Bebas Pajak, Sekarang Waktunya Investasi di Reksa Dana!

Memulai investasi, kamu tak perlu menunggu usia menjadi tua. Untuk seorang mahasiswa hingga karyawan baru yang ingin melakukan investasi, khususnya melalui reksa dana, ini merupakan waktu yang tepat.

Pasalnya, ada relaksasi menarik dari sisi perpajakan untuk investasi reksa dana. Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan baru saja memberi kabar bahagia bagi investor pemula yang ingin mencoba berinvestasi di reksa dana.

Otoritas pajak itu memberikan relaksasi kepada wajib pajak pemilik reksa dana, dana investasi infrastruktur (DINFRA), dana investasi real estate (DIRE), hingga Kontrak Investasi Kolektif – Efek Beragun Aset (KIK – EBA).

Hestu Yoga Saksama selaku Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Kementerian Keuangan memaparkan, pihaknya memberlakukan tarif pajak nol persen. Artinya, berinvestasi di reksa dana bebas pajak.

Nantinya, hal ini akan dimasukkan dalam revisi Peraturan Pemerintah Nomor 100/2013 tentang Pajak Penghasilan Bunga Obligasi (PPBO). Revisi perihal investasi bebas pajak ini bakal diterbitkan secepat mungkin.

Rencana mengenai tidak perlu membayar pajak bila berinvestasi di reksa dana ini akan berlaku sampai tahun 2020. Setelah itu, tarif pajak akan dikenakan hingga 10 persen. Tentunya, ini menjadi kesempatan emas untuk para investor muda untuk mulai berinvestasi.

Relaksasi yang diberikan otoritas pajak merupakan upaya untuk menjalankan visi misi pemerintah yang saat ini tengah memperkuat pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah ini juga dirasa cukup tepat untuk mengundang para investor pemula yang masih awam agar mau mencoba. Tidak hanya untuk investor debutan, langkah pemerintah ini juga menjadi kabar bagus untuk para penerbit (emiten) yang butuh alternatif pendanaan.

Dengan adanya kebijakan bebas pajak atau tarif pajak nol persen, para emiten menerbitkan banyak calon investor yang mau berinvestasi dengan asusmsi yield sangat tinggi.

Secara keseluruhan, dana yang terhimpun di industri reksa dana ini masih tergolong kecil bila dibandingkan dengan industri obligasi lain. Karena hal tersebut, pemerintah tidak akan memberikan tarif pajak yang besar untuk para investor.

Sebenarnya, ada banyak jenis reksa dana yang bisa kamu kenal, seperti reksa dana saham, reksa dana tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana pasar uang, yang semuanya masih bebas dari pajak.

Mengapa demikian? Karena aset-aset di dalam instrumen investasi tersebut sudah terkena pajak terlebih dahulu, sehingga tidak akan dikenakan pajak tambahan dari pemerintah.

Reksa dana merupakan wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, yang sering disebut investor. Dana yang sudah terkumpul biasanya diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen seperti saham, obligasi atau deposito.

Reksa dana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Untuk berinvestasi di reksa dana, kamu harus mencari yang sudah berpengalaman dengan track record yang terpercaya. Untuk produk reksa dana BNP Paribas, kamu dapat membelinya melalui mitra distribusi yang telah bekerja sama dengan PT BNPP IP untuk memasarkan reksa dana BNP Paribas.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait