Reksa Dana, Saham

Saham Atau Reksa Dana, Mana yang Pas Untuk Investor Pemula?

Ajaib: Ilustrasi Investor Pemula Cocok Pilih Saham Atau Reksa Dana?
 

Ketika mencapai kondisi finansial tertentu, kebanyakan orang akhirnya akan sadar akan pentingnya investasi. Kamu mungkin termasuk salah satu diantaranya yang kini sedang bimbang memilih instrumen investasi yang ingin dimiliki. Saham atau reksa dana mungkin adalah dua pilihan investasi yang paling sering terlintas di kalangan orang awam.

Pasalnya, saham adalah produk investasi yang paling sering digambarkan di film maupun berbagai media lainnya. Karena itu, banyak yang berasumsi bahwa berinvestasi adalah dengan trading saham di bursa efek. Sementara itu, kini juga semakin santer terdengar mengenai investasi reksa dana yang katanya cocok untuk investor pemula.

Berbagai ulasan berita keuangan maupun saran investasi yang mudah didapat di internet menyebutkan jika produk reksa dana mudah dipahami, aman sekaligus memberikan keuntungan yang menjanjikan. Meskipun rasanya banyak kelebihan yang ditawarkan oleh reksa dana, rasanya saham lebih unggul karena jauh lebih familiar di telinga kita.

Meski demikian, lebih familiar bukan berarti investasi tersebut akan lebih baik untukmu. Ada banyak hal yang mempengaruhi jenis investasi apa yang sesuai untuk kondisi keuangan, modal awal yang dimiliki dan tujuan yang ingin dicapai. Bahkan antara satu dengan orang yang lain bisa saja berbeda karena berbagai faktor di dalamnya.

Jika bertanya pada seorang penasihat keuangan profesional, persoalan seperti jumlah penghasilan, sudah menikah atau belum, kepemilikan dana darurat dan berbagai hal lainnya akan dijadikan dasar untuk menyusun portofolio investasimu. Sebabnya investasi adalah komitmen jangka panjang untuk mendapatkan hasil terbaik, karena itu pastikan pilihanmu adalah yang terbaik dari semuanya.

Namun apakah produk investasi yang paling cocok untuk investor pemula sepertimu? Saham atau reksa dana yang paling sesuai dengan kemampuan dan kondisi keuanganmu?

3 Pertimbangan Dasar Untuk Memilih Saham atau Reksa Dana

Ada banyak jenis investasi yang tersedia untukmu. Mulai dari yang lebih konvensional seperti emas, tanah atau properti. Bisa pula produk investasi yang lebih modern seperti deposito, reksa dana, saham, atau obligasi.

Kamu bisa memilih mana yang kamu suka namun milenial biasanya lebih suka pada jenis inevstasi modern yang keuntungannya lebih progresif dan tentunya sanggup menyaingi inflasi. Sedangkan investasi lawas seperti properti dan tanah, meksipun tetap menguntungkan, membutuhkan modal yang besar dan kenaikannya juga tidak signifikan.

Sebagai investor pemula, kamu pasti menginginkan masa depan yang terjamin secara finansial. Dalam hal ini, opsi investasi seperti reksa dana dan saham pun muncul untuk membantu kita mewujudkan kebebasan finansial. Namun, sebelum mulai terjun sebagai investor pemula, ada baiknya mencari tahu dan membandingkan kedua opsi investasi tersebut terlebih dahulu.

Perbedaan mendasar dari saham dan reksa dana adalah investasi saham mengacu pada investasi langsung dalam saham perusahaan. Kamu melakukan trading saham dengan membeli sekian lembar saham yang memberikanmu hak atas kepemilikan perusahaan tersebut. Semakin banyak lembar saham yang kamu miliki maka semakin besar pula persentase perusahaan yang menjadi hakmu.

Investor saham bisa mendapatkan keuntungan dari deviden perusahaan yang dibagikan setiap akhir tahun. Bisa pula meraup keuntungan dari trading saham yang dilakukan. Kuncinya kamu tahu kapan harus menjual atau membeli saham apa di saat seperti apa.

Sayangnya, investasi saham memiliki risiko yang paling tinggi dibandingkan jenis investasi lainnya. Beberapa mengatakan jika risikonya sebanding dengan keuntungannya. Selain itu, kamu juga butuh kecakapan untuk membaca pasar dan memahami laporan keuangan perusahaan terkait untuk mengambil keputusan yang tepat.

Sedangkan, dalam reksa dana, investor berinvestasi ke dalam berbagai instrumen dan berbagai perusahaan. Ada beberapa jenis reksa dana yang tersedia di pasar modal antara lain reksa dana pendapatan tetap, reksa dana pasar uang, reksa dana campuran dan reksa dana saham.

Dalam investasi ini juga terda[at bank kustodian yang akan mengurus berbagai hal administrasi dan menyimpan aset reksa dana tersebut. Setiap produk reksa dana yang kamu miliki harus menyebutkan jelas bank kustodian yang menjadi rekanannya.

Selain itu, ada pula Manajer Investasi yang berperan sebagai pihak yang akan mengelola portofolio investasi berdasarkan kebijakan yang sebelumnya sudah disepakati dengan investor. Manajer investasi juga akan bertanggung jawab atas kinerja reksa dana. 

Manajer Investasi juga yang menawarkan produk-produk investasi kepada calon investor. Terdapat standar kualifikasi minimum yang harus dicapai untuk menjadi seorang Manajer Investasi. Jadi, dalam investasi reksa dana, kamu akan dibantu oleh seorang Manajer Investasi yang akan mengelola dan bertanggung jawab atas performa reksa dana kamu.

Untuk mengetahui jenis investasi yang paling pas buat investor pemula, perlu dilakukan penilaian terkait risiko, kebutuhan investasi, dan keuntungan yang akan kamu dapatkan dalam investasimu. Berikut adalah 3 perbandingan apple to apple untuk memudahkanmu memilih saham atau reksa dana untuk investasimu.

1.    Faktor Risiko Bagi Investor Pemula

Saham melibatkan banyak risiko dan ketidakstabilan yang akan selalu menjadi aspek yang membangkitkan kekhawatiran investor pemula untuk berinvestasi di dalamnya. Mereka selalu berada di bawah kondisi bullish dan bearish pasar.

 Reksa Dana mengandung risiko yang lebih rendah daripada pasar saham. Ini adalah alasan mengapa Reksa Dana menjadi pilihan investasi yang lebih baik bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang baru dalam ruang investasi.

Investor pemula yang ingin memasuki ruang pasar saham harus memiliki keterampilan yang rumit dan keterampilan membuat keputusan di pasar berisiko, dan hanya dengan begitu mereka dapat menangani risiko yang akan dihadapi.

2.    Apa Saja yang Kamu Butuhkan

Saham membutuhkan dana yang tidak sedikit, selain itu sektor investasi ini membutuhkan perhatian menyeluruh dan pengetahuan yang rumit untuk bisa menjadi terampil dalam menganalisa saham terbaik untuk investasimu. Kamu harus terus-menerus menginvestasikan banyak waktumu untuk mempelajari pasar dan tetap terus diperbarui pengetahuannya.

Reksadana datang dengan biaya manajemen tahunan, tetapi itu bervariasi tergantung pada jenisnya, dan ada seorang manajer dana profesional yang akan mengelola reksa danamu. Kamu hanya akan menerima laporan soal kinerja reksa dana milikmu dan menerima hasilnya. Meski demikian, kamu juga bisa berpartisipasi lebih jauh dalam investasi dengan meningkatkan jumlah dana yang kamu tanamkan atau memilih produk reksa dana yang menjanjikan bagimu.

3.    Keuntungan Investasi

Untuk keuntungan investasi, keduanya sama bagusnya. Namun, terdapat perbedaan besar dalam jangka waktu untuk mendapatkan keuntungan cukup banyak. Pilihannya kembali lagi pada rencana investasi yang kamu inginkan.

Reksa dana membutuhkan setidaknya setengah dekade untuk memberikanmu keuntungan yang baik. Tetap berinvestasi untuk jangka waktu yang lebih lama membantu dalam hal reksa dana. 

Namun, skenarionya berbeda ketika menyangkut saham, yang tergantung pada keadaan pasar. Saham, tidak seperti reksa dana, dapat memberikanmu hasil yang bagus bahkan dalam waktu singkat tapi juga disertai potensi risiko yang lebih besar.

Kebanyakan investor pemula mulai berinvestasi dengan reksa dana karena mereka secara otomatis didiversifikasi. Hal ini memberikan investor berbagai macam rasa–dari dana berbasis sektor seperti teknologi, keuangan, ritel atau energi hingga komoditas dan indeks asing.

Reksa dana umumnya memiliki sejumlah besar atau saham, dengan masing-masing ekuitas hanya terdiri dari sebagian kecil dari portofolio. Ini adalah kekuatan dan kelemahannya. Ditambah lagi, kamu tidak perlu terlalu terampil untuk memahami pasar, Karena ada seorang manajer dana profesional yang mengelolanya. Keuntungan yang diraih dari reksa dana membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan investasi saham.

Untuk investor yang lebih berani yang tidak puas dengan keuntungan yang lebih rendah dari reksa dana atau indeks, dapat memilih saham individu untuk portofolio pribadi. Pembelian saham individu dapat dilakukan secara langsung melalui pialang manapun.

Satu-satunya biaya komisi yang dibayarkan pada pembelian saham dan pajak capital gain dibayarkan pada penjualan. Investor menentukan dengan tepat jumlah saham yang akan dibeli, dan harga yang diinginkan. Dividen dari saham individu juga dapat diinvestasikan kembali ke perusahaan, dengan keuntungan yang sama dari reksa dana.

Jadi, kenali dirimu dan juga modal investasi yang kamu miliki, lalu tentukan target investasi yang akan kamu raih. Dengan cara itu, kamu akan bisa memilih di antara saham atau reksa dana sebagai pilihan investasi yang paling tepat buat kamu.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.   

Artikel Terkait