Investor Pemula

5 Fakta Pasar Saham yang Wajib Kamu Ketahui

fakta-pasar-saham

Ajaib.co.id – Pasar modal sekarang sudah berkembang menjadi tempat transaksi dengan nilai paling besar di dunia. Kamu bahkan bisa ikut mendapatkan keuntungan jika tertarik untuk berinvestasi. Untuk tahu seluk beluknya, simak sejumlah fakta pasar saham berikut ini.

Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan pasar saham yang sekarang jadi pusat transaksi saham di Indonesia. Setiap harinya, ada miliaran lembar saham yang dijualbelikan di pasar modal itu. Perusahaan mendapatkan dananya dari para investor yang menanamkan modal di setiap transaksi yang terjadi.

Dalam proses jual beli inilah maka instrumen seperti saham dan reksa dana menjadi bernilai. Para investor yang membeli saham atau reksa dana diuntungkan dari kenaikan atau penurunan yang terjadi. Namun tahukah kamu kapan perdagangan saham di Indonesia bermula? Yuk simak penjelasannya dari Ajaib berikut ini.

Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC.

Dalam perjalanannya, bursa efek di Batavia ini sempat ditutup selama Perang Dunia I pada tahun 1914 hingga 1918. Perkembangan dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan seperti yang diharapkan, bahkan pada beberapa periode kegiatan pasar modal mengalami kevakuman.

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perang dunia ke I dan II, perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada pemerintah Republik Indonesia, dan berbagai kondisi yang menyebabkan operasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Kemudian pada tahun 1925-1942, bursa efek di Jakarta kembali dibuka, bersamaan dengan beroperasinya bursa efek di Semarang dan di Surabaya.Namun, ketika perang dunia II berlangsung, semua bursa efek di Indonesia pun ditutup sejak 1939 hingga 1952. Pada 3 Juni 1952, presiden Soekarno membuka kembali bursa efek di Jakarta.

Akan tetapi, keberadaan bursa efek kembali tidak aktif ketika ada program nasionalisasi perusahaan Belanda pada tahun 1956, yang berujung pada kevakuman hingga 1977. Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977, dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah.

Pada Agustus 1977, presiden Soeharto meresmikan Bursa Efek Jakarta. Kemudian pada Juni 1989, Bursa Efek Surabaya mulai beroperasi. Pada tahun 2007, Bursa Efek Jakarta merger dengan Bursa Efek Surabaya dan berganti nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada November 2015, BEI mulai mengkampanyekan Yuk Nabung Saham untuk menarik minat masyarakat berinvestasi di pasar modal.

Seiring dengan kebijakan tersebut, BEI juga menerbitkan sejumlah kebijakan seputar perdagangan saham seperti ketentuan mengenai lot size, tick priceauto-rejection, relaksasi margin, dan berbagai kebijakan lainnya yang bertujuan memudahkan investor untuk berinvestasi di pasar modal.

Salah satu fakta pasar modal yang tak terbantahkan adalah kaitannya yang sangat erat dengan berbagai sentimen yang terjadi. Bisa dikatakan kondisi dunia sangat berhubungan dengan dinamika pasar modal. Seperti yang terjadi 1 tahun terakhir ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI ikut terpengaruh.

Meski demikian, hal ini bukannya bergerak statis. Tetap terjadi perubahan di pasar modal Indonesia. BEI masih mencatatkan pertumbuhan investor sebesar 8% dari tahun 2019, menjadi 2,68 juta investor yang berasal dari investor saham, reksa dana, dan obligasi. Dari jumlah tersebut, investor saham mencapai 43% dari total investor, atau meningkat 5% dari tahun 2019.

Pada perdagangan Senin 24 Agustus 2020 saja, total volume transaksi saham di BEI mencapai 15,63 miliar dengan rata-rata nilai transaksi sebesar Rp 9,23 triliun dan frekuensi perdangan 798.072 kali. Geliat saham yang terus terjadi menunjukkan fakta pasar saham sebagai pusat perdagangan modern yang tak pernah henti.

Trading Online, Fakta Pasar Saham yang Dinamis Mengikuti Zaman

Transaksi saham dulu hanya dilakukan di bawah pohon dengan sistem sederhana. Namun kemudian berkembang dengan adanya perkembangan teknologi. Bahkan kini transaksi bisa dilakukan dengan cara online.

Perubahan yang terus muncul ini menjadi fakta pasar saham akan terus beradaptasi dengan pola kehidupan manusia. Transaksi pasar modal secara online kini membuatnya lebih mudah dilakukan oleh semua orang. Rasanya bukan mustahil jika nantinya pasar modal akan berkembang menjadi lebih besar lagi dengan semakin tingginya partisipasi masyarakat.

Perdagangan saham online adalah evolusi terbaru dari pasar saham yang kamu kenal sekarang. Pasar saham telah mengalami banyak perubahan selama puluhan tahun keberadaannya, tetapi akarnya kembali ke abad ke-14 di Venesia. Untuk lebih mengenal pasar saham, Ini dia beberapa fakta pasar saham yang harus kamu ketahui.

Pasar Saham Tertua

Meskipun perdagangan terlama berada di Venesia, pasar di India dan daerah lain di dunia memiliki orang-orang yang jual beli dan memperdagangkan pinjaman dan masalah utang di jalanan. Lalu nama atau judul pasar perdagangan saham pertama berada di Amsterdam. Pada 1602, bursa saham Amsterdam dimulai oleh Dutch East India Company. Sekarang dikenal sebagai Euronext Amsterdam.

The Big Board

Ini adalah julukan New York Stock Exchange. NYSE adalah bursa saham terbesar di dunia, dan yang terbesar di Amerika Serikat. Pasar dibuka untuk pertama kalinya pada 1792. Harga saham anggota bursa di NYSE mencapai AS$14,242 triliun dalam kapitalisasi pasar global.

Ticker Tapes

Sebelum kamu dapat berdagang saham secara online atau melihat saham dan sekuritas mana yang diperdagangkan secara real time di TV, komputer atau ponsel kamu, broker menggunakan kaset ticker saham yang mencetak informasi harga saham yang dikirim melalui jalur telegraf . Bunyi detak saat kertas dicetak adalah bagaimana julukan ini muncul.

Efek Oktober

Efek Oktober: Entah ini kebetulan atau tidak, investor dan broker menjadi gelisah di bulan Oktober karena kejatuhan pasar saham terburuk terjadi setiap di bulan Oktober.

Pada 29 Oktober 1929, kehancuran pasar saham pertama terjadi. Saham anjlok 25 persen selama beberapa hari, membuat banyak investor panik. Itu dimulai dengan kehancuran Bursa Efek London bulan sebelumnya, dan berlanjut dengan pasar yang bergejolak dan penjualan saham yang tinggi. Ini menyebabkan Depresi Hebat tahun 1930-an, yang berlangsung satu dekade.

Pada hari Senin, 19 Oktober 1987, pasar dunia mulai turun dan pada akhir bulan, pasar telah turun poin persentase besar – hampir 46 persen di Hong Kong, lebih dari 26 persen di Inggris dan hampir 23 persen di Amerika Serikat. Selain itu, pasar turun pada tahun 2002 dan 2008 juga.

Pada bulan oktober, biasanya mata para investor lebih jeli untuk melihat detail yang terjadi pada bursa saham. Pasalnya, tidak ada satupun investor yang mau menanam saham hanya untuk rugi.

Film Pasar Saham

Pasar atau dunia persahaman adalah panggung yang baik untuk drama, sehingga tidak mengherankan bahwa Hollywood telah menghasilkan banyak film tentang pertukaran yang terjadi di dunia saham. Namun masih sedikit film yang menceritakan kisah keberuntungan dan kegagalan yang sebenarnya. Beberapa film di antaranya ada The Big Short, Too Big to Fail dan The Wolf of Wall Street.

Nah itu dia beberapa fakta pasar saham, ternyata dunia saham sudah ada sejak lebih dari dua ratus tahun yang lalu ya. Dengan adanya fakta pasar saham ini, kamu bisa lebih mengerti tentang pergolakan saham seperti yang terjadi pada efek Oktober.

Artikel Terkait