Mengapa Hanya Produk Investasi Risiko Tinggi yang Bisa Membuat Kaya?

Generasi milenial saat ini mungkin sudah puas dengan iklan dan janji-janji surga untum meraih kekayaan dengan cara instan. Mulai dari sistem bisnis MLM atau jenis investasi bodong yang sebenarnya mencurigakan. Namun apakah benar kamu bisa kaya dengan berinvestasi? Jawabannya adalah benar apabila kamu memilih investasi risiko tinggi.

Kamu mungkin akan berhasil menyimpan uangmu dengan lebih baik jika bertahan dengan nilai investasi risiko rendah ataupun risiko menengah. Paling tidak uangmu bisa bertahan menghadapi inflasi mata uang dan tetap bernilai sebanding. Hanya saja investasi aman seperti ini tidak akan memberikan hasil yang bombastis.

Berinvestasi punya prinsip dasar yang tak bisa diganggu gugat. High Risk High Return yang artinya semakin tinggi risiko yang bersedia kamu tanggung maka semakin besar pula potensi keuntungannya. Itulah sebabnya saham menjadi ladang subur untuk mendapatkan kekayaan. Pasar saham memiliki fluktuasi yang tinggi sehingga peluangmu menjadi kaya atau bangkrut seketika akan sama besarnya.

Investasi saham terbukti menjadi jalan menuju kesuksesan finansial bagimu. Terbukti sejumlah orang kaya di dunia dan Indonesia berhasil melakukannya dan terus menumpuk hartanya hingga saat ini. Hanya saja investasi saham tidak mudah dilakukan apalagi jika kamu tidak punya sumber daya yang memadai termasuk modal dan keahliannya.

Dengan kondisi sekarang, kamu hanya diberikan 2 pilihan ketika masuk masa tua nanti: pensiun dan hidup bebas tanpa perlu mencemaskan kekurangan uang dan yang kedua adalah pensiun dan hidup selalu kekurangan uang.

Pilihan tersebut tentunya sangat penting untuk kamu rencanakan dari sekarang. Ketika ingin pensiun tanpa mencemaskan kondisi finansialmu, bukan hanya waktu yang tepat untuk berinvestasi tetapi juga jenis produk investasi yang tepat. Pensiun dengan uang yang berlimpah bukan berarti memiliki uang yang dapat bertahan hingga puluhan tahun, tetapi haruslah jenis kekayaan yang tidak akan kehabisan.

Tidak ada jalan pintas ketika berbicara tentang menabung untuk pensiun. Kebanyakan dari kita tidak akan mendapatkan bonus yang berlimpah atau kenaikan gaji yang berkali-kali lipat. Ini berarti pilihan investasi yang kita ambil akan menentukan seberapa nyaman kehidupan pensiunmu ke depan.

# Apa Pilihan Investasi Risiko Tinggi yang Kamu Miliki?

Pilihan optimal bagi yang sudah bekerja adalah reksa dana saham atau saham. Selama kamu mendapatkan pendapatan/gaji tetap, ini merupakan pilihan yang tepat. Meskipun dalam jangka pendek (hari, minggu, atau bulan) posisi investasimu rugi, ketika kamu memilih produk yang tepat, in the long run kerugian tersebut akan tertutupi dan investasimu akan membuahkan hasil.

Selain reksa dana saham ataupun saham, produk investasi risiko tinggi berikutnya yang sesuai adalah obligasi / reksa dana terproteksi. Pada reksa dana terproteksi ataupun obligasi, kamu akan mendapatkan bunga/kupon di kisaran 7%-10%, tergantung dari obligasi atau reksa dana terproteksi yang kamu pilih.

Apabila kita mengambil contoh inflasi sebesar 5%, maka dapat dikatakan uangmu akan tetap berkembang sebesar 2% hingga 5% per tahun. Tentunya nilai 7% ini sudah lebih besar dibandingkan ketika kamu menyimpan uangmu di deposito. Apabila kamu ingin tetap menikmati kekayaan maka kamu membutuhkan investasi yang selalu bertumbuh melebihi inflasi.

# Apakah Investasi Saham Cocok Untuk Pensiun?

Saham merupakan salah satu produk yang ada di pasar modal. Berdasarkan data historis dari performa IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) sejak tahun 1983, IHSG telah naik hingga 6.200% atau 62x lipat. Kebanyakan dari miliarder di Indonesia menyimpan kekayaan mereka dalam bentuk saham, tentu hal tersebut sudah harus kamu selidiki.

Tentunya ketika kita bicara mengenai saham, kita bicara mengenai jangka waktu panjang, 7 tahun atau lebih, dan disanalah kita bisa melihat hasil dari investasi kita. Dengan kinerja IHSG per tahun di sekitar 12.5%, tentu angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan investasi di obligasi maupun reksa dana terproteksi.

Alasan inilah yang dapat membuatmu kaya ketika pensiun. Investasi di saham ataupun reksa dana saham tentunya merupakan investasi yang cukup mudah untuk dilakukan dibandingkan dengan berinvestasi di properti yang membutuhkan modal besar. Tanpa adanya saham atau reksa dana saham, untuk pensiun dengan kaya itu cukup sulit. Oleh karena itu, berinvestasi di saham lebih awal akan jauh lebih baik.

Tujuan Jangka Panjang Membutuhkan Solusi Jangka Panjang

Saham ataupun reksa dana saham akan memberikan hasil apabila kita membelinya untuk jangka panjang, tidak untuk dijual dalam jangka pendek. Menabung untuk pensiun tentulah salah satu tujuan jangka panjang kita. Tidak ada produk investasi lain lagi yang cocok untuk tujuan jangka panjang ini.

Tentu akan muncul pertanyaan, apa yang terjadi ternyata saham yang kita pilih salah. Kenapa seseorang harus bertaruh kehidupan pensiunnya di produk investasi dengan resiko tinggi ini? Kenyataannya, saham dan reksa dana saham dikatakan berisiko tinggi karena volatilitasnya.

Imbal hasil yang didapatkan akan berfluktuasi tinggi dalam jangka pendek. Apabila kamu tidak ada waktu untuk melakukan analisa terhadap produk mana yang harus dibeli, maka kamu dapat mempercayakannya ke para ahli seperti manajer investasi untuk mengelola uangmu dalam bentuk reksa dana saham.

Kamu bisa melakukan investasi reksa dana saham lewat Ajaib yang menyediakan berbagai produk unggulan reksa dana. Instrumen ini merupakan suatu solusi bagimu yang ingin melakukan investasi risiko tinggi namun belum sanggup mengelolanya sendiri.

Ajaib merupakan platform jual beli produk reksa dana yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga uangmu aman dan berkembang sesuai target. Ajaib juga menyediakan para ahli investasi yang bisa memberikan saran keuangan sesuai dengan portofolio investasi maupun tujuan keuangan yang ingin didapatkan.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait