Saham

IHSG adalah Index Saham Populer di Indonesia, Ada yang Lain?

indeks harga saham populer

Ajaib.co.id – IHSG adalah salah satu indeks harga saham populer di Indonesia. Meskipun sempat mengalami penurunan pada tanggal 26 Agustus 2019, indeks saham yang satu ini masih menjadi tujuan utama dari para investor lama ataupun baru.

Memahami indeks saham seperti IHSG sangat penting, selain tentunya mempelajari bagaimana investasi saham bekerja, risiko dari tiap lembar saham yang kamu beli atau jual, serta analisis yang bisa kamu lakukan ketika berinvestasi saham.

Nah, artikel ini akan fokus kepada hal yang pertama, yaitu indeks harga saham populer yang bisa kamu gunakan untuk keperluan investasi saham, selain tentunya saham IHSG yang sudah sangat populer.

Apa itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)?

IHSG adalah singkatan dari indeks harga saham gabungan. IHSG merupakan alat untuk mengukur sentimen pasar atau kepercayaan investor. Di mana, perubahan nilai yang tercermin dalam satu indeks dapat dijadikan indikator yang merefleksikan opini kolektif dari seluruh pelaku pasar.

IHSG juga dikenal sebagai Indonesia Composite Index (ICI), dan kini lebih sering disebut dengan IDX Composite. IHSG sendiri diperkenalkan pertama kali pada tanggal 1 April 1983 sebagai indikator pergerakan harga saham di BEI yang saat itu masih bernama Bursa Efek Jakarta (BEJ). Dalam klasifikasi indeks-indeks yang ada di BEI, IHSG tergolong sebagai indeks headline pada sub klasifikasi komposit (composite).

Indeks saham yang satu ini merupakan indeks saham paling populer di Indonesia. Perhitungan pada indeks ini menyertakan perusahaan yang tergabung di dalamnya.

Investor di Indonesia biasanya akan menggunakan IHSG sebagai parameter untuk membaca perkembangan harga dan menjadikan acuan pada portofolio sebelum melakukan transaksi saham. Di mana, IHSG ini mengumpulkan seluruh harga saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sehingga, investor akan membaca dan memonitor pergerakan harga saham di pasar melalui IHSG sebagai acuan. Biasanya parameter IHSG akan dijadikan sebagai media untuk tren di bursa saham.

Dalam IHSG sendiri, kamu bisa melihat kinerja portofolio suatu emiten saham. Di mana, ketika harga saham di IHSG bergerak lebih tinggi dari kenaikan harga saham portofolio, maka investor bisa mengambil kesimpulan bahwa portofolio tersebut sedang memburuk. Sedangkan, ketika IHSG bergerak rendah dari kenaikan harga saham, maka portfolio perusahaan tersebut sedang meningkat.

IHSG juga memiliki beberapa manfaat seperti:

  • Mengukur sentimen pasar
  • Dijadikan produk investasi pasif seperti Reksa Dana Indeks dan ETF Indeks serta produk turunan
  • Benchmark bagi portofolio aktif
  • Proksi dalam mengukur dan membuat model pengembalian investasi (return), risiko sistematis, dan kinerja yang disesuaikan dengan risiko
  • IHSG adalah sebagai proksi untuk kelas aset pada alokasi aset.

Fungsi IHSG dalam Saham

1. Penanda Pergerakan Pasar

IHSG digunakan sebagain penanda pada pergerakan pasar. Artinya, IHSG adalah suatu indeks pergerakan saham yang sudah tercatat pada BEI. Jika disimpulkan, IHSG adalah cerminan dari seluruh kondisi saham di pasar modal.

Di mana, IHSG juga bisa dijadikan sebagai suatu patokan yang bisa dipercaya untuk bisa melihat kondisi bursa saham pada hari tersebut. Jika tren IHSG meningkat, maka artinya setiap harga saham di lantai bursa juga sedang mengalami peningkatan. Sebaliknya, jika IHSG melemah, maka artinya seluruh harga saham secara rata-rata juga sedang mengalami penurunan. Namun, nilai tersebut hanya nilai rata-rata saja. Ada kemungkinan bahwa ada saham yang berkebalikan dengan kondisi saham di IHSG.

2. Tolak Ukur Kinerja Portofolio

Ketika kamu sudah mulai melakukan investasi saham atau reksa dana, maka kamu akan memiliki portofolio yang bisa selalu dimonitor. Portofolio adalah himpunan aset investasi yang sudah kamu miliki.

Dengan adanya IHSG, kamu bisa menilai seberapa baik portofolio yang dimiliki. Contoh sederhananya, jika kamu sudah melakukan investasi selama 10 tahun, lalu ternyata IHSG mengalami peningkatan sebanyak 198% dalam kurun waktu 10 tahun, dan kinerja portofolio kamu masih di bawah angka tersebut, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan kamu wajib mengganti strategi investasi yang tepat.

3. Mengukur Tingkat Keuntungan

IHSG juga berfungsi untuk mengukur tingkat keuntungan rata-rata investasi. Sederhananya, pada tahun 2008, IHSG berada pada level 1400. Lima tahun selanjutnya, IHSG terus meningkat pada level 4400.

Dari hal tersebut, maka bisa diperhatikan adanya pertumbuhan suatu indeks dalam kurun lima tahun adalah 3000 atau 214%. Secara tahunan, maka bisa disimpulkan juga adanya perkembangan indeks sebesar 42,8%.

4. Melihat Perkembangan Ekonomi

IHSG juga berfungsi untuk memperhatikan perkembangan ekonomi negara. Walaupun ada banyak sekali faktor yang bisa dilihat untuk mengukur perkembangan ekonomi negara, namun IHSG memiliki peran besar dalam menunjukkan perkembangan ekonomi di Indonesia.

Metode Perhitungan IHSG

IHSG mencakup pergerakan harga seluruh saham biasa dan saham preferen yang tercatat di BEI. Di mana, hari dasar perhitungan IHSG adalah tanggal 10 Agustus 1982. Pada tanggal tersebut, Indeks ditetapkan dengan nilai dasar 100 dan saham tercatat pada saat itu berjumlah 13 saham.

Sejak saat itu, IHSG mencatat seluruh saham tanpa terkecuali yang listing pada papan utama dan papan pengembangan BEI. Di mana, saham tersebut akan masuk dalam indeks Komposit BEI sejak tanggal pencatatan.

Sedangkan saham yang delisting dari papan utama atau papan pengembangan BEI akan dikeluarkan dari Komposit BEI sejak tanggal efektif delisting. Di mana, informasi pasar yang penting dari suatu saham dapat mempengaruhi indeks secara signifikan dan BEI bisa mempertimbangkan untuk mengeluarkan sebagian atau seluruh saham suatu emiten tertentu dari BEI.

Dasar perhitungan IHSG adalah jumlah nilai pasar dari total saham yang tercatat pada tanggal 10 Agustus 1982.

Jumlah nilai pasar IHSG adalah total perkalian setiap saham tercatat, kecuali untuk perusahaan yang berada dalam program restrukturisasi dengan harga di bursa pada hari tersebut.

Perhitungan Indeks merepresentasikan pergerakan harga saham di pasar yang terjadi melalui sistem perdagangan lelang. Sedangkan, nilai dasar akan disesuaikan secara cepat bila terjadi perubahan modal emiten atau terdapat faktor lain yang tidak terkait dengan harga saham.

Penyesuaian akan dilakukan ketika ada tambahan emiten baru, HMETD (right issue), partial/company listing, waran dan obligasi konversi, juga delisting.

Jika terjadi stock split, dividen saham atau saham bonus, nilai dasar tidak disesuaikan karena Nilai Pasar tidak terpengaruh. Di mana, harga saham yang digunakan dalam menghitung IHSG adalah harga saham di pasar reguler berdasarkan harga yang terjadi berdasarkan sistem lelang. Perhitungan IHSG dilakukan setiap hari, yaitu setelah penutupan perdagangan setiap harinya.

Daftar Indeks Saham Lain yang Digunakan di Indonesia

1. Indeks Sektoral

Indeks saham kedua selain IHSG adalah indeks sektoral. Indeks sektoral ini, seperti namanya, terdiri dari beberapa sektor, ada sektor pertanian, pertambangan, industri dasar, barang konsumsi, properti, aneka industri, infrastruktur, keuangan, perdagangan dan jasa, serta manufaktur.

Jika kamu ingin berinvestasi di sektor pertanian, maka kamu harus menggunakan seluruh data perusahaan yang telah tercatat hanya dalam sektor pertanian saja. Hal yang sama berlaku pada sektor lainnya.

2. Indeks LQ45

Di antara indeks saham yang ada di Indonesia, indeks saham LQ45 adalah yang paling populer. Saham yang ada di indeks LQ45 memiliki likuiditas atau pencarian yang baik, serta kapitalisasi pasar atau keuntungan yang relatif besar. Seperti namanya, indeks LQ45 terdiri dari 45 perusahaan besar yang akan rutin diulas dan diganti setiap periode 6 bulan sekali.

Jenis indeks saham ini sebagai satu-satunya alternatif IHSG, yang dibuat untuk melengkapi IHSG. Index saham gabungan ini bisa digunakan sebagai media objektif dan tepercaya oleh para manajer investasi, analis keuangan, dan investor, dalam memonitor pergerakan harga saham di bursa saham.

Untuk masuk ke dalam daftar saham LQ45, ada beberapa sayarat yang harus dilengkapi emiten saham seperti:

a. Punya kapitalisasi pasar yang termasuk dalam 60 saham dengan kapitalisasi pasar tertinggi di BEI dalam waktu minimal 1 tahun.

b. Masuk dalam daftar 60 saham paling likuid di BEI.

c. Emiten harus memiliki kinerja serta prospek bagus ke depannya

Sehingga dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang terdaftar di basket LQ45 adalah perusahaan yang sudah masuk listing (IPO/Initial Public Offering) atau menawarkan sahamnya ke publik minimal 3 bulan terakhir.

3. Jakarta Islamic Index (JII)

Indeks harga saham populer ini erat kaitannya dengan investasi syariah. Pada indeks yang satu ini, ada 30 saham yang semuanya masuk ke dalam kategori investasi syariah.

4. Indeks Kompas 100

Selain indeks saham IHSG dan lainnya, ada juga indeks saham Kompas100, yang serupa dengan indeks LQ45, yaitu diulas dan rutin diperbaharui stiap 6 bulan. Namun, di indeks ini, ada 100 perusahaan tercatat.

Selain saham IHSG dan beberapa indeks yang telah disebutkan di atas, masih banyak indeks saham yang tersedia di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah indeks Bisnis 27, indeks Pefindo25, indeks Papan Utama, indeks Papan Pengembangan hingga indeks Individual.

Mempelajari indeks saham secara khusus maupun investasi saham secara umum memang bukan pekerjaan yang mudah, mengingat banyak informasi yang bisa menyesatkan. Agar investasi saham kamu ataupun investasi lainnya lancar, jangan ragu untuk membaca blog milik Ajaib. Informasi yang tertera bisa melancarkan investasi kamu.

Artikel Terkait