Analisis Saham

Bedah Saham WGSH, Pabrik Startup Digital Asal Tangerang

saham-wgsh

Ajaib.co.id – PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) awalnya berdiri pada tahun 2015 untuk memenuhi kebutuhan layanan IT bagi UMKM. Perusahaan kemudian beralih ke model bisnis Venture Builder pada tahun 2020.

Wira Global Solusi merupakan anak usaha dari PT Walden Global Services, salah satu perusahaan penyedia layanan IT terbesar di Indonesia.

Model bisnis Venture Builder atau pabrik pembuatstartup digital, mendukung perintisan produk-produk teknologi bersama mitra-mitra strategis mulai dari ide hingga realisasi. Selain bisnis Venture Builder, Wira Global Solusi menyediakan jasa konsultasi IT dan jasa pemrograman melalui tiga anak usahanya PT Kirana Tama Teknologi, PT Smooets Teknologi Outsourcing, dan PT Qorser Teknologi.

Beberapa produk yang terdaftar dalam portofolio venture Wira Global Solusi saat ini antara lain:

1.    Emveep, platform kerja lepas untuk software programmer.

2.    Appschef, platform untuk pengembangan aplikasi mobile siap pakai.

3.    Pagii, platform e-office untuk meningkatkan produktivitas WHF dan WFO.

4.    Whizliz, platform jual beli perhiasan online.

5.    Techpolitan, universitas daring untuk bidang pemrograman, 3D, dan animasi digital.

6.    Sandbox, penyedia solusi untuk transformasi digital satu atap.

7.    Tweak Move!, platform fitness on demand dan co-fitness space pertama di Indonesia.

PT Wira Global Solusi melaksanakan penawaran perdana di papan akselerasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 6 Desember 2021 dengan kode saham WGSH. Harga penawaran perdana senilai Rp140 per lembar.

Seusai IPO, harga saham WGSH sempat mendaki hingga mencapai Rp244 per lembar. Namun, harga saham kemudian turun-naik lagi hingga saat ini (5 Januari 2022) berada pada Rp161 per lembar.

Kepemilikan saham WGSH tersebar di antara banyak pihak. Para pemegang saham yaitu PT Walden Global Services (36,27%), PT Wynfield Global Ventures (16,41%), PT Silicon Valley Connection (15,27%), PT Pusaka Mas Persada (10,18%), Erwin Senjaya Hartanto (1,82%), Hendy Rusli (0,05%), dan masyarakat (20,00%). Saham WGSH memiliki market cap sebesar Rp167,84 miliar.

Kinerja Laporan Keuangan Terakhir

Lampiran laporan keuangan dalam prospektus WGSH menunjukkan kinerja yang positif per 30 Juni 2021. Berikut ini rangkuman kinerja laba dan komponen laporan keuangan utama lainnya sejak 2020 (dalam miliar rupiah):

  II/2021 II/2020 IV/2020
Total Aset 23,75 0,78
Total Liabilitas 2,32 0,12
Total Ekuitas 21,08 0,65
Penjualan 10,56 0,81 1,17
Beban Pokok Penjualan 4,76 0,36 0,67
Laba Bruto 5,79 0,43 0,50
Laba Neto 1,83 0,27 0,14

Terlihat bahwa WGSH mencetak kenaikan laba antara 2020-2021. Dari laporan keuangan tersebut, kita dapat pula menyimpulkan lima rasio utama per kuartal II/2021 sebagai berikut:

–      Net Profit Margin (NPM): 17,32%

–      Return on Equity (ROE): 17,34%

–      Return on Asset (ROA): 15,40%

–      Debt Equity Ratio (DER): 11,02%

–      Current Ratio: 766,94%

Data-data tersebut tergolong sangat baik. Profitabilitas unggul dengan ROE lebih dari 10% dan NPM di atas 5%. Beban utang WGSH juga sangat kecil dengan DER jauh di bawah 100%.

Prospek Bisnis WGSH

Wira Global Solusi menargetkan pertumbuhan pendapatan dari jasa pemrograman dan jasa konsultasi IT sebesar 30% untuk tahun 2022. Di samping itu, perusahaan juga mengincar equity pada empat startup baru yang diluncurkannya.

Tujuannya untuk mendapatkan income tambahan sekaligus memperoleh fair-value adjustment dari peningkatan valuasi startup terkait.

Dilihat dari kisi-kisi tersebut, model bisnis Wira Global Solusi sangatlah menarik di era revolusi industri 4.0. Perusahaan dapat berkolaborasi dengan banyak mitra untuk menggarap startup anyar dalam beraneka bidang usaha, kemudian memperoleh keuntungan jangka panjang dari dividen dan valuasi startup yang telah beroperasi lancar.

Apakah Saham WGSH Layak untuk Investasi?

Model bisnis WGSH mudah dipahami dan cukup prospektif. Perusahaan seperti ini juga akan sangat menggiurkan bagi investor yang menyukai saham-saham new economy. Namun, prospeknya ke depan akan tergantung pada keberlangsungan bisnis yang sudah ada dan kesuksesan akuisisi startup-startup lain dalam tahun-tahun mendatang.

Kalau kamu berminat untuk membeli saham WGSH, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:

1.    Sejarah perusahaan terlalu singkat. Perusahaan berdiri tahun 2015 dan baru menjelajah model bisnis Venture Builder pada tahun 2020. Perusahaan startup teknologi yang sedang berkembang juga biasanya cenderung menyimpan laba untuk ekspansi usaha daripada bagi-bagi ke investor.

2.    Saham WGSH memiliki kapitalisasi pasar yang sangat kecil. Market cap WGSH berada di bawah Rp1 triliun, sehingga likuiditasnya rendah. Saham berkapitalisasi kecil biasanya mudah naik-turun dalam waktu singkat, serta sering menjadi bahan gorengan bandar.

3.    Perusahaan memiliki rencana pembagian dividen, tetapi nilainya tergolong kecil. Dalam prospektusnya, WGSH mengusulkan pembagian dividen tunai secara kas sebanyak-banyaknya 25% dari Laba Bersih Perseroan mulai tahun buku 2021.

4.    Saham WGSH saat ini (Rp161 per lembar) tergolong overvalue. Nilai PBV dan PER masing-masing 5,89x dan 33,93x.

Saham WGSH sesuai untuk trader jangka pendek dan peminat growth investing. Namun, saham startup yang terdaftar pada papan akselerasi BEI seperti ini kurang cocok untuk value investor ataupun pemburu dividen.

Artikel Terkait