaan.

  • Moat atau Keunggulan

Bagian ini perlu kamu cermati agar kamu tahu keunggulan yang perusahaan miliki dibandingkan dengan perusahaan sejenis.

Misalnya di industri farmasi, hak paten obat tertentu adalah keunggulan yang tidak dimiliki perusahaan lainnya. Atau misalnya perusahaan adalah perusahaan dengan merek yang kuat yang sudah bertahan lama dan memiliki basis konsumen yang setia.

Keunggulan semacam itulah yang dicari dalam sebuah emiten karena akan berpengaruh pada prospek emiten di masa depan.

  • Strategi dan Prospek Usaha

Di bagian ini kamu bisa membaca pandangan emiten terhadap dirinya sendiri tentang prospek usahanya. Kamu bisa ukur sendiri apakah emiten overconfident atau memang begitu adanya. Aspek yang akan diungkap adalah seputar kekuatan produksi, penjualan, pemasaran, distribusi produk atau jasa yang dihasilkan, kompetisi antar perusahaan sejenis, serta penelitian dan pengembangan.

Mengenai strategi usaha biasanya dibuat dalam bagian terpisah. Beberapa strategi usaha akan memperlihatkan kepada kamu seberapa lincah emiten beradaptasi atau menyesuaikan strategi dengan perubahan di masyarakat.

  • Kebijakan Deviden

Informasi seputar kebijakan deviden disampaikan. Jika kamu adalah investor yang memang berniat untuk mengoleksi saham dengan tujuan mendapat dividen maka kamu harus baca bagian ini. Di dalamnya terdapat informasi tentang rasio pembayaran dividen tunai dalam persentase. Misalnya dari seluruh laba per saham, 40% nya rencananya akan dibagikan kepada seluruh pemegang saham.

Emiten yang masih dalam tahap ekspansi biasanya tidak membagikan seluruh labanya dalam bentuk dividen karena sebagian ditahan untuk memperbesar skala usaha. Kamu bisa dapatkan dividen lebih besar di perusahaan yang sudah berada dalam tahap mature yang tidak banyak berekspansi lagi dan sudah menguasai pangsa pasarnya.

  • Agen Penjual

Informasi ini berisikan nama broker yang ditunjuk oleh perusahaan untuk melakukan penjaminan emisi. Jadi akan ada sekuritas yang akan membantu perusahaan menjual saham perdananya dan menjamin perusahaan mendapatkan dana yang dicari.

Jika kamu suka trading saham IPO, maka kamu perlu membaca prospektus dengan cermat karena penjaminan emisi bisa berhasil atau tidaknya tergantung MKDB dan kepiawaian brokernya.

Artikel Terkait