Analisa Saham

Tetap Cuan Meski Pandemi, Ini Potensi Saham AKRA

Tetap Cuan Meski Pandemi, Ini Potensi Saham AKRA

Ajaib.co.id – AKR Corporindo Tbk (saham AKRA) merupakan perusahaan yang didirikan di Surabaya pada 28 November 1977. Perusahaan berdiri dengan nama PT Aneka Kimia Raya dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada Juni 1978.

Anggaran Dasar Perusahaan menjelaskan ruang lingkup kegiatan usaha AKRA di antaranya, bidang industri barang kimia, perdagangan umum dan distribusi utamanya bahan kimia dan bahan bakar minyak (BBM) dan gas. Selain itu, menjalankan usaha dalam bidang logistik, pengangkutan (termasuk untuk pemakaian sendiri dan mengoperasikan transportasi baik melalui darat maupun laut serta pengoperasian pipa penunjang angkutan laut).

Kemudian, penyewaan gudang dan tangki termasuk perbengkelan, ekspedisi dan pengemasan, menjalankan usaha dan bertindak sebagai perwakilan dan/atau peragenan dari perusahaan lain baik di dalam maupun di luar negeri, kontraktor bangunan dan jasa lainnya kecuali jasa di bidang hukum.

Saat ini, AKR Corporindo Tbk melakukan kegiatan distribusi produk bahan bakar minyak (BBM) ke pasar industri, distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash). Bahan kimia ini digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya.

Pada September 1994, AKRA mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham AKRA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 15.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham. Dengan harga penawaran Rp4.000,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 03 Oktober 1994.

Meski Pandemi, Laba Bersih AKRA Naik di Q3 2020

Mengutip dari cnbcindonesia.com, saham AKRA mencatatkan laba bersih yang selama Januari hingga September 2020 mencapai Rp665,4 miliar, angka naik 17,7% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp565,2 miliar.

Sementara itu, dari sisi pendapatan mengalami penurunan sekitar 8,3% menjadi Rp13,86 triliun dari periode yang sama pada 2019 yang sebesar Rp15,12 triliun.

Melihat dari laporan keuangan perusahaan terlihat ada peningkatan laba atas penjualan aset tetap neto yang mencapai Rp22,8 miliar dari Januari-September 2019 yang hanya sebesar Rp 2,2 miliar.

Presiden Direktur AKRA Haryanto Adikoesoemo mengatakan capaian ini terlihat positif jika diperhatikan masih situasi pandemi covid-19. Adapun peningkatan untuk volume penjualan BBM menjadi pendorong capaian kinerja hingga kuartal ketiga ini.

Selama kuartal 1, AKRA dinilai telah mengelola risiko secara efektif. Walaupun terjadi naik-turun harga minyak dan produk kimia yang signifikan. Selain itu, perusahaan juga melaporkan kontribusi positif dari kawasan industri JIIPE di Gresik.

Pihaknya pun mempertahankan momentum pertumbuhan perseroan tetapi tetap memperhatikan dampak covid terhadap pertumbuhan ekonomi dan permintaan bahan baku juga bahan bakar. Selain itu, neraca AKR juga tetap kuat dengan rasio gearing yang rendah 25% untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2020, dan arus kas operasi meningkat.

Tren Bisnis AKRA Turun Sejak 2017, Tapi Tetep Cuan

Emiten AKR Corporindo Tbk, sudah mencatatkan tren bisnis yang turun sejak 2017 hingga 2019. Namun, perusahaan masih tetap mendapatkan laba setiap tahunnya hingga 2019. Berikut data ikhtisar keuangan yang diambil dari informasi finansial perseroan (dalam miliar rupiah).

Laporan Laba Rugi 2019 2018 2017
Penjualan bersih 21.703 23.548 18.288
Laba kotor 1.892 1.555 1.867
Laba tahun berjalan 703 1.597 1.305

Dari data tersebut, secara penjualan AKRA memang terus mengalami penurunan per tahunnya. Namun, dengan laba bersih yang tetap tumbuh meskipun jumlahnya terus mengalami penurunan. Artinya perusahaan tetap memperoleh laba atas usaha yang dijalankannya.

Mengutip dari kontan.co,id, saham AKRA berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp21,70 triliun sepanjang tahun 2019. Nilai ini memang terhitung turun 7,81% dari pendapatan pada 2018 yang mampu mencapai Rp23,54 triliun.

Untuk pendapatan dari bisnis BBM lebih rendah sebesar 8% menjadi Rp15,74 triliun. Penurunan ini terjadi karena average selling price (ASP) yang lebih kecil. Hal ini terlihat dari volume BBM industri terus mengalami peningkatan tahunan. Sementara itu, penjualan BBM bersubsidi lebih rendah.

Sementara itu, untuk penjualan bahan kimia yang turut mengalami penurunan sebesar 16% menjadi Rp4,46 triliun pada 2019. Penurunan ini dilatarbelakangi juga oleh ASP lebih rendah, sementara secara volume naik sebesar 3%.

Kemudian, dari pendapatan lini bisnis logistik tumbuh 34% secara tahunan menjadi Rp796 miliar. Dengan pendapatan yang lebih tinggi dari pengoperasian pelabuhan dan pendapatan dari tangki penyimpanan.

Dalam menghadapi pandemi covid-19 yang masih berlangsung saat ini, model bisnis AKR sebagai distributor memastikan mekanisme harga BBM dan kimia yang efektif. Selanjutnya, berupaya tidak membawa risiko kerugian persediaan. Di samping itu, AKRA juga mempunya pendapatan yang beragam guna meminimalisir adanya penurunan pendapatan.

Adapun untuk rasio-rasio dari bisnis ARKA di sepanjang 2019 berikut datanya:

Rasio 2019
ROA 3,4%
ROE 8,6%
NPM 3,3%
GPM 8,7%
DER 112,66%

Bagaimana Prospek Bisnis AKRA Ke depannya?

Mengutip dari bisnis.com, momen pemulihan ekonomi yang berpeluang besar terjadi pada 2021. Perusahaan ini tengah melakukan pematangan skema bisnis barunya. Lewat kerja sama dengan mitra lamanya British Petroleum (BP).

Tahun ini, AKRA berencana membuka ruang investasi bagi pengusaha lokal yang ingin mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Untuk kemudian, para pengusaha lokal yang menjalin kemitraan akan mendapat jaminan kecukupan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM).

AKRA memiliki target pertumbuhan kinerja pada 2021 dapat mencapai 12-15% seiring dengan potensi pemulihan ekonomi. Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu pernah mengutarakan pihaknya optimis bisa mempertahankan laju pertumbuhan dobel digit pada 2021.

AKRA merasa percaya diri mendapat peluang besar di 2021 ini karena pada 2020 saat sebagian besar perusahaan berjuang mempertahankan kinerja positif. Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang baik.

Adapun bisnis distribusi untuk bahan bakar minyak (BBM) ditargetkan pertumbuhan 10-12% pada tahun ini. Hal ini menyusul keberhasilan perseroan menjual 2,3 juta kiloliter sesuai target 2020.

Pertumbuhan itu akan didukung oleh pertumbuhan BBM industri dengan melakukan peningkatan pelanggan baru di sektor smelter, perkebunan sawit, bunker service, dan pabrikan. Pihaknya pun menilai BBM Ritel juga akan tumbuh seiring dengan semakin dikenalnya brand BP-Akra dan bertambahnya jumlah outlet BP-Akra.

Tertarik menjadi investor AKRA? Yuk cek sahamnya sekarang melalui Ajaib dan lakukan transaksi saham, kapan dan di mana saja langsung lewat Ajaib!

Artikel Terkait