Perencanaan Keuangan

Kustodian adalah Hal Penting yang Mengatur Pasar Saham

Mengenal Bank Kustodian dan Fungsinya

Bank Kustodian biasanya dikenal dengan nama Kustodian. Ini merupakan suatu lembaga yang bertanggung jawab untuk mengamankan aset keuangan dari suatu perusahaan ataupun perorangan. Supaya kamu tahu lebih jauh, Bank kustodian ini bakal bergerak sesuai dengan tempat dari asset seperti saham, obligasi dan lain sebagainya. Selain itu, Bank Kustodian juga melaksanakan tugas administrasi seperti menagih hasil penjualan, menerima deviden, mengumpulkan informasi mengenai perusahaan acuan seperti misalnya rapat umum pemegang saham tahunan, dan banyak hal lainnya.

Kamu juga harus paham, hal-hal yang dipaparkan di atas itu biasa juga disebut dengan bank kustodian global. Jika Bank Kustodian mengelola aset dari berbagai penjuru dunia dengan beragam yurisdiksi melalui berbagai cabangnya di seluruh penjuru dunia. Aset yang tersebar demikian biasanya dimiliki oleh dana pensiun.

Pengertian Kustodian

Bank Kustodian adalah lembaga keuangan yang bertanggung jawab menyimpan dan menjaga berbagai aset perusahaan investasi secara kolektif. Di mana, aset yang dimaksud di sini mencakup semua jenis sekuritas termasuk saham atau obligasi, serta aset seperti perhiasan atau barang berharga lainnya.

Di mana manajer investasi hanya berhak untuk mengelola dana berupa kas maupun instrumen investasi. Namun seluruh aset tersebut wajib disimpan di Bank Kustodian dengan alasan keamanan. Sehingga, menutup kemungkinan adanya salah satu pihak menggelapkan dana investor.

Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995, kustodian adalah bank umum yang mengatur tentang Pasar Modal (“UU 8/1995”) serta POJK 24/2017. Maksudnya adalah pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.

Bank Kustodian juga bisa terlibat dalam urusan pengelolaan reksa dana, baik dalam bentuk perseroan atau kontrak investasi kolektif. Pengelolaan reksa dana ini dilakukan oleh Manajer Investasi berdasarkan kontrak. Nantinya, manajer investasi yang bakal membuat kontrak pengelolaan sebagai bukti kepemilikan reksa dana yang berbentuk perseroan. Kontrak itu terbuka dengan bentuk kontrak investasi kolektif antara manajer investasi dengan Bank Kustodian.

Untuk menjadi bank kustodian, sebuah institusi harus mendapat izin dari Bank Indonesia serta mendapat persetujuan OJK untuk melakukan kegiatan usaha sebagai Kustodian. Terkait dengan investasi reksa dana, bank kustodian memiliki beberapa tugas, seperti menghitung Nilai Aktiva Bersih (NAB) dan melakukan pencatatan transaksi aset. Selain itu, bank ini juga bertugas mengirimkan Surat Konfirmasi Transaksi (SKT) sebagai bukti transaksi nasabah dan laporan akun bulanan investasi.

Apa fungsinya Bank Kustodian?

Lalu, bagaimana fungsi Bank Kustodian. Berikut ini, kami redaksi Ajaib memaparkan beberapa fungsi bank kustodian lainnya, yaitu:

1. Mengerjakan Fungsi Administrasi

Bank Kustodian melakukan proses administrasi hingga pencatatan setiap instrumen yang disimpan. Bank Kustodian itu sangat bertanggung jawab semuanya. Proses pencatatan dilakukan termasuk jual-beli saham, pengiriman surat konfirmasi mengenai transaksi, hingga pencairan deposito atau pengiriman laporan bulanan.

2. Mengawasi Manajer Investasi

Bank Kustodian memiliki tugas dalam mengawasi manajer investasi agar tidak merugikan pemilik modal. Jika ada yang menyalahi aturan, Bank Kustodian adalah pihak yang bertanggung jawab memperingatkan pihak manajer investasi. Andai pelanggaran itu tidak dihiraukan, maka pihak Bank Kustodian bisa membawa kasusnya ke Otoritas Jasa Keuangan.

Bank Kustodian tidak memiliki hubungan yang spesial dengan salah satu pihak, baik manajer investasi atau investor untuk alasan keuangan. Agar kamu mengerti, kamu harus pelajarinya melalui contoh berikut ini:

Andai Bank XXX merupakan manajer investasi pada salah satu produk investasi reksa dana, maka aset dari produk reksa dana tersebut tidak boleh disimpan di Bank Kustodian yang memiliki hubungan dengan Bank Lain, meskipun ada kemungkinan Bank Lain juga memiliki izin sebagai bank kustodian.

Tugas Bank Kustodian

Terkait investasi reksa dana, bank kutodian memiliki beberapa tugas-tugas penting. Apa saja itu? Simak selengkapnya di bawah ini:

a. Melakukan administrasi kekayaan reksa dana, seperti menyimpan seluruh sertifikat, dokumen, dan aset lainnya;

b. Melakukan administrasi terkait pengelolaan manajer investasi seperti melakukan pencatatan jual beli saham, obligasi, pasar uang, penempatan deposito, dan sebagainya;

c. Melakukan administrasi terkait investor, misalnya melakukan pengiriman surat konfirmasi transaksi (SKT) jual, beli, pengalihan (switching), perhitungan unit, dan pengiriman laporan.

d. Melakukan pengawasan terhadap manajer investasi;

e. Menyimpan dan mengamankan kekayaan reksa dana para nasabah maupun investor;

f. Menghitung nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana;

g. Mengirimkan laporan bulanan investasi ke media.

Dari beberapa tugas di atas, bank kustodian memungut fee atau biaya atas jasa-jasa yang diberikan, di mana rata-rata biaya tersebut sekitar 0,1 hingga 0,25 persen per tahun dari dana yang dititipkan. Selain itu, Bank Kustodian juga bertugas mengawasi manajer investasi agar tidak melenceng dari kontrak investasi kolektif.

Jika terjadi pengelolaan yang menyalahi ketentuan, bank kustodian memiliki tanggung jawab untuk memperingatkan manajer investasi yang bersangkutan. Jika peringatan tersebut dihiraukan, bank kustodian berhak untuk membawa kasus tersebut ke Otoritas Jasa Keuangan. Sehingga untuk alasan kemanan dan menghindari benturan kepentingan, Bank Kustodian mutlak tidak boleh memiliki hubungan spesial atau terafiliasi dengan Manajer investasi, kecuali atas kepemilikan pemerintah.

Dengan pemisahan fungsi tersebut, reksa dana aman dari risiko kebangkrutan Manajer Investasi atau pun Bank Kustodian, karena aset reksa dana bukan merupakan aset kedua pihak yang tidak bisa ikut disita, ketika keduanya mengalami kebangkrutan.

Daftar Bank Kustodian di Indonesia

Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal Indonesia, di bawah ini adalah beberapa bank kustodian yang ada di Indonesia

a. Bank Central Asia

b. Standard Chartered Bank

c. Bank Internasional Indonesia

d. Bank CIMB Niaga

e. HSBC

f. Citibank N.A

g. Bank Permata

h. Lippo Bank

i. Bank Negara Indonesia

j. Bank Sumitomo Mitsui Indonesia

k. Bank Artha Graha

l. Bank UOB Indonesia

m. Deutsche Bank

n. Bank Rakyat Indonesia

o. Bank Mandiri

p. Bank Mega

q. Bank Panin

r. Bank Danamon

s. Bank Bukopin

t. Bank DBS Indonesia

Itulah penjelasan mengenai bank kustodian dan daftar bank kustodian yang ada di Indonesia. Dengan memahami hal tersebut, kamu bisa lebih percaya bukan untuk memulai investasi? Yuk mulai daftar akunmu di Ajaib, pilih tujuan investasimu, tentukan manajer investasi terbaik bagi kamu, dan terakhir pilih emiten investasi yang kamu pilih. Setelah itu, mulai investasi sekarang dan jangan tunggu nanti!

Bacaan menarik lainnya:

Abdul, Wahab. (2012). Pengantar Ekonomi Makro, Samata:Alauddin University Pers
Jogiyanto. (2009). Teori Portofolio Dan Analisis Investasi. Yogyakarta : BPFE


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait