Mau Berinvestasi Reksa Dana? Ketahui Dulu Hal-hal Ini!

ilustrasi yang menggambarkan proses belajar dari hari ke hari
ilustrasi yang menggambarkan proses belajar dari hari ke hari

Jadi, kamu siap untuk melakukan berinvestasi reksa dana? Luar biasa! Tapi, apakah kamu sudah benar-benar tahu apa itu reksa dana? Tanpa memiliki pengetahuan yang memadai soal investasi khususnya reksa dana kamu bisa saja mengalami kerugian. Tentunya kamu ingin imbal hasil yang memuaskan bukan malah modal yang terkuras habis karena ilmumu belum cukup.

Hmm.. bagaimana kamu bisa membangun fondasi keuangan yang kokoh jika kamu tidak benar-benar memahami pilihan investasi kamu? Investasi reksadana mungkin bukan jenis instrumen menyimpan uang yang banyak dikenal orang sebelumnya. Namun investasi ini kini menjadi salah satu jalan bagi masyarakat awam mencicip manisnya dunia pasar keuangan maupun pasar modal.

Jika sebelumnya publik sekedar tahu pentingnya menyimpan uang dengan berinvestasi maka kini masyarakat tahu cara investasi yang mudah sekaligus menguntungkan. Dampak lainnya pula ialah minat investasi masyarakat yang semakin meningat tiap tahun.

Hal ini menjadi angin segar baik untuk perekonomian negara maupun masyarakat itu sendiri. Apalagi sifat dari reksa dana memang menjadi sarana penghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal dan keinginan berinvestasi namun tidak waktu maupun pengetahuan untuk melakukannya. Modal yang dikumpulkan lewat instrumen ini juga tentunya membuat pasar modal di Indonesia berjalan lebih meriah.

Reksa dana menjadi instrumen investasi yang pas bagi pemodal kecil sampai kelas menengah namun tidak memiliki latar belakang pengetahuan untuk berhitung atas risiko investasi dan detail rumit lainnya. Hal ini bisa diwujudkan dengan adanya peran manajer investasi dalam reksa dana. Dampaknya tentu saja ada biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk jasa ini namun hasilnya sebanding tentunya dengan kemudahan yang didapatkan.

Terlebih lagi, tersedia banyak jenis reksa dana tergantung dengan instrumen yang mengkomodir dananya. Kamu bisa memilih reksa dana pendapatan, reksa dana saham, reksa dana pasar uang atau reksa dana campuran. Bingung pilih yang mana? Tenang saja ada banyak rekomendasi yang bisa kamu dapatkan.

Pada dasarnya, setiap jenis reksa dana memiliki manfaat yang berbeda untuk jangka waktu berbeda pula. Sifatnya mirip dengan jenis instrumen yang digunakan, misalnya saja saham untuk tujuan investasi jangka panjang 3 tahun atau 5 tahun, namun kamu dimudahkan dengan modal yang lebih terjangkau. Imbal hasilnya mungkin tidak sefantastis para trader saham namun tentunya kamu bisa mendapartkan potongan kue keuntungan pasar modal meski masih terbatas.

Nah, sebelum mulai berinvestasi reksa dana, sebaiknya simak dulu artikel ini untuk tahu secara menyeluruh tentang reksa dana agar kamu semakin mantap dalam berinvestasi!

Memahami Terminologinya Sebelum Berinvestasi Reksa Dana

Kamu dapat lebih mudah mengenal dunia reksa dana ketika kamu sudah mengerti terminologi atau istilah-istilah yang sering digunakan di dalamnya. Sebelum memulai investasi reksa dana, mungkin kamu akan mulai membaca berbagai artikel untuk mendapat lebih banyak pengetahuan. Sayangnya, proses belajarmu mungkin akan tersendat jika kamu tidak mengerti istilah-istilah yang digunakan dalam dunia reksa dana.

Memang ada banyak sekali istilah dalam dunia investasi bahkan bisa dikategorikan tergantung jenis instrumen maupun pasarnya. Misalnya saja broker, diversifikasi, return, emiten, dll. Namun paling tidak kamu harus memahami dulu istilah yang berkaitan erat dengan investasi reksa dana seperti nilai aktiva bersih, manajer investasi, bank kustodian dan masih banyak lainnya.

Meski dikategorikan cocok untuk investor pemula karena kemudahannya, paling tidak kamu harus tetap membekali diri dengan berbagai istilah dasar sebelum berinvestasi reksa dana. Untuk membantu kamu belajar, kami akan bantu menjelaskan beberapa terminologi atau istilah dasar yang akan sering kamu temui ketika mempelajari reksa dana:

1.     Bank Kustodian

Bank Kustodian merupakan suatu lembaga yang bertanggung jawab dalam mengamankan aset keuangan suatu perusahaan atau perorangan. Setiap dana efek yang terkumpul akan disimpan dan diawasi penggunaannya oleh Bank Kustodian ini. Bank Kustodian juga mencatat seluruh pembelian atau pencairan yang dilakukan oleh investor alias segala hal terkait administrasinya.

Oh ya, kalau bingung investor itu siapa, investor itu kamu. Iya, kamu, setelah resmi berinvestasi dengan bukti atas sejumlah uang yang kamu tanamkan. Setelah kamu membeli saham, Bank Kustodian juga yang akan mengeluarkan tanda bukti pembelian, pencairan atau pemindahan reksa dana dari satu jenis ke jenis yang lainnya.

2.     Manajer Investasi (MI)

Kamu pasti akan sering mendengar istilah ini ketika mempelajari cara berinvestasi reksa dana. Sebenarnya siapa itu Manajer Investasi? Ia adalah profesional yang akan menginvestasikan uang kamu ke dalam berbagai instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko kamu. Bisa dibilang, Manajer Investasi adalah orang yang nantinya akan mengelola dana kamu ketika kamu mulai berinvestasi.

Karena besarnya peran manajer investasi dalam pengelolaan uangmu maka sebaiknya kamu teliti dalam mempercayakan danamu. Misalnya saja dengan mencari tahu lebih banyak soal rekam jejak profesional ini untuk tahu apakah strategi mereka sejalan dengan langkah investasimu.

3.     Kontrak Investasi Kolektif (KIK)

KIK ini adalah kontrak yang dilakukan oleh Manajer Investasi (MI) dan Bank Kostudian. Dalam kontrak ini diterangkan juga mengenai hak serta tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat di dalam kontrak tersebut. Baik MI dan Bank Kustodian memiliki wewenang yang berbeda dalam KIK.

Nah, tiga istilah di atas hanyalah sebagian kecil dari masih banyak lagi terminologi yang biasa digunakan dalam dunia reksa dana. Semakin kamu banyak membaca, kamu akan lebih familiar dengan terminologi-terminologi lain yang jauh lebih rumit. Untuk tahap awal, biasakan diri dulu memahami istilah-istilah di atas ya.

#Diversifikasikan Portofolio Dana Kamu

Bukan hanya istilah rumit yang harus kamu pahami untuk mulai berinvestasi dalam reksa dana. Kamu juga harus menerapkan langkah startegis untuk bisa mendapatkan imbal hasil maksimal di waktunya nantinya. Salah satunya dengan memahami dan menerapkan prinsip diversifikasi portofolio dana.

Sebenarnya istilah ini cukup mudah untuk dipahami. Pernah dengar peribahasa ‘jangan taruh semua telur di satu keranjang’? Nah, diversifikasi portofolio ini dapat diasosiasikan ke dalam peribahasa tersebut. Maksudnya, jangan investasikan semua dana kamu ke satu saham perusahaan saja.

Diversifikasi portofolio adalah pembentukan portofolio untuk mengurangi risiko. Jadi, dana kamu tidak diinvestasikan ke dalam saham satu perusahaan saja. Portofolio dana kamu nantinya akan terdiri dari banyak saham perusahaan. Aplikasinya bisa dengan memiliki berbagai jenis reksa dana dengan masa jatuh temponya berbeda sesuai tujuan keuangan yang ingin dicapai.

Untuk dapat melakukan diversifikasi portofolio dana, kamu harus paham dulu perihal risk tolerance. Memahami risk tolerance termasuk mempertimbangkan potensi keuntungan serta mengerti cara kerja instrumen investasi yang telah kita pilih.

Setelah cukup memahami risk tolerance, kamu harus menentukan target aset yang siap diinvestasikan. Biasanya, investor yang memiliki risk tolerance tinggi tidak akan segan untuk menginvestasikan asetnya pada target dengan profil pengembalian risiko tinggi.

#Fokus Pada Tujuan Finansial Jangka Panjang

Kebanyakan calon investor atau investor pemula cenderung tergoda untuk memilih investasi yang akan memberikan keuntungan di tahun berikutnya. Namun, ketika mengelola portofolio investasi, kamu sebaiknya fokus pada nilai-nilai keseimbangan, kedisiplinan, dan keberlanjutan.

Apa sih yang dimaksud dengan keberlanjutan? Maksudnya, investasi kamu dapat menjadi jawaban bagi tujuan-tujuan jangka panjang. Jika kamu betul-betul memantapkan diri untuk fokus pada kebutuhan dan tujuan jangka panjang, kamu akan bertahan melewati masa-masa sulit ketika harga saham cenderung fluktuatif, hingga mendapatkan keuntungan maksimal dari portofolio investasi kamu.

Nah, itu dia hal-hal dasar yang harus kamu perhatikan sebelum mulai berinvestasi reksa dana. Masih bingung? Tenang, untuk investor pemula, hal terpenting adalah konsisten belajar dan serap ilmunya dengan perlahan. Tidak perlu tergesa-gesa, kok.

Boleh juga hubungi kami dan ngobrol seputar solusi Ajaib untuk kamu yang ingin belajar lebih banyak!

 


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.   

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait