Analisis Saham, Investasi

Mengenal Day Trading Saham dan Faktor yang Mempengaruhinya

ilustrasi day trader

Beberapa tahun lalu, satu-satunya orang yang bisa berdagang di pasar saham secara aktif adalah pekerja di lembaga keuangan dan pialang. Dengan kehadiran teknologi dan banjir informasi, setiap orang bisa menerapkan strategi day trading pada saat ini.

Bahkan tak sedikit orang meninggalkan pekerjaan lamanya fokus meniti karir sebagai day trader. Bila dilakukan dengan benar, day trading bisa menjadi sumber cuan yang menjanjikan.

Di sisi lain, day trading akan sangat menantang bagi investor pemula. Terutama investor yang tidak memiliki strategi terencana dengan baik.

Namun, tidak ada jaminan day trading benar-benar akan memberikan keuntungan. Bahkan, day trader yang paling berpengalaman pun bisa mengalami kesulitan dan mengalami rugi besar.

Apa itu Day Trading?

Merujuk Investopedia.com, day trading merupakan strategi membeli dan menjual satu atau kumpulan saham dalam satu hari, bahkan dalam hitungan menit. Strategi ini sangat berbeda dengan value investing yang mencari satu saham yang secara harga masih murah dan memiliki peluang meningkat di masa mendatang.

Artinya, day trading akan mencermati dan memanfaatkan momentum pergerakan naik dan turun harga saham selama sesi perdagangan. Pada umumnya, day trader memiliki dana yang lebih besar bahkan didanai oleh pihak tertentu.

Day trader sangat terbiasa dan bisa membaca suatu peristiwa yang menyebabkan pergerakan pasar dalam jangka pendek. Sehingga, mereka sangat terbiasa mengambil langkah pasca membaca suatu berita tertentu.

Misalnya, pengumuman terjadwal seperti statistik ekonomi, pendapatan perusahan ataupun pengumuman suku bunga bank sentral.

Biasanya, pengumuman tersebut akan mendorong ekspektasi dari pasar. Para day trader harus bisa memperkirakan ekspektasi dan arah pasar kemana agar bisa meraih keuntungan.

Strategi Day Trading

Dalam menjalankan aksinya, day trader menerapkan beberapa strategi.

  1. Scalping : Strategi ini berfokus pada membuat banyak keuntungan kecil pada perubahan harga sesaat yang terjadi sepanjang hari.
  2. Range trading : Strategi ini menggunakan level support dan resistance yang telah ditentukan sebelumnya dalam harga untuk menentukan keputusan trader saat beli dan jual suatu saham.
  3. News-based trading alias perdagangan berbasis berita : Strategi ini memanfaatkan peluang perdagangan dari volatilitas tinggi yang terjadi dari sebuah berita atas suatu peristiwa atau pengumuman terjadwal.
  4. High frequency trading (HTF) : Strategi ini menggunakan algoritma canggih  untuk mengeksploitasi inefisiensi pasar kecil atau jangka pendek.

Baca juga:

Trading Saham Harian Jadi Teknik yang Digunakan Trader Profesional, Kenapa?

Strategi Trading Cepat: Teknik Beli Saham Pagi-Sore

Faktor yang Mempengaruhi Day Trading Saham

Terdapat faktor yang perlu diperhatikan oleh seorang day trader. Terutama saat ia hendak beli atau jual suatu saham atau sektor tertentu.

Apalagi, Semakin singkat kerangka waktu ketika day trader mengoleksi suatu saham, maka semakin penting waktu yang tepat untuk masuk maupun keluar saham tersebut.

Merujuk pada Investopedia.com, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi day trading saham. Mari kita bahas satu persatu:

1. Data Ekonomi

Mengetahui dan mencatat setiap perilisan data ekonomi sangat penting bagi day trader. Tak hanya data ekonomi dalam negeri, data-data dari negara dengan kekuatan ekonomi terkuat juga perlu dipantau.

Seperti data ekonomi Amerika Serikat (AS) maupun China. Maupun negara yang memiliki erat kaitannya dengan Indonesia.

Sebab, perilisan data ekonomi  ini  akan berpengaruh kepada pergerakan pada suatu saham, sektor tertentu, bahkan keseluruhan saham.

Misalnya, perilisan data pertumbuhan ekonomi Indonesia dari Badan Pusat Statistik. Bila data yang diumumkan jauh lebih tinggi dari negara lain, biasanya pasar akan merespon positif.

Begitupun dengan pengumuman suku bunga dari bank sentral di suatu negara. Sebab, suku bunga bisa memicu perpindahan dana investor dari satu negara ke negara lain.

Seperti saat ini, bunga bank sentral AS, The Federal Reserve System (The Fed) yang melaju tinggi. Ini membuat, capital outflow yang besar dari negara berkembang kembali ke AS.

Oleh sebab itu, dalam memilih kapan waktu yang tepat untuk masuk atau membeli satu saham, day trader harus mengetahui berita ekonomi apapun yang sedang dan akan keluar. Begitupun ketika hendak keluar atau menjual suatu saham.

Perlu diingat, jika rilis ekonomi yang sangat dinanti-nanti akan keluar, biasanya menyebabkan volatilitas pasar.

2. Pasar Saham Luar Negeri

Ketika pasar saham Indonesia di buka, biasanya juga berbarengan dengan pasar di negara lain. Bahkan, ada juga pasar saham di suatu negara sudah di tutup, karena perbedaan waktu.

Cermatilah kondisi saham atau sektor tertentu yang mengalami sangat baik atau buruk di suatu pasar. Sebab, hal ini bisa memberikan sentimen yang sama dengan perdagangan di pasar saham dalam negeri.

Misalnya, tengah terjadi prospek yang pesimistis untuk perusahaan teknologi di China. Ini bisa ikut menjalan ke Indonesia.

Sehingga, bila ingin masuk ke saham teknologi ada baiknya, tunggu dulu isu yang membuat sahamnya melemah mereda dahulu.

3. Membeli Saat Pasar Dibuka

Banyak pembelian maupun penjualan terjadi dalam beberapa saat pasar saham di buka. Sebab, pada momentum itu, banyak investor yang harus masuk atau keluar dari satu saham.

Ini menghasilkan volume perdagangan jadi lebih tinggi dari rata-rata perdagangan di sepanjang hari. Biasanya, investor bereaksi terhadap berita antara penutupan pasar kemarin hingga sebelum pasar dibuka.

4. Jeda Perdagangan Tengah Hari

Biasanya, pasca jeda perdagangan tengah hari terjadi penurunan volume transaksi. Ketika ini terjadi, saham dapat dibeli dengan harga lebih murah saat itu.

5. Peringkat Emiten

Peringkat suatu emiten dari suatu lembaga pemeringkat juga bisa memberikan sentimen tertentu. Baik bagi emiten tersebut, sektornya, hingga pasar secara keseluruhan.

Misalnya, saham pembangun rumah besar baru saja mendapatkan peningkatan peringkat dari lembaga pemeringkat terkenal karena permintaan yang kuat untuk rumahnya.

Maka, masuk akal untuk berasumsi bahwa pemain besar lainnya dalam industri mungkin mengalami peningkatan permintaan yang serupa.

Selain itu, peningkatan permintaan rumah baru bisa berarti bisnis besar bagi toko perbaikan rumah dan pembuat furniture. Ini akan menjadi sentimen untuk emiten yang bergerak di sektor ini

6. Media Sosial dan Berita

Isu yang dibahas di suatu platform media sosial bisa mempengaruhi pergerakan saham. Misalnya, ketika Elon Musk berciut di Twitter harga saham Tesla pun ikut melesat pasca cuitannya.

Begitupun dengan berbagai berita akurat yang ada di media arus utama sangat berpengaruh pergerakan saham maupun sektor tertentu.

Namun, sekarang juga ada oknum yang berperan menjadi pom pom saham. Oleh sebab itu, seorang day trader harus bisa menghindari oknum tersebut agar bisa terjauh dari saham gorengan.

7. Perdagangan Jumat

Ada istilah beli dan tahan di kalangan investor saham. Namun, sejumlah besar investor ritel maupun institusi menjual aset mereka di pasar saham di Jumat sore.

Sebab, mereka tak ingin mengambil risiko di akhir pekan. Artinya, seorang day trader harus bisa memanfaatkan momentum ini untuk mencari waktu yang tepat untuk masuk atau keluar terhadap satu saham.

Meskipun perdagangan harian akan selalu menarik bagi investor individu. Bagi yang ingin menjalankan strategi ini, harus memiliki pengetahuan yang sangat memadai agar bisa sukses.

Artikel Terkait