Saham

Ini Kerugian Investasi Saham dan Cara Menghindarinya

kerugian investasi saham

Ajaib.co.id – Dalam dunia investasi saham selalu ada risiko kerugian yang sering kali tidak bisa disangkal lagi. Sejumlah orang yang berinvestasi saham pasti pernah mengalami kerugian, baik dalam jumlah kecil maupun besar. Namun, kerugian investasi saham ini sejatinya bisa dihindari jika kamu mempunyai pengetahuan mendasar yang kuat.

Pada umumnya, risiko dari suatu investasi mempunyai nilai yang sepadan dengan keuntungan yang didapat di kemudian hari. Dalam investasi saham, umumnya ada dua keuntungan yang pasti kamu peroleh, yaitu capital gain dan pembagian dividen oleh perusahaan tempat kamu menanamkan investasi.

Menjadi investor tidak hanya berbekal teknik dan kemampuan analisis saja, melainkan juga harus punya persiapan secara mental dan psikologis. Karena kita tidak pernah tahu bagaimana pergerakan arus harga saham setiap harinya. Seperti kasus sekarang sedang terjadi saat ini, yaitu wabah virus corona yang sudah menyebar sampai ke seluruh dunia.

Dampak dari virus ini tak hanya pada kesehatan manusia, tapi juga membuat harga-harga saham anjlok. Bahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan hari Rabu 19 Maret 2020 turun mencapai Rp 4.284.

Melihat kondisi tersebut, tak sedikit investor yang panik lalu menarik dananya demi keamanan. Adapula yang tetap bersabar menunggu harga kembali stabil. Inilah kenapa berinvestasi saham dibutuhkan mental yang kuat dan tidak mudah baper.

Lalu apa saja kerugian investasi saham? Untuk tahu lebih jelasnya, baca terus uraiannya di bawah ini.

Capital Loss

Bisa dibilang capital loss kebalikan dari capital gain, dimana investor menjual sahamnya dengan harga lebih rendah dari harga beli.

Perlu diketahui bahwa dalam kegiatan perdagangan saham, investor tidak selalu memperoleh capital gain atau keuntungan dari saham yang dijual. Ada waktu dimana investor mendapatkan harga yang rendah ketika menjual sahamnya daripada harga belinya.

Contohnya investor membeli saham KUDA dengan harga Rp 4.000 per lembar. Ternyata harga saham tersebut sedang turun sebesar Rp 3.200 per lembarnya. Karena ada perasaan takut jika harganya terus jatuh, maka investor langsung menjual sahamnya. Dengan demikian, investor tersebut mengalami capital loss sebesar Rp 800 dari setiap lembar saham yang dijual.

Tidak Ada Dividen

Pembagian dividen dilakukan jika perusahaan memperoleh keuntungan. Apabila perusahaan merugi, tentu tidak akan ada dividen yang dibagikan. Oleh karena itu, potensi keuntungan yang dimiliki investor untuk memperoleh dividen ditentukan dari kinerja perusahaan itu sendiri.

Tidak ada pembagian dividen juga biasanya dikarenakan putusan melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Jika sebagian besar pemegang saham setuju untuk tidak membagikan dividen dengan berbagai pertimbangan meskipun perusahaan mendapat keuntungan, maka pemegang saham tidak akan menerima dividen.

Suspend

Kerugian investasi saham lainnya adalah adanya suspend atau perdagangannya dihentikan oleh otoritas bursa efek. Jika demikian, investor tidak akan bisa menjual sahamnya sampai suspend tersebut dicabut atau hilang.

Ada beberapa faktor kenapa saham bisa terkena suspend, yaitu:

  • Harga sahamnya melonjak drastis atau mengalami penurunan secara luar biasa dalam waktu yang singkat.
  • Perusahaan dipailitkan oleh kreditor.
  • Mengalami kondisi yang mengharuskan pihak otoritas bursa menghentikan sementara waktu perdagangan saham tersebut. Perusahaan tersebut akan diminta melakukan konfirmasi lainnya, seperti tidak memberikan laporan keuangannya sampai batas waktu yang sudah ditentukan.

Delisting Saham

Delisting  saham adalah situasi dimana saham suatu perusahaan dikeluarkan dari bursa efek karena kinerjanya yang buruk. Misalnya perusahaan merugi selama beberapa tahun, saham tidak pernah diperdagangkan dalam jangka waktu tertentu, dan kondisi lainnya.

Adapun tujuan lain dari perusahaan yang di delist keluar bursa adalah untuk Go Private. Hal ini tidak merugikan investornya karena perusahaan yang menerbitkan saham tersebut bisa melakukan buy back atau pembelian kembali terhadap saham yang diterbitkan.

Menghindari Kerugian Investasi Saham

Secara harfiah, kerugian investasi saham dapat dikontrol dan seharusnya bisa diminimalisir walaupun celah untuk merugi tetap ada. Lalu cara menghindari kerugian tersebut adalah:

Jangan Gunakan Uang Panas

Jangan gunakan uang panas untuk investasi saham dalam jangka waktu relatif pendek. Maksudnya uang panas adalah uang yang seharusnya dipakai untuk kebutuhan membayar cicilan, premi asuransi, uang sekolah, hasil dari pinjaman, dll. Uang panas yang kamu pakai untuk investasi bisa mempengaruhi emosi dan psikologismu, sehingga tidak disarankan. Jika tidak ada uang yang cukup untuk diinvestasikan, jangan memaksakan diri.

Hati-hati Investasi Jangka Pendek

Pada dasarnya investasi saham untuk jangka panjang. Harga saham biasanya akan berfluktuasi dalam jangka pendek. Tetapi untuk jangka panjang, harga saham biasanya cenderung naik dan punya potensi harganya jadi lebih tinggi daripada harga yang kamu beli sebelumnya.

Jangan Beli Karena Rumor

Jangan hanya karena suatu rumor, lantas kamu langsung membeli saham tersebut. Kamu perlu teliti lebih dulu apakah secara fundamentalnya sesuai dengan yang dirumorkan. Jangan pernah menggunakan spekulasi ketika berinvestasi saham, harus ada alasan yang logis sebelum membeli saham. Berpeganglah teguh pada rencana investasi kamu dan jangan ikut-ikutan pasar jika tidak meyakinkan.

Lakukan Average Down

Average down merupakan sebuah langkah untuk menambah portfolio saham dengan membeli saham saat harganya sedang jatuh. Jika nanti harganya kembali naik, investor bisa menjualnya dan mendapatkan keuntungan. Namun, untuk langkah ini dibutuhkan kemampuan menganalisis yang cukup. Jika tidak, justru akan semakin membuat besar kerugian.

Artikel Terkait