Investasi

Value Investing, Rahasia Analisis Fundamental Saham Pemula

Mengenal Value Investing dengan Mudah bagi Pemula

Ajaib.co.id – Dalam berinvestasi, ada salah satu aliran yang terkenal, yakni value investing. Namun bagi investor pemula, value investing tentu sangat asing didengar, padahal ini merupakan salah satu rahasia analisis fundamental saham yang perlu dipahami.

Nah, buat kamu yang belum paham, tidak perlu khawatir, redaksi Ajaib bakal mengupas tentang value investing secara tuntas dan menyeluruh. 

Apa itu Metode Value Investing?

Metode value investing adalah salah satu teknik investasi saham yang berbasis analisis fundamental dalam pasar modal. Value investing dilakukan dengan cara menganalisa rasio pada fundamental perusahaan, nilai intrinsik (Intrinsic Value) saham dan Margin of Safety (MoS) untuk mencari saham yang memiliki nilai ‘murah’ (Undervalued). Di mana, orang yang melakukan value investing biasa disebut value investor.

Cara sederhana untuk memulai strategi value investing adalah mencari saham yang ‘salah harga’ berdasarkan laporan keuangannya. Teknik analisa yang biasa digunakan adalah analisa top-down, mulai dari kondisi fundamental perusahaan, kemudian mengamati pergerakan saham dan daya beli masyarakat.

Kondisi fundamental perusahaan bisa kamu analisis dengan mudah melalui laporan keuangan dan melihat bagian pentingnya, seperti aset lancar dan tidak lancar, laba/rugi, serta laporan cash flow. Kemudian, kamu bisa ambil kesimpulan, apakah emiten tersebut sehat secara finansial atau tidak.

Prinsip terpenting adalah hanya membeli saham yang kinerjanya bagus dan dijual murah, artinya berada di bawah nilai intrinsiknya. Namun, murah di sini bukan hanya soal nominal harga saham, tetapi soal nilai valuasi harga saham yang diincar.

Contoh Kasus

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah contoh kasus value investing yang perlu kamu pahami.

  1. PT ABC memiliki harga saham Rp1000 dengan perhitungan harga wajar saham pada Rp3000.
  2. PT XYZ memiliki harga saham Rp400 dengan perhitungan harga wajar saham pada Rp500.
  3. Margin of Safety dari PT ABC adalah (3000-1000) / 3000 = 66.67 persen.
  4. Margin of Safety dari PT XYZ adalah (500-400) / 500 = 20 persen.

Melihat keterangan dari contoh di atas, maka saham PT ABC adalah saham yang lebih layak dibeli secara value investing karena memiliki MoS sebesar 66.67 persen.

Saham PT XYZ tampak lebih murah dengan harga Rp 500, tetapi saham perusahaan ini ditransaksikan pada MoS 20 persen, maka saham ini kurang layak dibeli dibandingkan dengan PT ABC.

Latar Belakang Value Investing

Orang pertama yang mengaplikasikan value investing adalah profesor Benjamin Graham, atau lebih dikenal sebagai bapak dari prinsip value investing yang telah membuat dua buah buku yang menjadi pedoman bagi para value investor yakni The Intelligent Investor dan Security Analysis.

Benjamin Graham menekankan konsep filosofinya meliputi analisis fundamental, harga wajar saham, diversifikasi terkonsentrasi, margin of safety, dan pemikirian yang kontrarian.

Seberapa efektif teknik value investing ini? Sangat efektif. Anak didik dari profesor Benjamin Graham adalah Warren Buffett, beliau menggunakan teknik value investing sebagai salah satu teknik pembelian saham yang dia miliki.

Pada tahun 1926, Benjamin Graham berhasil membentuk kerjasama investasi dengan Broker, Jerome Newman. Di saat yang bersamaan, ia juga mulai mengajar dengan menjadi dosen kelas malam dibidang keuangan, Universitas Columbia.

Krisis keuangan tahun 1929 juga pernah membuat Benjamin Graham bangkrut total, meski begitu, usahanya terselamatkan oleh bantuan dari penjualan sebagian besar aset-aset personal. Sang Istri pun terpaksa kembali bekerja sebagai guru dansa. Benjamin Graham dengan segera kembali berdiri, dari situ ia telah belajar pengalaman paling berharga. Sebuah rahasia yang akan dia wariskan kepada Investor di dunia melalui buku-bukunya.

Pada tahun 1934, Benjamin Graham bersama David Dodd (akademis Columbia), kembali menerbitkan buku Security Analysis. Meski dalam masa krisis keuangan, buku itu tetap merekomendasikan.

“Sukses untuk berinvestasi dengan saham biasa adalah mungkin, selama prinsip-prinsip investasi yang sehat tetap diterapkan.”

Mereka telah memperkenalkan konsep intristic value atau nilai fundamental untuk membeli saham dengan nilai tersebut.

Kerjasama merekapun berlanjut, namun kali ini lebih produktif dan tidak pernah lagi merugikan para investor mereka dengan nilai kesuskesan return tahunan sekitar 17 persen. Benjamin Graham juga berhasil menulis buku The Intelligent Investor pada tahun 1949, yang juga dianggap sebagai Kitab Suci Investasi. Beliau-pun akhirnya pensiun di tahun 1956 dan wafat tahun 1976.

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai value investing, rahasia analisis fundamental saham yang perlu kamu pahami. Bagi kamu yang ingin berinvestasi saham dengan mudah, kamu bisa memanfaatkan AJAIB, platform investasi yang dapat membantu kamu memulai investasi, kapan dan di mana saja hanya dengan Rp100 ribu. Yuk mulai investasi sekarang dan dapatkan keuntungannya mulai hari ini!

Artikel Terkait