Investasi

Daftar Mata Uang Negara ASEAN, Rupiah di Peringkat Berapa?

mata uang negara

Ajaib.co.id – Sebagai negara terbesar di kawasan Asia Tenggara, ekonomi Indonesia menjadi yang terbesar jika dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Berbicara mengenai stabilitas ekonomi suatu negara, maka tidak terlepas dari mata uang negaranya.

Perlu diketahui Di kawasan Asia Tenggara terdapat 10 negara termasuk Indonesia, tentu kalian sudah mengetahui siapa saja negara-negara yang ada di ASEAN.

Berikut disajikan daftar negara berserta mata uang yang berlaku di negara-negara ASEAN:

Singapura

Mata uang yang digunakan di negara Singapura adalah dolar Singapura atau SGD, jika dikonversikan 1 USD ke SGD, maka satu dolar Singapura bernilai 1,392 USD, berdasarkan kurs yang berakhir hari Rabu (29/7/2020).

Indonesia

Di negara Indonesia, mata uang yang berlaku sebagai alat pembayaran yang sah adalah rupiah, walaupun sempat mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), namun akhir-akhir ini nilai rupiah terus mengalami penguatan, bahkan selama tujuh hari beruntun dengan ditutup pada level Rp14.375 /$AS di pasar spot pada Rabu (29/7/2020).

Vietnam

Vietnam menjadi negara ke-6 yang bergabung dengan ASEAN pada 1995, mata uang yang digunakan di negara ini adalah dong. Jika kamu konversikan 1 USD = 23.175 dong, berdasarkan kurs yang berakhir hari Rabu (29/7/2020) .

Myanmar

Myanmar bergabung dengan ASEAN pada tahun 1997, mata uang negara ini adalah kyat, satu dolar AS ke kyat Myanmar = 1.363 Kyat, berdasarkan kurs yang berakhir hari Rabu (29/7/2020).

Laos

Klip Laos merupakan mata uang yang sah di negara Laos, satu dolar Amerika sama dengan 8.905,24022 klip, berdasarkan kurs yang berkahir hari Rabu (29/7/2020).

Kamboja

Siapa yang tidak mengenal objek wisata terkenal di negara ini seperti Angkor Wat, bagi kamu yang ingin menikmati liburan di Kamboja, kamu perlu menyiapkan mata uang riel. Di mana, satu dolar Amerika setara dengan 4.030 riel, berdasarkan kurs yang berkahir hari Rabu (29/7/2020).

Malaysia

Negara satu rumpun dengan Indonesia ini menggunakan mata uang Ringgit sebagai alat pembayaran yang sah di negaranya. Satu dolar Amerika senilai 4,2400 ringgit, berdasarkan kurs yang berkahir hari Rabu (29/7/2020).

Brunei Darussalam

Negara Brunei terkenal akan kekayaan sumber daya alamnya, salah satunya yakni minyak bumi. Brunei Darussalam menggunakan dolar Brunei sebagai mata uang negara di sana. Bisa kamu tebak, berapa nilai tukar mata uang USD ke dolar Brunei = 1,3830 dolar Brunei, berdasarkan kurs yang berkahir hari Rabu (29/7/2020)

Thailand

Bath menjadi mata uang resmi di negara Thailand, harga satu dolar Amerika jika kamu konversikan ke Bath senilai 31,40 bath, berdasarkan kurs yang berkahir hari Rabu (29/7/2020)

Filipina

Mata uang yang digunakan di negara yang dekat dengan pulau Sulawesi ini adalah peso, satu dolar Amerika setara dengan 49,10 peso Filipina.

*Kurs yang digunakan adalah kurs dolar Amerika Serikat terhadap mata uang negara ASEAN untuk tanggal 29 Juli 2020 menurut tradingeconomic.com.

Mata Uang Paling Kuat di Asia Tenggara 2020

Dikutip dari FingFX (Reuters), sepanjang awal 2020 hingga Kamis (30/7/2020) mata uang di negara-negara ASEAN mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat. Berikut urutan empat besar mata uang ASEAN yang mengalami kenaikan terhadap dolar AS:

  • Dolar Singapura -2,5%
  • Ringgit Malaysia 3,8%
  • Rupiah Indonesia 4,5%
  • Baht Thailand 5,4%

Rupiah menempati peringkat ke-3 sebagai mata uang ASEAN terkuat sejaka awal tahun hingga 30 Juli 2020.

Virus Corona Bisa Menjadi Sentimen Negatif Bagi Nilai Tukar Rupiah

Virus corona memang sudah menjadi isu global, apalagi hal ini menyangkut masalah kesehatan yang selalu berkaitan erat dengan perekonomian. Namun, bagaimana dengan nilai Rupiah saat adanya isu virus corona?

Adanya isu mengenai virus corona yang semakin luas, diyakini akan membuat ekonomi semakin melambat. Yang mana, mata uang utama di Asia juga mengalami penurunan, termasuk rupiah.

Rupiah Naik 7 Hari Beruntun

Pergerakan rupiah semakin superior dihadapan Dolar Amerika Serikat (AS) dengan penguatan selama 7 hari beruntun.

Melansir data CNBCIndonesia, rupiah di pasar spot pada penutupan Rabu (29/7/2020) ditutup menguat 0,07% ke Rp 14.470/US$.

Hawa positif untuk mata uang Sang Garuda didapat dari lelang tujuh seri obligasi dengan penawaran yang masuk mencapai Rp 72,78 triliun. Lebih tinggi dibandingkan lelang sebelumnya pada tanggal 14 Juli yang sebanyak Rp 61,16 triliun.

Dari dua kali lelang yang diselenggarakan terakhir, pemerintah hanya mengambil masing-masing pendanaan sebesar Rp22 triliun.

Lelang terakhir terdapat kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 3,6 kali. Hal ini menunjukkan minat investor terhadap obligasi pemerintah masih tinggi, artinya aliran modal berpeluang masuk ke dalam negeri yang menjadi penopang penguatan rupiah.

Artikel Terkait