Investasi dan Asuransi Itu Penting, Mana yang Prioritas?

Saat ini, semakin banyak produk asuransi dan investasi yang bermunculan. Sebagai investor pemula, kamu pasti dibuat bingung dalam memilih dua produk tersebut. Mana yang harus diprioritaskan, asuransi atau investasi?

Buat kamu yang masih berada di usia produktif, memasukkan asuransi dan investasi dalam rencana keuangan adalah sebuah kewajiban. Jangan menyepelekan dua hal ini. Pasalnya, keduanya memiliki fungsi dan manfaat berbeda. Keduanya juga akan mendukung kamu dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan di bawah ini!

Asuransi

Asuransi adalah bentuk pertanggungan, alih resiko dan berfungsi sebagai perlindungan diri. Produk asuransi yang mudah dijumpai di antaranya asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.

Peran kedua asuransi tersebut memproteksi nasabah pemegang polis dari hal yang tak terduga (sakit, kecelakaan, dan lainnya) serta melindungi kamu dari kerugian finansial. Untuk besaran biaya pertanggungan, tergantung pada polis yang dibayarkan. Yang paling penting, manfaat asuransi bisa langsung kamu rasakan segera setelah membeli polis.

Memang, bicara soal asuransi agak sensitif. Karena tidak ada orang yang ingin sakit atau kecelakaan. Semua orang termasuk kamu, tentu ingin punya kesehatan yang selalu prima bukan? Karena dengan demikian kamu bisa kuliah ataupun bekerja untuk menafkahi diri sendiri dan keluarga, ataupun menikmati hasil kerja.

Bagaimana kalau hal tak terduga datang tiba-tiba? Di situasi seperti ini asuransi menjadi sahabat yang dapat kamu andalkan. Dengan asuransi kesehatan, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya atau direpotkan soal down payment (DP) rawat inap di rumah sakit. Karena sekarang banyak asuransi menerapkan sistem cashless.

Hal yang perlu kamu perhatikan adalah meninjau ulang polis asuransi, setidaknya setahun sekali, mengingat biaya kesehatan selalu naik setiap tahunnya. Kamu harus mempertimbangkan soal perlindungan asuransi tahun lalu masih relevan dengan kondisi kesehatan atau tidak atau perlukah rider (asuransi tambahan) untuk tahun berikutnya.

Investasi

Adalah penanaman uang atau modal untuk memperoleh keuntungan. Prinsip berinvestasi mirip seperti menabung. Hanya saja, “wadah” menabung dan investasi berbeda.

Jika wadah menabung adalah rekening di bank, investasi memiliki bentuk yang jauh lebih beragam. Berikut ini bentuk investasi yang bisa kita pertimbangkan.

  • Properti

Investasi dalam bentuk rumah, apartemen, atau tanah. Menginvestasikan dana dalam bentuk properti memerlukan modal yang cukup besar. Tetapi nilai properti selalu naik tiap tahun. Sehingga keuntungan yang akan didapat pun akan berlipat-lipat dibanding harga saat  membeli.

  • Forex

Berinvestasi menggunakan foreign exchange (forex) adalah investasi yang menggunakan mata uang asing semisal dolar, yen, atau euro. Keuntungan diperoleh saat kurs (nilai tukar) mata uang yang dibeli mengalami kenaikan, begitu pula sebaliknya. Investasi forex diminati anak muda karena prosesnya mudah.

  • Saham
    Berinvestasi melalui kepemilikan perusahaan. Kamu bisa membeli saham perusahaan per lot (100 lembar) melalui lembaga sekuritas. Keuntungan saham akan kamu peroleh dari menjual saham ketika harga naik dan pembagian dividen. Menggunakan instrumen saham, kamu harus jeli dalam mengamati pergerakan pasar saham dan memahami faktor risiko agar dapat return investasi (untung) yang tinggi.
  • Reksa Dana
    Wadah yang menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan dalam portofolio saham oleh manajer investasi. Reksa dana cocok bagi investor pemula yang tidak memiliki waktu untuk terus memantau pergerakan di pasar saham.
  • Logam Mulia
    Menginvestasikan dana dengan membeli logam mulia di Antam, Pegadaian, bank, maupun toko emas terpercaya. Investasi ini juga digemari anak muda karena proses yang mudah dan harga logam mulia selalu naik.

Investasi mana yang bagus? Tergantung kebutuhan dan tujuan kamu. Yang perlu diingat adalah, semakin tinggi keuntungan sebuah investasi, semakin tinggi pula risikonya.

Selagi masih produktif, tidak ada salahnya untuk memprioritaskan investasi dan asuransi dalam rencana keuangan. Asuransi siap menemani kita di kala susah. Sedangkan investasi bisa “melipatgandakan” uang kita untuk kondisi finansial yang lebih baik di masa depan.

Share to :
Tags: , , , , , , , , , , , ,
Artikel Terkait