Saham

IDX IHSG: Wajib Kamu Tahu Sebagai Investor Saham

idx ihsg

Ajaib.co.id – Bila kamu terjun ke dunia saham, baik sebagai investor maupun trader jangka pendek, kamu akan sangat akrab dengan istilah IDX IHSG. IHSG adalah kependekan dari Indeks Harga Saham Gabungan, yakni salah satu indeks pasar saham yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX).

IDX IHSG diperkenalkan pertama kali pada 1 April 1983 sebagai indikator pergerakan harga saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) saat itu. IDX IHSG mencakup pergerakan harga seluruh saham, baik saham biasa maupun saham preferen, yang tercatat di BEI.

IDX-IC Mulai Berlaku di Januari 2021

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan IDX Industrial Classification atau IDX-IC sejak Januari lalu untuk menggantikan Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA). Selama masa transisi, dua klasifikasi itu masih akan digunakan hingga akhir April 2021.

Kepala Riset Samuel Sekuritas Suria Dharma mengungkapkan, klasifikasi IDX-IC akan mengubah banyak klasifikasi karena semakin banyak sektor tersedia.

Seberapa berpengaruh pergerakan IDX IHSG bagi investor dan trader? Pentingkah mengikuti perkembangan terbaru IHSG hari ini?

Mengenal IHSG

Sebagai indikator pergerakan saham, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berguna untuk menganalisis kondisi pasar terkini. Bursa-bursa efek di seluruh dunia pun memiliki indeks-indeks saham semacam ini, misalnya berikut ini yang paling populer:

  • S&P500, Dow Jones Industrial Average, Nasdaq Composite (Amerika Serikat)
  • Euro Stoxx 50 (Eropa)
  • Hang Seng (Hong Kong)
  • FTSE 100 (Inggris)
  • Nikkei 225 (Jepang)
  • DAX 30 (Jerman)
  • KOSPI (Korea Selatan)
  • CAC 40 (Prancis)

Kembali ke fungsi IHSG sebagai alat analisis kondisi pasar terkini, secara umum ada tiga manfaat IHSG bagi investor. Manfaat-manfaat tersebut adalah penanda arah pergerakan pasar, pengukur tingkat keuntungan, dan sebagai tolok ukur kinerja portofolio.

Sebagai penanda arah pergerakan pasar, IHSG sebagai indeks sektoral menjadi cara termudah untuk melihat kondisi bursa, apakah sedang menguat atau melemah. Sedangkan, IHSG sebagai pengukur tingkat keuntungan dapat kita lihat dari kenaikan IHSG dari waktu ke waktu.

Sebagai gambaran, bila melihat dari tahun 2008-2013, IHSG naik dari 1.400 ke 4.400 atau naik sebesar 214 persen. Angka tersebut adalah rata-rata keuntungan yang didapatkan dari keseluruhan kenaikan harga saham. Namun tentunya tidak semua saham mengalami kenaikan sebesar itu.

IHSG juga menjadi salah satu tolok ukur mudah terhadap portofolio investasi saham atau reksa dana. Jika kinerja reksa dana atau portofolio sahammu lebih rendah daripada IHSG, saatnya kamu melakukan evaluasi ulang atas portofolio investasi.

Mengetahui Kondisi IHSG Terkini

Untuk mengetahui perkembangan IHSG terbaru, banyak sumber yang bisa kamu jadikan acuan. Cara termudah bahkan cukup dengan mengetikkan IHSG hari ini di mesin pencari Google dan Google akan menyediakan datanya untukmu.

Kamu bisa melihat angka IHSG hari ini, termasuk juga perkembangan kenaikan dan penurunannya dalam rentang sepekan, hingga lima tahun ke belakang bahkan lebih.

Kamu juga bisa melihat ulasan-ulasan terbaru mengenai IHSG di media-media yang khusus membahas bisnis. Media-media nasional pun punya informasi serupa di kanal bisnis atau keuangan.

Saling Berdampak dengan Kondisi Perekonomian

Di tengah pandemi virus COVID-19 yang mengganas, IHSG pun turut terkena dampak. Harganya menjadi sangat labil, bahkan sempat terus merosot mencapai 5 persen hingga BEI harus membekukan sementara aktivitas perdagangan di pasar modal.

Ya, IHSG akan sangat terkena dampak dengan kondisi perekonomian yang dalam hal ini lesu karena adanya wabah. Wabah memaksa pemerintah menerapkan kebijakan yang membatasi warga beraktivitas untuk mencegah penularan virus.

Pembatasan aktivitas tak pelak mengakibatkan perekonomian melemah karena daya beli masyarakat terus menurun. Bisa ditebak, banyak bisnis bertumbangan, tingkat PHK dan pengangguran mulai bertambah.

Kasus peningkatan PHK, misalnya, jelas akan memberikan prospek negatif bagi sejumlah emiten. Demikian sebagaimana disampaikan oleh William Hartanto, Analis Panin Sekuritas, dikutip dalam insight.kontan.co.id.

William juga menyebut penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai mendapat respons pelaku pasar yang mengharapkan adanya perkembangan positif dalam menangani virus.

Namun pemerintah pun tidak tinggal diam, salah satunya dengan memberikan stimulus ekonomi. Stimulus tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli dan konsumsi masyarakat guna menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Semua hal di atas akan berpengaruh terhadap pergerakan harga-harga saham yang tercermin dalam IHSG. Penjelasan mudahnya, sebagian besar investor akan melakukan tindakan serupa dalam situasi tertentu. Misalnya, ketika terjadi pergolakan ekonomi, para investor mungkin enggan membeli saham dan memilih menunggu situasi hingga kecemasan mereda.

Karena permintaan menurun, otomatis IHSG pun turun bahkan bisa saja drastis hingga anjlok. Demikian juga sebaliknya, ketika situasi membaik, pasar pun ikut optimis dan permintaan kembali naik. IHSG pun naik kembali ke level sebelumnya bahkan mungkin lebih tinggi.

Meski demikian, perlu diingat juga bahwa IHSG adalah gambaran atau rangkuman dari seluruh saham yang ada di BEI. Walaupun misalnya IHSG dalam kondisi merosot, sejumlah saham mungkin saja justru mengalami kenaikan. Begitu juga sebaliknya.

Selain itu, kita juga tidak dapat semata-mata menilai bahwa kemerosotan IHSG selalu membawa akibat buruk. Bisa jadi karena situasi tertentu yang wajar, IHSG memang jadi turun. Namun, pada saat yang bersamaan juga menjadi waktu yang tepat bagi investor untuk menempatkan dananya guna memperoleh keuntungan lebih baik di masa mendatang.

Pemahaman akan hal-hal demikian akan membuat kita mampu untuk tidak bertindak gegabah. Jadi, jangan buru-buru menjual semua saham saat kondisi IHSG melemah hanya karena kecemasan tak berdasar. Pelajari betul-betul segala sesuatu yang harus dilakukan terkait investasi saham atau reksa dana yang kamu jalankan.

Sudah tambah satu lagi wawasan hari ini tentang IHSG. Jangan pernah lelah belajar, memperluas wawasan, dan memperbarui informasi untuk jadi investor handal.

Siapa pun bisa, apalagi kalau semudah menggunakan aplikasi Ajaib. Kamu bisa jadi investor reksa dana hari ini juga. Tinggal unduh aplikasi, cek profil risiko, dan pilih reksa dana yang sudah diseleksi dan disesuaikan dengan profilmu. Mudah bukan? Ayo mulai sekarang!

Artikel Terkait