Reksa Dana

Cara Berinvestasi yang Tepat dan Efektif Bagi Pemula

Cara Berinvestasi Reksa Dana Bagi Investor Pemula

Ajaib.co.id – Selama masa pandemi, banyak milenial dan masyarakat yang mulai mencari tau tentang investasi. Ada banyak pertanyaan yang mungkin mereka hadapi, salah satunya bagaimana cara berinvestasi yang tepat dan bisa membantu mereka mendapatkan return atau keuntungan sesuai apa yang mereka harapkan.

Saat ini, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mulai berinvestasi. Apalagi saat ini sudah banyak platform investasi online yang dapat memudahkan kita untuk mulai berinvestasi. Tentu saja kemudahan inilah yang menjadi salah satu pemicu yang mendorong kaum milenial untuk melek investasi. Lalu bagaimana cara berinvestasi yang benar dan tepat?

Apa itu Investasi?

Investasi merupakan salah satu cara kita memenuhi tujuan keuangan. Ada banyak cara berinvestasi yang bisa ditemukan untuk menginvestasikan uang yang kamu miliki. Namun, perlu diketahui bahwa investasi tidak hanya untuk mendapatkan keuntungan, tapi kamu juga mempertaruhkan uang untuk berkembang yang tentunya memilikiki risiko.

Namun, jangan khawatir. Ada banyak produk atau instrumen investasi dengan tingkat risiko yang rendah untuk tipe investor yang cenderung hati-hati.

4 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Investasi

Jika kamu tertarik untuk memulai investasi ada beberapa hal penting yang perlu kamu pahami dan perhatikan sebelum memutuskan untuk berinvestasi yaitu:

1. Tujuan Berinvestasi

Setiap orang punya tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya, hal ini sama dengan kamu ketika ingin berinvestasi. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, kamu harus memiliki tujuan investasi.

Dengan tujuan yang jelas dan dijalankan secara sistemastis, maka besar kemungkinan investasi yang kamu lakukan bisa berjalan dengan lancar hingga mencapai kesuksesan.

Saat ini, banyak investor yang mencoba investasi hanya memikirkan keuntungan tanpa merencanakan tujuan investasi yang jelas dan sistemastis. Hal ini tentu bisa membuat kamu mengalami kerugian dalam berinvestasi.

2. Hitung Pendapatanmu

Sebelum berinvestasi, kamu juga perlu mengatur pendapatan yang kamu miliki dengan cara mencatat seluruh jenis pemasukan keuangan secara rinci. Dengan mencacat seluruh pemasukan yang kamu miliki, maka kamu akan mengetahui kondisi keuangan kamu.

Dengan mengetahui kondisi keuangan dengan baik, kamu bisa menyesuaikan banyaknya modal yang akan kamu investasikan. Sehingga, keuanganmu akan tetap stabil dan tanpa mengganggu keuangan untuk kebutuhan lainnya.

3. Cek Utang Piutang

Banyak investor yang gagal menjalankan bisnisnya karena mengabaikan masalah utang piutang. Padahal, dalam dunia investasi, kamu harus mampu mengatur strategi yang tepat dan akurat saat akan menanamkan modal investasi.

Jika kamu masih memiliki banyak utang piutang yang belum terbayarkan maka sebaiknya kamu melunasinya terlebih dulu, karena bisa jadi utang piutang tersebut akan menjadi kendala yang dapat mengganggu investasi yang kamu lakukan nantinya.

4. Banyaknya Aset Dimiliki

Aset berharga yang kamu miliki adalah modal awal kamu dalam mendapatkan keuntungan investasi di masa yang akan datang. Semakin banyak aset yang kamu miliki, semakin besar juga keuntungan yang mungkin kamu dapatkan. Hal ini karena kamu tidak perlu mencari sumber dana lain untuk menanamkan modal.

Jadi, penting bagi kamu memperbanyak aset berharga agar stabilitas investasi kamu semakin meningkat. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk memperbanyak aset berharga untuk lebih memudahkan kamu dalam melakukan investasi.

Investasi Online, Solusi Investasi di Era Digital

Di era digital seperti saat ini kamu tidak perlu lagi datang ke bank kustodian atau ke perusahaan manajer investasi untuk investasi dan melakukan transaksi. Kini, kamu bisa melakukannya secara online dan bisa dilakukan dengan mudah, dari mana saja dan kapan saja meski memiliki dana yang terbatas.

Karena dengan investasi online ini, kamu bisa memulai investasi mulai dari Rp10 ribu. Selain itu, ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan memulai investasi online. Apa saja itu?

1. Mudah Diakses

Dengan adanya aplikasi online, kamu bisa dengan mudah mengakses aplikasi dan melakukan transaksi investasi dengan mudah, dari mana saja dan kapan saja, hanya dengan bermodalkan internet dan handpone. Kamu juga tidak perlu lagi datang dan mengantre untuk melakukan proses investasi.

2. Minimum Investasi Terjangkau

Jika dulu untuk berinvestasi kamu harus memenuhi banyak persyaratan dan memulainya dengan modal yang besar. Kini, investasi online menawarkan minimum investasi yang rendah dan terjangkau, mulai dari Rp10 ribu, kamu sudah bisa memulai investasi. Sehingga sangat cocok bagi kamu para investor pemula.

3. Cepat

Bagi kamu yang tidak memiliki banyak waktu untuk inveatasi dan malas dengan proses investasi yang teralalu ribet dan sulit. Dengan adanya, investasi online, seluruh proses bisa menjadi cepat karena semua dilakukan secara online, paperless, dan tanpa tatap muka.

4. Melewati batas negara

Dengan proses online, kini kamu juga bisa berinvestasi lintas negara. Misalnya, kamu bisa berinvestasi di perusahaan luar negeri dan bisa masuk ke pasar internasional dengan lebih mudah dan murah.

5. Edukasi Investasi

Dengan kemajuan teknologi dan akses Internet, kini banyak aplikasi investasi yang juga menyediakan edukasi investasi yang mudah diakses, interaktif dan komprehensif. Ada banyak media yang biasa digunakan untuk memberikan edukasi online, mulai dari blog, live streaming, tanya jawab di social media, dan masih banyak lagi. Sehingga, akan membantu para investor pemula untuk mulai berinvestasi dengan lebih tepat.

6. Monitoring Investasi

Ketika kamu memulai investasi, kamu diwajibkan untuk memonitor investasi secara rutin, misalnya per 3 bulan. Nah, dengan adanya investasi online ini kamu bisa memantau portfolio investasi secara real-time, mudah dan cepat.

Cara Memulai Investasi Online yang Tepat

Di era yang canggih seperti sekarang ini, kamu tidak perlu keluar rumah hanya untuk berinvestasi. Di bawah ini adalah beberapa langkah dan cara investasi online yang bisa kamu lakukan.

1. Pilih Platform Investasi yang Tepat

Sebelum memilih investasi yang tepat, cobalah pilih platform investasi yang akan kamu gunakan. Saat ini sudah banyak platform online yang dapat membantu kamu memulai investasi dengan mudah, dari mana saja dan kapan saja.

Pastikan platform yang kamu miliki memiliki layanan 24 jam dan juga telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Sehingga, jika nantinya terdapat masalah, kamu bisa menyelesaikannya dengan mudah.

2. Tanamkan Mindset yang Benar

Optimis, pantang menyerah, dan tidak takut mengambil risiko merupakan beberapa mindset yang harus kamu tanamkan dengan baik. Di mana, mindset adalah salah satu hal yang mempengaruhi kesuksesan seseorang dalam berinvestasi.

Beberapa orang berpikir investasi adalah cara untuk cepat kaya. Padahal, mindset yang benar adalah investasi adalah salah satu cara yang bisa membantu kamu bebas finansial di masa depan.

Dengan mindset investasi = cepat kaya, maka kamu akan lebih mudah terjerumus dengan investasi bodong. Karena, investasi yang benar membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

3. Jangan Mengabaikan Inflasi

Ketika kamu mengabaikan inflasi dalam memilih instrumen investasi jangka panjang, bisa jadi investasi kamu mengecil daya belinya. Menurut laporan dari Bank Indonesia, Indonesia mengalami inflasi sekitar 7% setiap tahunnya. Artinya, jika kamu menanamkan uang di Bank BUMN Deposito yang memberikan bunga 5.46% untuk 1 tahun, atau bahkan di Bank Swasta non-devisa (yang terkenal dengan suku bunga yang tinggi) 7.21% untuk 1 tahun, kamu memiliki risiko inflasi yakni nilai tunai akan berkurang oleh inflasi.

4. Membagi Modal yang Dimiliki

Salah satu hal yang harus kamu perhatikan untuk berinvestasi adalah membagi modal yang dimiliki ke dalam beberapa aset atau yang biasa disebut diversifikasi. Misalnya, kamu membeli saham, namun kamu juga berinvestasi reksa dana dengan risiko yang lebih kecil. Hal ini dilakukan untuk mencegah kegagalan total jika salah satu instrumen mengalami kerugian, karena masih ada aset lainnya yang mengalami keuntungan. Beban yang dirasakan jika mengalami kerugian pun berkurang. 

Untuk melakukan ini, kamu bisa mulai untuk membeli beberapa instrumen investasi. Misalnya, kamu membeli reksa dana pasar uang dengan risiko yang minim. Kemudian dana atau modal lainnya, bisa kamu belikan reksa dana saham atau investasi lainnya.

Hal ini akan membantu kamu mengurangi risiko investasi dan juga bisa membantu kamu mendapatkan jangka waktu investasi dalam jangka pendek maupun panjang.

Nah, untuk melakukan diversifikasi atau pembagian modal ini, kamu bisa memanfaatkan Ajaib sebagai salah satu platform investasi yang membantu kamu memiliki investasi reksa dana maupun saham dengan mudah dalam satu aplikasi.

5. Pilih Instrumen yang Tepat

Ada banyak jenis instrumen investasi yang bisa kamu pilih. Pastikan kamu memilihnya sesuai tujuan dan kemampuan kamu secara finansial. Ada berbagai jenis investasi yang bisa ditemukan di pasar saham mulai dari investasi saham, obligasi, surat berharga, deposito, dan lainnya.

Di mana, setiap instrumen memiliki kelebihan dan keuntungannya masing-masing, dan tentunya risiko yang juga berbeda. Urutan dari jenis yang risikonya dan imbalannya tertinggi adalah saham, reksa dana, obligasi, dan terakhir deposito

6. Mulai dengan Modal Kecil

Sebagai investor pemula, kamu bisa menumbuhkan rasa percaya diri dengan memulai investasi dengan modal sedikit demi sedikit. Pilih investasi yang sudah terjamin dan memiliki performa yang baik selama lima hingga sepuluh tahun terakhir.

Kini, ada banyak jenis instrumen investasi yang bisa kamu mulai dengan modal kecil, misalnya saja reksa dana yang hanya membutuhkan modal mulai dari Rp10 ribu.

7. Jangan Terlalu Berlebihan

Ketakutan terbesar seorang investor adalah kehilangan uang. Jika kamu mengalami hal ini, cobalah untuk tetap tenang dan sebisa mungkin untuk tidak berutang. Terlalu berlebihan dalam berinvestasi akan memengaruhi mental dan psikologis khususnya untuk para pemula. Jangan gampang terkecoh dengan hal-hal atau rekomendasi cara berinvestasi yang belum tentu benar.

8. Jangan Terlalu Sering Memantau

Terlalu sering memonitor atau memantau perkembangan investasi bisa mengakibatkan kamu khawatir dan menjadi takut dalam mengambil keputusan.

Karena, pada dasarnya tujuan utama berinvestasi adalah untuk membangun kekayaan dalam jangka waktu panjang. Jadi, apa yang terjadi dengan performa investasi sehari-harinya adalah hal yang kurang relevan. Jadi, cobalah untuk memonitor hasil investasi secara berkala, misalnya sebulan sekali.

9. Perhatikan Profil Risiko Investasi

Profil risiko bisa menjadi patokan yang akan mengarahkan kamu kepada instrumen apa yang cocok untuk kamu. Dengan mengetahui profil risiko investasi, hal ini akan membantu kamu menemukan investasi yang cocok. Berdasarkan kecenderungan atau toleransi terhadap kerugian dan tingkat pengembaliannya.

10. Pertimbangkan Biaya yang Dikenakan

Hal yang tidak kalah penting adalah mempertimbangkan biaya investasi yang dibebankan kepada kamu. Setiap platform dan perusahaan investasi yang bersangkutan pasti membebankan biaya yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, cermatlah memilih perusahaan investasi yang memberikan rasa aman dari segi biaya. Ada 3 biaya yang dikenakan kepada kamu ketika berinvestasi pada reksa dana. Seperti biaya pembelian, biaya penjualan dan biaya pengalihan.

Itulah cara investasi yang tepat bagi pemula dan bisa kamu coba lakukan. Ingat! Selain risiko dan return atau imbal hasil, kamu juga harus memastikan bahwa platform berinvestasi yang kamu pilih telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan begitu, kamu bisa lebih yakin untuk memulai investasi sesuai tujuan dengan aman dan tepat.

Artikel Terkait