Investasi, Saham

Mengenal Strategi Stop Loss, Take Profit di Investasi Saham

Stop Loss

Ajaib.co.id – Di dalam dunia investasi atau trading, ada beberapa cara dan strategi yang dapat digunakan untuk meraih keuntungan sesuai target pencapaian. Diantaranya adalah strategi stop loss dan take profit.

Strategi tersebut tentu wajib untuk dipelajari demi menghasilkan keuntungan dan meminimalisir risiko rugi saat sedang berinvestasi investasi atau trading saham.

Lalu, apa sebenarnya pengertian dari kedua istilah tersebut dan bagaimana cara untuk menerapkannya? Nah, untuk memahaminya, kamu bisa menyimak penjelasan berikut ini.

Pengertian Stop Loss

Stop loss atau biasa disingkat SL adalah sebuah tindakan untuk menjual sebuah saham di harga tertentu untuk membatasi kerugian. 

SL level ditetapkan di awal transaksi, untuk mengantisipasi jika harga saham tidak bergerak naik seperti yang diekspektasikan, namun bergerak turun. Umumnya, harga turun dengan kelajuan yang lebih cepat daripada kenaikan. Itu sebabnya stoploss adalah hal yang sangat penting.

Jangan sampai keuntungan yang sudah dikumpulkan, portfolio yang sudah bertumbuh, tergerus nilainya karena 1 transaksi yang salah dan harga saham terus bergerak turun. Di sinilah penting bagi kita memiliki SL level.

SL level merupakan trading plan yang penting sehingga harus dihitung dengan sistematis, bukan berdasarkan ‘feeling’. SL bermanfaat untuk menghindari para trader memiliki dan menyimpan saham bearish.

Sebagai contoh, kamu membeli saham ABCD seharga Rp 500. Kemudian kamu menetapkan stop loss sebesar 10% atau Rp50 di bawah harga pembelian saham tersebut, yaitu di Rp450. Dengan demikian saat harga turun, kamu hanya mengalami kerugian maksimal sampai 10% saja.

Di dalam trading, teknik membatasi kerugian ini sering disebut Cut Loss (Cut = memotong, Loss = kerugian) atau Stop Loss (Stop = menghentikan, Loss = kerugian). Prinsip keduanya sama, cuma beda istilah saja.

Cara Melakukan Stop Loss

Stop loss dapat dilakukan dengan dua cara:
1. Manual. Di sini trader melakukan penutupan posisi trading secara manual.
2. Otomatis. Dengan kecanggihan software online trading yang ada sekarang, maka SL bisa dilakukan secara otomatis. Trader tinggal menetapkan kriteria posisi SL yang diinginkan, dan kemudian dapat ditinggal. Nanti software yang akan menjalankan SL tersebut apabila level harga yang ditentukan tercapai.

Pengertian Take Profit

Strategi berikutnya yang dapat digunakan oleh para trader saat trading saham adalah take profit atau sering disebut TP.

Take profit merupakan istilah aksi ambil untung yang dilakukan oleh para trader atau investor. Tujuan utama dari berinvestasi ataupun trading saham tentunya untuk take profit.

Ilustrasi take profit. Andi membeli saham EFGH di harga Rp3.500 per lembar. Andi ingin merealisasikan keuntungan (menjual saham) di harga Rp3.750. Ketika harga sudah mencapai Rp3.750 Andi menjual sahamnya. Sehingga Andi mendapatkan keuntungan sebesar Rp250 per lembar saham

Itulah perbedaan stop loss dan take profit dalam investasi ataupun trading saham. Kedua hal tersebut tidak ada rumus pastinya karena bersifat sangat subjektif. Selain itu setiap saham mempunyai pergerakan dan pola grafik historis yang berbeda-beda.

Akan tetapi untuk menentukan SL dan TP tentunya perlu memperhatikan garis support dan resistance yang paling sering dilalui. Untuk menentukan SL dan TP intinya adalah harus banyak mempelajari pola pergerakan di pasar saham.

Selamat belajar!

Artikel Terkait