Mengapa Hanya Produk Investasi Risiko Tinggi yang Bisa Membuat Anda Kaya?

Dengan kondisi sekarang, Anda hanya diberikan 2 pilihan ketika Anda tua nanti: pensiun dan hidup bebas tanpa perlu mencemaskan kekurangan uang dan yang kedua adalah pensiun dan hidup selalu kekurangan uang.
Pilihan tersebut tentunya sangat penting untuk Anda rencanakan dari sekarang. Ketika ingin pensiun tanpa mencemaskan kondisi finansial Anda, bukan hanya waktu yang tepat untuk berinvestasi tetapi juga jenis produk investasi yang tepat. Pensiun dengan uang yang berlimpah bukan berarti memiliki uang yang dapat bertahan hingga puluhan tahun, tetapi haruslah jenis kekayaan yang tidak akan kehabisan.
Tidak ada jalan pintas ketika berbicara tentang menabung untuk pensiun. Kebanyakan dari kita tidak akan mendapatkan bonus yang berlimpah atau kenaikan gaji yang berkali-kali lipat. Ini berarti pilihan investasi yang kita ambil akan menentukan seberapa nyaman kehidupan pensiun Anda ke depan.
# Apa Pilihan yang Kamu Miliki?
Pilihan optimal bagi yang sudah bekerja adalah reksa dana saham atau saham. Selama Anda mendapatkan pendapatan/gaji tetap, ini merupakan pilihan yang tepat. Meskipun dalam jangka pendek (hari, minggu, atau bulan) posisi investasi Anda rugi, ketika Anda memilih produk yang tepat, in the long run kerugian tersebut akan tertutupi dan investasi Anda akan membuahkan hasil.
Selain reksa dana saham ataupun saham, produk investasi berikutnya yang sesuai adalah obligasi / reksa dana terproteksi. Pada reksa dana terproteksi ataupun obligasi, Anda akan mendapatkan bunga/kupon di kisaran 7%-10%, tergantung dari obligasi atau reksa dana terproteksi yang Anda pilih. Apabila kita mengambil contoh inflasi sebesar 5%, maka dapat dikatakan uang Anda akan tetap berkembang sebesar 2% hingga 5% per tahun. Tentunya nilai 7% ini sudah lebih besar dibandingkan Anda menyimpan uang Anda di deposito. Apabila Anda ingin tetap menikmati kekayaan, Anda membutuhkan investasi yang selalu bertumbuh melebihi inflasi.
# Apakah Investasi Saham Cocok Untuk Pensiun?
Saham merupakan salah satu produk yang ada di pasar modal. Berdasarkan data historis dari performa IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) sejak tahun 1983, IHSG telah naik hingga 6.200% atau 62x lipat. Kebanyakan dari miliarder di Indonesia menyimpan kekayaan mereka dalam bentuk saham, tentu hal tersebut sudah harus Anda selidiki.
Tentunya ketika kita bicara mengenai saham, kita bicara mengenai jangka waktu panjang, 7 tahun atau lebih, dan disanalah kita bisa melihat hasil dari investasi kita. Dengan kinerja IHSG per tahun di sekitar 12.5%, tentu angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan investasi di obligasi maupun reksa dana terproteksi.
Alasan inilah yang dapat membuat Anda kaya ketika pensiun. Investasi di saham ataupun reksa dana saham tentunya merupakan investasi yang cukup mudah untuk dilakukan dibandingkan dengan berinvestasi di properti yang membutuhkan modal besar. Tanpa adanya saham atau reksa dana saham, untuk pensiun dengan kaya itu cukup sulit. Oleh karena itu, berinvestasi di saham lebih awal akan jauh lebih baik.
Tujuan Jangka Panjang Membutuhkan Solusi Jangka Panjang
Saham ataupun reksa dana saham akan memberikan hasil apabila kita membelinya untuk jangka panjang, tidak untuk dijual dalam jangka pendek. Menabung untuk pensiun tentulah salah satu tujuan jangka panjang kita. Tidak ada produk investasi lain lagi yang cocok untuk tujuan jangka panjang ini.
Tentu akan muncul pertanyaan, apa yang terjadi ternyata saham yang kita pilih salah. Kenapa seseorang harus bertaruh kehidupan pensiunnya di produk investasi dengan resiko tinggi ini? Kenyataannya, saham dan reksa dana saham dikatakan berisiko tinggi karena volatilitasnya. Imbal hasil yang didapatkan akan berfluktuasi tinggi dalam jangka pendek. Apabila Anda tidak ada waktu untuk melakukan analisa terhadap produk mana yang harus Anda beli, maka Anda dapat mempercayakannya ke para ahli seperti manajer investasi untuk mengelola uang Anda dalam bentuk reksa dana saham.
Share to :
Artikel Terkait