Saham

Trading Saham Harian Jadi Teknik yang Digunakan Trader Profesional, Kenapa?

trading saham harian

Ajaib.co.id – Meskipun sama-sama berkaitan dengan saham, kamu pasti sudah paham bahwa investasi saham tidak sama dengan trading saham. Trading saham sifatnya pragmatis seperti umumnya mindset pedagang, giat mencari selisih keuntungan dari tiap peluang transaksi jual-beli saham yang ada di depan mata, termasuk trading saham harian.

Trading saham harian menjadi cara atau teknik popular yang banyak dilakukan karena memperoleh keuntungan yang cukup besar dengan jangka waktu singkat, bahkan bisa dalam hitungan menit atau detik.

Karena cepatnya memperoleh keuntungan besar, tidak sedikit investor trading saham yang rela melepaskan status kepegawaiannya dan fokus menjadi trader saham harian. Nah, jika kamu ingin terjun atau mencoba trading saham harian, sebaiknya simak ulasan berikut terlebih dahulu sebelum memulainya.

Apa itu Trading Saham Harian?

Day trading atau trading saham harian merupakan salah satu teknik trading saham yang telah masuk ke ranah profesional. Di mana, teknik ini melakukan jual beli saham dalam rentang satu hari. Investor dapat membeli lalu jual pada harga tinggi, serta tidak jarang pula short selling. 

Pada teknik ini, tidak ada saham yang disimpan lebih dari sehariKarena sifatnya yang cukup aktif, day trading digunakan oleh investor yang memang mencari pendapatan utama.

Day trading memanfaatkan berbagai peristiwa yang dapat memicu pergerakan harga saham dalam waktu singkat. Sering kali, investor juga akan mengandalkan berita, terutama kondisi ekonomi dan perusahaan, yang dapat mendorong sentiem di bursa saham. 

Akibat rentang waktu transaksi yang singkat, teknik untuk trading ini sangat bertumpu pada volatilitas tinggi di bursa saham. Saham yang likuid juga menjadi kunci karena mereka bisa bebas untuk menjual sahamnya tanpa harus mengorbankan harga. 

Tantangan dalam Day Trading

Dalam kinerja Day Trading, seorang Day Trader menggunakan jangka waktu paling cepat, sangat jarang membiarkan saham atau transaksinya > 1 hari, dan idealnya ia membuka dan menutup transaksinya dalam hitungan menit sampai dengan beberapa jam.

Karenanya, umumnya target profit dari setiap transaksi berkisar antara 3-7 % dan Day Trader tidak boleh membiarkan transaksi loss terlalu lama karena target profit kecil sehingga lossnya pun harus kecil, yaitu berkisar 1-3%.

Profesi Day Trader hanya direkomendasikan bagi segelintir orang dengan karakteristik khusus, dan bukan untuk semua orang. Mengapa? Berikut inilah sebabnya:

  • Sangat Menguras Waktu: Seorang Day Trader wajib memantau dinamika pergerakan pasar secara real time (langsung).
  • Keuntungannya Sangat Kecil: Saat melakukan pembatasan risiko pun range stop lossnya menjadi sangat mudah tersentuh, sebelum kemudian harganya naik lagi.
  • Tekanan Psikologis Besar: Emosi takut dan rakus menjadi semakin besar, hingga bisa membuat fokus Trader pada sistemnya terganggu, dan mengambil keputusan berdasarkan emosi sesaat (impulsif).

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa trading saham harian profitnya paling kecil, sering kena stop loss, dan lebih melelahkan.

Trading valuta asing lebih cocok untuk day trading karena karena lebih fluktuatif. Meski demikian, 3 tantangan Day Trading di atas masih akan kamu hadapi dalam trading valuta asing.

Alat Pendukung dalam Day Trading

Day trader membutuhkan software dan perangkat yang dapat mendukung aktivitas trading dengan fase yang cepat. Indikator teknikal menjadi pendukung penting, salah satunya adalah program yang bisa mendeteksi support dan resistance secara angsung. 

Meski analisis teknikal menjadi faktor penting dalam day trader, kamu sebagai trader harus tahu cara membaca bursa saham. Pemahaman ini dengan analisis teknikal cukup penting karena indikator semata-mata hanya menunjukkan peluang berdasarkan data. 

Pertimbangan untuk day trading

Untuk bisa meraih return dalam sehari, kamu perlu menjual dan membeli saham dalam frekuensi yang tinggi. Harus ada modal yang mencukupi volume transaksi tersebut dan trader harian tidak jarang menggunakan leverage atau dana pinjaman sebagai tambahan modalnya.

Frekuensi transaksi yang tinggi juga berarti menjadi subjek fee broker yang dapat menekan imbal hasil dan semakin merugikan jika kerugian mendominasi transaksimu.  Sisi positifnya, day trader tidak dihantui perasaan was-was setiap waktu akibat menyimpan sahamnya selama berhari-hari. Kerugian bisa segera diminimalisir karena mereka mengawasinya seharian dan secara konstan.  

Teknik Day Trading Agar Profitable Berkelanjutan

Pasca Perang Dunia ke-2 hingga era disrupsi digital saat ini, trading saham tetap menjadi salah satu pilihan terbaik untuk meraup keuntungan uang dengan cepat, sehingga sangat banyak peminatnya di seluruh dunia termasuk Indonesia. Tapi, agar sukses, seorang trader saham harus memahami seluk-beluk pekerjaan ini dan 3 teknik trading yang jitu, yaitu:

1. Teknik Scalping

Di kalangan investor ritel, strategi Scalping adalah teknik trading jangka pendek yang terpopuler, dengan jangka waktu harian hingga mingguan. Trader pengguna teknik Scalping umumnya menerapkan analisis teknikal dengan cara menargetkan 5%, lalu segera dijual.

Cara menggunakan trading ini:

  • Agar fluktuasi bisa terkontrol, Trader wajib memilih saham-saham Blue Chip (LQ45), dan lakukan diversifikasi dengan proporsi alokasi dana investasi maksimum 15% pada tiap saham.
  • Dengan rasio umum 3% dari nilai entry, Trader wajib memberlakukan strategi cut loss.
  • Lakukan entry ketika posisi harga saham middle low, jangan pernah pada posisi atas.

2. Teknik Swing Trader

Saat berada pada posisi sideways, para Trader kebanyakan menggunakan teknik Swing Trader ini. Jangka waktu yang diimplementasikan pada teknik ini mencapai beberapa minggu hingga beberapa bulan. Teknik ini biasanya menggunakan strategi average down, bukannya cut loss, dengan incaran keuntungan berkisar antara 15% – 30%.

Cara mempraktekkan teknik ini:

  • Pastikan memilih perusahaan penerbit saham yang sehat dari segi fundamentalnya, baik manajemen maupun kondisi keuangan.
  • Alokasikan maksimum 25% modal pada satu saham, lalu eksekusi dalam 4 tahap, yaitu:
  1. Saat harga saham Rp1000, entry 25 lot (2500 lembar) = Rp2.500.000.
  2. Saat harga saham Rp800, entry 50 lot (5000 lembar) = Rp4.000.000.
  3. Saat harga saham Rp600, entry 100 lot (1000 lembar) = Rp6.000.000.
  4. Saat harga saham Rp400, entry 200 lot (2000 lembar) = Rp8.000.000.

Sebagai Trader, kamu tentunya bisa memformulasikan sendiri angka-angka di atas sesuai kebutuhan investasi. Keunggulan teknik ini adalah: kamu sudah mengukur dan siap menghadapi risiko apabila harga saham pilihan kamu tiba-tiba anjlok hingga 60%.

3. Teknik Rally

Teknik ini menggunakan srategi Trend Hunter yang berkonsep Buy Low – Sell High. Modal kuncinya adalah kesabaran menunggu hingga harga saham yang diincar betul-betul anjlok, barulah mulai melakukan entry. Candle berjangka weekly dan monthly akan digunakan oleh Trader untuk analisis jangka panjang.

Cara mempraktekkan teknik ini:

  • Saat IHSG terkoreksi maksimal di bulan Juni – Agustus, lakukan entry.
  • Lakukan analisis teknikal menggunakan candle berjangka monthly, dan pastikan harga pada posisi Low Year to Date.
  • Dalam 5 tahun terakhir, teknik ini lebih efektif jika berada di posisi area low.
  • Ketika sudah mantap menentukan pilihan saham, lakukan entry dengan konsep Dollar Cost Averaging maksimum 20% dari total modal kamu.

Jenis Trading Saham Selain Day Trading

Selain trading harian, terdapat tiga jenis teknik saham lainnya yang bisa kamu lakukan yaitu swing trading dan super trader. Apa bedanya dengan day trading? Yuk kenali dengan baik, agar kamu bisa memutuskan mana yang paling menguntungkan.

1. Swing Trading

Dalam kinerjanya, seorang Swing Trader adalah trader yang memanfaatkan kenaikan suatu harga saham, lalu membuka dan menutup transaksi dalam jangka waktu lebih panjang dari Day Trader, yaitu 1 hari hingga beberapa hari, atau bahkan beberapa minggu.

Perolehan keuntungan rata-rata seorang swing trader berkisar 5% -15%. Swing Trader mengalami tantangan yang mirip Day Trader, namun dalam intensitas lebih ringan,yaitu:

  • Jangka profit taking yang tidak terlalu panjang.
  • Level stop loss yang sempit sehingga cepat tersentuh.
  • Tekanan psikologi besar akibat fluktuasi harga.
  • Swing Trader menggunakan strategi yang lebih berfokus pada pemanfaatan pantulan–pantulan harga antara support dan resistance, yang juga bisa diterapkan di Forex Trading.

2. Super Trader ™

Dalam kinerja Super Trading, seorang Super Trader ™ adalah trader yang membuka dan menutup transaksi dalam rentang waktu rata-rata lebih dari 2 pekan hingga beberapa bulan. Bukan hanya memanfaatkan pantulan-pantulan jangka pendek, Super Trader ™ membeli saham-saham yang memberi konfirmasi harga akan naik.

Jenis trading yang satu ini sangat sesuai bagi trader yang sibuk dan tidak punya banyak waktu untuk memantau saham, tapi memungkinkannya untuk meraup untung hingga puluhan dan ratusan persen. Super Trading juga memberikan ruang lebih lebar untuk stop loss maupun trial and error, sehingga lebih ringan tanpa beban dan lebih objektif.

Coba deh praktekkan strategi-strategi trading saham harian di atas sesuai kebutuhan, supaya kamu bisa menikmati kontinuitas keuntungan dari trading saham.

Mulai Investasi di Ajaib Sekuritas Sekarang!

Masa depan kamu tentu akan menjadi lebih terjamin dan aman secara finansial bila kamu berinvestasi, bukan? Ajaib Sekuritas hadir untuk memberikan pengalaman investasi yang lebih aman dan terpercaya. Mulai perjalanan investasimu bersama Ajaib Sekuritas sekarang, karena proses pendaftarannya yang mudah dan 100% online, tanpa memerlukan modal yang besar.

Berbagai layanan dan indeks saham juga tersedia dalam rangka mendukung investasimu agar semakin maksimal! Mulai dari saham, reksadana, margin trading, day trading, dan layanan bagi nasabah premium, Ajaib Prime, bisa kamu temukan di aplikasi Ajaib Sekuritas.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, download aplikasi Ajaib Sekuritas sekarang!

Artikel Terkait