Investasi, Reksa Dana

Prioritas Utama Dalam Likuidasi Reksa Dana Adalah Ini

likuidasi reksa dana

Likuidasi reksa dana adalah risiko terburuk dari jenis investasi ini. Lalu, apa prioritas utama bila terjadi hal tersebut? Simak ulasan redaksi Ajaib berikut ini untuk mengetahuinya.

Tak ada investor reksa dana yang mengimpikan investasinya merugi. Semua pasti mengharapakan investasi reksa dananya tegar dan subur. Tapi bukan berarti para investor, terutama investor milenial yang jelas sudah lebih terpapar transparansi literasi dan informasi malah harus menutup mata dari seluk beluk risiko itu. Hadapi dan pahami risiko terburuk dari sebuah produk reksa dana adalah likuidasi sebelum jatuh tempo. Pelajari kiat meminimalisasinya, demi kesuksesan investasi yang berikutnya.

Risiko Reksa Dana Adalah

Kekhawatiran terhadap risiko kerugian memang seringkali menghalangi niat calon investor menanamkan uangnya di produk investasi. Keraguan dan keengganan untuk mengenali wujud kerugian secara lebih dalam, akhirnya malah akan melewatkan potensi keuntungan besar di masa depan.

Benarkah Kekhawatiran Tersebut?

Yuk hadapi rasa takut itu, dan kenali bentuk nyata risiko kerugian, agar kita tahu solusi dan tindakan terbaik yang harus dilakukan, jika (amit-amit!) risiko itu sampai benar terjadi.  

Memang benar, setiap investasi pasti memiliki risiko, di samping tentunya potensi keuntungan yang menjanjikan.

Risiko terburuk yang dapat terjadi adalah: nilai uang yang diinvestasikan menjadi berkurang. Begitu pula pada investasi reksa dana, tetapi, besaran kerugian dan tingkat kemungkinan terjadinya tidaklah selalu seperti yang ditakutkan investor.

Risiko pada investasi reksa dana datang dari kumpulan portofolio asetnya. Produk reksa dana menanamkan uang di saham dan obligasi yang merupakan instrumen pasar modal dengan pergerakan cukup fluktuatif, bisa naik dan turun dalam jangka waktu singkat.

Penyebab Likuidasi Reksa Dana

Penurunan Nilai Terus-menerus

Di dalam peraturan OJK nomor 23 tahun 2016 tentang Reksa dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, tercantum penjelasan tentang pembubaran dan likuidasi reksa dana.

Peraturan tersebut menjelaskan ketentuan minimal dana kelolaan – atau biasa disebut Asset Under Management (AUM) – dari sebuah reksa dana adalah Rp10 miliar. Jika dalam jangka waktu 120 hari bursa berturut-turut dana kelolaan reksa dana itu tidak mencapai Rp10 miliar, maka reksa dana tersebut wajib dibubarkan/dilikuidasi. Dalam hal ini, potensi risiko yang dapat terjadi pada reksa dana adalah berkurangnya nilai aset yang diinvestasikan akibat fluktuatifnya pasar keuangan.

Meskipun begitu, penurunan yang terjadi tidak akan habis sama sekali hingga Rp0.  Di titik ini, aset di dalam reksa dana harus segera dilikuidasi/dicairkan, untuk lalu dibagikan kepada investor sebagai pemegang unit penyertaan reksa dana secara proposional dari Nilai Aktiva Bersih (NAB), paling lambat 7 hari bursa sejak likuidasi reksa dana selesai dilakukan.

Jatuh Tempo Aset Obligasi

Lain halnya dengan reksa dana terproteksi, yang memang sengaja dan direncanakan untuk dibubarkan karena instrumen obligasi yang terdapat dalam reksa dana tersebut telah jatuh tempo, meskipun dana kelolaan masih di atas minimum. Jenis reksa dana terproteksi ini memberikan jaminan atau proteksi atas investasi awal. 

Reksa dana terproteksi merupakan reksa dana dengan strategi investasi pasif, artinya, reksa dana itu tidak aktif melakukan transaksi jual beli, melainkan metode buy and hold – yaitu membeli instrumen tertentu yang umumnya obligasi, dengan ciri khas fixed return (keuntungan pasti) dalam jangka waktu tertentu. Reksa dana terproteksi akan memegang obligasi hingga jatuh tempo.

Saat obligasi jatuh tempo, seluruh hasil pembayaran dibagikan kepada investor sebagai pemegang unit penyertaan reksa dana secara proposional dari Nilai Aktiva Bersih (NAB), dan reksa dana tersebut pun otomatis dibubarkan. Investor akan menerima hasil likuidasi reksa dana tersebut paling lambat 7 hari bursa sejak likuidasi reksa dana terproteksi selesai.

Langkah-langkah Likuidasi Reksa Dana

Sebelum pelaksanaan likuidasi reksa dana, baik yang terproteksi maupun tidak, Manajer Investasi selaku pengelola investasi wajib mengumumkannya kepada para investor melalui minimum 1 media surat kabar harian nasional, paling lambat 2 hari bursa sejak berakhirnya jangka waktu minimal dana kelolaan.

Informasi tentang pedoman pelaksanaan likuidasi reksa dana ini juga tercantum pada prospektus reksa dana yang menjadi dokumen pedoman bagi proses pertimbangan investor sebelum membeli reksa dana. Ditambah dengan adanya peraturan dan pengawasan dari OJK, reksa dana sepenuhnya merupakan produk resmi yang memiliki legalitas hukum.

Cara investor Menerima Dana

Dana yang ada pada reksa dana disimpan secara aman dan bisa diakses di Bank Kustodian atau bank umum yang memiliki izin untuk melakukan fungsi kustodian (penyimpanan) dari OJK sehingga investor tidak perlu khawatir uangnya akan hilang dibawa kabur oleh Manajer Investasi sebagai perusahaan pengelola investasi, ataupun Agen Penjual Reksa Dana (APERD) tempat kita membeli reksa dana.

Investor dapat meminimalkan risiko pada investasi reksa dana dengan memilih produk reksa dana yang dikelola oleh Manajer Investasi profesional dan kredibel, melalui cara mempelajari track record (rekam jejak historis) dari kinerja reksa dana dan Manajer Investasi yang mengelolanya.

Manfaat Risiko Reksa Dana Adalah Mengasah Keterampilan Berinvestasi Reksa Dana

The thing that didn’t kill you, will make you stronger.

Pasti kamu sudah pernah tahu ungkapan tersebut kan?

Seorang investor hanya bisa menjadi investor handal dengan cara mempelajari rangkaian pengalaman dan melatih insting bisnisnya sendiri dalam berinvestasi. Dan itu tak mungkin terjadi jika ia tak pernah mengalami kerugian maupun keuntungan berinvestasi. Terlalu naif dan disayangkan jika kekhawatiran awal terhadap kemungkinan kerugian serta-merta langsung menghentikan niat kita berinvestasi, mengingat potensi keuntungan yang besar di masa depan.

Sebagai solusi jalan tengahnya, “jajal” ups dan down dan keterampilan kamu berinvestasi reksa dana di Ajaib, aplikasi APERD profesional dan kredibel penyandang kelulusan program inkubator startup terkemuka Y Combinator di Silicon Valley. Aplikasi ini memberikan fleksibilitas modal awal investasi super ringan hanya Rp10.000 dan beroperasi sepenuhnya di bawah pengawasan OJK. Selamat berinvestasi sambil belajar!

Bacaan menarik lainnya:

Petajisto, Antti (2013). Active Share and Mutual Fund Performance. Financial Analyst JournalVolume 69. Number 4. CFA Institute.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait