Analisa Saham, Saham

Melihat Peluang Saham GGRM di 2021, Naik atau Turun?

Melihat Peluang Saham GGRM di 2021, Naik atau Turun?

Ajaib.co.id – PT Gudang Garam Tbk (saham GGRM) merupakan salah satu industri rokok yang terkemuka di Indonesia. Perusahaan ini telah berdiri sejak tahun 1958 di kota Kediri, Jawa Timur. Sampai saat  ini, Gudang Garam sudah terkenal luas baik di dalam negeri maupun pasar mancanegara sebagai penghasil rokok kretek berkualitas tinggi.

Produk yang dihasilkan oleh Gudang Garam bisa ditemukan dalam berbagai variasi, seperti sigaret kretek klobot (SKL), sigaret kretek linting-tangan (SKT), hingga sigaret kretek linting-mesin (SKM).

Perusahaan ini mengawali bisnis dengan industri rumahan, hingga kini telah tumbuh dan berkembang seiring tata kelola perusahaan yang berlandaskan pada filosofi Catur Dharma. Nilai-nilai tersebut merupakan panduan perusahaan dalam tata laku dan kinerja perusahaan bagi karyawan, pemegang saham, serta masyarakat luas.

GGRM melakuka penawaran umum saham kepada publik (IPO) pertama kali pada 27 Agustus 1990. Dengan penawaran saham sebanyak 57.807.800 lembar.

Kinerja Keuangan dari Laporan Keuangan Terakhir

Dari laporan keuangan GGRM per September 2020, menunjukkan kinerja keuangan yang justru mengalami peningkatan. Perusahaan seperti tidak terdampak oleh pandemi. Padahal sektor rokok merupakan salah satu yang penjualannya tertekan selama wabah korona ini. Hal ini bisa dilihat juga dari aset GGRM yang pertumbuhannya naik, mencapai 6,88% YoY.

Selain itu, kinerja penjualan GGRM pun ikut meningkat pertumbuhannya dari periode 30 September 2019. Meskipun secara laba bersih mengalami penurunan karena meningkatnya biaya pokok penjualan. Berikut ini laporan kinerja laba GGRM (dalam jutaan rupiah):

Komponen Laba September 2019 September 2020
Penjualan 81.721.032 83.375.059
Laba Kotor 15.737.307 12.983.929
Beban Penjualan 65.983.725 70.391.130
Laba Bersih 7.243.266 5.647.228
Aset 71.970.293 76.929.023

GGRM masih mampu membukukan laba di atas Rp5 triliun namun masih di bawah periode yang sama pada tahun 2019. Dengan laba yang terkoreksi sebesar 22,03% YoY. Selanjutnya mari kita bahas dulu rasio-rasio umum dan margin keuangan GGRM. Berikut ini datanya:

Rasio September 2019 September 2020
ROA 13,41% 9,79%
ROE 20,38% 13,31%
GPM 19,25% 15,57%
NPM 8,86% 6,77%
OPM 11,83% 8,93%
DER 51,91% 35,97%

Dari rasio-rasio tersebut menunjukkan bahwa kondisi bisnis GGRM ikut tertekan sebagai dampak dari pandemi covid-19. ROA dan ROE dari perusahaan ini pada Q3 2020 menunjukkan penurunan dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2019. Hal ini memperlihatkan sektor penjualan rokok harus tertekan di masa krisis ekonomi akibat masih merebaknya virus korona secara global.

Selanjutnya, untuk GPM perusahaan turun ke 15,57% ini berarti perusahaan GGRM masih dalam upaya efisiensi perusahaan. Salah satu upayanya dengan menekan harga pokok penjualannya. Atau dikenal juga dengan istilah beban pokok penjualan. Sehingga menghasilkan margin laba kotor di angka 15,57% dari total penjualan perusahaan.

Untuk diketahui, semakin tinggi nilai GPM yang diperoleh sebuah perusahaan berarti perusahaan semakin efisien dan baik dalam mengelola kegiatan operasionalnya. Tentunya hal ini dilakukan dalam upaya memperoleh keuntungan bagi perusahaan.

Adapun untuk NPM, perusahaan tumbuh di angka 6,77%. Angka ini merepresentasikan rasio keuntungan bersih yang diperoleh perusahaan GGRM terhadap total penjualan produk-produknya pada kuartal III 2020. Angka ini berarti memperlihatkan perusahaan sudah mampu memberikan keuntungan yang tumbuh bagi perusahaan dan investor. Meskipun mengalami penurunan dibandingkan kuartal III pada 2019.

Angka perolehan NPM ini terbilang dalam angka yang cukup rendah. Pasalnya, nilai margin laba bersih yang dianggap sangat baik bila berada pada presentasi di atas 10%.

Terkait dengan Debt Equity Ratio (DER) berada di level 35,97%. Ini menunjukkan perusahaan tidak menggunakan utang dalam jumlah besar untuk menjalankan operasional perusahaan. Rasio DER ini masih dalam kondisi aman dan terkendali. Dengan DER berada di level ini di mana angka ini menandakan perusahaan tidak bergantung pada utang. Pasalnya perusahaan yang sehat keuangannya ditunjukan dengan rasio DER di bawah angka 1 atau di bawah 100%. Bahkan dari rasio utang ini ada penurunan DER dibandingkan periode September 2019. Hal ini menandakan, perusahaan tidak melakukan penambahan utang meskipun tengah berada di pandemi covid-19. 

Kinerja Saham GGRM

Kinerja GGRM terhitung sudah relatif stabil dalam tiga tahun terakhir. Ini fundamental perusahaan sebelum terjadinya pandemi covid-19. Berikut ini perbandingan pertumbuhan tahunan sejumlah komponen kinerja GGRM (dalam jutaan rupiah) dalam 3 tahun terakhir periode 2017 hingga 2019:

Komponen 2017 2018 2019
Penjualan 83.305.925 95.707.663 110,523.819
Aset 66.759.930 69.097.219 78.647.274
Laba Bersih 7.755.347 7.793.068 10.880.704

Tingkat pertumbuhan dalam 3 tahun terakhir mencerminkan solidnya bisnis GGRM ditambah kemampuan perusahaan dalam bertahan selama pandemi cukup baik karena masih mampu meningkatkan penjualan produk, meski secara laba harus tertekan sebagai dampak mahalnya biaya ongkos produksi.

Track Record Pembagian Dividen

GGRM sebetulnya termasuk emiten yang tiap tahun membagi dividennya. Namun, pada 2019 perusahaan memutuskan tidak membagi dividen kepada investor. Berikut adalah besaran pembayaran dividen GGRM tiga tahun terakhir:

Tahun Dividen per Saham Jumlah yang dibayarkan (dalam jutaan rupiah)
2017 2.600 5.002.628
2018 2.600 5.002.628
2019

GGRM terlihat konsisten membayarkan dividen kepada pemegang sahamnya pada setiap tahunnya dengan nilai dividen yang sama sampai tahun 2018. Jumlah pembayaran dividen diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Adapun dari tahun ke tahun, kebijakan GGRM dalam pembagian dividen adalah sebesar 20% hingga 40% dari laba bersih Perseroan.

Namun, GGRM tidak membagikan dividen dari keuntungan yang diperoleh pada tahun 2019. Keputusan ini diambil dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Jumat (29/8) pada 2020 lalu.

Berdasarkan siaran pers yang dipublikasikan Gudang Garam, Jumat (29/8), seluruh laba bersih perusahaan tahun 2019 akan dimasukkan dalam akun saldo laba. Manajemen GGRM mengatakan dana ini akan digunakan untuk modal kerja sehingga Perseroan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2019.

Prospek Bisnis GGRM

Mengutip dari bisnis.com, bisnis GGRM sendiri masih ditopang oleh penjualan segmen sigaret kretek mesin (SKM) dengan kontribusi 91,25% terhadap pendapatan perusahaan hingga periode September 2020. Sementara itu, segmen SKT menyumbang 7,65% dari omzet perseroan hingga periode September tahun 2020. Penjualan SKT juga naik 10,06% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Peningkatan ini terkait adanya tren perpindahan pembelian atau downtrading dari segmen rokok dengan tarif cukai yang lebih tinggi dari golongan 1 ke tarif cukai lebih rendah di golongan 2 dan golongan 3. Perusahaan telah menyadari kalau pemerintah sudah mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memutuskan untuk menetapkan kebijakan dan kenaikan tarif cukai.

Sementara itu, pandemi global telah menciptakan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, baik di sektor publik maupun swasta. Untuk industri rokok, kinerja tahun 2020 sangat terdampak oleh kenaikan tarif cukai yang tertinggi selama 10 tahun terakhir, serta oleh pandemi covid-19.

Namun, Mirae Asset Sekuritas tetap memberikan rekomendasi ‘beli’ untuk saham emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. atau GGRM. Kinerja perusahaan diperkirakan meningkat pada tahun 2021. 

Harga Saham GGRM

Berdasarkan data PER dan PBV HMSP ini tergolong harga sahamnya sedang terdiskon atau murah. Hal ini bisa dilihat dari data RTI per 10 Maret. PER untuk GGRM adalah 9,26 kali dan PBV 1,23 kali

Sementara itu, bila dibandingkan dengan saham lain di sektor penjualan rokok ada saham HMSP memiliki PER 17,74 kali dan PBV 5,70 kali. Kemudian ada WIIM dengan PER 12,39 kali dan PBV 1,60 kali. Sehingga kamu bisa mempertimbangkan untuk membeli saham ini. Melihat harganya yang sedang murah dan ada potensi peningkatan penjualan di tahun ini, kamu bisa coba membeli saham GGRM dengan tetap menganalisis kinerja keuangan perusahaan.

Nah, bagi kamu yang mau membeli dan bertransaksi saham GGRM atau emiten perusahaan rokok lainnya, kamu bisa membelinya dengan mudah melalui Ajaib! Yuk buka rekening sahammu di Ajaib sekarang dan dapatkan kemudahan dalam bertransaksi saham.

Artikel Terkait