Mau Jual-Beli Saham? Ketahui Dulu Biaya Transaksinya

Mau Jual-Beli Saham? Ketahui Dulu Biaya Transaksinya

Jika kamu sudah mengerti pengetahuan dasar dari bursa saham, maka langkah selanjutnya yang harus dipahami adalah mengetahui cara dan biaya transaksi jual-beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Untuk membeli saham, kamu harus memiliki dana yang cukup di rekening investasi. Biasanya, perusahaan sekuritas menentukan dana awal yang harus kamu setorkan ke Rekening Dana Nasabah (RDN) milik mereka. Pihak Otoritas Bursa atau BEI sendiri menyerahkan besaran dana setoran awal ke masing-masing perusahaan sekuritas.

Dana setoran awalnya pun beragam, ada yang minimal Rp10 juta dan Rp100.000, artinya, masing-masing perusahaan sekuritas memiliki kebijakan masing-masing. Setelah dana tersebut masuk ke rekening, kamu bisa membeli saham dengan menggunakan aplikasi online trading yang sudah diunduh sebelumnya. Setelah itu, kamu bisa melakukan transaksi jual-beli.

Sebelum melakukan jual-beli saham, sebaiknya kamu mengetahui biaya-biaya yang akan dikenakan. Umumnya, biaya yang dikenakan tidak terlalu besar untuk setiap transaksi. Berikut ini adalah biaya-biaya yang dikenakan ketika melakukan transaksi jual-beli saham di BEI.

Komisi Broker (Broker Fee)

Komisi merupakan biaya yang dibebankan oleh pihak sekuritas kepada investor. Hal ini bertujuan untuk menyampaikan order transaksi jual-beli saham ke dalam sistem perdagangan elektronik BEI. Jumlah komisi atau fee di setiap perusahaan sekuritas berbeda-beda, biasanya berkisar antara 0,15-0,25% hingga 0,25-0,35% dari nilai transaksi saham (sudah termasuk PPN). Kemudian, ditambah dengan pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,1% khusus untuk transaksi penjualan saham.

Biaya Transaksi (Levy)

Levy adalah biaya transaksi yang dikenakan kepada investor ketika melakukan transaksi jual-beli saham atas penggunaan jasa atau fasilitas transaksi.  Biaya ini dikenakan sebesar 0,4% dari nilai transaksi. Besaran tersebut terdiri dari: BEI (0,01%), KSEI (0,01%), biaya kliring KPEI (0,01%), dan dana jaminan KPEI (0,01%).

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

PPN merupakan biaya atau pungutan yang dikenakan dari setiap transaksi barang atau jasa. Tarif pajak yang dikenakan adalah sebesar 10%. Dalam transaksi jual-beli saham, tarif yang menjadi dasar pengenaan PPN adalah 0,03% dari jumlah transaksi.

Pajak Penghasilan (PPh)

PPh merupakan pajak yang dibebankan atas penghasilan perorangan, perusahaan, atau badan hukum. Pajak ini dikenakan saat transaksi penjualan saham saja. Jenis pajak yang dikenakan dari transaksi saham adalah PPh Pasal 4 Ayat 2 yang bersifat final atau dibayarkan melalui pihak sekuritas dengan besaran 0,1% dari nilai bruto (kotor) transaksi.

Jika kamu serius ingin menjadi trader saham, perbanyaklah pengetahuan mengenai tren harga saham dan perbanyak membaca tips investasi. Kamu juga harus mengetahui isu-isu terkini soal ekonomi dan industri. Dengan mengetahui hal tersebut, kamu bisa tahu seberapa kuat harga saham di suatu perusahaan. Apakah harga saham tersebut akan naik dalam waktu dekat atau anjlok. Bagi kamu yang ingin bertransaksi jual-beli saham, bisa dilakukan saat hari kerja, yaitu

Sesi 1:

Senin – Kamis: 09.00-12.00 WIB

Jumat: 09.00-11.30 WIB

Sesi 2:

Senin – Kamis: 13.30-16.00 WIB

Jumat: 14.00-16.00 WIB


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait