Investor Pemula, Saham

Cara Menganalisis dan Memprediksi Pergerakan IHSG

Sumber: Canva

Ajaib.co.id – Banyak orang sudah pernah mendengar tentang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), baik yang berstatus sebagai investor saham ataupun bukan. IHSG umumnya dikenal sebagai indeks pasar saham yang digunakan sebagai indikator pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (IDX). Tapi, tahukah kamu bagaimana cara menganalisis dan memprediksi pergerakan IHSG tersebut?

Artikel ini akan mengulasnya sebagai bekalmu untuk menyelami dunia investasi lebih dalam. Sebelum itu, kamu perlu tahu komponen apa saja yang membentuknya.

Memahami Komponen IHSG

Menurut IDX, IHSG adalah indeks yang mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di Papan Utama dan Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia. IHSG dihitung dengan metode Market Capitalization Weighted Average berbasis pada tanggal dasar 01-04-1983 dan nilai dasar 100.

Rumus perhitungan IHSG cukup sederhana. Kapitalisasi pasar untuk hampir semua saham yang melantai di bursa IDX akan dijumlahkan, kemudian dibagi dengan nilai dasar dan dikalikan dengan 100.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan sebagai konsekuensi dari metode perhitungan IHSG:

  1. IHSG memperhitungkan kapitalisasi pasar, sehingga fluktuasinya akan sangat dipengaruhi oleh saham-saham berkapitalisasi besar (big cap). Menurut Fact Sheet IHSG per Desember 2019, 10 saham paling berkapitalisasi terbesar mencakup BBCA, BBRI, TLKM, BMRI, UNVR, ASII, HMSP, TPIA, BBNI, dan BRPT. Deretan saham yang paling berpengaruh terhadap IHSG ini pun akan berubah-ubah dari waktu ke waktu, sesuai dengan perubahan kapitalisasi pasar per emiten.
  2. Semua saham yang melantai di bursa IDX dapat diperhitungkan dalam IHSG, tetapi pihak IDX dapat membuat pengecualian untuk tidak memasukkan saham-saham tertentu dalam IHSG.
  3. Angka IHSG menggambarkan kecenderungan pergerakan bursa yang sudah terjadi. Artinya, reli bullish IHSG kemarin belum tentu mengisyaratkan kenaikan lagi hari ini. Demikian pula penurunan IHSG hari ini belum tentu menandakan penurunan lagi besok. Angka IHSG bersifat historis, bukan indikatif. Namun, kita dapat memanfaatkan prediksi IHSG untuk memproyeksikan kecenderung sentimen bursa ke depan akan naik atau turun.

Jadi, perlukah pemain pasar saham mengetahui cara menganalisis dan memprediksi pergerakan IHSG? Hal ini sebenarnya relatif. Apabila kamu ingin berinvestasi pada saham-saham big cap atau saham-saham LQ45, prediksi IHSG dapat memberikan wawasan bagimu tentang kapan waktu yang tepat untuk mulai beli/jual. Tapi kalau kamu lebih suka trading saham gorengan, maka boleh saja mengabaikannya.

Cara Menganalisis dan Memprediksi Pergerakan IHSG

Kita dapat menganalisis IHSG dengan memanfaatkan perangkat teknikal yang sama dengan analisis saham pada umumnya. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Bukalah grafik IHSG via platform analisis teknikal seperti ChartNexus, Stockchart, TradingView, atau lainnya. Kamu juga dapat menganalisis IHSG pada platform trading saham dari sekuritasmu, jika tersedia.
  2. Atur grafik IHSG dalam bentuk candlestick.
  3. Atur rentang waktu analisis sesuai strategi trading dan investasi kamu. Umpama kamu suka day-trading, maka pantaulah grafik IHSG pada rentang harian (daily). Kalau kamu punya strategi swing-trading, pantau juga grafik pada rentang mingguan (weekly). Untuk rentang waktu lebih panjang, periksa grafik bulanan (monthly).

Setelah perangkat analisis siap, kamu perlu memerhatikan beberapa hal berikut ini untuk menyusun prediksi IHSG:

Level Psikologis Penting IHSG

IHSG memiliki sejumlah level psikologis penting yang menandai momentum pergerakan bullish ataupun bearish. Angka psikologis biasanya berupa angka bulat seperti 4500, 5000, dan 5500. Sebagai gambaran, perhatikan perilaku IHSG pada rentang waktu bulanan di bawah ini.

IHSG sulit naik menembus level-level ini dengan sekali terjang dalam kondisi normal, sehingga sering terkoreksi turun dulu sebelum mencapainya. Tapi jika candle IHSG sudah ditutup di atas level psikologis tersebut, maka momentum bullish IHSG akan melejit hingga naik terus sampai dengan mendekati level psikologis berikutnya. Jika ingin membeli saham untuk berinvestasi, tunggulah hingga ada candle IHSG ditutup di atas level psikologis tertentu.

Sebaliknya, IHSG dalam kondisi normal juga akan sulit merosot terus hingga menembus level-level psikologis tersebut. Jadi jika grafik menurun hingga mendekati level-level tersebut, maka besar kemungkinan akan berbalik naik. Tapi kalau grafik sudah ditutup di bawah level, maka momentum bearish kemungkinan akan menguat dan mendorong IHSG jatuh lebih jauh. Sebaiknya siapkan modal tambahan untuk memborong saham-saham blue chip yang sedang terdiskon atau melakukan average down setelah reli bearish IHSG berhenti.

  • Rekor Tertinggi Historis IHSG

Hingga saat ini, all-time high atau rekor tertinggi IHSG sepanjang masa tercatat di atas level 6600 pada bulan Februari 2018. Mengingat wawasan tentang level psikologis sebelumnya, kamu mungkin bertanya-tanya, kenapa IHSG tidak reli terus sampai 7000? Hal ini karena karakter IHSG cenderung melemah setelah mencetak rekor tertinggi historis.

Setiap kali IHSG berhasil mencapai rekor tertinggi baru, pergerakannya akan cenderung berbalik turun atau setidaknya sideways (bergerak menyamping) selama beberapa waktu. Jadi, jika kamu membaca berita “IHSG mencapai all-time high“, itu justru bukan waktu yang tepat untuk memborong saham.

  • Indikator Teknikal

Kamu juga dapat memanfaatkan indikator teknikal seperti Moving Average (MA) atau MACD sebagai alternatif cara menganalisis IHSG. Posisi relatif IHSG dibanding indikator akan menyampaikan pesan apakah pasar cenderung bullish atau bearish. Tapi sebaiknya kamu mempelajari terlebih dahulu cara menggunakan indikator teknikal terkait sebelum menerapkannya untuk membuat prediksi IHSG.

  • Kesimpulan

Fungsi utama IHSG adalah sebagai tolok ukur kinerja bursa. Apabila kinerja portofolio kamu lebih baik daripada IHSG, maka strategimu boleh dikatakan sukses. Sedangkan kalau pertumbuhan portofoliomu lebih rendah daripada IHSG, maka kemungkinan kamu perlu mengevaluasi ulang strategimu. 

Di sisi lain, prediksi IHSG dapat dimanfaatkan untuk memproyeksikan kecenderungan sentimen bursa dan pergerakan saham-saham besar. Teknis analisis dapat dilakukan sebagaimana layaknya analisis teknikal pada saham-saham biasa, menggunakan grafik candlestick dan indikator teknikal yang sudah kamu kuasai.

Artikel Terkait