Wow! Reksa Dana Saham Tidak Berisiko Jangka Panjang

Mungkin sebagian besar dari kita dapat mengingat slogan reksa dana, “Investasi reksa dana bebas dari risiko pasar”. Namun, kebanyakan orang tidak menyadari kenyataan bahwa apa yang disebut sebagai ‘investasi aman’ juga tetap membawa risiko. Misalkan saja deposito, tentu ada juga bank yang memiliki risiko gagal bayar untuk bunga deposito tersebut. Satu-satunya risiko tambahan yang terkait dengan reksa dana adalah risiko harga.
# Mengapa secara tradisional dianggap berisiko?
Karena ada juga kemungkinan menderita kerugian karena keuntungan yang akan dihasilkan oleh investor sepenuhnya didasarkan pada harga pasar saham, yang bervariasi dari waktu ke waktu. Tren industri, ekonomi dan inflasi akan berpengaruh pada perusahaan dan sahamnya. Selain itu, CEO perusahaan, tim manajemen dan cara mereka mengelola keuangan mereka dapat menaikkan atau menghancurkan nilai saham perusahaan.
Memang benar bahwa investasi di pasar modal memerlukan banyak penelitian untuk pengembalian terbaik, sulit untuk membuat keputusan investasi saham untuk individu. Oleh karena itu, Reksa Dana Saham merupakan pilihan bagus, di mana manajer investasi melakukan semua penelitian dan investasi atas nama investor dengan biaya yang sangat kecil.
# Apa yang membuatnya tidak berisiko lagi?
Investasi saham telah dianggap berisiko karena fakta bahwa adanya volatilitas pasar saham. Tetapi kenyataannya adalah berinvestasi saham tidak hanya dapat memberikan Anda pengembalian yang tinggi tetapi juga risiko yang akan semakin berkurang dalam jangka panjang jika dibandingkan dengan bentuk investasi lainnya. Bagaimana ini mungkin? Ketika nilai saham terus berfluktuasi dan pasar saham sangat fluktuatif, bagaimana bisa menjanjikan pengembalian yang aman?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu memahami satu atau dua hal tentang pasar saham dan volatilitasnya. Seperti yang kita katakan, “Kecantikan terletak di mata yang melihatnya”, volatilitas pasar saham dapat dirasakan secara berbeda pada contoh yang berbeda. Meskipun benar bahwa pasar saham sangat fluktuatif, volatilitas menjadi risiko hanya ketika pasar diperhatikan per hari atau per minggu. Tentu akan ada banyak pasang surut. Dalam kasus jangka pendek, pasang surut ini akan memukul investor dengan keras dan berdampak negatif pada peluang mereka untuk mendapatkan pengembalian yang aman dan lebih baik. Tetapi dalam investasi jangka panjang, pasang surut ini tidak masalah.
Keadaan volatilitas ini hanya akan sangat berarti jika kita terus-menerus memeriksa harga saham tersebut. Tetapi dalam jangka panjang, volatilitas ini akan meniadakan satu sama lain dan seimbang. Apa yang bisa kita lihat di bagian akhir, adalah harga saham yang ternyata sudah naik tinggi dibandingkan dengan harga pembelian pertama Anda.
Dalam jangka panjang, investasi yang dilakukan dalam saham akan meningkat nilainya sesuai dengan dalam pertumbuhan laba perusahaan. Ini adalah salah satu keuntungan terbesar dari investasi ekuitas.
Investasi yang dilakukan pada tahun 2012 menghasilkan pengembalian rata-rata 12.5% per tahun hingga hari ini. Ini adalah pengembalian yang cukup tinggi dibandingkan dengan return deposito yang hanya 5% per tahun. Meskipun pasar terus berfluktuasi selama ini, pada akhirnya investasi saham jangka panjang ini terbukti aman, dan menawarkan pengembalian yang aman & lebih tinggi.
Anda juga dapat melihat performa historis dari IHSG sendiri dimana pada tahun 2012 berada di level 3,800, sedangkan pada bulan Mei sudah berada di level 6,300. Tentu imbal hasil selama 7 tahun ini mencapai 165%. Tidak ada produk investasi yang bisa memberikan hasil return setinggi ini selain real estate. Ini merupakan bukti nyata untuk meyakinkan Anda bahwa investasi saham akan tidak berisiko apabila berinvestasi dalam jangka panjang.
Share to :
Artikel Terkait