Bank Kustodian, Ini Pengertian dan Fungsinya di Dunia Investasi

Kustodian

Bank kustodian merupakan bank yang bekerja untuk mengurus administrasi nasabah, mengawasi dan menjaga aset reksa dana (safe keeping). Setiap jenis reksa dana haruslah mencantumkan bank kustodian dalam prospektusnya. Saat kamu melakukan investasi reksa dana, maka uang investasi kamu selanjutnya akan di transfer ke rekening bank kustodian.

Adapun tugas dari bank kustodian yang berkaitan dengan investasi reksa dana antara lain :

1.   Melakukan pengadministrasian kekayaan reksa dana, seperti menyimpan seluruh sertifikat, dokumen dan aset milik kamu.

2.   Melakukan pengadministrasian untuk pengelolaan manajer investasi, seperti melakukan pencatatan jual beli saham, obligasi, pasar uang, penempatan deposito, lain sebagainya.

3.   Melakukan pengadministrasian untuk investor, seperti melakukan pengiriman surat konfirmasi transaksi jual, beli, pengalihan (switching), perhitungan unit, dan pengiriman laporan.

4.   Ikut serta dalam melakukan pengawasan terhadap manajer investasi.

5.   Menyimpan dan mengamankan asset dalam reksa dana.

Faktor keamanan dalam melakukan investasi sangat penting untuk diperhatikan. Ini mengingat bahwa investasi harus menjadi pertimbangan yang dilakukan untuk meminimalisir risiko terjebak dalam sebuah penipuan dan penggelapan saat melakukan investasi.

Masalah keamanan yang menjadi perhatian utama adalah investasi pada aset reksadana. Untuk menjaga keamanan pada investasi reksa dana maka jasa kustodian sangat diperlukan.

Dengan adanya kustodian, maka seorang investor tidak perlu khawatir bahwa dana akan disalahgunakan oleh manajer investasi ataupun agen penjualan reksa dana karena tingkat keamanannya.

Bank kustodian merupakan produk yang dihasilkan Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang disepakati dan ditandatangani antara Manajer Investasi (MI) dengan Bank Kustodian (BK). Dalam kontrak tersebut, BK dan MI sepakat menghimpun dan mengelola dana masyarakat dalam bentuk reksa dana dengan pembagian antara hak/ kewajiban pada masing-masing pihak.

Bank kustodian merupakan lembaga yang nantinya akan bertanggung jawab dalam menyimpan dan menjaga aset kamu yang kamu investasikan secara kolektif. Aset ini juga dapat mencakup semua jenis sekuritas termasuk saham, obligasi dan barang berharga lainnya.

Manajer investasi kemudian akan mempunyai hak dalam mengelola dana nasabah berupa kas dan instrumen lainnya. Dan untuk alasan keamanan, seluruh aset yang kamu punya wajib disimpan di bank kustodian. Ini untuk menutup kemungkinan salah satu pihak menggelapkan dana investasi kamu.

Untuk menjadi bank kustodian, maka sebuah institusi wajib mengurus izin dari Bank Indonesia dan mendapatkan persetujuan dan mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Terkait investasi reksa dana, kustodian memiliki tugas penting, seperti mengitung Aktiva Bersih (NAB) reksa dana, dan pencatatan transaksi aset reksa dana.

Lain dari itu, bank kustodian juga harus mengirimkan surat konfirmasi transaksi (SKT) sebagai bukti transaksi nasabah dan laporan akun bulanan investasi. Selain itu juga bertanggung jawab dalam melakukan proses administrasi dan pencatatan dari setiap instrumen yang disimpannya.

Proses pencatatan yang dilakukan oleh bank kustodian termasuk untuk melakukan jual dan beli saham, pengiriman surat konfirmasi dalam transaksi jual beli pengalihan dan perhitungan unit dan juga pencairan deposito hingga pengiriman laporan bulanan serta mengumumkan nilai NAB/UP ke media.

Atas jasa yang diberikan, maka bank akan memungut biaya rata-rata 0,1 % sampai dengan 0.25% per tahun dari dana yang kamu titipkan. Bank kustodian juga kemudian mengemban tugas dalam mengawasi manajer investasi agar tidak mengambil kebijakan yang melenceng dari kontrak investasi kolektif.

Jika terjadi masalah pengelolaan yang menyalahi ketentuan, maka bank kustodian memiliki tanggung jawab dalam memperingatkan pihak manager investasi. Namun, jika peringatan tersebut tidak dihiraukan oleh manajer investasi, maka bank berhak membawa masalah ini kepada OJK.

Untuk alasan keamanan dan menghindari benturan kepentingan, maka bank mutlak dan tidak boleh memiliki hubungan spesial atau terafiliasi dengan manajer investasi kecuali atas kepemilikan pemerintah.

Dengan adanya pemisahan fungsi antara kustodian dan manajer investasi maka risiko kebangkrutan akan berkurang. Sebab aset reksadana bukan merupakan asset MI dan BK, maka tidak dapat disita, jika institusi bangkrut.

Skenario yang mungkin saja terjadi jika manajer investasi bangkrut adalah pengelolaannya akan dialihkan ke manajer investasi lainnya. Jika bank yang mengalami kebangkrutan, maka akan dialihkan ke bank lainnya dan tidak menyebabkan nilai investasi berkurang.

Di Indonesia ada beberapa bank umum yang menyediakan fasilitas kustodian. Ini termasuk bank milik BUMN, maupun non-BUMN. Beberapa bank yang menyediakan fasilitas kustodian, antar lain Deutsche Bank, BNI, CIMB Niaga, HSBC, SCB, BCA, Permata, Citi Bank, BRI, Danamon, Bank Mandiri, Bank Mega dan DBS.

Bacaan menarik lainnya:

Balfas, Hamud. (2006) Hukum Pasar Modal. Jakarta: Tata Nusa


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait