Generasi Milenial Wajib Investasi Reksa Dana, Kenapa?

Potret wanita muda yang mewakili generasi milenial

Sebagian dari generasi milenial saat ini mungkin sedang tersenyum sumringah karena sneakers keluaran terbaru yang bikin tidurnya tidak tenang selama tiga bulan, akhirnya sudah di tangan.

Sebagian lagi barangkali sedang asik menelusuri online shop untuk cari baju pantai kekinian, bekal menuju liburan ke Derawan, walau tiket pesawatnya dibeli dengan kredit online.

Wahai para pemuda foya-foya, hidupmu bisa saja sangat berwarna hari ini, dengan sepaket agenda hura-hura dan panjat sosial. Tapi, apa jawabanmu ketika disodorkan pertanyaan sederhana ‘apa kabar dana masa depan?

generasi-milenial-wajib-investasi-reksa-dana
Generasi milenial yang berinvestasi akan lebih bahagia di masa depan

Berapa banyak dari kamu yang mengernyitkan dahi sambil berpikir ‘ngapain gue pikirin sekarang?’. Sederhana saja, karena kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kamu yang mementingkan dirimu di masa depan, siapa lagi?

Lalu, apakah sudah telat untuk mulai mempersiapkan hari tua yang bahagia dan jauh dari hutang? Tentu saja tidak. Kamu bisa mulai sekarang dengan investasi reksa dana.

Sayangnya, investasi belum menjadi bagian dari budaya generasi milenial Indonesia. Tidak seperti di Amerika Serikat dan Singapura, anak muda di Indonesia masih merasa asing ketika mendengar istilah investasi. Padahal, berbicara investasi adalah berbicara mengenai perencanaan masa depan. Berinvestasi membuatmu 10 langkah lebih matang dari teman-temanmu yang masih galau cari pinjaman uang untuk beli tiket konser boyband K-Pop bulan depan.

Mengapa Generasi Milenial Sulit Berinvestasi?

Mari mulai dari memahami dulu ‘siapa itu milenial’.

Mayoritas pakar demografi menentukan generasi milenial adalah mereka yang lahir di awal tahun 1980an hingga pertengahan tahun 1990an. Generasi ini tumbuh dewasa diiringi dengan perkembangan pesat teknologi digital. Peningkatan penggunaan dan pemanfaatan media komunikasi yang tinggi membuat generasi milenial sangat sering terpapar arus informasi yang kencang.

Akibatnya? Generasi milenial cenderung lebih konsumtif.

Bahkan, riset yang dilakukan salah satu lembaga independen menunjukkan bahwa generasi milenial cenderung menghabiskan tabungannya untuk membiayai perilaku konsumtif mereka. Melainkan menabung untuk pengelolaan keuangan jangka panjang, generasi milenial menggunakan uang mereka untuk pembelajaan yang bersifat konsumtif, seperti untuk berwisata dan membeli tiket konser musik.

Lebih parah lagi, sebagian dari generasi milenial masih mengandalkan uang orang tua untuk memenuhi hasrat konsumtif mereka.

Perkembangan teknologi informasi yang pesat pun seolah memfasilitasi perilaku konsumtif ini dengan menjamurnya mobile shopping baik dalam bentuk market place maupun online retail shopping.

Para pakar keuangan pun melihat perlunya solusi bagi generasi milenial untuk meredam perilaku konsumtif ini. Pasalnya, diiringi dengan pengelolaan keuangan yang buruk, perilaku konsumtif membuat generasi milenial tidak dapat memiliki aset-aset penting untuk menopang kesejahteraan mereka di hari tua nanti.

Skenario terburuknya adalah ketika perilaku konsumtif ini melekat di masa tua, saat kamu sudah tidak lagi produktif dan tidak memiliki daya beli.

Seiring berkembangnya dunia keuangan Indonesia, kesadaran mengenai pentingnya investasi tumbuh semakin gencar di berbagai kalangan, termasuk generasi milenial.

Sekarang, apa sih sebenarnya investasi?

Investasi adalah menunda konsumsi dengan menyisihkan uang kamu untuk digunakan membeli aset-aset yang di masa depan dapat meningkatan nilai uang yang kamu sisihkan hari ini.

Jelas sekali, prasyarat untuk dapat memulai investasi adalah mengendalikan hasrat konsumtif. Tapi, apa kamu bisa? Umumya, faktor apa saja yang paling menghambat generasi milenial untuk mulai berinvestasi?

Minim Pengetahuan

Sistem pendidikan di Indonesia memang tidak mengajarkan generasi mudanya untuk memiliki ilmu pengelolaan keuangan yang baik. Untuk itu, dibutuhkan usaha ekstra dengan mengajari diri kita sendiri untuk berinvestasi. Dewasa ini, begitu banyak informasi dan pengetahuan yang bisa didapatkan generasi milenial terkait investasi.

Merasa Tidak Punya Uang

Pengetahuan yang buruk mengenai investasi berdampak pada asumsi bahwa memulai investasi harus dengan modal yang besar. Anggapan ini tentu saja salah, Ferguso. Kalau kamu belum tahu, investasi reksa dana dapat dimulai dari Rp100.000 saja, loh. Sangat mudah dan murah. Bahkan, cukup dengan memangkas alokasi jajan bobba tea selama sebulan saja sudah cukup untuk membantumu memulai merencanakan kondisi keuangan ideal di masa depan.

Perencanaan Masa Depan yang Buruk

Salah satu faktor dari perilaku konsumtif yang berlebihan adalah pola pikir yang hanya mementingkan kebutuhan hari ini saja. Padahal, menjadi tua itu pasti loh, gaes.

Generasi milenial hari ini cenderung alpa dalam mempersiapkan pengelolaan keuangan jangka panjang. Skill mengelola keuangan setelah pensiun ini rata-rata memang tidak diwariskan oleh generasi orang tua kita, namun tidak pernah terlambat untuk mulai mempelajarinya sendiri.

Terlebih lagi, investasi menganut prinsip compound of interest (bunga yang berbunga). Jadi, semakin cepat kamu mulai berinvestasi di umur yang masih muda maka akan semakin banyak keuntungan dari investasimu di hari tua nanti. Sebaliknya, semakin lama kamu memulai, semakin sedikit kamu untung.

Lalu, jika ingin memulai sekarang, jenis investasi mana yang paling pas untuk generasi milenial?

Banyak pakar keuangan yang sepakat bahwa reksa dana merupakan instrumen investasi yang paling tepat untuk pemula. Hal ini dikarenakan investasi reksa dana cenderung mudah dan memberikan keuntungan menarik untuk para pemula, khususnya generasi milenial yang masih dalam tahap belajar mengenali investasi.

Memangnya, apa saja sih keuntungan dari investasi reksa dana?

Pengelolaan yang Profesional

Salah satu hal yang pasti dibutuhkan oleh para pemula yang baru terjun ke dunia investasi adalah panduan dari tenaga profesional. Berinvestasi reksa dana, modal yang kamu miliki akan dikelola dan diawasi setiap harinya oleh seorang Manajer Investasi (MI). MI ini adalah tenaga profesional yang mengelola himpunan modal dari beberapa investor. Berinvestasi jadi sangat mudah karena kamu terbebas dari tugas administrasi dan keharusan untuk mengamati pasar modal setiap saat.

Diversifikasi Investasi

Sederhananya, diversifikasi investasi adalah strategi penyebaran atau penganekaragaman portofolio investasi. Sehingga, kamu berinvestasi di lebih dari satu saham perusahaan. Ini adalah upaya untuk meminimalisir resiko kerugian. Jadi, ketika harga saham satu perusahaan jatuh maka kamu masih memiliki cadangan di beberapa saham perusahaan yang lain. Aman dan tenang, deh.

Likuiditas

Dalam investasi reksa dana, pembelian, penjualan kembali maupun pengalihan unit penyertaan sangat mudah dan dapat dilakukan kapan saja setiap hari bursa. Hari bursa adalah hari-hari diselenggarakannya perdagangan Efek Bursa, berlangsung dari hari Senin hingga Jumat, di luar hari-hari itu perdagangan diliburkan. Jika kamu ingin mencairkan dana hasil penjualan kembali, kamu hanya perlu menunggu prosesnya berjalan selama maksimal tujuh hari bursa. Setelah itu, uangnya akan langsung masuk ke rekening Pemegang Unit Penyertaan.

Nah, ini juga salah satu kelebihan berinvestasi reksa dana. Coba saja bandingkan jika kamu berinvestasi ke properti atau mobil. Ketika kamu ingin menjual rumah atau mobil, tentu saja dibutuhkan waktu yang cukup lama dari mulai mengiklankan hingga kamu mendapat pembeli. Bisa saja rumah atau mobilmu tidak berhasil terjual selama berbulan-bulan karena belum ada pembeli yang cocok, padahal kamu benar-benar sedang membutuhkan uang.

Transparansi

Sebagai calon investor, penting sekali untuk selalu membekali dirimu dengan informasi yang paling akurat terkait komposisi aset dan instrumen portofolio investasi, risiko yang akan kamu hadapi dan biaya-biaya lain yang harus dipenuhi seorang investor. Nah, reksa dana selalu memberikan informasi tersebut secara transparan kepada publik.

Ditambah lagi, proses pembukuan reksa dana harus dilakukan oleh Bank Kostudian, pihak independen selain MI, setelah itu pun wajib diperiksa oleh Akuntan Publik yang telah terdaftar di OJK.

Terjangkau

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya hanya dengan Rp100,000 kamu sudah dapat memulai investasi reksa dana!

Jadi gimana? Tertarik untuk mulai investasi reksa dana kan? Tidak perlu bingung, mulai saja dulu agar lebih banyak tahu! Tahu kan di mana harus memulai investasi reksa dana?


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, menjadikannya instrumen investasi yang tepat bagi pemula! Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang!

Share to :
Tags: , , , ,
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait