Saham

Candle Doji: Cara Tepat Menggunakannya dalam Trading Saham

Candle Doji Cara Tepat Menggunakannya Dalam Trading Saham

Ajaib.co.idTrader dan investor tentu sudah familiar dengan nama Candle Doji, Doji Candle, atau Doji Candlestick. Candle Doji hampir selalu tercantum dalam rekomendasi saham harian yang diberikan oleh sekuritas dan terpampang pada ulasan media massa.

Doji termasuk pola candlestick yang paling sering muncul pada grafik harga. Polanya juga sangat khas, sehingga mudah dikenali dan menjadi salah satu sinyal favorit bagi trader harian.

Nah, apa itu doji candlestick dan bagaimana cara menggunakannya dengan efektif? Temukan jawabannya dalam artikel ini!

Pengertian Candle Doji

Candle Doji adalah sebutan untuk satu candle dalam grafik candlestick yang memiliki harga pembukaan (opening price) dan harga penutupan (closing price) sama persis, sehingga body berbentuk garis tipis. Doji biasanya tampak seperti salib, salib terbalik, atau tanda plus (+).

Grafik saham SIDO di bawah ini menunjukkan empat (4) Candle Doji pada posisi berbeda-beda. Dapatkah kamu menemukannya?

Grafik Saham SIDO

Istilah Doji berasal dari kata “dо̄ji” dalam bahasa Jepang, yang bermakna kesalahan. Hal ini berhubungan dengan kesamaan harga penutupan dan harga pembukaan yang semestinya tidak terjadi.

Candle Doji pada dasarnya memberikan sinyal netral, bukan sinyal beli maupun sinyal jual. Ada pula yang menyebut Doji Candlestick sebagai sinyal ketidakpastian (keraguan), karena kesamaan harga pembukaan dan harga penutupan menandakan bahwa seller dan buyer sama-sama ragu-ragu akan membawa harga ke arah mana. Kendati demikian, bentuk Doji Candlestick dan situasi pada saat pembentukannya dapat memberikan makna tertentu.

Baca Juga: Seni Memahami dan Cara Membaca Candlestick bagi Calon Investor

Macam-macam Doji Candlestick

Kita mengenal lima (5) macam Doji Candlestick, yaitu Four-price Doji, Doji Star, Long-legged Doji, Dragonfly Doji, dan Gravestone Doji. Masing-masing memiliki makna berbeda-beda.

Candle Doji

Four-price Doji

Four-price Doji terbentuk ketika harga pembukaan (opening price), harga penutupan (closing price), harga tertinggi (high), dan harga terendah (low) sama persis. Akibatnya, candle tampak seperti garis tipis saja tanpa body dan ekor. Doji Candlestick ini menandakan keraguan total, sehingga tak dapat dianggap sebagai indikasi beli maupun jual.

Doji Star

Doji Star menunjukkan harga pembukaan (opening price) dan harga penutupan (closing price) yang sama persis, sekaligus memiliki ekor atas dan bawah yang sama panjang. Hasilnya menyerupai tanda plus (+) dalam ilmu matematika. 

Doji Star dapat menandakan sinyal bullish maupun bearish, tergantung pada tren harga apa yang sedang berlangsung dan bagaimana pembentukan candle berikutnya. Doji Star sering kali menjadi bagian dalam pola candlestick Morning Star dan Evening Star.

Long-legged Doji

Long-legged Doji menunjukkan harga pembukaan (opening price) dan harga penutupan (closing price) yang sama persis, disertai dengan ekor atas dan ekor bawah yang amat panjang. Pola ini biasanya menandakan awal dari fase konsolidasi (sideways) di dekat ekuilibrium, atau menjadi sinyal akan berakhirnya tren yang sedang berlangsung

Dragonfly Doji

Dragonfly Doji terlihat menonjol berkat ekor bawah candle yang sangat panjang, sedangkan ekor atas nyaris tak nampak sama sekali. Apabila Dragonfly Doji terbentuk dalam situasi downtrend, maka itu kemungkinan menandakan perubahan tren pergerakan harga dari bearish menjadi bullish (bullish reversal). Demikian pula sebaliknya.

Gravestone Doji

Sesuai namanya, Gravestone Doji menyerupai batu nisan. Bentuknya mudah terlihat berkat ekor atas candle yang sangat panjang, sedangkan ekor bawah hampir tak nampak sama sekali. Candle ini juga dapat menandakan perubahan tren.

Apabila Gravestone Doji terbentuk dalam situasi uptrend, maka itu kemungkinan menandakan pembalikan harga dari bullish menjadi bearish (bearish reversal). Pola ini bisa menjadi “tokoh utama” dalam pola candlestick Shooting Star yang tergolong cukup akurat.

Cara Membaca Candle Doji Pattern

Doji Candlestick pada dasarnya merupakan indikator bahwa pergerakan harga saat ini “netral”, alias tidak condong ke arah bullish maupun bearish. Ada beberapa macam Doji yang memberikan sinyal tertentu, tetapi penerapannya dalam trading saham harus disertai dengan indikator teknikal lain untuk mengonfirmasi sinyal tersebut.

Banyak orang yang keliru mengira Doji menandakan penurunan momentum beli/jual yang sedang berlangsung. Mereka kemudian membuat keputusan yang salah, karena pasar sesungguhnya baru “wait-and-see” saja pada saat Doji terbentuk.

Panjang-pendeknya ekor pada Dragonfly Doji dan Gravestone Doji bisa menjadi pengingat awal untuk terjadinya perubahan tren (reversal), sebagaimana telah dipaparkan di atas. Akan tetapi, trader sebaiknya tetap menunggu hingga terbentuknya candle baru guna menentukan titik beli dan Stop Loss. Kita juga memerlukan indikator lain sebagai acuan untuk menentukan target profit secara teknikal.

Baca Juga: Cara Belajar Trading Saham Pemula agar Lebih Menguntungkan

Cara Menggunakan Doji Candle untuk Saham

Ada beberapa cara menggunakan Doji Candle untuk Saham, baik dalam rangka trading jangka pendek maupun investasi jangka panjang. Berikut ini tiga (3) hal yang perlu kamu ketahui:

1. Mendeteksi Saham Likuid dan Kurang Likuid

Grafik harga saham yang kurang likuid biasanya memuat banyak sekali Candle Doji, sedangkan saham yang likuid akan jarang menampilkan Candle Doji. Saham yang kurang likuid kurang cocok bagi strategi trading jangka pendek seperti scalping. Namun, banyak juga saham kurang likuid yang tetap sesuai untuk long-term.

2. Menandai Saham yang Berpotensi Reversal

Sebagaimana telah dipaparkan, Doji Candlestick itu sendiri menandakan “keraguan pasar”. Setelah melewati masa ragu-ragu, pasar boleh jadi memutuskan akan mengubah ataupun melanjutkan tren yang sedang berlangsung. Oleh karena itu, Doji Candlestick sebaiknya ditandai sebagai “berpotensi reversal” saja dan bukan sebagai “sinyal reversal”.

3. Mengantisipasi Terbentuknya Formasi Candlestick yang Lebih Akurat

Candle Doji dapat menjadi bagian dari pola-pola candlestick berakurasi tinggi seperti Morning Star, Evening Star, Abandoned Baby, dan lain-lain. Doji secara mandiri memang memiliki akurasi rendah, tetapi candle yang terbentuk setelah itu bisa jadi merupakan formasi berakurasi lebih baik. Kamu bisa menandai saham-saham di mana Doji muncul guna mengantisipasi formasi-formasi itu.

Sederhana dan mudah dipahami, bukan? Nah, setelah memahami hal ini, kamu bisa lanjut mempelajari formasi candlestick lain agar bisa memanfaatkan Candle Doji dengan tepat.

Artikel Terkait