Saham

Apa itu Investasi Saham dan Bedanya dengan Trading Saham?

Perbedaan Investasi Saham & Trading Saham

Ajaib.co.id – Kasus Jouska yang mencuat beberapa waktu belakangan ini membuat banyak orang mempertanyakan apa itu investasi saham. Rasa penasaran khususnya muncul dari kalangan yang masih awam akan instrumen ini. Selain itu bagaimana berinvestasi di pasar modal bisa memberikan keuntungan bagi pemiliknya.

Kini semakin banyak orang mencari tahu apa itu investasi saham. Minat masyarakat akan jenis instrumen ini agaknya memang semakin meningkat. Sayangnya belum banyak yang menyadari jika berinvestasi saham berbeda dengan trading saham.

Pandemi Corona yang sedang melanda dunia termasuk Indonesia memberikan sedikit dampak pada dunia investasi. Dengan pelemahan ekonomi yang terjadi nyaris serempak, orang menyadari pentingnya memiliki investasi sebagai aset. Paling tidak di masa suram perekonomian, aset bisa menjadi sumber dana tambahan ketika keran penghasilan utama macet.

Selain itu, kondisi yang mengharuskan orang untuk berdiam di rumah juga memberikan dampak tersendiri. Setiap orang dipaksa untuk memperlambat ritme kehidupannya dan punya lebih banyak waktu untuk belajar banyak hal baru termasuk pula investasi.

Meningkatnya Ketertarikan Investasi Saham Selama Pandemi

Investasi saham menjadi salah satu tema yang paling banyak dipelajari. Jika sebelumnya dianggap sulit dipahami, kini publik punya lebih banyak waktu luang untuk mengenal seluk beluknya. Termasuk pula mempelajari apa itu investasi saham, berapa keuntungan yang didapatkan dan berbagai istilahnya yang sebelumnya asing di telinga.

Hasilnya, jumlah investor saham di Indonesia juga meningkat. PT Bursa Efek Indonesia ( BEI) mencatat jumlah investor pada tahun 2019 di Pasar Modal Indonesia sebanyak 2,48 juta. Jumlah ini mengalami pertumbuhan 53 persen dibandingkan tahun 2018 sebanyak 1,6 juta investor.

Sedangkan dari data BEI pada akhir Juni 2020, total investor saham tercatat mencapai 1,10 juta investor atau naik 30 persen dibandingkan pada tahun 2018 dengan jumlah 852.000 investor. Sementara itu, sampai dengan Mei 2020, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 2,81 juta, dan investor saham mencapai angka 1,19 juta.

Kondisi ini memang mungkin sedikit terasa aneh. Pasalnya orang-orang tertarik kenal apa itu investasi saham di tengah tren pelemahan bursa akibat Corona. Banyak yang memanfaatkan turunya harga sejumlah saham untuk membuka pintu investasinya.

Akibat pandemi memang harga saham diketahui merah. Artinya, kamu bisa memiliki jumlah lembar saham lebih banyak dengan biaya yang lebih murah pula. Tentu saja yang didasar adalah saham lapis pertama yang selama ini selalu jadi jaminan keuntungan.

Perusahaan yang sahamnya populer pun terpaksa harus merasakannya karena memang perekonomian secara global sedang melemah. Hal inilah yang dimanfaatkan para investor saham untuk memilih saham dengan lebih leluasa. Selisih harga yang tercipta dibandingkan kondisi normal bisa dipakai untuk membeli saham dalam jumlah lebih banyak.

Namun ada baiknya langkah berinvestasi saham di masa pandemi ini harus berbekal pemahaman yang matang. Jangan sampai gegabah ikut tren berinvestasi namun malah merugi. Termasuk pula memilih untuk investasi saham atau trading saham.

Beda Investasi Saham & Trading Saham

Seringkali masih ada orang yang menganggap bahwa investasi saham itu trading dan trading saham itu investasi. Memang tidak sepenuhnya salah, namun baik investasi saham maupun trading itu berbeda. Keduanya memiliki perbedaan pada jangka waktu. Kalau investasi saham fokusnya jangka panjang, maka trading transaksinya dilakukan dalam jangka pendek.

Baik investasi saham dan trading juga memiliki perbedaan dari strategi, tindakan, dan prinsipnya. Perbedaan ini juga kemudian memberikan dampak yang berbeda untuk eksekusinya tindakannya. Seorang pemegang saham akan memiliki respon yang berbeda pada kenaikan saham dibandingkan trader. Masih banyak lain perbedaanya antara kedua pelaku pasar ini yang mendefinisikan apa itu investasi saham sendiri.

Apa itu Investasi Saham & Trading Saham?

Investasi saham merupakan salah satu kegiatan penanaman modal berupa pembelian saham atau surat berharga perusahaan. Di mana, dengan membeli saham perusahaan, kamu bisa menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut.

Sedangkan trading saham memiliki tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan investasi saham. Di mana, orang yang bermain trading saham harus dilakukan oleh trader yang telah mengetahui seluk beluk dunia saham.

1. Investor Vs Trader

Investasi saham bisa diartikan tindakan membeli sejumlah aset perusahaan dan disimpan, lalu dijual kembali saat harganya sedang naik. Di sini investor tidak terlalu memerhatikan pergerakan naik turunnya harga saham dan berharap nantinya harga akan naik kembali. Untuk investor pemula, cara ini paling aman untuk berinvestasi.

Sedangkan, trading saham dilakukan oleh trader dengan memanfaatkan perubahan harga saham untuk memperoleh keuntungan. Jangka waktu proses menjual saham atau membeli yang dilakukannya pun singkat. Seorang trader akan mencari harga saham terendah untuk dibeli dan menjual kembali saat harga tinggi. Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan dari capital gain alias selisih harga saham.

Aktivitas trader bisa dilakukan di pasar saham maupun obligasi. Frekuensi transaksinya pun lebih banyak daripada investor dalam rentang waktu yang pendek. Namun butuh kejelian untuk memutuskan waktu dan pilihan saham yang akan ditransaksikan.

2. Strategi Investasi Vs Trading

Karena fokusnya untuk jangka waktu yang lama, beberapa faktor yang bisa memengaruhi harga saham harus diperhatikan. Umumnya, investor membeli saham emiten yang kondisinya sehat dan kinerjanya baik, serta fundamental yang kuat. Investor akan mendapatkan keuntungan dari hasil pembagian deviden perusahaan secara berkala.

Sedangkan, menjadi seorang trader, kamu harus mampu melihat sentimen dan situasi pasar daripada kinerja emiten perusahaan di pasar saham. Apabila pasar saham sedang turun karena kondisi politik ekonomi global, seorang trader tidak akan membeli atau masuk pasar saham tersebut sebelum situasinya normal.

Strategi para trader ini sudah terarah dan jelas, sebab mereka tidak menahan posisi perdagangan untuk waktu lama. Stop loss, target profit, dan risk-reward ratio adalah beberapa strategi ekonomi untuk trader.

3. Prinsip Investasi Vs Trading

Buy and hold, prinsip dasar dari investor untuk menyimpan investasinya dalam waktu yang lama. Saham akan dijual ketika dirasa sudah cukup memenuhi atau sebelum kondisinya memburuk. Biasanya saham yang dibeli untuk investasi memiliki likuiditas rendah dan menggunakan analisis fundamental.

Sedanggkan prinsip yang selalu dipegang trader yaitu buy or sell. Fluktuasi harga merupakan faktor yang selalu dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan. Analisis teknikal lebih sering dilakukan trader untuk melihat pergerakan harga saham. Jika ada potensi kenaikan harga dalam waktu singkat, trader akan langsung membeli saham tersebut.

4. Risiko Investasi Vs Trading

Risiko yang dihadapi dalam investasi saham cukup besar, antara lain risiko partial dan counter party. Risiko partial bisa terjadi jika aset yang kamu miliki hanya terjual beberapa saja dari total keseluruhan. Begitupun sebaliknya. Sedangkan risiko counter party terjadi karena ada pihak lain yang membeli aset kamu saat kamu menjualnya.

Sedangkan, trading saham juga punya risiko cukup besar, yaitu capital loss. Risiko ini timbul ketika harga jualnya lebih rendah dibandingkan dengan harga belinya, serta risiko perusahaan yang bangkrut. Oleh karena itu, tidak semua orang bisa bermain trading saham.

5. Analogi Investasi Saham pada Tanah

Seorang investor yang ingin melakukan investasi properti, baik tanah maupun rumah, pasti akan memilih properti yang berkualitas dari sisi ekonomi dengan memperhatikan penjual tanah, sertifikat, lokasi, jarak, hingga lingkungan sekitar.

Setelahnya, investor tersebut pasti akan membeli tanah tersebut dan menyimpannya hingga saat dia pensiun. Selama masa penyimpanannya, tidak jarang seorang investor akan memanfaatkan lahan tersebut dengan cara menyewakannya dan mendapatkan pendapatan pasif berupa ongkos sewa.

Sedangkan, seorang trader akan membeli tanah ketika mereka mengetahui bahwa akan banyak pembeli tanah dan harga tanah akan segera naik. Kemudian, seorang trader membeli tanah tanpa memperhatikan kualitas tanah yang penting mereka memiliki tanah untuk dijual.

Seorang trader akan menjualnya kembali ketika ada pembeli yang berani menawarkan harga yang sesuai dengan ekspektasi mereka. Trader juga akan terus melakukan transaksi jual beli tersebut hingga tidak ada lagi peminat tanah.

Jenis-Jenis Saham

Per September 2020, terdapat sebanyak 711 emiten (perusahaan) di Indonesia. Di, mana jenis-jenis saham ini bisa diklasifikasikan berdasarkan beberapa hal seperti:

1. Saham Berdasarkan Klasifikasi Sektor Usaha

a. Agriculture

Usaha di bidang tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, dan jasa-jasa yang secara langsung terkait dengan bidang tersebut.

b. Mining

Usaha di bidang pertambangan dan penggalian, seperti pertambangan batu bara, minyak dan gas bumi, biji logam, penggalian batu-batuan, tanah liat, pasir, penambangan dan penggalian garam, pertambangan mineral, bahan kimia, dan bahan pupuk, serta penambangan gips, aspal dan gamping, seperti:

c. Basic industry & chemicals

Industri dasar mencakup usaha pengubahan material dasar menjadi barang setengah jadi; atau barang jadi yang masih akan diproses di sektor perekonomian selanjutnya. Industri ini mencakup usaha pengolahan bahan-bahan terkait kimia dasar yang akan digunakan pada proses produksi selanjutnya dan industri farmasi.

d. Miscellaneous industry

Usaha pembuatan mesin-mesin berat maupun ringan; termasuk komponen penunjangnya.

e. Consumer goods industry

Usaha pengolahan yang mengubah bahan dasar/setengah jadi menjadi barang jadi yang umumnya dapat dikonsumsi pribadi/rumah tangga.

f. Property, real estate, and building construction

Konstruksi meliputi usaha pembuatan, perbaikan, pembongkaran rumah dan berbagai jenis gedung. Real estate mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian berbagai macam bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal.

g. Infrastructure, utility, and transportation

Usaha yang meliputi penyediaan energi, sarana transportasi dan telekomunikasi, serta bangunan infrasruktur dan jasa-jasa penunjangnya. Bangunan infrastruktur meliputi bangunan non gedung dan rumah.

h. Finance

Usaha si sektor keuangan yang meliputi perantara keuangan, lembaga pembiayaan, asuransi, perusahaan efek, dan perusahaan investasi.

i. Trade, service, and investment

Usaha perdagangan partai besar dan kecil/eceran, serta usaha terkait sektor jasa seperti hotel, restoran, komputer dan perangkatnya, periklanan dan media serta industri percetakan.

2. Saham Berdasarkan Kinerja Perdagangan

  • Blue chip stocks: saham biasa dengan reputasi tinggi sebagai pemimpin dalam industri.
  • Income stocks: saham emiten dan dikenal memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen sebelumnya.
  • Growth stocks: kumpulan saham terkenal dan kurang terkenal.
  • Speculative stocks: saham yang secara konsisten mendapat penghasilan dan kemungkinan berpenghasilan tinggi di masa mendatang.
  • Cyclical stocks: saham yang tidak terpengaruh oleh berbagai kondisi ekonomi makro.
  • Emerging growth stocks: saham yang diterbitkan perusahaan tercatat relatif kecil dan stabil bahkan pada situasi ekonomi tidak menguntungkan.
  • Defensive stocks: saham yang tetap bisa stabil dalam satu periode atau kondisi yang tidak pasti.

3. Saham Biasa & Saham Preferen

a. Saham biasa

Surat berharga yang menyatakan kepemilikan seseorang atas sebuah perusahaan. Pemegang saham biasa tidak memiliki hak-hak istimewa untuk menentukan kebijakan seperti pada saham preferen. 

Namun, pemegang saham ini bisa mendapatkan hak bersuara dan voting dalam rapat umum pemegang saham. Hanya saja menyoal pembagian dividen, pemegang saham ini tidak menjadi prioritas perusahaan. Investor saham ini juga akan selalu berada di urutan terakhir setelah pemegang saham preferen.

b. Saham preferen

Pemegang saham ini memiliki prioritas lebih tinggi dalam hal pembagian dividen. Mereka akan didahulukan atas pembagian dividen dan jumlahnya akan lebih besar dibandingkan investor saham biasa.

Selain itu, jika perusahaan dilikuidasi, mereka akan mendapatkan uang terlebih dahulu atas investasi yang dilakukan, sebelum mengembalikan modal pada pemilik saham biasa.

Mana yang Lebih Baik, Investasi atau Trading Saham?

Biasanya orang akan bertanya, mana yang lebih menguntungkan investasi saham atau trading saham? Pertanyaan ini akan lebih mudah dijawab ketika pertanyaannya adalah investasi mana yang lebih sesuai buat saya, investasi saham atau trading saham?

Nah jawabannya akan kembali lagi kepada tujuan kamu. Apakah tujuanmu berorientasi pada hasil jangka panjang? Jika iya, investasi saham menjadi piliha terbail. Cobalah pelajari teknik untuk analisis fundamental. Namun, jika orientasi kamu adalah jangka pendek, kamu bisa memilih trading saham dan cobalah pelajari analisis teknikal (technical analysis).

Keduanya, baik investasi saham maupun trading saham memiliki potensi keuntungan dan kerugian. Jadi alangkah baiknya kamu harus mempelajari kedua hal tersebut sebelum bermain saham dan membuka rekening saham maupun trading saham.

Reksa Dana, Alternatif Investasi & Trading dengan Risiko Rendah

Nah, bagi kamu yang masih belum memahami dunia saham dengan baik dan ingin memulai investasi, kamu bisa memanfaatkan intrumen investasi lain, salah satunya reksa dana. Reksa dana merupakan salah satu jenis investasi dan wadah mengumpulkan uang dari masyarakat, kemudian diinvestasikan dan dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi ke dalam berbagai instrumen investasi, mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, obligasi, hingga saham.

Untuk pembelian reksa dana saham, biasanya manajer investasi membeli saham-saham yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia. Di mana, hasil keuntungan yang diperoleh adalah hasil dari kenaikan harga saham yang dibeli di bursa saham. Lalu apa keuntungan membeli reksa dana saham untuk pemulai? Di bawah ini adalah beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan:

a. Mendapatkan return hingga 15% tahun, dan bahkan ada bebeerpa perusahaan yang bisa memberikan return mencapai 20% setahun.

b. Diversifikasi investasi karena portfolio akan disebar ke berbagai saham, sehingga risiko bisa dikelola dengan lebih baik.

c. Kamu bisa melakukan jual beli saham dengan mudah, bukan hanya pembelian yang mudah, pencairan pun bisa dilakukan dengan mudah, bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja tanpa perlu datang ke kantor dan dana akan masuk paling lambat 3 sampai 4 hari kerja.

d. Dikelola oleh Manajer Investasi profesional dengan pengalaman puluhan tahun dalam mengelola portfolio saham.

Bagi kamu yang ingin memulai investasi di salah satu perusahaan sekuritas, kamu bisa mulai dengan membuka akun di Ajaib. Ajaib merupakan salah satu platform reksa dana yang telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dapat membantu kamu memulai investasi dan untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

Investasi Saham Lewat Aplikasi Ajaib

Ajaib sebagai aplikasi investasi kesayanganmu memahami pentingnya meningkatkan investasi kita untuk masa depan yang lebih baik. Kamu yang ingin terjun ke pasar saham dengan cara aman dan nyaman kini bisa membeli saham lewat Ajaib.

Apalagi di usia yang relatif masih muda maka risiko yang kamu tanggung juga lebih sedikit. Kamu bisa mengalokasikan dana lebih banyak sebelum terpaksa harus membiayai banyak kebutuhan lainnya. Sudah jadi hal awam jika semakin bertambah usia maka semakin banyak pengeluaran yang harus kita tanggung.

Karena itu, di usia produktif ini bisa jadi momen yang tepat bagimu untuk mulai berinvestasi. Termasuk dengan investasi saham yang terkenal akan risikonya yang tinggi. Kamu juga bisa memanfaatkan jangka waktu yang masih panjang untuk semakin merasakan keuntungannya karena saham memang adalah tipe long term investment.

Lewat aplikasi Ajaib, tersedia berbagai fitur yang memudahkan langkahmu sebagai pemula memahami apa itu investasi saham dan mengeksekusinya langsung. Dalam fitur notifikasi Ajaib Alert, akan membantu pengguna menjadi yang pertama tahu kapan saat terbaik untuk buy maupun cut loss saham pilihanmu. 

Untuk fitur Competitive Ranking, akan memungkinkan pengguna untuk mengetahui kekuatan fundamental perusahaan, dibandingkan dengan kompetitornya. Tujuannya untuk mengedukasi pengguna agar lebih kenal dengan saham yang dipilihnya.

Ajaib juga akan aktif mencari dan merangkumkan saham yang jadi sorotan oleh media ternama melalui fitur News Highlight. Melalui fitur ini, pengguna bisa mengetahui sentimen pasar, dan peristiwa-peristiwa yang mempengaruhi harga saham sebelum akhirnya melakukan keputusan investasi.

Adapun, saham indeks seperti LQ45, KOMPAS100, IDX30, dan lainnya tetap bisa menjadi pilihan bai pemula. Pasalnya, emiten tersebut sudah teruji performanya selama bertahun-tahun. Ajaib juga menyediakan menu Belajar di aplikasinya untuk kamu lebih mendalami apa itu investasi saham dan mengasah kemampuanmu sebagai investor.

Hanya dengan mendaftar di Ajaib, kamu akan diberikan rekomendasi terkait saham atau reksa dana apa saja yang cocok dan sesuai dengan tujuan. Kamu hanya perlu mengecek kinerja perusahaan dengan benar-benar untuk mempermudah kamu dalam memilih perusahaan atau manajer investasi terbaik. Yuk mulai buka rekening reksa dana sekarang!

Artikel Terkait