Investasi

Investor Konservatif Adalah Investor Teraman, Ada yang Lain?

Konservatif Adalah

Ajaib.co.id – Konservatif adalah kata yang sering disebutkan ketika membicarakan sikap seseorang. Orang yang memiliki sikap ini sering dianggap kolot, kuno, dan tidak modern

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata konservatif adalah

(1) kolot;

(2) bersikap mempertahankan keadaan, kebiasaan, dan tradisi yang berlaku.

Orang konservatif cenderung mempertahankan kebiasaan lamanya.

Konservatisme juga merupakan filsafat politik yang mendukung nilai tradisional yang artinya menjaga, melestarikan, dan memelihara.

Sikap ini tidak berarti buruk, jika ditempatkan secara tepat, sikap ini akan menimbulkan dampak positif.

Prinsip-Prinsip Konservatisme

Prinsip konservative menurut John Clark ditandai oleh beberapa hal di bawah ini:

  1. Manusia punya dorongan untuk diarahkan menjadi sosok yang baik maupun buruk. Realitasnya, manusia hanya bisa berkembang dengan ikatan organisasi sosial.
  2. Masyarakat memiliki struktur organik yang berdasarkan hierarki yang terbentuk alami. Tanpa adanya hierark, setiap orang menjadi homogen dan menyebabkan pembentukan pribadi yang tersendat.
  3. Pemerintah hadir untuk menjaga dan memelihara keperluan dasar masyarakat. Tidak hanya menegakkan hukum dalam melindungi hak seseorang. Namun juga membina lembaga keluarga dan lingkungan di mana seseorang berkembang dalam konteks sosialnya.
  4. Eksistensi moralitas tidak bergantung pada opini masing-masing yang benar atau salah. Oleh sebab itu, semua individu harus berprioritas untuk mencari kebajikan lewat nilai moral seperti loyalitas, ksatria, patriotisme, keberanian, ketaatan, ramah, menghormati otoritas, dan lain-lain.
  5. Kebebasan muncul ketika individu tidak bersikap sewenang-wenang karena nafsunya. Kebebasan tetap bersyaratkan otoritas, tradisi, serta masyarakat yang stabil.
  6. Wewenang menjadi sah ketika ada di antara individu yang memiliki kepemimpinan tradisional dan memiliki pemahaman terhadap kebajikan dan kebenaran.
  7. Masyarakat disebut setara dalam statusnya sebagai warga negara.
  8. Keadilan dapat terwujud saat tata tertib stabil, hukum seimbang, serta kedudukan individu sesuai hierarki sosialnya.
  9. Maksud dari efisiensi adalah masyarakat berfungsi sebagaimana mestinya menuju keberhasilan. Tidak hanya dalam hal materi, tetapi dalam pencapaian non-material seperti menjaga tata tertib, kesatuan masyarakat, serta kebaikan individu.

Ciri-Ciri Konservatif

Seseorang dengan sikap konservatif memiliki beberapa ciri seperti:

1. Sulit Menerima Saran

Orang konservatif akan sulit terbuka terhadap saran orang lain dan menganggapnya angin lalu saja. Apalagi jika mereka dikritik, mereka akan melawannya. Karena mereka memiliki ideologi yang kuat dan berpegang teguh pada pemikiran mereka itu.

2. Memegang Teguh Pendapat

Orang yang konservatif juga akan mempertahankan opini yang dianggapnya benar. Padahal, mempertahankan pendapat tidak selamanya menguntungkan. Pasalnya pendapat itu belum tentu sesuai dengan kondisi sekarang.

3. Keras dalam Mempertahankan Kepercayaan

Apa yang sudah dipikirkan orang dengan pola pikir konservatif adalah memegang kepercayaannya sungguh-sungguh. Hal ini belum tentu sesuatu yang buruk jika ditempatkan dalam kondisi yang tepat. Namun, kepercayaan yang mereka pertahankan umumnya sudah tidak sesuai dengan masa modern. Mereka biasanya memilih adat atau tradisi yang sifatnya kuno atau sudah tidak relevan lagi.

4. Tidak Modern

Orang konservatif juga sulit menyerap nilai-nilai yang sudah modern di masa kini. Mereka bersikeras dengan nilai-nilai dan gaya hidup masa lampau. Sehingga, gaya hidup mereka yang masih konservatif tidak dapat mengikuti perkembangan zaman, dan mereka pun tidak bisa menerima perubahan menjadi gaya hidup lebih modern.

5. Enggan Menerima Perubahan

Orang konservatif juga menolak perubahan menuju modernitas. Mereka terpaku pada adat yang sudah ada dan mempertahankan hal tersebut.

Dampak Konservatisme

Ada beberapa dampak yang ditimbulkan dari sikap konservatif, yaitu sebagai berikut.

1. Mempertahankan Tradisi yang Berlaku

Orang yang memiliki sikap konservatisme akan memegang teguh keyakinannya, termasuk nilai-nilai yang sudah menjadi tradisi sejak dulu.Hal ini bisa menimbulkan dampak positif, yaii tradisi yang ada tidak akan hilang dan bisa diteruskan ke generasi berikutnya.

2. Tidak Ada Perubahan

Walaupun memegang teguh tradisi, sikap konservatisme akan membuat tidak ada perubahan. Karena menurut mereka melakukan hal di luar kebiasaan akan dirasa aneh.Hal ini perlu diperbaiki, karena seorang yang konservatif tidak bisa maju jika terus terpaku pada masa lalu. Selain itu, tidak adanya perubahan membuat hidup menjadi monoton.

3. Dianggap Kolot

Orang yang konservatif seringkali disebut kolot dan selalu mengagungkan tradisi yang sudah tidak relevan dan enggan menerima kemajuan perubahan. Label ini berkonotasi negatif dan ada baiknya untuk ditanggalkan karena zaman sudah modern.

4. Karakter Tidak Berkembang

Orang yang terlalu berpegang pada pendiriannya tidak bisa menghargai pendapat orang lain. Sehingga, sikap ini akan sulit diterima yang lain. Jadi, ada baiknya untuk dengarkanlah pendapat orang lain juga.

5. Ketidakmampuan Memberi Solusi

Masalah adalah hal yang dihadapi sehari-hari, baik di keluarga, kehidupan pribadi, maupun pekerjaan. Oleh karena itu, sebaiknya sesuaikan pemikiran dengan situasi. Jika kamu terus mempertahankan sikap konservatif dalam setiap masalah, kamu mungkin tidak akan memperoleh solusi yang tepat bagi setiap orang. Akibatnya justru akan melebar.

6. Gaya Hidup Kolot

Dengan memiliki sikap konservatif akan terjebak dalam gaya hidup yang tidak modern. Menolak perubahan berarti menolak kemajuan. Hal ini tentu akan berdampak kepada kehidupan. Padahal, di zaman ini sudah terjadi perkembangan pesat terutama dalam hal teknologi. Oleh karena itu penting untuk mengikuti perkembangan zaman.

Sikap Konservatif dalam Investasi

Ada risiko yang harus kita ambil dalam berinvestasi. Jika kamu merasa sangat minim pengatahuan dan takut menanggung risiko dalam berinvestasi maka investor konservatif adalah jawabannya. Jenis profil tetap menawarkan keuntungan kok asal tepat dalam memilih jenis instrumen investasinya.

Mulai berinvestasi adalah langkah yang menakutkan bagi sebagian kalangan. Meski bisa meningkatkan kondisi finansialmu namun tetap ada peluang kalau kamu bisa kehilangan uangmu begitu saja. Karena itulah, ada baiknya semua orang memahami jenis profil risikonya sebelum terjun ke dunia investasi.

Khususnya jika tertarik dengan pasar modal atau produk keuangan lainnya. Berbeda jensi profil risikonya maka beda pula produk investasi yang bisa diambil. Biasanya ini ditentukan dengan tujuan investasinya dan sejauh mana kamu berani menanamkan uangmu.

Masih Gagap Investasi? Menjadi Investor Konservatif Adalah Solusi Terbaik

Investasi atau mengeluarkan sejumlah modal untuk memperoleh keuntungan dalam kurun waktu tertentu kian diminati oleh banyak orang. Jika dahulu investasi dianggap hanya dilakukan oleh orang kaya maka sekarang tidak demikian. Semua orang kini berusaha menyisihkan sedikit uang untuk muali berinvestasi.

Hal ini juga sangat terbantu dengan adanya berbagai produk investasi yang bisa dijangkau dengan harga murah. Jenis investasi ini biasanya dilakukan oleh investor pemula seperti mahasiswa atau ibu rumah tangga. Bahkan saat ini proses investasi lebih mudah karena beberapa perusahaan investasi sudah banyak yang bekerja sama dengan e-commerce.

Kamu bisa beli produk investasi lewat e-commerce yang biasanya hanya dipakai untuk belanja online. Namun bukan berarti kamu bisa asal begitu saja memilijh produk yang kamu suka untuk investasi. Harus ada pertimbangan matang agar uangmu bisa berkembang dan memenuhi tujuan keuangan yang sudah kamu tetapkan.

Untuk itulah, wajib hukumnya memahami kamu masuk dalam profil risiko yang mana. Pada dasarnya, ada 3 tipe investor berdasarkan profil risiko masing-masing. Karakter tiap investor ini ditentukan oleh tingkat toleransinya dalam menggunakan dananya untuk investasi, nilai investasi yang ingin dibangun sampai dengan jumlah imbal hasil yang ingin dikejar.

Investor konservatif adalah level pertama yang biasanya diisi oleh investor pemula. Level kedua yakni investor moderat. Terakhir ialah investor agresif dengan strategi investasi yang jauh lebih berani.

Semakin tinggi level yang berani kamu ambil maka semakin besar peluang keuntunganmu. Sebagaimana prinsip dalam dunia investais, high risk, high return. Meski demikian, semua jenis investasi akan mendatangkan keuntungan asal dilakukan dengan tepat.

Nah, sebelum memulai investasi ada baiknya jika kamu mengenal tiga tipe profil risiko yang nantinya akan kamu jalani dalam melakukan bentuk investasi. Tak perlu berlama-lama lagi, simak pengertian ketiga profil investor tersebut dalam penjelasan di bawah ini :

1.   Konservatif

Tidak berbeda jauh dari arti kata konservatif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konservatif dalam ruang lingkup investasi juga seperti itu. Investor konservatif adalah investor yang masuk dalam golongan takut dan ragu dalam mengambil dan menanggung resiko sebuah investasi. Investor konservatif adalah investor yang sebisa mungkin menghindari resiko kerugian (full risk averser) dan menjaga nilai pokok investasi mereka.

Selain itu, investor konservatif adalah investor yang tidak menaruh banyak perhatian pada portofolio investasinya. Investor konservatif juga mengutamakan keamanan berinvestasi daripada keuntungan besar dengan risiko tinggi.

Oleh sebab itu, hasil investasi yang diperoleh oleh investor konservatif relatif lebih rendah. Investor konservatif umumnya mengalokasikan dananya untuk tujuan persiapan dana pendidikan anak atau dana hari tua.

Beberapa jenis produk investasi yang cocok untuk tipe konservatif adalah jenis investasi dengan pendapatan tetap seperti:

a.   Deposito

b.   Pasar uang

c.   Reksadana pendapatan tetap

d.   Obligasi.

2.   Moderat

Tipe investor moderat adalah investor yang mampu dan sanggup dengan risiko menengah atau medium risk taker. Investor moderat umumnya mempertimbangkan risiko dengan sangat cermat dan teliti mengenai hasil dari investasinya.

Beberapa pilihan dari jenis reksadana yang cocok untuk tipe investor moderat ini adalah reksadana campuran dengan risikonya masih relatif lebih rendah, dibandingkan dengan instrumen saham atau reksa dana saham.

Meski demikian, reksa dana campuran ini juga memiliki potensi keuntungan yang tidak kalah dari reksa dana jenis lainnya. Tipe investor moderat cenderung membagikan asetnya ke dalam tiga aspek investasi seperti :

a.   Investasi beresiko tinggi seperti saham 20%,

b.   Investasi menengah seperti obligasi 30%

c.   Investasi kecil seperti deposito 50%.

3. Agresif

Tipe investor agresif adalah investor yang berani dengan risiko yang akan ia peroleh dalam investasinya. Mental ini umumnya dimiliki para ‘trader’ saham yang fokus menguasai investasi. Pasalnya pasar saham sangat rentan dengan fluktuasi sehingga bisa menghasilkan uang atau mengambil uangmu dalam sekejap.

Umumnya tipe agresif sangat teliti dalam melakukan analisis portofolio instrument investasinya. Mereka dibekali dengan pemahaman yang kuat dan mendalam untuk setiap langkah investasinya. Bagi seorang investor agresif, keuntungan besar cepat diperoleh apabila berani mengambil risiko besar juga (high return high risk).

Umumnya, investor agresif akan mengambil jenis instrumen berisiko seperti :

a.   Investasi saham

b.   Investasi reksadana saham

c.   Investasi valas

Investasi Reksa Dana, Jawaban Bagi Semua Jenis Investor

Dari uraian di atas, kita tahu bahwa setiap profil risiko punay kecenderungan jenis investasi yang berbeda. Misalnya pilihan investor konservatif adalah obligasi dan investor agresif dengan pasar saham dan trading forex-nya. Biasanya, ketika baru pertama kali berinvestasi maka investor konservatif adalah jawaban yang kita pilih.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan keuntungan yang kita dapatkan biasanya akan ada pergeseran jenis investor. Bisa saja kita naik kelas menjadi investor moderat atau langsung lompat menjadi investor agresif. Sebelumnya disebutkan jika tiap investor punya kecenderungan yang berbeda untuk jenis instrumennya.

Namun sebenarnya reksa dana bisa menjadi jawaban untuk semua profil risiko tersebut. Investasi reksa dana merupakan investasi dari berbagai jenis aset di dalam bentuk portofolio. Aset-aset tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dari sisi keuntungan maupun risikonya.

Maka dari itu, jenis reksa dana sangat bergantung pada isi asetnya. Profil risiko investor juga harus disesuaikan dengan jenis reksa dana untuk kenyamanan berinvestasi. Kamu bisa mendapatkan produk reksa dana terbaik dengan membelinya lewat aplikasi Ajaib. Lebih baik lagi, kamu bisa ikut test singkat untuk tahu kamu termasuk dalam profil resiko yang mana.

Kemudian, Ajaib akan memberikan pilihan produk reksa dana yang sesuai dengan profil risikomu. Berbagai reksa dana itu dikelola oleh manajer investasi terbaik yang selama ini sudah sukses membuktikan kinerjanya. Tak cocok dengan rekomendasi Ajaib?

Kamu juga bisa memilih sendiri produk reksa dana yang lain. Tersedia pilihan tematik misalnya saja reksa dana saham BUMN, reksa dana pendapatan tetap atau produk lainnya. Akan ada keterangan pula soal jenis profil risiko produk reksa dana tersebut.

Tak perlu lagi pusing menyebar uangmu ke berbagai produk berbeda karena reksa dana akan menjadi solusi sempurna. Jika kamu merasa seorang investor konservatif juga bisa kok mendapatkan keuntungan. Toh berinvestasi walau sedikit akan lebih baik daripada tidak sama sekali.

Jadi, jika menjadi investor konservatif adalah langkah pertamamu maka Ajaib akan mencarikan produk terbaik bagimu. Yuk, download aplikasi Ajaib dan kembangkan uangmu!

Artikel Terkait