Investor Pemula

Mengenal Strategi Stop Loss, Take Profit, dan Trailing Stop

Stop Loss

Ajaib.co.id – Di dalam dunia investasi, ada beberapa cara dan strategi yang dapat digunakan untuk meraih keuntungan sesuai target pencapaian, tidak terkecuali pada trading forex.

Untuk meraih keuntungan saat trading forex, kamu harus menerapkan strategi jitu yang dapat menghasilkan keuntungan.

Ada beberapa strategi yang dapat digunakan saat trading forex seperti stop loss, take profit, hingga trailing stop.

Bagi kamu yang baru dalam dunia trading forex, beberapa strategi ini tentu wajib untuk dipelajari demi menghasilkan keuntungan dan meminimalisir risiko merugi saat trading saham atau forex berlangsung.

Lalu, apa sebenarnya pengertian dari ketiga istilah tersebut dan bagaimana cara untuk menerapkannya saat trading berlangsung?

Nah, untuk memahaminya, kamu bisa menyimak penjelasan berikut ini.

Pengertian Stop Loss

Stop loss merupakan salah satu istilah strategi yang digunakan para trader dengan memasang order atau perintah untuk menutup semua posisi trading secara otomatis.

Hal ini dilakukan agar setiap transaksi trading berjalan lancar sesuai target, baik stop loss saat menargetkan keuntungan, dan stop loss untuk memberhentikan kerugian pada posisi harga yang terus mengalami penurunan.

Misalnya saja, ketika kamu trading forex pada mata uang GBP/USD yang diperkirakan akan meningkat dan membuka posisi buy di angka 1.0989 dengan target profit sebesar 1.1300.

Akan tetapi, ada pengumuman dari bank sentral yang menyebabkan mata uang GBP/USD berbalik turun ke angka 1.0900. Hal ini berarti kamu mengalami kerugian sebesar 89 pips, bahkan bisa lebih besar lagi hingga membuat persediaan dana yang dimiliki hilang tak bersisa.

Hal tersebut tidak akan kamu alami jika menerapkan strategi stop loss saat trading berlangsung. Ketika memasang angka sebesar 1.0989, maka kamu bisa menerapkan stop loss di 1.0940. Dengan begitu, kamu hanya merugi maksimal sebesar 49 pips.

Selain itu, trader memang disarankan untuk memasang stop loss karena fungsi lain di antaranya:

·        Trader tidak kerepotan memantau platform trading setiap waktu.

·        Trader dapat mengantisipasi setiap kondisi yang terjadi di pasar seperti gejolak harga dengan rentang waktu singkat.

·        Trader dapat menjadikan stop loss sebagai manajemen risiko.

Akan tetapi, ada beberapa trader yang menolak untuk penggunaan stop loss karena beberapa alasan seperti harga yang dimanipulasi oleh broker sehingga justru dapat menyebabkan kerugian.

Selain itu, ada juga anggapan jika stop loss hanya akan membuat harga meleset dan menyebabkan trader gagal mencapai target profit.

Pengertian Take Profit

Strategi berikutnya yang dapat digunakan oleh para trader saat trading saham adalah take profit.

Jika stop loss digunakan untuk menutup posisi karena mengalami kerugian, maka take profit merupakan order atau perintah yang ditujukan untuk menutup posisi trading agar mendapatkan keuntungan dalam jumlah besar.

Bisa dikatakan bahwa trader menggunakan take profit untuk mengamankan keuntungan.

Sama halnya dengan stop loss, take profit dapat kamu gunakan ketika memperkirakan GBP/USD akan meningkat, lalu kamu membuka posisi trading di angka 1.0989 dengan take profit di angka 1.1300, maka target keuntungan akan otomatis tertutup jika target profit sudah mencapai angka tersebut.

Sedangkan jika kamu lupa memasang take profit, maka raihan angka yang sudah mencapai 1.1300 bisa balik turun dan kamu gagal mendapatkan target profit di angka tersebut.

Akan tetapi, masih ada beberapa trader yang tidak mau memasang take profit dengan alasan yang sama pada stop loss yaitu angka yang dapat dimanipulasi.

Selain itu, trader juga tidak perlu kerepotan mengawasi layar monitor secara terus menerus demi meraih target yang diharapkan. Tinggal pasang take profit di angka yang ingin dicapai dan tunggu hasil yang akan kamu dapatkan.

Pengertian Trailing Stop

Strategi selanjutnya adalah trailing stop yang lebih fleksibel jika dibandingkan strategi stop loss dan take profit.

Trailing stop memungkinkan setiap trader untuk memasang order di mana stop loss tidak dipasang pada level harga tertentu. Hanya saja akan mengikuti pergerakan harga pasar yang terus berubah-ubah.

Misalnya saja, saat kamu memperkirakan GBP/USD akan meningkat dengan kisaran 1.1300, lalu kamu membuka posisi buy di price level 1.0989. Namun, kamu khawatir dengan perkiraan harga yang akan naik di angka tersebut, maka trailing stop akan dipasang dengan jarak 20 pips.

Dengan begitu, trailing stop yang dipasang akan mengunci profit setiap kali harga naik sebesar 20 pips.

Angka yang naik pertama kali dari 1.0989 akan menjadi 1.1009, lalu naik lagi ke 1.1029 dan naik lagi ke 1.1049, begitu seterusnya. Ketika posisi mencapai 1.1055 dan berbalik turun, maka angka profit yang didapat sudah dikunci pada 1.1049.

Walaupun, target profit tidak tercapai, namun trader tetap mengamankan profit sebesar 60 pips.

Untuk meraih keuntungan yang ditargetkan dan meminimalisir kerugian saat trading dilakukan, kamu sebagai trader bisa memanfaatkan strategi dengan cara mengkombinasikannya satu per satu antara stop loss dengan take profit.

Hal ini dilakukan agar proses trading berjalan secara otomatis dan memudahkan kamu dalam meraih keuntungan yang menjadi tujuan utama dalam trading saham atau forex.

Sedangkan kekhawatiran akan harga yang dimanipulasi saat menggunakan strategi ini bisa kamu antisipasi dengan memiliki suatu broker trading yang resmi dan aman sehingga kecurangan atau manipulasi yang dilakukan tidak mungkin terjadi saat trading berlangsung.

Selain itu, dengan memanfaatkan beberapa strategi dalam trading juga akan menambahkan pengalaman serta pengetahuan saat trading. Hal ini jelas akan membuat kamu lebih mahir dan pandai dalam dunia trading.

Trading forex merupakan salah satu instrumen yang bisa kamu jadikan media dalam berinvestasi. Akan tetapi, jangka waktunya yang pendek untuk mendapatkan keuntungan tentu kurang cocok bagi kamu yang menginginkan investasi secara jangka panjang.

Oleh karena itu, kamu bisa memilih investasi saham untuk menjadi instrumen dalam menghasilkan keuntungan.

Apalagi investasi saham banyak menghasilkan keuntungan seperti pembagian dividen dan capital gain. Hal ini jelas menjadi tujuan utama kamu dalam berinvestasi saham.

Artikel Terkait