Cari Tau Arti Saham & Jenis-Jenisnya!

Apa itu Saham? Cari Tau Mengenai Saham dan Jenis-Jenisnya di sini!
Apa itu Saham? Cari Tau Mengenai Saham dan Jenis-Jenisnya di sini!

Berinvestasi memang sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Namun, masih banyak orang yang belum mengerti saham dan jenis-jenisnya. Singkatnya, saham bisa memberikan keuntungan yang melimpah dan juga kerugian yang besar. Tapi tahukah kamu arti saham yang sesungguhnya?

Apa itu Saham?

Sebelum berinvestasi saham, kamu harus mengetahui pengertian saham terlebih dahulu. Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), saham adalah tanda penyertaan modal dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Artinya saham merupakan alat bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan/badan usaha. Jika memiliki saham, maka kamu akan menjadi pemilik perusahaan tersebut. Itulah alasan mengapa saham disebut sebagai surat berharga.

Alasan Kamu Harus Investasi Saham

Lalu, mengapa kamu harus terjun ke dunia investasi saham? Berikut ini adalah beberapa alasan kamu harus menjadi investor pemula:

a. Modal yang relatif kecil. Dengan uang sebesar Rp100.000, kamu sudah bisa bermain saham.

b. Bisa dilakukan di mana saja.

c. Waktu yang lebih fleksibel. Sebab, perdagangan saham tidak terbatas di Bursa Efek Indonesia (BEI).

d. Risikonya minim selama modal yang kamu sertakan juga kecil.

e. Keuntungan yang tidak terbatas.

Tentunya, berinvestasi saham membutuhkan pengetahuan dan banyak belajar. Dengan begitu, kamu bisa mempertajam analisismu agar tidak salah perhitungan.

Jenis-Jenis Saham yang Harus Kamu Tau

Jenis saham dibedakan menjadi beberapa kategori, apa saja kategorinya? Di bawah ini adalah beberapa jenis saham yang harus Anda ketahui

#1 Jenis Saham dari Segi Kemampuan dalam Hak Tagih atau Klaim

a. Saham Biasa

Arti saham biasa merupakan surat berharga yang berguna sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan. Pemilik saham berhak menerima sebagian pendapatan (dividen) dari perusahaan, serta bersedia menanggung risiko kerugian yang akan diderita perusahaan.

Pemilik saham perusahaan juga memiliki hak ambil bagian terhadap pengelolaan perusahaan. Besaran porsi hak pengelolaannya tergantung pada jumlah saham yang dimiliki.

Ketika perusahaan memperoleh keuntungan, maka mereka yang memiliki persentase saham yang besar akan menerima keuntungan yang besar. Sebaliknya, mereka juga harus siap mengalami kerugian jika perusahaan gagal meraih pendapatan.

b. Saham Preferen

Arti saham preferen adalah surat berharga yang membuktikan, bahwa pemiliknya memiliki hak lebih dari pemegang saham biasa. Pemegang saham tersebut berhak didahulukan saat pembagian keuntungan perusahaan (dividen).

Secara umum, karakteristik saham prefen sama dengan saham biasa yang dapat mewakili kepemilikan ekuitas (modal) dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut, serta membayar dividen (keuntungan).

Pemegang saham juga bisa melakukan klaim atas laba dan aktiva (kekayaan) sebelumnya, dividennya tetap selama masa berlaku dari saham, dan memiliki hak tebus serta dapat ditukarkan dengan saham biasa. Hal itulah yang membuat saham ini diminati oleh investor.

#2 Jenis Saham dari Segi Cara Peralihannya

a. Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)

Saham jenis ini tidak tertulis nama pemiliknya untuk mempermudah dipindahtangankan dari satu investor satu ke investor lainnya. Banyak investor yang memilih saham ini dengan tujuan diperjualbelikan. Dengan saham ini, investor tidak perlu khawatir, karena secara hukum siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

b. Saham Atas Nama (Registered Stocks)

Kebalikan dari saham di atas, saham ini tertulis jelas nama investor di dalam selembar kertas saham. Di mana, ketika ingin melakukan pemindahtanganan saaham ini, kamu harus mengikuti cara peralihannya sesuai prosedur tertentu.

#3 Jenis Saham dari Segi Kinerja Perdagangan

a. Blue Chip Stocks

Jenis saham ini banyak diburu para investor karena di dalamnya berisi saham-saham dari perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai petinggi di industrinya, dan memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen. Biasanya, saham blue chip memiliki return antara 8 persen dan 12 persen rata-rata per tahun secara historis dengan dividen diinvestasikan kembali, dekade demi dekade.

b. Income Stocks

Saham ini juga memiliki banyak keunggulan dalam hal kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Kemampuan saham ini dalam menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai menjadi salah satu daya tarik tersediri bagi investor untuk beli saham tersebut.

c. Growth Stocks

Terdapat 2 (dua) jenis saham growth stocks yaitu saham well known dan lesser known. Saham well known mirip dengan saham blue chip. Di mana, saham jenis ini memiliki perkembangan pendapatan yang tinggi, sebagai petinggi di industri sejenis, dan dikenal sebagai perusahaan yang memiliki reputasi tinggi. Sedangkan arti saham lesser known bukanlah saham petinggi di dalam industrinya, namun menjadi salah satu dari perusahaan daerah dan kurang populer di kalangan emiten.

d. Speculative Stocks

Bagi kamu para investor dengan profil risiko tinggi, kamu bisa mencoba membeli jenis saham ini. Di mana, saham ini berpotensi menghasilkan laba tinggi di masa depan, namun tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun.

e. Counter Cyclical Stocks

Ini adalah salah satu jenis saham yang paling stabil saat kondisi ekonomi bergejolak karena tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun bisnis secara umum. Ilustrasinya, jika terjadi resesi ekonomi, maka harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi. Ini terjadi sebagai akibat dari kemampuan perusahaan dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi.

Cara Pembagian Keuntungan Saham

Penjelasan sederhananya adalah pemegang saham merupakan pemilik perusahaan. Jika perusahaan mendapatkan keuntungan, maka keuntungannya akan jatuh kepada pemiliknya. Laba bersih yang diraih perusahaan saat kinerjanya bagus, akan disisihkan kepada pemilik saham. Berikut ini adalah jenis pembagian dari keuntungan saham.

a. Capital Gain

Capital gain adalah keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual saham. Capital gain sendiri diperoleh dari cara membeli saham dengan harga rendah, kemudian menjual saham dengan harga yang lebih tinggi dari harga belinya.

b. Dividen

Dividen merupakan laba bersih perusahaan yang diberikan kepada investor saham sesuai masing-masing persentase saham yang dimiliki. Hal ini merupakan salah satu upaya dari perusahaan untuk menyejahterakan pemegang sahamnya.

Sebelum memberikan dividen, biasanya akan diadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Rapat ini dihadiri oleh seluruh pihak yang memiliki saham di suatu perusahaan. Tujuannya adalah untuk memutuskan mengenai besarnya rasio (angka) pembagian dividen yang akan dibagikan oleh perusahaan.

So, sudah paham apa itu saham beserta kategori dan cara pembagiannya? Sangat menguntungkan bukan? Yuk mulai investasi sekarang dan pilih jenis saham yang cocok buat keadaanmu sekarang! Jangan lupa untuk memulai investasi pertamamu di Ajaib ya! Karena hanya di Ajaiblah kamu bisa mendapatkan pengetahuan dan belajar saham dengan lebih mudah tanpa harus mengetahui istilah saham yang membingungkan. Yuk mulai investasi sahammu sekarang di Ajaib!

Bacaan menarik lainnya:

Sadono Sukirno. (2012). Makroekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta: Rajawali Pers


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait