Reksa Dana

Kupas Tuntas Investasi Reksadana Sebelum Terjun Didalamnya

Kupas Tuntas Investasi Reksa Dana Sebelum Terjun Didalamnya

Ajaib.co.id – Investasi reksadana sedang diminati banyak orang, namun tidak banyak uraian yang berisikan kupas tuntas investasi ini. Padahal keberadaannya diperlukan untuk memberi jawaban lengkap bagi calon investor yang saat ini masih belajar memahami sistemnya.

Investasi reksadana ini mulai diminati karena memiliki imbal hasil yang lebih tinggi jika dibandingkan hanya sekedar m psenyimpan uang dengan tabungan biasa atau berinvestasi dengan deposito. Bahkan, pakar keuangan menyebutkan jika investasi reksadana rutin sebesar Rp500 ribu per bulan bisa mendapatkan hasil hingga Rp3,5 miliar jika dana dikelola dengan benar.

Hanya saja memang jumlah dana yang diinvestasikan setiap bulannya harus terus meningkat untuk mendapatkan hasil optimal. Nah, agar kamu tidak salah langkah dalam memulai investasi reksa dana, di bawah ini kita akan mengupas tuntas mengenai investasi reksadana, jenis instrumen investasi yang populer dan minim risiko

Apa itu Reksa Dana?

Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang merupakan pola pengelolaan modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dengan bantuan Manajer Investasi (MI), sehingga kamu tidak perlu pusing akan instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksa dana.

Dalam skema investasi, Manajer Investasi (MI) yang akan membantu mengelola uang kamu. Dana kelolaan ini, yang sumbernya dari investasimu, akan digabungkan dengan orang lain, barulah dikelola bersama demi memperoleh keuntungan.

Dengan demikian, tidak dibutuhkan modal besar untuk berinvestasi di dalamnya. Anggap saja kamu ingin membeli instrumen investasi seharga Rp3.000.000, jumlah yang tidak terjangkau olehmu. Melalui investasi ini, kamu bisa berinvestasi minimal Rp10.000 pada instrumen investasi tersebut dan membiarkan Rp2.990.000 sisanya dipenuhi oleh investor-investor lainnya.

Misalnya saja untuk membeli saham unggulan di pasar modal yang imbal hasilnya sudah sangat terbukti. Tentunya persentase hasil yang kamu terima akan seimbang dengan jumlah investasimu.

Reksa dana juga menekankan konsep diversifikasi dalam investasinya, di mana akan dilakukan penempatan dana atau aset investasi ke dalam beberapa instrumen yang berbeda dengan pertimbangan potensi keuntungan (return), risiko, serta likuiditasnya.

Melalui investasi reksa dana, kamu otomatis memiliki beberapa produk reksadana sekaligus sesuai kebijakan manajer investasi, sehingga potensi kehilangan modal investasi sungguhlah kecil, bahkan tidak mungkin.

Kelebihan & Kekurangan Investasi Reksa Dana

Investasi ini memiliki sejumlah kelebihan yang tidak dimiliki oleh instrumen investasi lainnya. Kelebihannya inilah yang menjadikannya cocok untuk dimiliki oleh investor pemula sepertimu.

1. Kelebihan Investasi Reksadana

  • Dana investasi dikelola oleh Manajer Investasi profesional, sehingga kamu tidak perlu repot mengelola investasi sendiri.
  • Likuiditasnya tinggi, sehingga investasi dapat dicairkan/dijual kapan saja dengan menggunakan harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang berlaku saat penjualan.
  • Tidak membutuhkan banyak modal.
  • Mudah diakses, karena sudah sangat banyak yang menawarkan transaksi secara online, sehingga kamu bisa melakukan pembelian atau penjualan unit lewat situs yang telah tersedia, bukan oleh beberapa perusahaan Manajemen Investasi saja.
  • Imbal hasilnya cenderung besar.
  • Dana milik kamu akan disimpan di Bank Kustodian yang menjadi pihak ketiga, sehingga aman dan minim upaya pencegahan perusahaan bodong yang ingin melarikan dana nasabahnya.

Sayangnya, investasi ini pun memiliki beberapa kelemahan. Tidak lengkap rasanya kita kupas tuntas investasi reksa dana jika hanya mengulas soal kelebihannya. Untuk pertimbangan yang lebih berimbang kamu juga harus tahu soal kelemahan instrumen ini.

2. Kekurangan Investasi Reksadana

  • Adanya risiko berkurangnya nilai investasi yang dipengaruhi oleh turunnya harga dari efek (saham, obligasi, dan surat berharga lainnya) yang masuk dalam portofolio.
  • Adanya risiko likuiditas, yakni terlambat dibayarnya perintah penjualan, biasanya dikarenakan adanya kesalahan administrasi penjualan.
  • Adanya risiko kebangkrutan perusahaan saham dan obligasi yang menjadi portofolio reksa dana. Meskipun dana investasimu tidak 100% hilang, tetap saja kamu harus mengetahui bahwa ada potensi sebagian modalmu hilang bila ini terjadi.

Jenis Reksadana dan Risikonya

Saat memutuskan untuk mulai berinvestasi di instrumen ini, kamu akan dihadapkan pada beberapa pilihan investasi. Hal ini pastinya cukup membingungkan, terlebih bagi calon investor yang belum pernah berinvestasi sebelumnya.

Maka tidak ada salahnya mengenali berbagai jenis dari investasi tersebut. Sehingga kamu bisa lebih memahami mengenai potensi imbal hasil dan juga risikonya. Pada dasarnya, pemilihan instrumen investasi apapun haruslah dicocokkan dengan profil risiko kamu yakni toleransi kamu terhadap kemungkinan hilangnya nilai investasi.

Namun tentu saja kamu sebagai investor punya pertimbangan sendiri. Sebelum berpikir lebih jauh soal strategi berinvestasi, kenali dulu jenis-jenis produk reksa dana antara lain:

1. Saham

Manajer Investasi akan menempatkan investasi para investornya untuk pembelian saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Keuntungan didapatkan pada saat terjadi kenaikan harga saham yang telah dibeli tersebut.

Dibandingkan yang lainnya, reksa dana saham memiliki keuntungan (return) yang paling tinggi. Sekaligus juga risiko yang paling tinggi. Hal ini dikarenakan pasar saham merupakan instrumen investasi yang bergejolak. Saham bisa naik atau turun dengan tajam dalam periode singkat.

Biasanya yang menanamkan modalnya pada investasi saham, ialah seorang investor yang berani mengambil risiko (risk taker).

2. Campuran

Sesuai dengan namanya, Manajer Investasi akan mengalokasikan dana investor pada berbagai macam efek. Di antaranya adalah saham (ekuitas), surat utang (obligasi) dan pasar uang (deposito). Jenis investasi ini sangat sesuai buat kamu yang baru saja hendak mencoba berinvestasi.

Alokasi dana dikombinasikan pada ketiga jenis efek. Dimana masing-masing alokasinya tidak boleh lebih dari 79%. Keunggulan investasi ini adalah risiko investasi yang tersebar, karena penganekaragaman (diversifikasi) instrumen aset. Pada saat salah satu instrumen mengalami penurunan, bisa jadi instrumen lainnya mengalami keuntungan dengan nilai lebih tinggi.

3. Pendapatan Tetap

Ditinjau dari jenis risikonya, reksa dana pendapatan tetap merupakan investasi berisiko menengah. Investasi ini dapat memberikan tingkat pengembalian lebih tinggi dari bunga deposito pada umumnya.

Dana investor diinvestasikan setidaknya 80% aset berupa surat utang (obligasi). Tujuan dari instrumen investasi ini adalah untuk mendapatkan tingkat pengembalian yang lebih stabil. Dengan aset berupa obligasi, maka keuntungan bisa didapatkan secara rutin berupa kupon.

Walaupun memiliki risiko lebih besar dari pasar uang, tetapi tingkat risiko relatif lebih rendah dibandingkan pasar saham. Investasi pendapatan tetap lebih cocok digunakan untuk jangka pendek menengah antara satu tahun hingga tiga tahun.

4. Pasar Uang

Jika dibandingkan dengan yang lain, ini adalah jenis investasi dengan risiko paling kecil. Sehingga bisa dianggap investasi paling aman. Keuntungan diperoieh dengan penempatan dana pada instrumen pasar uang yang telah dipilih secara selektif.

Pasar uang memiliki likuiditas tinggi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan akan dana tunai dalam waktu singkat. Investasi jenis pasar uang merupakan investasi jangka pendek paling aman dan menguntungkan. Namun demikian, reksa dana pasar uang kurang menguntungkan untuk investasi jangka panjang, seperti 5 tahun ke atas.

Tips Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Bagi kamu yang sama sekali belum pernah berinvestasi di instrumen ini, jangan takut dan mengurungkan niat hanya karena tidak tahu caranya. Kenapa? Karena reksa dana merupakan salah satu investasi yang bisa dilakukan pemula dan dianggap sebagai investasi yang paling mudah dijangkau dan dilakukan investor pemula.

Agar kamu bisa berinvestasi dengan tepat, di bawah ini adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk memulai investasi reksa dana.

1. Pahami Instrumen investasi

Mungkin bagi kamu instrumen investasi masih sedikit asing, namun nyatanya investasi ini makin digemari oleh para kaum milenial. Nah, sebelum kamu terjun ke dalamnya, tentu kamu harus mengetahui terlebih dulu, “apa itu reksa dana?”. Reksa dana adalah wadah yang digunakan masyarakat untuk berinvestasi di instrumen-instrumen pasar keuangan. Aturan ini tertera di Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995. Sehingga, kamu tidak perlu khawatir berinvestasi karena reksa dana ini karena sudah terdata di pemerintah dan bersifat resmi.

2. Ketahui Cara Kerjanya

Setiap investasi pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya. Nah, di investasi ini dana yang kamu simpan akan dipecah ke beberapa instrumen. Sehingga investasi ini bukan hanya ditanamkan pada satu perusahaan saja, namun di beberapa perusahaan.

Dengan cara kerja inilah, maka ketika nilai suatu saham di perusahaan A turun, maka tidak serta merta dana yang diinvestasikan di instrumen ini juga turun. Melainkan investasi kamu akan tetap aman karena masih memiliki investasi yang di tempatkan di instrumen atau perusahaan lainnya oleh manajer investasi.

Selain memberikan return yang besar, investasi juga merupakan instrumen yang mudah diakses. Karena investasi ini memiliki wilayah yang sangat luas, maka kamu juga harus bisa menggali informasi dengan baik.

Mulai dari apa saja yang dibutuhkan, bagaimana alur atau perjalanannya sehingga bisa bagus dan berkembang, dan bagaimana kemungkinan atau bagaimana kelebihan dan keuntungannya. Selain itu informasi mengenai jangka waktu menjadi penting. Jangan lupa cari hal tersebut dan maksimalkan informasi yang kamu miliki.

3. Tentukan Tujuan

Setelah mengetahui banyaknya pilihan reksa dana, kamu bisa coba tentukan kembali tujuan investasi kamu. Kamu harus memahami tujuan berinvestasi dan kenapa memilih investasi ini. Kemudian, seberapa banyak investasi yang ingin ditanamkan? Apakah investasi untuk jangka pendek atau jangka panjang?

Misalnya, jika kamu memilih investasi dalam jangka pendek, maka kamu bisa memilih instrumen investasi reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap. Sedangkan, jika kamu ingin investasi dalam jangka panjang, maka kamu bisa memilih investasi reksa dana campuran atau saham.

Setelah menentukan itu semua, maka jalan kamu untuk mulai berinvestasi reksa dana akan lebih terarahkan dengan baik sesuai kebutuhan dan apa yang direncanakan tentu sesuai tujuan. Karena instrumen ini bersifat luas, maka kamu harus mempersempit ruang gerak agar lebih terfokus dan jelas.

4. Tentukan Platform Investasi yang Tepercaya

Saat ini melakukan investasi reksa dana bisa sangat mudah dan bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Namun, pastikan kamu memilih platform investasi yang tepercaya agar terhindar dari risiko investasi bodong. Kamu bisa mulai investasi dengan mendownload aplikasi Ajaib. Dengan Ajaib Reksadana, kamu bisa memulai investasi reksa dana maupun saham dengan mudah, cepat, dan aman.

Dengan investasi Ajaib Reksadana, kamu juga tidak perlu lagi khawatir masalah keamanan, karena Ajaib Reksadana telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan yang menjamin keamanan dana yang kamu setorkan ke dalam investasinya.

Untuk memulai investasi di Ajaib Reksadana, kamu juga hanya perlu memulainya dengan modal minim. Jadi tunggu apalagi? Yuk mulai investasi sekarang juga di Ajaib Reksadana!

Artikel Terkait