Ekonomi

Mengenal The Fed, Bank Sentral Paling Berpengaruh di Dunia

the-fed-adalah

Ajaib.co.id – Para pemerhati ekonomi tentu sering mendengar nama The Fed dalam tayangan televisi maupun berita online. Hal ini wajar, mengingat The Fed adalah bank sentral paling berpengaruh di dunia.

Kebijakan The Fed dapat berdampak luas bagi dunia investasi dan keuangan. Trader dan investor pun perlu mengenal The Fed lebih dekat agar bisa mengantisipasi imbas dari kebijakan-kebijakannya kelak.

Apa Itu The Fed?

The Fed adalah singkatan dari Federal Reserve, yaitu sistem bank sentral Amerika Serikat. Posisinya dalam perekonomian AS mirip dengan Bank Indonesia di Republik Indonesia.

The Fed memiliki kekuatan luas untuk mengambil tindakan legal apa saja demi menjamin stabilitas keuangan, sekaligus mengatur dan mengawasi bank-bank yang menjadi anggota Federal Reserve System. The Fed juga bertindak sebagai “lender of last resort” atau “bank-nya bank” untuk lembaga-lembaga anggotanya.

Sebagai bank sentral, The Fed merupakan otoritas kebijakan moneter tertinggi di AS. Kebijakan moneter di sini mencakup langkah apa saja yang berkaitan dengan jumlah uang beredar (money supply) dan penargetan inflasi (inflation targeting). Kebijakan moneter dapat berupa menaikkan atau menurunkan suku bunga, serta membeli atau menjual surat berharga (obligasi, dll).

Apa Saja Tugas & Wewenang The Fed?

Federal Reserve didirikan pada 23 Desember 1913 melalui Federal Reserve Act. Tujuan awal pendirian The Fed adalah untuk mengatasi krisis keuangan dan kepanikan perbankan yang cukup sering terjadi pada masa itu.

Seiring dengan berkembangnya sistem keuangan AS, tugas dan wewenang The Fed semakin bertambah. Tugas dan wewenang The Fed saat ini dapat dirangkum ke dalam empat bidang:

  1. Menyelenggarakan kebijakan moneter nasional dengan memengaruhi kondisi moneter dan kredit dalam perekonomian AS untuk memastikan lapangan kerja yang maksimal, harga-harga yang stabil, dan suku bunga jangka panjang yang moderat.
  2. Mengawasi dan mengatur lembaga perbankan untuk memastikan keamanan sistem perbankan dan keuangan AS, serta melindungi hak konsumen menerima pinjaman (credit rights of consumer).
  3. Menjaga stabilitas sistem keuangan dan mengendalikan risiko sistemik.
  4. Menyediakan jasa keuangan, termasuk peran penting dalam pengoperasian sistem pembayaran nasional, lembaga penyimpanan, pemerintah AS, dan lembaga resmi asing.

Di antara semua itu, ada satu poin paling penting untuk diperhatikan: Target kebijakan moneter The Fed adalah untuk mencapai kondisi ekonomi yang dapat merealisasikan stabilitas harga dan ketenagakerjaan maksimum secara berkelanjutan. Ini berarti data ekonomi terkait harga (inflasi) dan ketenagakerjaan (pengangguran) termasuk referensi kebijakan penting bagi The Fed.

Bagaimana Struktur Organisasi The Fed?

Ada dua entitas penting yang perlu diketahui terkait struktur organisasi The Fed, yakni Dewan Gubernur Federal Reserve (Board of Governors) dan Federal Open Market Committee (FOMC).

1. Dewan Gubernur Federal Reserve

Dewan Gubernur Federal Reserve bertanggung jawab menentukan Giro Wajib Minimum (Reserve Requirements) dan Tingkat Diskonto (Discount Rate). Giro Wajib Minimum adalah simpanan minimal yang harus ditempatkan oleh bank-bank ke bank sentral. Sedangkan tingkat diskonto adalah suku bunga jangka pendek yang diterapkan oleh The Fed atas pinjaman yang diberikan kepada perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

Dewan Gubernur Federal Reserve terdiri atas tujuh orang, mewakili semua sektor dalam perekonomian AS. Setiap Gubernur Federal Reserve dipilih melalui nominasi Presiden AS dan disetujui oleh Senat AS. Masing-masing memiliki masa jabatan selama maksimal 14 tahun.

Dewan Gubernur Federal Reserve per Agustus 2022 terdiri atas Jerome H Powell (Ketua), Lael Brainard (Wakil Ketua), Michael S Barr, Michelle W Bowman, Lisa D Cook, Philip N Jefferson, dan Christopher J Waller.

2. Federal Open Market Committee (FOMC)

FOMC merupakan tim pembuat kebijakan moneter utama di dalam tubuh Federal Reserve. FOMC bertanggung jawab menentukan suku bunga serta operasi pasar terbuka (penjualan dan pembelian sekuritas pemerintah).

FOMC terdiri atas anggota permanen dan anggota bergilir. Anggota permanen mencakup semua anggota Dewan Gubernur Federal Reserve. Sedangkan anggota bergilir dipilih secara rotasi dari Presiden dan Wapres The Fed New York, serta Presiden dari masing-masing The Fed wilayah Philadelphia, Minneapolis, Dallas, Chicago, St. Louis, Kansas City, Boston, Cleveland, Richmond, San Francisco, dan Atlanta.

Anggota FOMC untuk tahun 2022 terdiri atas ketujuh Gubernur, ditambah John C Williams (Wapres The Fed New York), James Bullard (St Louis), Susan Collins (Boston), Esther George (Kansas City), dan Loretta Mester (Cleveland). Mereka semua disebut sebagai “voting member“, atau anggota FOMC yang memiliki hak suara untuk tahun ini.

Sedangkan anggota bergilir FOMC lain disebut sebagai “alternate member” yang boleh menghadiri rapat FOMC, tetapi tidak memiliki hak pilih tahun ini (baru akan memperoleh giliran pada tahun depan).

Bagaimana Pengaruh The Fed terhadap Perekonomian Dunia?

The Fed mengendalikan tiga instrumen kebijakan moneter Amerika Serikat, yakni Giro Wajib Minimum, Bunga Diskonto, dan Operasi Pasar Terbuka. Ketiga instrumen itu memungkinkan The Fed untuk mengendalikan saldo yang disimpan perbankan di Federal Reserve, serta mengubah Federal Funds Rate (FFR).

FFR merupakan suku bunga acuan yang berlaku untuk pinjaman antarbank di Federal Reserve. Perubahan dalam FFR akan berdampak pada suku bunga jangka pendek lain, suku bunga jangka panjang, nilai tukar dolar AS, dan seterusnya. Perubahan suku bunga selanjutnya dapat meningkatkan/mengurangi permintaan pinjaman masyarakat, harga barang dan jasa, ekspansi bisnis dan rekrutmen karyawan, serta masih banyak lagi.

Keputusan The Fed juga berpengaruh besar bagi perekonomian dunia. Mengapa demikian? Pertama, Amerika Serikat berstatus sebagai negara adidaya, sehingga perubahan atas permintaan dan penawarannya akan memengaruhi dunia. Kedua, dolar AS merupakan alat pembayaran paling populer dalam sistem pembayaran global, sehingga naik-turun kurs dolar AS akan sangat memengaruhi nilai tukar mata uang lain.

Mari coba meninjau pengaruh The Fed terhadap perekonomian dunia dari satu contoh kasus saja: kenaikan FFR terhadap nilai tukar dolar. Ketika FFR meningkat, semakin banyak orang tertarik untuk mengoleksi dolar karena suku bunga yang lebih besar. Akibatnya, kurs dolar AS akan menguat. Ketika dolar AS menguat, nilai tukar mata uang dari negara-negara lain umumnya akan cenderung tertekan –termasuk kurs rupiah.

Ketika kurs rupiah melemah akibat penguatan dolar AS, kita akan menyaksikan dampak yang cukup luas di Indonesia. Perusahaan-perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor akan menanggung biaya kurs lebih besar, sehingga pendapatan mungkin bakal menipis. Utang luar negeri yang ditanggung oleh pemerintah dan swasta juga dapat membengkak akibat kurs rupiah yang melemah.

Artikel Terkait