Lebih Menguntungkan Tabungan Atau Investasi

Lebih Menguntungkan Tabungan Atau Investasi

Memiliki masa depan yang cerah adalah keinginan semua orang, namun tidak semua orang merencanakannya sejak dini. Kebanyakan orang mengandalkan tabungan sebagai cara mempersiapkan keuangan di masa depan. Hal ini tentunya tidak salah asalkan kamu memilih produk simpanan yang tepat dan menguntungkan.

Tabungan adalah simpanan yang paling banyak dimiliki masyarakat. Bahkan produk ini merupakan instrumen perbankan yang paling basic dimiliki oleh banyak orang. Salah satu alasannya adalah menabung di bank adalah cara menyimpan uang paling aman di era modern ini daripada sekedar ditaruh di rumah. Terlebih lagi, produk tabungan memberikan kelebihan tetap bisa dicairkan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan.

Misalnya saja dengan fitur tarik tunai di ATM ataupun pembayaran sistem debet kartu ATM selama saldo tabungan mencukupi. Banyak orang mulai membuka rekening tabungan ketika sudah memiliki pendapatan sendiri. Namun banyak pula yang memilikinya sejak kecil jika orang tua sudah sadar pentingnya menabung sejak anak usia dini.

Produk tabungan sendiri sangat banyak variasinya dengan karakteristik masing-masing. Fiturnya disesuaikan dengan tujuan simpanan tersebut. Misalnya saja rekening bisnis yang untuk dana penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat atau ditarik dengan cek bilyet giro atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu. Sedangkan tabungan anak atau pelajar umumnya memiliki saldo minimum yang sangat rendah, biaya administrasi bulanan terjangkau namun tanpa buku tabungan.

Adapula tabungan valas yang tidak menggunakan mata uang rupiah alih-alih mata uang asing yang lebih tinggi nilainya. Bisa pula berupa simpanan yang penarikannya dilakukan sesuai syarat tertentu yang disepakati misalnya deposito atau tabungan berjangka. Kedua jenis tabungan terakhir ini mendapatkan bunga lebih tinggi dibandingkan besarnya bunga tabungan biasa. Hanya saja dananya disepakati tidak dapat ditarik sampai tiba waktunya.

Dahulu, orang hanya berpikir tabungan sebagai cara menyimpan uang dan menjaga uangnya hingga sanggup membiayai kebutuhan di masa depan. Namun belakangan ketika perekonomian berputar semakin cepat dan tingkat inflasi juga tinggi rasanya sekedar menyimpan uang tidak memberikan hasil maksimal.

Karena itulah kemudian banyak yang merekomendasikan investasi sebagai alternatif yang lebih baik untuk menyimpan uangmu. Memang harus diakui investasi terasa memiliki kekurangan dengan adanya risiko kehilangan uangmu sewaktu-waktu. Namun risiko itu sebanding dengan peluang keuntungan yang juga bisa dihasilkan.

Menabung memang bukan langkah yang buruk namun nilai uangmu tidak akan berkembang. Kamu tidak bisa hanya berharap pada suku bunga tabungan agar menjadi kaya atau memiliki masa depan finansial yang lebih baik. Bahkan bisa saja jumlah uangmu berkurang karena potongan biaya administrasi bulanan yang dibebankan pihak bank.

Karena itulah mungkin saatnya melirik investasi sebagai cara menyimpan uang yang lebih menguntungkan. Namun benarkah investasi lebih untung dibandingkan tabungan? Bagaimana mungkin?

Mari kita kulik lebih jauh perbandingan antara kedua produk keuangan ini.

Perbedaan Antara Tabungan Dan Investasi yang Wajib Kamu Ketahui

Dapat dikatakan bahwa menabung dan berinvestasi adalah dua hal yang berbeda, namun sering kali diartikan sama oleh masyarakat Indonesia. Bahkan sebenarnya kamu harus meletakkannya dalam skala priorotas yang berbeda. Namun bukan berarti kamu hanya memilih salah satu diantaranya. Kali ini akan lebih baik jika kamu sanggup memiliki keduanya sekaligus.

Dampaknya akan semakin baik bagi masa depan finansialmu. Namun langkah pertama, kamu harus mengetahui perbedaan antara keduanya untuk tahu mana yang lebih menguntungkan dan tepat bagimu saat ini.

Tabungan merupakan cara untuk menyimpan sebagian besar penghasilan untuk kepentingan masa mendatang. Tujuan utamanya adalah untuk keamanan dan kenyamanan. Bayangkan menyimpan uangmu di rumah saja, pasti akan merasa cemas terus menerus kan?

Sedangkan berinvestasi merupakan langkah menambah nilai aset yang kamu miliki demi tujuan jangka panjang. Ada faktor risiko dalam berinvestasi yang mungkin tidak kamu temui ketika menabung. Namun unsur inilah yang kemudian memberikan hasil lebih baik karena kamu memang menanamkan uangmu dalam suatu perputaran uang baik di pasar modal maupun pasar keuangan.

Lalu manakah yang lebih menguntungkan? Berikut penjelasannya: 

1. Karakteristik Produk

Perbedaan tabungan dan investasi dapat dilihat dari karakteristik kedua instrumen. Tabungan memiliki penambahan nilai aset lebih lambat. Namun bisa dijadikan sebagai dana darurat jika kamu memiliki kepentingan mendadak. Untuk risiko, tabungan memiliki risiko lebih rendah dibandingkan investasi.

Investasi bertujuan untuk kepentingan jangka panjang. Selain itu, tidak bisa digunakan untuk kepentingan mendadak. Meskipun memiliki risiko, berinvestasi memiliki penambahan nilai lebih cepat daripada tabungan. Rata-rata keuntungannyadapat dirasakan di tahun kedua.

2. Persyaratan Produk

Untuk memiliki rekening tabungan di bank caranya cukup mudah. Kamu hanya perlu mengisi formulir pembukaan rekening dengan melampirkan identitas seperti KTP, SIM atau paspor. Kamu bisa membuka rekening dengan dana awal yang relatif kecil.

Varian produk tabungan sangat beragam. Beda produk biasanya beda pula persyaratannya. Namun pada dasarnya saldo awal dan identitas adalah syarat utamanya. Adapula produk tabungan yang merupakan instrumen investasi seperti deposito dan tabungan berjangka. Hanya saja tingkat keuntungannya tidak terlalu progresif.

Berbeda dengan investasi. Untuk memulai berinvestasi kamu harus mengeluarkan modal. Besarannya di awal cukup besar untuk membeli aset. Misalnya kamu ingin berinvestasi emas, maka harus menyediakan dana yang cukup besar untuk memiliki emas tersebut.

Misalnya saja harga emas saat ini mencapai Rp766.000 untuk satu gramnya. Maka kamu butuh paling tidak dana Rp2,3 juta untuk investasi emas batangan seberat 3 gram. Kemudian kamu akan mendapatkan keuntungan jika terjadi kenaikan harga dan kemudian menjualnya kembali.

Sebaliknya, jika terjadi penurunan harga dan kamu menjualnya maka kamu akan merugi. Itulah yang dinamakan risiko investasi. Namun kamu tidak perlu khawatir jika tetap ingin berinvestasi dengan risiko yang paling minim.

Ada beberapa jenis yang tidak membutuhkan modal besar diawal, seperti reksa dana. Cukup dengan Rp10.000 kamu sudah dapat berinvestasi reksa dana. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang reksa dana, kamu dapat membaca banyak artikel lain yang sudah kami bahas sebelumnya.

Dari perbedaan tersebut kamu dapat sedikit mengenal tentang perbedaan dasar tabungan dan investasi. Lalu mana yang lebih baik? Menabung atau berinvestasi?

Menabung atau Berinvestasi?

Tabungan atau investasi sama-sama menguntungkan, tergantung dari tujuan dan kemampuan keuanganmu. Menabung bisa kamu jadikan sebagai dana darurat dan bisa diambil kapan saja. Menabung juga tidak memiliki risiko kehilangan uang. Bisa dikatakan menabung lebih aman daripada investasi.

Sedangkan investasi untuk masa depan dan jangka panjang. Dengan berinvestasi bisa memperoleh keuntungan lebih besar daripada menabung. Cobalah berinvestasi reksa dana yang memiliki return rata-rata 20% pertahun dengan risiko yang kecil. Dari penjelasan tersebut, sebaiknya tabungan dan investasi harus tetap kamu miliki karena keduanya saling melengkapi.

Hanya saja porsinya harus diatur sesuaikan dengan tujuan dan kemampuan keuanganmu. jadi pikirkan baik-baik sebelum memutuskan mana yang lebih diutamakan dan berapa aset yang bisa kamu alokasikan pada kedua instrumen ini ya.

Memahami Lebih Jauh Risiko Investasi

Sejak tadi kamu mungkin menggarisbawahi soal investasi sebagai produk keuangan berisiko dibandingkan tabungan. Untuk menambah wawasanmu dan memperkuat pertimbanganmu, ada baiknya kamu mengetahui lebih jauh soal risiko yang dihadapi saat berinvestasi,

Terdapat tiga risiko utama yang paling ditakutkan saat hendak melakukan investasi. Berikut tiga risiko utama yang ditakuti investor dalam melakukan investasi yang harus kamu ketahui:

  • Nilai Investasi yang Turun

Hal yang paling ditakuti saat hendak melakukan investasi adalah tidak yakin apakah uang yang di investasikan tersebut tetap ada atau malah hilang. Setiap uang yang di investasikan tidak akan hilang. Namun yang perlu kamu ingat setiap investasi memiliki risiko yang berbeda-beda.

Sebelum kamu mulai berinvestasi. Pertimbangan terlebih dulu seberapa besar penurunan nilai investasi atau kerugian yang sanggup kamu tanggung. Berapapun besaran kerugian yang kamu terima, itu adalah bagian dari investasi. Kerugian investasi sesekali memang ada.

Selain itu, dengan mengalami kerugian. Sedikit demi sedikit kamu akan belajar lagi dan mendapatkan pengalaman berharga dalam berinvestasi.

  • Produk Investasi yang Sulit Dijual

Sulit atau mudahnya sebuah produk investasi dijual atau diuangkan lagi juga merupakan salah satu risiko yang harus kamu hadapi sebagai investor. Beberapa orang mungkin lebih senang melakukan investasi dalam emas karena lebih mudah dijual dan minim risiko.

Namun ada juga yang memilih investasi dalam mata uang dollar Amerika dan sesegera mungkin memasukannya kedalam Bank. Hal itu untuk menjaga bentuk fisik uangnya. Karena beberapa Bank tidak mau membeli mata uang asing jika kumal atau rusak.

Contoh lain sebagai produk investasi yang sulit untuk dijual adalah barang koleksi. Umumnya barang koleksi memang sulit untuk dijual kembali karena pasarnya sendiri sangat spesifik. Misalnya sebuah lukisan. Pasarnya hanya mereka yang hobi dan mengerti lukisan saja.

Jadi alangkah baiknya sebelum memulai investasi. Ketahui dulu apakah produk investasi yang kamu inginkan itu bisa dengan mudah dijual kembali. Jangan sampai kamu membeli produk investasi yang kamu sendiri tidak bisa menjualnya.

  • Hasil Investasi yang Tidak Sebesar Harga Kenaikan Barang dan Jasa

Dalam kasus seperti ini. Bayangkan jika kamu berinvestasi pada deposito yang memberikan bunga sebesar 10% dalam setahun. Namun dalam setahun ternyata harga barang dan jasa naik menjadi 15%. Bukan karena terlalu tinggi harga, namun produk yang dipilih kurang sesuai.

Mungkin kamu menginginkan suatu produk investasi yang konservatif dan aman. Namun konsekuensinya hasil investasi yang kamu dapatkan tidak bisa menutup kenaikan harga jasa atau barang. Jika hal tersebut terus terjadi, bisa jadi kamu akan bangkrut.

Jika kamu dalam kondisi seperti ini. Hal yang harus kamu lakukan adalah jangan menutup diri dengan berbagai informasi khususnya dalam dunia investasi. Mulailah pelajari produk investasi yang lain yang bahkan mungkin kamu tidak tahu sebelumnya.

Setelah mempelajarinya, cobalah berinvestasi di situ dengan mempertimbangkan segala konsekuensi dan risiko tinggi yang mungkin akan terjadi. Lama-lama kamu akan terbiasa dan bisa mengatasi kenaikan harga barang dan jasa dengan berinvestasi pada produk yang berpotensi.

Uraian di atas adalah perbandingan soal tabungan dan investasi yang perlu kamu pahami lebih jauh. Ketahui pula bahwa keduanya sama-sama penting untuk masa depan. Persoalannya adalah mengalokasikan dana yang sesuai dengan tujuan keuangan yang ingin dicapai dengan kondisi finansialmu saat ini.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait