Masa Tua Tanggung Jawab Asuransi dan Bukan Anak Kita

Ajaib: Jadikan Masa Tua Sebagai Tanggung Jawab Asuransi, Bukan Anak Kita

Masyarakat Indonesia masih jarang yang benar-benar matang mempersiapkan masa tua termasuk pula biayanya. Kebanyakan dari mereka, menggantungkan hari tua nanti dan segala kebutuhannya pada anak-anaknya. Karena itu ada anggapan jika nanti anak wajib mengurus anaknya sama seperti ketika masih kanak-kanak.

Meskipun memang hal ini tidak selalu salah namun ada baiknya tidak hanya bergantun pada kemampuan anak untuk kehidupan kita di masa senja nanti. Risikonya sendiri terlalu tinggi karena tidak tahu ke mana nasib membawa kita. Misalnya saja ternyata anak kita nanti tidak mampu secara finansial menanggung kebutuhan kita.

Atau bahkan karena memang si anak enggan dibebankan oleh orang tuanya. Tak heran ada banyak kasus orang tua yang terlantar karena lengah mempersiapkan diri. Pola pikir untuk membebankan kehidupan hari tua kita pada anak harus pelan-pelan disingkarkan dan diganti dengan solusi lain.

Sebenarnya akan jauh lebih aman dan terjamin jika kita benar-benar tahu apa saja yang perlu dipersiapkan di usia tua nanti. Misalnya saja memiliki asuransi kesehatan yang memproteksi kebutuhan kita nantinya. Atau bisa pula melakukan salah satu investasi untuk tabungan pensiun dan bahkan bisa dijadikan sumber penghidupan kebutuhan sehari-hari nantinya.

Hal yang jarang disadari banyak orang adalah kebutuhan kita akan tetap sama ketika tua nanti. Mungkin kita tak lagi membutuhkan barang-barang terkini namun pengeluaran untuk kesehatan maupun kenyamanan hidup tentunya tak sedikit. Jangan sampai kualitas hidup kita ketika tua menurun karena lalai mempersiapkan diri dan hanya bergantung pada anak saja.

Pentingnya Punya Gambaran Masa Tua Untuk Persiapan yang Matang

Hari-hari santai di rumah dikunjungi cucu, bercengkrama dengan anak-anak tercinta plus para mantu, atau jalan-jalan liburan mengunjungi saudara dan tempat-tempat terindah di dunia. Tidak ada lagi stress tugas kerja, instruksi boss ataupun rutinitas bangun pagi dan macet-macetan menuju kantor, hanya menikmati hari di rumah.

Mungkin itulah gambaran ideal masa tua impian pada umumnya bagi banyak orang. Tak banyak yang ingat bahwa tetap butuh biaya untuk mewujudkan impian tersebut termasuk pula kebutuhan sehari-hari yang tetap harus dipenuhi.

Bayangan kenyamanan masa tua itu seringkali membuat kita terlena, sehingga tidak merasa perlu tanggung jawab persiapan dini, apalagi asuransi. Kejar karir saja dulu dan bekerja mati-matian selagi muda. Soal masa tua itu soal nanti.

#Realita Hari Tua Sebenarnya

Tetapi kenyataan jarang bisa seindah impian. Menjalani masa pensiun sebenarnya bisa dikatakan sebagai “seni kehilangan segala sesuatunya setiap hari”. Semua anugerah yang kita miliki di masa muda seperti stamina tubuh, penglihatan – penciuman – pengecapan – pendengaran – perabaan yang tajam, gigi yang kuat, ingatan yang cermat, satu-persatu meninggalkan kita.

Sebagai gantinya, kita pun biasanya dianugerahi penyakit, post power syndrome hingga depresi. Hari-hari santai yang terbayang sangat menyenangkan ternyata menjadi hari-hari sarat keluhan dan penyesalan. Hal-hal yang ingin segera dilakukan karena dulu tak sempat dilakukan, terkendala masalah kesehatan. Karena itulah para manula sering murung, mudah tersinggung dan getir.

Lalu bagaimana caranya untuk terus bisa menangani problem masa tua, sementara fisik dan mental makin renta? Sebuah jawaban yang umum pun cepat tercetus; “Kan ada anak-anak!”.

#Tanggung Jawab Atas Keberlanjutan

Setiap individu di dunia pasti mengalami siklus kehidupan yang terus berputar, kadang di atas, kadang di bawah, kadang bahagia, kadang menderita. Hak dan kebebasan menikmati kebahagiaan hadir sepaket dengan tanggung jawab mengatasi penderitaan. Di masa masih menjadi anak muda, kita punya orang tua dan kakak-kakak yang siap membantu.

Tetapi ketika sudah sah menjadi individu dewasa, hal itu murni jadi tanggung jawab diri sendiri dan pasangan hidup, suami atau istri. “Lalu anak-anak? Kan waktu mereka kecil kita yang ngurus, sekarang gantian dong!”.

Mari kita kaji kembali pemikiran tersebut. Sejak anak-anak lahir, pasti kita ingin mereka menggantungkan cita-citanya setinggi langit, laki-laki ataupun perempuan, tanpa perbedaan.

Kita dorong mereka terbang setinggi-tingginya dengan bekerja mati-matian, agar sanggup membiayai pendidikan mereka yang juga terus melangit! Lalu, kalau akhirnya mereka benar-benar harus berada jauh di angkasa, misalnya jadi astronot kebanggaan bangsa di saat kita kewalahan menghadapi problem manula, tegakah kita memanggil mereka turun mendarat hanya untuk meladeni kita?

Apalagi kalau anak-anak kita pun nanti dirundung kesulitan mereka sendiri akibat persaingan kerja, krisis sumber daya dan perubahan cuaca. Jangan sampai terlambat, alangkah baiknya jika tanggung jawab atas keberlanjutan penanganan problem manula kita tangani sendiri sejak dini. Bagaimana caranya?

#Pengalihan Tanggung Jawab dengan Asuransi & Reksa Dana

Bayangkan masa tua kita serealistis mungkin, tuangkan dalam sebuah peritungan matang sekarang juga, selagi kita masih muda agar kelak post power syndrome tidak kita alami. Perhitungkan setiap aspek kebahagiaan dan penderitaan masa tua nanti, cicil biaya tanggungannya dari sekarang. Semakin panjang rentang waktu yang kita punya, semakin ringan kewajiban mencicilnya.

Kita bisa mempersiapkan masa tua yang nyaman dan aman bahkan sejak sekarang. Salah satunya dengan mulai berinvestasi. Semakin panjang rentang waktu yang kamu miliki maka kamu bisa mempersiapkannya dengan sebaik mungkin. Salah satunya dengan investasi reksa dana. Sekecil apapun dana yang bisa kamu alokasikan paling tidak harus ada persiapan matang yang dilakukan.

Misalnya dengan melakukan investasi reksa dana saham yang sudah dikenal sebagai model investasi jangka panjang. Kamu juga bisa mendapatkan manfaat efek compounding investasimu untuk semakin menambah nilainya dan tentu saja imbal hasil yang bisa diterima.

Ini adalah kemampuan aset investasimu untuk menghasilkan keuntungan dari keuntungan yang sudah ada. Imbal hasil investasi yang kamu dapatkan dikelola lagi untuk nilai yang lebih baik dan lebih besar.

Dengan demikian, kamu akan terhindari dari serangan post power syndrome ketika masuk usia tua. Kamu masih akan punya power khususnya dalam hal finansial lewat investasi milikmu. Tak akan ada lagi perasaan tak berdaya ketika merasa tidak berpenghasilan, sebagaimana yang banyak terjadi pada orang tua.

Tidak perlu pusing, cari informasi produk investasi reksa dana terbaik di aplikasi Ajaib untuk mempersiapkan hari tuamu. Kalau masih bingung soal perencanannya, kamu bisa berkonsultasi pada para profesional yang memang ahlinya dari Ajaib.

Dapatkan saran terbaik sekaligus solusi konkrit lewat aplikasi investasi ini. Percayalah bahwa mungkin dalam 15 atau 20 tahun mendatang kamu akan mensyukuri sedikit uang yang kamu sisihkan untuk investasi ini.

Berapa pun anak kita, laki-laki maupun perempuan, tugas mereka tetaplah mengejar cita-cita setinggi langit, sambil sesekali pulang menengok kita untuk bercengkrama bahagia dan bukan pusing membiayai kehidupan kita.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait