Kupas Tuntas Investasi Reksa Dana

Apakah Anda sedang berencana untuk memulai investasi reksa dana? Memang banyak yang ragu dengan instrumen investasi yang satu ini. Tapi Anda tidak perlu khawatir, Anda bisa mempelajarinya sebelum mulai berinvestasi melalui artikel berikut ini.

Mari Mengenal Investasi Reksadana

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa banyak jenis investasi yang berbeda-beda ragamnya? Tentu saja perkembangan ini disebabkan oleh perbedaan permintaan (demand) dari masyarakat. Setiap orang memiliki karakteristiknya sendiri dalam berinvestasi, sehingga jenis investasi yang tersedia pun semakin beragam.

Salah satu contohnya adalah banyak investor yang gemar berinvestasi logam mulia (emas). Hal ini disebabkan sifat investasi emas yang aman dan risikonya kecil, mengingat investasi emas tahan akan gerusan inflasi. Selain itu, produk investasi ini likuid sehingga mudah diperjualbelikan.

Namun tidak semua investor konservatif dan inginnya bersantai-santai. Ada juga dari mereka yang lebih memilih instrumen dengan imbal hasil lebih besar. Sebagai contohnya adalah melalui investasi reksadana. Sayangnya, reksadana yang memiliki nilai investasi tinggi justru hanya dimiliki oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia, jumlahnya bahkan tidak sampai 10%. Yang melatarbelakangi kecilnya jumlah investor reksa dana di Indonesia adalah ketidaktahuan akan instrumen yang satu ini.

Agar Anda tidak menjadi salah satu dari 90% masyarakat yang tidak tahu akan investasi reksadana, mari simak penjabarannya berikut:

Reksadana merupakan salah satu instrumen investasi yang merupakan pola pengelolaan modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dengan bantuan Manajer Investasi (MI), sehingga Anda tidak perlu pusing akan instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dalam skema investasi reksadana, Manajer Investasi (MI) yang akan membantu mengelola uang Anda.

Dalam reksadana, dana yang Anda investasikan akan digabungkan dengan orang lain barulah dikelola bersama demi memperoleh keuntungan. Dengan demikian, tidak dibutuhkan modal besar untuk berinvestasi di dalamnya.

Reksadana juga menekankan konsep diversifikasi dalam investasinya, dimana akan dilakukan penempatan dana atau aset investasi kedalam beberapa instrumen yang berbeda dengan pertimbangan potensi keuntungan (return), risiko, serta likuiditasnya.

Adapun beberapa kelebihan investasi reksadana adalah sebagai berikut:

  • Dana investasi dikelola oleh Manajer Investasi profesional, sehingga Anda tidak perlu repot mengelola investasi sendiri.
  • Likuiditasnya tinggi, sehingga investasi dapat dicairkan/dijual kapan saja dengan menggunakan harga NAB yang berlaku saat penjualan.
  • Tidak membutuhkan banyak modal.
  • Mudah diakses, karena sudah sangat banyak yang menawarkan transaksi reksa dana secara online, sehingga Anda bisa melakukan pembelian atau penjualan unit lewat situs yang telah disediakan oleh beberapa perusahaan Manajemen Investasi saja.
  • Imbal hasilnya cenderung besar.
  • Dana milik Anda akan disimpan di Bank Kustodian yang menjadi pihak ketiga, sehingga aman dan minim upaya pencegahan perusahaan bodong yang ingin melarikan dana nasabahnya.

Namun sayangnya investasi reksadana ini pun memiliki beberapa kelemahan berikut ini:

  • Adanya risiko berkurangnya nilai investasi yang dipengaruhi oleh turunnya harga dari efek (saham, obligasi, dan surat berharga lainnya) yang masuk dalam portofolio.
  • Adanya risiko likuiditas, yakni terlambat dibayarnya perintah penjualan, biasanya dikarenakan adanya kesalahan administrasi penjualan.
  • Adanya risiko kebangkrutan perusahaan saham dan obligasi yang menjadi portofolio reksa.

Bagaimana, sudahkah Anda membekali diri dengan informasi investasi reksadana? Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa share artikel ini kepada teman-teman Anda yang juga berminat dalam investasi reksadana.

Share to :
Tags: , , ,
Artikel Terkait