Apa itu Reksa Dana? Ini Penjelasan Lengkapnya

Ketahui pengertian reksa dana sebelum mulai berinvestasi

Orang bilang, “tak kenal maka tak sayang”. Begitu juga ketika kita bicara soal reksa dana, ketika kamu tidak benar-benar memahami apa itu definisi reksa dana, jangan harap kamu bisa menghasilkan keuntungan dari sana. Sederhananya, “tak kenal maka tak cuan”.

Maka dari itu, yuk simak penjelasan lengkap tentang reksa dana berikut ini!

Apa itu Reksa Dana?

Menurut UUPM (Undang-Undang Pasar Modal), pengertian dari reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi (MI).

Berdasarkan definisi di atas, ada empat hal yang perlu kita bahas, yaitu:

1. Wadah

Reksa dana berperan sebagai wadah atau tempat untuk menghimpun dana dan menyimpan portofolio efek. Wadah ini nantinya akan disimpan oleh bank kustodian.

Pengertian dari bank kustodian adalah bank yang membantu mengurus administrasi, mengawasi, dan menjaga aset reksa dana. Ketika memilih reksa dana sebagai instrumen investasi, uang kamu sebenarnya ditransfer ke rekening bank kustodian, bukan ke rekening Manajer Investasi.

2. Masyarakat Pemodal

Masyarakat pemodal juga dikenal sebagai investor. Investor merupakan orang yang menanamkan uangnya di instrumen reksa dana dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Setiap orang berhak untuk menjadi investor reksa dana, bahkan anak-anak sekalipun (dengan syarat-syarat tertentu).

3. Portofolio Efek

Portofolio efek adalah kumpulan surat-surat berharga seperti surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, dan masih banyak lagi. Portofolio efek dalam reksa dana umumnya terdiri atas:

  • Produk pasar uang: berisi surat berharga dengan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun. Contoh: deposito, surat utang, dan sebagainya.
  • Obligasi: merupakan surat utang yang berisi bunga (kupon) yang harus dibayar beserta jumlah pokok utang.
  • Saham: surat berharga yang menunjukkan sebagian kepemilikan atas sebuah perusahaan.

4. Manajer Investasi

Manajer Investasi atau fund manager adalah perusahaan yang mendapatkan izin pemerintah Indonesia untuk mengelola dana melalui pasar uang dan pasar modal.

Orang-orang yang bekerja di MI, khususnya di bagian pengelolaan investasi harus memiliki sertifikasi profesi Wakil Manajer Investasi (WMI). Ini artinya, uang yang kamu investasikan melalui instrumen reksa dana akan dikelola oleh orang yang telah berpengalaman dan lulus uji sertifikasi.

Masih bingung setelah membaca penjelasan empat poin di atas? Tenang, analogi berikut ini mungkin bisa membantu kamu memahami reksa dana dengan lebih baik.

Analogi Reksa Dana

Investasi reksa dana kita ibaratkan sebagai nasi goreng. Setiap orang bisa saja membuat nasi goreng, tetapi daripada repot membeli bahan-bahan dan memasaknya sendiri, lebih baik kita membeli nasi goreng di penjualnya langsung.

Manajer Investasi (MI) dalam analogi ini ibarat penjual nasi goreng. Penjual nasi goreng biasanya menjual berbagai jenis produk mulai dari nasi goreng, mie goreng, mie rebus, cap cay, dan masih banyak lagi. Nah, reksa dana dapat diibaratkan sebagai makanan-makanan tersebut.

Keberadaan Manajer Investasi tidak hanya meracik satu jenis reksa dana saja. Mereka akan menciptakan banyak variasi dengan komposisi yang berbeda-beda, seperti halnya penjual nasi goreng tadi. Bayangkan, menurut Otorita Jasa Keuangan (OJK), pada tahun 2016 ada sekitar 1.414 jenis produk reksa dana, dan jumlah ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kamu pasti bingung kan, kalau harus memilih reksa dana dari jumlah sebanyak itu?

Tenang, karena ada Ajaib yang bisa membantu kamu memilih investasi reksa dana terbaik sesuai dengan profil risikomu, sehingga kamu tidak perlu menganalisis ribuan reksa dana sendiri. Yuk download aplikasi Ajaib di ponselmu sekarang.

Share to :
Tags: , , , , , , , , ,
Artikel Terkait