Ini 4 Jenis Reksa Dana yang Wajib Diketahui Investor Pemula

Reksa dana adalah salah satu alternatif investasi bagi para investor, khususnya bagi mereka yang memiliki modal kecil, tidak memiliki banyak waktu, dan tidak memiliki keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka sendiri.

Ketika kamu baru saja memulai berinvestasi di reksa dana, kamu pasti akan merasa kebingungan karena ada banyak sekali produk reksa dana yang bisa dipilih. Bahkan saat ini jumlahnya telah lebih dari 2.000 produk.

Dari sekitar 2.000-an produk reksa dana tersebut, sebenarnya hanya ada empat jenis reksa dana yang paling sering ditemui. Apa saja? Berikut penjelasan lengkapnya.

Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund)

Reksa dana pasar uang adalah jenis reksa dana yang seluruh investasinya ditempatkan pada instrumen pasar uang. Beberapa instrumen tersebut diantaranya adalah obligasi yang jatuh temponya kurang dari satu tahun, deposito, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Jenis ini umumnya digunakan untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal. Reksa dana pasar uang memiliki risiko dan potensi keuntungan yang paling rendah di antara jenis reksa dana lainnya.

Jika menggunakan skala 1-4, maka potensi risiko dan keuntungan dari reksa dana pasar uang adalah sebagai berikut:

  • Potensi risiko: 1
  • Potensi keuntungan: 1

Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis investasi yang sedikitnya 80%  dari alokasi dana investasi ditempatkan pada efek utang atau obligasi. Sedangkan 20% sisanya dapat dialokasikan untuk instrumen pasar uang.

Instrumen ini dapat menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi daripada jenis reksa dana pasar uang tetapi dengan tingkat risiko yang juga relatif lebih besar.

Jika menggunakan skala 1-4, maka potensi risiko dan keuntungannya adalah sebagai berikut:

  • Potensi risiko: 2
  • Potensi keuntungan: 2

Reksa Dana Campuran

Reksa dana campuran dialokasikan ke beberapa efek sekaligus mencakup saham, surat utang, dan pasar uang. Masing-masing efek bisa mendapatkan alokasi mulai dari 1% hingga 79%, tergantung pada kebijakan Manajer Investasi.

Investasi jenis ini cocok buat kamu yang ingin menghasilkan pertumbuhan harga dan pendapatan. Reksa dana campuran memiliki potensi keuntungan dan risiko yang lebih besar daripada reksa dana pendapatan tetap.

Jika menggunakan skala 1-4, maka potensi risiko dan keuntungannya adalah sebagai berikut:

  • Potensi risiko: 3
  • Potensi keuntungan: 3

Reksa Dana Saham

Reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang (minimal) 80% alokasi investasinya ditempatkan pada efek saham. Sementara sisanya ditempatkan pada efek utang dan pasar uang yang masing-masing mendapat alokasi antara 0-20%.

Pilihan investasi ini cocok buat kamu yang menginginkan pertumbuhan harga saham atau unit dalam jangka panjang. Reksa dana saham memiliki potensi keuntungan paling besar, tetapi memiliki tingkat risiko paling besar di antara jenis reksa dana lainnya.

Jika menggunakan skala 1-4, maka potensi risiko dan keuntungannya sebagai berikut:

  • Potensi risiko: 4
  • Potensi keuntungan: 4

Dari keempat jenis reksa dana tersebut, mana yang terbaik? Jawabannya bergantung pada profil risiko kamu.

Jika kamu termasuk investor yang agresif (berani mengambil risiko tinggi), maka reksa dana saham adalah pilihan yang tepat.

Jika kamu termasuk investor konservatif (tidak mau mengambil risiko), maka reksa dana pasar uang adalah pilihan yang terbaik.

Sementara jika kamu termasuk investor moderate (berada di antara konservatif dan agresif), maka reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana campuran bisa jadi pilihan.

Masih bingung? Tenang, ada Ajaib yang bisa membantu kamu memilih reksa dana terbaik sesuai dengan profil risikomu. Jadi, kamu tidak perlu lagi menganalisis ribuan reksa dana sendiri. Yuk download aplikasi Ajaib sekarang!

Share to :
Tags: , , , , , , ,
Artikel Terkait
PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com