Analisa Saham, Saham

ASII Menjadi Rekomendasi Saham di 2022, Beli atau Jual?

ASII Menjadi Rekomendasi Saham Otomotif di 2022, Beli/Jual?

Ajaib.co.id PT Astra Internasional Tbk (kode saham ASII) didirikan pada tahun 1957 sebagai perusahaan dagang. Perusahaan ini melakukan diversifikasi melalui tujuh segmen usaha yaitu Otomotif, Jasa Keuangan, Alat berat & Pertambangan & Kontruksi & Energi, Agribisnis, Infrastruktur & Logistik, Teknologi Informasi, dan Properti.  Seluruh operasional bisnis Astra dikelola oleh 235 anak perusahaan, ventura bersama dan entitas asosiasi, dan didukung oleh 194.359 karyawan.

Astra selama ini dikenal sebagai pionir dalam distribusi kendaraan dan memiliki ekosistem otomotif yang lengkap dari hulu ke hilir. Merek-merek kendaraan roda empat di bawah Astra mencakup Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks, Peugeot dan BMW. Sedangkan merek-merek kendaraan roda dua di bawah Astra utamanya adalah Honda.

Astra juga menjalankan penjualan suku cadang melalui anak usahanya PT Astra Otoparts Tbk dan jasa otomotif lainnya melalui Astra World. Selain otomotif saat ini Astra mengoperasiokan enam segmen usaha lainnya yang sudah disebutkan di atas dan semuanya sukses dinahkodai Astra. 

Dengan jumlah saham beredar sebanyak 40.483.553.140 lembar di harga Rp5800 per saham, kapitalisasi pasarnya adalah sebesar Rp 234,80 Triliun. Saham ASII termasuk ke dalam sektor Aneka Industri. Dengan kapitalisasi sebesar itu, bobot ASII adalah sebesar 73% dari total kapitalisasi sektor Aneka Industri.

Ukuran kapitalisasi pasarnya yang sangat besar itu membuatnya masuk ke dalam sepuluh saham berkapitalisasi terbesar di IHSG.  

ASII Ekspor Fortuner Buatan RI ke Australia, Bagaimana Dampaknya?

Pada 15 Februari 2022, harga saham PT Astra Interntional Tbk (ASII) bergerak atraktif. Kenaikan harga saham ini menjadi salah satu dampak adanya ekspor perdana Toyota Fortuner buatan Indonesia ke Australia. Pada hari ini, saham ASII ditutup menguat 200 poin atau setara sekitar 3,77% ke level Rp5.500 saat penutupan sesi pertama dengan volume transaksi sebanyak 39 juta saham. Frekuensi transaksi saham ini tercatat sebanyak 5.937 kali. Di mana, nilai transaksi saham ASII hingga paruh pertama waktu perdagangan hari ini mencapai Rp211,33 miliar. Investor asing memborong saham ASII (net buy) sebesar Rp 60,89 miliar di seluruh pasar.

Kenaikan harga saham ASII ini tidak lain karena adanya ekspor perdana mobil Toyota Fortuner made in Indonesia ke Australia. Pada hari ini, 15 Februari 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas ekspor dua juta unit mobil Fortuner ke Australia. Peluncuran atas pelepasan ekspor 2 juta unit mobil Toyota Fortuner ini dilakukan secara virtual. Dalam peluncuran ini, Jokowi menegaskan bahwa pandemi tidak hanya menghadirkan ujian dan tantangan bagi pelaku industri, melainkan juga peluang untuk mengambil kesempatan. Peluang inilah yang diambil oleh PT Toyota Manufacturing dengan ekspor perdananya ke Australia.

Prospek Saham Otomotif

Sebelum pandemi COVID-19 merebak di Indonesia penjualan kendaraan roda empat nasional setiap tahunnya rata-rata sebanyak 1 juta unit. Di 2019 penjualan mobil secara nasional ada sebanyak 1.028.513 unit, sebanyak 536.402 unit penjualan datang dari Astra. Setiap tahun setengah dari penjualan kendaraan nasional memang berasal dari Astra. Astra memang telah mendominasi pangsa pasar mobil nasional selama ini.

Namun penjualan mobil nasional turun hingga separuhnya di tahun 2020, total penjualan wholesale mobil nasional hingga November 2020 adalah sebanyak 474.908 unit saja. Astra masih mendominasi pasar mobil nasional dengan akumulasi penjualan wholesale Astra hingga November 2020 mencapai 243.052 unit atau setara dengan 51,26% penjualan mobil nasional. Sedangkan penjualan motor oleh Astra ada sebanyak lebih dari 2,5 juta unit.

Sentimen positif telah membantu penjualan Astra yang sempat terpukul di kuartal I dan II 2020 karena pabrik dan diler Astra terpaksa ditutup sementara saat itu. Sejak Juni penjualan Astra bangkit disertai naiknya kepercayaan konsumen yang lebih berani melakukan konsumsi dengan membeli kendaraan baru dengan melihat harapan pemulihan ekonomi nasional.

Prospek datang dari usulan Kemenperin yang mengusulkan penurunan Pajak Barang Mewah (PPnBM) sehingga bisa menurunkan harga jual kendaraan. Dengan turunnya harga jual kendaraan, ditambah dengan pulihnya ekonomi nasional, maka penjualan kendaraan juga bisa ikut meningkat.

Seorang Analis Sucor Sekuritas, Edward Lowis optimis terhadap penjualan mobil pada tahun ini. Ia memperkirakan setidaknya akan ada 950.000 unit mobil yang terjual pada 2022. Angka tersebut naik sekitar 15% dari penjualan mobil pada tahun 2021 lalu yang mencapai 850.000 unit.

Proyeksi ini tidak sembarang, karena saat ini daya beli masyarakat Indonesia sudah semakin membaik. Selain itu, beberapa bulan terakhir banyak mobil model baru yang diluncurkan. Hal inilah yang menjadi faktor pendorong penjualan mobil di tahun 2022.

Edward juga melihat proyeksi ini secara fundamental dan Indonesia masih memiliki prospek yang sangat bagus. Salah satunya karena masih rendahnya rasio kepemilikan mobil di Indonesia yang bahkan masih jauh di bawah negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. 

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru 99 mobil per 1.000 penduduk. Sementara Malaysia dan Thailand masing sudah mencapai 490 dan 275 per 1.000 penduduk.

Selain itu, Edward juga menyebutkah bahwa membaiknya infrastruktur transportasi darat terutama di daerah-daerah luar Pulau Jawa juga menjadi faktor pendorong penjualan mobil dalam jangka menengah. Belum lagi Indonesia berpotensi menjadi pusat manufaktur untuk industri mobil listrik dengan cadangan mineral yang banyak untuk memproduksi battery mobil listrik.

Penjualan mobil yang diprediksi meningkat pada 2022 ikut mendorong kinerja emiten otomotif. Menurutnya, dengan membaiknya penjualan mobil, maka biaya produksi per unit juga akan lebih rendah. Hal ini membuat margin dari distribusi mobil (dealer) juga akan membaik. Ditambah lagi, rencana penghapusan PPnBM untuk mobil-mobil dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang lebih dari 80% juga akan memberikan sentimen positif ke sektor otomotif.

Edward selaku Sucor Sekuritas, Edward menjadikan PT Astra International Tbk (ASII) sebagai top pick untuk sektor otomotif. Ia memasang target harga Rp 7.500 untuk saham ASII. Jadi, apakah kamu ingin mencoba menjadi salah satu investor ASII?

Kamu bisa melakukan transaksi jual beli saham dengan mudah melalui aplikasi AJAIB. Dengan Ajaib, kamu bisa membeli saham ASII atau saham lainnya dengan mudah, kapan dan di mana saja. Selain itu, di sini kamu bisa membeli saham mulai dari Rp100 ribu! Yuk mulai berinvestasi saham di Ajaib sekarang!

Artikel Terkait