Saham

Trading Saham Harian Punya 3 Teknik Khusus Agar Untung Terus

trading saham harian

Ajaib.co.id – Trading saham harian adalah salah satu jenis trading saham. Seperti apa teknik-teknik untuk trading ini? Simak ulasan berikut ini untuk mengetahuinya.

Meskipun sama-sama berkaitan dengan saham, kamu pasti sudah paham bahwa investasi saham tidak sama dengan trading saham. Investasi saham sifatnya idealis, mencurahkan waktu untuk peningkatan literasi, pengamatan situasi pasar dan analisis fundamental-teknikal, yang ditargetkan untuk kesuksesan kebebasan finansial jangka panjang.

Sementara, trading saham sifatnya pragmatis seperti umumnya mindset pedagang, giat mencari selisih keuntungan dari tiap peluang transaksi jual-beli saham yang ada di depan mata, termasuk trading saham harian.

Sebelum menggeluti dunia saham, kenali karakter kamu dan pilih yang paling cocok dengan jiwamu, apakah investasi saham atau trading saham, agar passion kamu bisa memperkuat performa kinerjamu.

Trading Saham Harian Termasuk Dalam 3 Jenis Trading

Ada 2 jenis trading saham lain selain trading saham harian, dan ketiganya punya tantangan masing-masing. Yuk kenali dengan baik, agar kamu bisa memutuskan mana yang paling menguntungkan.

Day Trading (Trading Saham Harian)

Dalam kinerja Day Trading, seorang Day Trader menggunakan jangka waktu paling cepat, sangat jarang membiarkan saham atau transaksinya > 1 hari, dan idealnya ia membuka dan menutup transaksinya dalam hitungan menit sampai dengan beberapa jam.

Karenanya, umumnya target profit dari setiap transaksi berkisar antara 3-7 % dan Day Trader tidak boleh membiarkan transaksi loss terlalu lama karena target profit kecil sehingga lossnya pun harus kecil, yaitu berkisar 1-3%.

Profesi Day Trader hanya direkomendasikan bagi segelintir orang dengan karakteristik khusus, dan bukan untuk semua orang. Mengapa? Berikut inilah sebabnya:

Sangat Menguras Waktu

Seorang Day Trader wajib memantau dinamika pergerakan pasar secara real time (langsung).

Keuntungannya Sangat Kecil

Saat melakukan pembatasan risiko pun range stop lossnya menjadi sangat mudah tersentuh, sebelum kemudian harganya naik lagi.

Tekanan Psikologis Besar

Emosi takut dan rakus menjadi semakin besar, hingga bisa membuat fokus Trader pada sistemnya terganggu, dan mengambil keputusan berdasarkan emosi sesaat (impulsif).

Kesimpulannya: profitnya paling kecil, sering kena stop loss, dan lebih melelahkan.

Trading valuta asing lebih cocok untuk day trading karena karena lebih fluktuatif. Meski demikian, 3 tantangan Day Trading di atas masih akan kamu hadapi dalam trading valuta asing.

Swing Trading

Dalam kinerjanya, seorang Swing Trader adalah trader yang memanfaatkan kenaikan suatu harga saham, lalu membuka dan menutup transaksi dalam jangka waktu lebih panjang dari Day Trader, yaitu 1 hari hingga beberapa hari, atau bahkan beberapa minggu.

Perolehan keuntungan rata-rata seorang swing trader berkisar 5% -15%. Swing Trader mengalami tantangan yang mirip Day Trader, namun dalam intensitas lebih ringan,yaitu:

  • Jangka profit taking yang tidak terlalu panjang.
  • Level stop loss yang sempit sehingga cepat tersentuh.
  • Tekanan psikologi besar akibat fluktuasi harga.
  • Swing Trader menggunakan strategi yang lebih berfokus pada pemanfaatan pantulan–pantulan harga antara support dan resistance, yang juga bisa diterapkan di Forex Trading.

Super Trader ™

Dalam kinerja Super Trading, seorang Super Trader ™ adalah trader yang membuka dan menutup transaksi dalam rentang waktu rata-rata lebih dari 2 pekan hingga beberapa bulan. Bukan hanya memanfaatkan pantulan-pantulan jangka pendek, Super Trader ™ membeli saham-saham yang memberi konfirmasi harga akan naik.

Jenis trading yang satu ini sangat sesuai bagi trader yang sibuk dan tidak punya banyak waktu untuk memantau saham, tapi memungkinkannya untuk meraup untung hingga puluhan dan ratusan persen. Super Trading juga memberikan ruang lebih lebar untuk stop loss maupun trial and error, sehingga lebih ringan tanpa beban dan lebih objektif.

Teknik Trading Saham Harian Agar Profitable Berkelanjutan

Pasca Perang Dunia ke-2 hingga era disrupsi digital saat ini, trading saham tetap menjadi salah satu pilihan terbaik untuk meraup keuntungan uang dengan cepat, sehingga sangat banyak peminatnya di seluruh dunia termasuk Indonesia. Tapi, agar sukses, seorang trader saham harus memahami seluk-beluk pekerjaan ini dan 3 teknik trading yang jitu, yaitu:

Teknik Scalping

Di kalangan investor ritel, strategi Scalping adalah teknik trading jangka pendek yang terpopuler, dengan jangka waktu harian hingga mingguan. Trader pengguna teknik Scalping umumnya menerapkan analisis teknikal dengan cara menargetkan 5%, lalu segera dijual.

Cara menggunakan trading ini:

  • Agar fluktuasi bisa terkontrol, Trader wajib memilih saham-saham Blue Chip (LQ45), dan lakukan diversifikasi dengan proporsi alokasi dana investasi maksimum 15% pada tiap saham.
  • Dengan rasio umum 3% dari nilai entry, Trader wajib memberlakukan strategi cut loss.
  • Lakukan entry ketika posisi harga saham middle low, jangan pernah pada posisi atas.

Teknik Swing Trader

Saat berada pada posisi sideways, para Trader kebanyakan menggunakan teknik Swing Trader ini. Jangka waktu yang diimplementasikan pada teknik ini mencapai beberapa minggu hingga beberapa bulan. Teknik ini biasanya menggunakan strategi average down, bukannya cut loss, dengan incaran keuntungan berkisar antara 15% – 30%.

Cara mempraktekkan teknik ini:

  • Pastikan memilih perusahaan penerbit saham yang sehat dari segi fundamentalnya, baik manajemen maupun kondisi keuangan.
  • Alokasikan maksimum 25% modal pada satu saham, lalu eksekusi dalam 4 tahap, yaitu:
  1. Saat harga saham Rp1000, entry 25 lot (2500 lembar) = Rp2.500.000.
  2. Saat harga saham Rp800, entry 50 lot (5000 lembar) = Rp4.000.000.
  3. Saat harga saham Rp600, entry 100 lot (1000 lembar) = Rp6.000.000.
  4. Saat harga saham Rp400, entry 200 lot (2000 lembar) = Rp8.000.000.

Sebagai Trader, kamu tentunya bisa memformulasikan sendiri angka-angka di atas sesuai kebutuhan investasi. Keunggulan teknik ini adalah: kamu sudah mengukur dan siap menghadapi risiko apabila harga saham pilihan kamu tiba-tiba anjlok hingga 60%.

Teknik Rally

Teknik ini menggunakan srategi Trend Hunter yang berkonsep Buy Low – Sell High. Modal kuncinya adalah kesabaran menunggu hingga harga saham yang diincar betul-betul anjlok, barulah mulai melakukan entry. Candle berjangka weekly dan monthly akan digunakan oleh Trader untuk analisis jangka panjang.

Cara mempraktekkan teknik ini:

  • Saat IHSG terkoreksi maksimal di bulan Juni – Agustus, lakukan entry.
  • Lakukan analisis teknikal menggunakan candle berjangka monthly, dan pastikan harga pada posisi Low Year to Date.
  • Dalam 5 tahun terakhir, teknik ini lebih efektif jika berada di posisi area low.
  • Ketika sudah mantap menentukan pilihan saham, lakukan entry dengan konsep Dollar Cost Averaging maksimum 20% dari total modal kamu.

Coba deh praktekkan strategi-strategi trading saham harian di atas sesuai kebutuhan, supaya kamu bisa menikmati kontinuitas keuntungan dari trading saham.

Minimalisasi risikonya dengan investasi yang berintegritas, fleksibel dan menguntungkan seperti reksa dana di Ajaib. Dengan aplikasi mudah, menu pilihan paket investasi variatif, minimum modal hanya Rp10.000, menyandang status kelulusan dari program pembinaan inkubator startup terkemuka Y Combinator di Silicon Valley ,dan pengawasan penuh Otoritas Jasa Keuangan, Ajaib tetap jadi pilihan cerdas untuk kaum milenial!

Bacaan menarik lainnya:

Fahmi, Irham. 2012. Pengantar Pasar Modal. Bandung : Alfabeta.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait