Saham

Strategi Trading Cepat: Teknik Beli Saham Pagi-Sore

Strategi Trading Cepat: Teknik Beli Saham Pagi-Sore

Ajaib.co.id – Investasi saham identik dengan target jangka panjang antara beberapa bulan hingga beberapa tahun. Tapi, ada juga trader saham yang menerapkan teknik trading cepat dengan beli saham pagi dan jual sore. Praktek trading cepat seperti itu populer di kalangan trader muda yang berkeinginan memperoleh keuntungan dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Teknik beli saham pagi dan jual sore menawarkan potensi pendapatan harian dari fluktuasi harga yang relatif minim. Profit biasanya hanya berkisar antara beberapa puluh hingga beberapa ratus rupiah saja. Akumulasi dari profit yang sedikit-sedikit itu bisa melebihi keuntungan dari investasi jangka panjang. Namun, peluang profit yang kelihatannya fantastis itu juga mengandung potensi kerugian dengan skala yang sama.

Pertanyaan nomor satu yang perlu dijawab oleh pelaku trading cepat adalah bagaimana kamu akan memastikan harga saham yang dibeli pagi itu akan naik pada sore hari yang sama? Untuk menjawabnya, trader membutuhkan wawasan dan pengalaman mumpuni dalam bidang analisis teknikal. Trader juga harus memiliki ketekunan dan kegigihan mental untuk memonitor platform trading saham setiap hari, serta manajemen modal (money management) yang baik.

Mengenal Trading Cepat atau Fast Trading

Fast trade adalah strategi dalam aktivitas trading yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat. Umumnya, aktivitas ini dilakukan dengan mendapatkan nilai keuntungan yang kecil untuk setiap kali melakukan pembukaan dan penutupan posisi. 

Namun, karena dilakukan secara berturut-turut dan intens berulang kali, profit yang bisa didapatkan bisa menjadi signifikan. Karena cara kerjanya itulah, teknik trading saham ini cenderung dilakukan di hari perdagangan dengan jumlah transaksi yang banyak untuk mendapatkan keuntungan kecil secepat mungkin di setiap transaksinya. 

Di samping itu, strategi ini juga lebih ideal dipilih pada jenis aset atau instrumen yang memiliki fluktuasi atau perubahan harga besar dalam waktu singkat. Fast trading ini cocok dipraktekkan pada instrumen trading forex, saham, maupun crypto. 

Jenis-Jenis Strategi Fast Trading

Strategi trading fast trade ini memiliki beberapa jenis yang penting untuk dipahami, yaitu, scalping, serta intraday dan day trading. Apa perbedaan keduanya?

1. Scalping

Scalping menjadi salah satu strategi trading yang mampu memberikan keuntungan di waktu yang singkat bagi penggunanya. Alasan inilah yang membuat strategi scalping ini dianggap sebagai salah satu jenis strategi dari fast trading.

Secara umum, strategi scalping adalah metode trading yang dilakukan dengan mengambil keuntungan atau profit dari perubahan harga kecil. Selain itu, dengan menggunakan strategi ini, trader memiliki target untuk mendapatkan keuntungan dengan cepat melalui penjualan kembali aset atau instrumen investasi.

Tidak hanya itu, trader juga biasanya melakukan perdagangan atau transaksi kecil dengan frekuensi tinggi serta mempersingkat eksposur pada pasar. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko kerugian yang mungkin terjadi dari aktivitas trading.

Strategi ini juga perlu memiliki strategi keluar atau exit strategy yang ketat dan disiplin. Pasalnya, saat mengalami satu kerugian, trader yang menggunakan strategi ini bisa menghilangkan mayoritas atau bahkan seluruh keuntungan kecil yang telah didapatkan. 

2. Day Trader & Intraday

Berdasarkan dari time framenya, day trading tergolong sebagai aktivitas jual beli saham dengan periode trading pendek. Hal ini dikarenakan day trading memiliki kerangka waktu perdagangan atau transaksi singkat, yaitu setiap 4 jam, 1 jam, atau bahkan lebih cepat lagi.

Selain itu, intraday trading yang memiliki kerangka waktu transaksi atau perdagangan singkat juga bisa disebut sebagai jenis fast trade. Umumnya, trader akan menutup dan membuka perdagangan atau aktivitas trading pada hari yang sama sehingga keuntungan lebih cepat didapatkan oleh trader.

Langkah-langkah untuk Fast Trading

Praktik trading cepat tidak membutuhkan analisis fundamental sedalam investasi jangka waktu panjang. Akan tetapi, hal itu tidak lantas berarti kamu bisa asal beli saham berdasarkan bisikan orang saja. Kamu tetap harus memilih saham-saham tertentu yang punya potensi cuan harian dalam jumlah lebih besar dibanding saham-saham bursa pada umumnya, kemudian menyusun strategi trading cepat yang tepat.

Berikut ini langkah-langkah untuk menerapkan teknik beli saham pagi dan jual sore yang dapat kamu aplikasikan secara sederhana:

1. Siapkan modal trading yang besar

Investasi saham jangka panjang bisa dimulai dengan modal hanya Rp100,000. Tapi trading cepat akan membutuhkan modal awal lebih besar. Mengapa demikian? Karena trader mengincar pergerakan harga yang tipis-tipis saja. Kalau volume lot pembelian saham awal hanya sedikit, keuntungan itu tidak akan seimbang dengan biaya trading-nya.

Mari ambil contoh seandainya kamu ingin trading saham Astra Internasional Tbk (ASII) yang sekarang dibanderol Rp4620 per lembar. Perubahan harga harian untuk saham ASII biasanya 50 hingga 400 rupiah. Asumsikan kamu membeli 1 lot saham ASII dengan modal Rp462.000, kemudian berhasil menjualnya kembali dalam hari yang sama pada harga Rp4740 per lembar. Kamu berhasil mendapatkan keuntungan Rp120 per lembar saham, sehingga total profit 1 lot adalah Rp12,000. Sangat kecil, bukan!?

Agar mampu meraih keuntungan yang cukup signifikan dari teknik beli saham pagi dan jual sore, kamu sebaiknya menyiapkan anggaran investasi minimum Rp50 juta atau malah beberapa ratus juta rupiah (tergantung berapa harga saham-saham pilihanmu). Semakin besar modal yang disiapkan, manajemen keuanganmu akan makin baik.

2. Pilih saham-saham potensial

Saham-saham seperti apa yang potensial untuk trading cepat? Syarat pertama, saham-saham itu haruslah memiliki likuiditas yang bagus. Kamu dapat menengok daftar saham LQ45 sebagai modal awal untuk menyaring saham-saham potensial ini, tetapi tidak semua saham LQ45 akan cocok untuk trading cepat. Perhatikan juga syarat-syarat lainnya.

Syarat kedua, saham potensial itu harus memiliki grafik harga yang dapat dianalisis secara teknikal. Syarat terakhir, saham-saham potensial itu bukanlah saham gorengan.

Saham-saham gorengan tidak likuid, sehingga tidak memiliki grafik maupun volume bid/offer yang dapat dianalisis. Ketika harga naik, volume bid dan offer sudah terekayasa sedemikian rupa hingga tren harga sesungguhnya malah tidak tampak. Ketika harga turun, volume bid dan offer bisa langsung lenyap dalam waktu singkat. Karenanya, saham gorengan tidak cocok untuk teknik trading ini.

3. Buat analisis saham dan rencana trading harian

Sebelum pembukaan perdagangan bursa sesi pertama, kamu harus sudah menyiapkan hasil analisis dalam kerangka rencana trading yang lengkap. Analisis teknikal dapat dilakukan berdasarkan support-resistance, pola-pola candlestick, maupun indikator lain. Tentukan juga skenario take profit dan cut loss.

Tujuan pembuatan rencana ini untuk mempermudahmu dalam mengeksekusi transaksi jual-beli pada jam-jam perdagangan. Kalau sudah ada rencana, kamu bisa gercep menangkap peluang pada saham-saham yang sudah masuk watchlist. Kalau belum ada rencana sama sekali, kamu justru akan mudah terseret arus saham-saham gorengan.

4. Eksekusi rencana trading saham

Setelah jam perdagangan bursa dibuka, upayakan untuk segera membeli saham-saham yang sudah kamu incar pada sesi pertama. Jangan sampai ketinggalan kereta. Keuntungan beli saham pagi adalah kamu bisa “menangkap” saham-saham yang belum bergerak naik dalam perdagangan satu hari itu.

Pada sore hari, pastikan kamu menjual saham-saham yang sudah profit maksimal 1 jam sebelum penutupan sesi kedua. Jangan menunggu hingga detik-detik menjelang penutupan bursa untuk jual saham, karena bisa terjadi aksi bandar yang sengaja menjatuhkan harga di penutupan demi panen profit pada hari perdagangan berikutnya. Aksi bandar seperti itu sering juga disebut sebagai “marking the close“.

Tips Jitu untuk Trading Cepat

Teknik beli saham pagi dan jual sore ini kelihatannya mudah. Namun, trader pasti akan mengalami banyak masalah dalam penerapannya. Ada masalah psikologis di mana trader bisa jadi tergoda untuk jual saham sebelum mencapai target profit yang diproyeksikan. Bisa juga trader malah membeli saham yang belum dikenal dengan baik, karena ulah bandar menimbulkan kesan kalau saham-saham itu bakal naik.

Trader juga bakal lebih cepat stres lantaran harus memantau pergerakan harga terus-menerus. Apalagi kalau IHSG sedang anjlok, lalu banyak saham-saham pilihannya yang nyangkut. Trader pemula sering menyikapi situasi seperti ini dengan mengubah strategi trading jangka pendek jadi investasi jangka panjang secara dadakan. Tapi, ini sebenarnya bukan keputusan bijak.

Kalau modal trading nyangkut terus pada saham-saham tersebut, bagaimana kamu akan mulai trading lagi besok? Kamu mungkin bisa top-up modal lagi sekali-dua kali, tetapi pasti tak bisa melakukannya berulang kali hingga waktu yang entah kapan.

Trader yang lebih berpengalaman akan memiliki rencana cut loss sebelum membeli, kemudian melaksanakannya dengan disiplin. Mereka takkan takut cut loss, karena yakin masih ada banyak peluang trading lain yang lebih menguntungkan esok hari. Keyakinan trader seperti ini berlandaskan pada kondisi psikologis dan kemampuan manajemen modal yang baik. Pemula mungkin perlu pengalaman jatuh-bangun dulu untuk mencapai keteguhan yang sama.

Artikel Terkait