Saham

Begini Cara Membuat Trading Plan Saham

Trading Plan
Trading Plan

Ajaib.co.id Trading plan adalah strategi yang dijadikan panduan dalam manajemen portofolio dan melakukan aksi beli atau jual saham. Membuat trading plan saham merupakan langkah yang tepat agar kamu tahu persis apa yang harus dilakukan di tengah kondisi pasar dengan volatilitas yang tinggi.

Dalam melakukan kegiatan trading saham, seorang trader akan dihadapkan kepada berbagai sentimen yang mempengaruhi naik dan turunnya harga saham.

Tidak jarang terjadi kebimbangan apakah harus membeli atau menjual saham. Tidak adanya trading plan akan membuat kamu lebih rentan dikuasai perasaan greed and fear sehingga akhirnya salah dalam mengambil keputusan.

Membuat trading plan saham bukan sekadar menentukan titik support dan resisten. Ketahui lebih lengkap tentang trading plan dan tips membuat trading plan saham berikut ini.

Bagaimana Cara Membuat Trading Plan Saham?

Trading plan merupakan salah satu bagian penting dari money management yang berguna untuk menjaga kondisi psikologis di tengah ketidakpastian pasar.

Seperti diketahui bahwa mengelola emosi dan kondisi psikologis selama aktivitas trading saham sangat penting agar terhindar dari kesalahan pengambilan keputusan. Masalah umum yang dialami trader yang tidak memiliki trading plan antara lain:

1. Bingung saat harga saham yang dimiliki naik. Ingin menambah lot yang dimiliki agar mendapatkan keuntungan lebih besar, berharap harga saham terus naik. Namun ketika sudah beli di harga tinggi, harga saham malah anjlok.

2. Bingung saat harga saham yang dimiliki mengalami koreksi. Takut harga saham akan terus turun dan mengalami kerugian besar. Akhirnya menjual saham dalam kondisi rugi atau cut loss. Namun setelah cut loss, harga saham malah naik.

Money management termasuk membuat trading plan saham berguna untuk menjaga kestabilan emosi. Sejak awal membeli suatu saham, sebaiknya kamu sudah menentukan pada harga berapa akan take profit, average up dan average down, serta kapan harus cut loss.

Ada tiga komponen pokok dalam membuat trading plan saham, yakni:

1. Titik Entry (Buy), yaitu kisaran harga dimana kamu akan membeli suatu saham dengan risiko yang sudah diperhitungkan. Titik entry ini termasuk area yang memungkinkanmu untuk melakukan average up maupun average down.

Untuk menentukannya, kamu dapat menggunakan analisis fundamental dan teknikal. Amati sentimen yang terjadi dan belilah saham pada momen tepat sesuai dengan rencana yang kamu buat.

2. Titik Exit (Sell), yakni kisaran harga dimana kamu akan menjual saham yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan. Tentukan berapa keuntungan yang ingin kamu peroleh, misalnya 5%, 10%, 20%, atau bahkan lebih. Pastikan target keuntungan ini terukur dan rasional sesuai dengan analisis yang kamu lakukan.

3. Titik Stop Loss (SL), yaitu titik tertentu dimana kamu akan menjual saham walaupun mengalami kerugian untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Titik SL ini ibaratnya seperti menggunakan helm atau sabuk pengaman saat berkendara. Mungkin terasa tidak nyaman dan ketika dipakai ternyata tidak terjadi kecelakaan. Namun, kita tetap harus memakainya karena kita tidak tahu kapan kecelakaan yang fatal akan terjadi.

Cara membuat trading plan saham dengan menentukan titik entry (buy), titik exit (sell), dan titik stop loss (SL) dapat menggunakan analisis teknikal. Ketahui titik support dan resisten dari suatu saham untuk membuat trading plan yang tepat. Di aplikasi Ajaib telah tersedia informasi titik support dan resisten dari masing-masing saham.

Tips Membuat Trading Plan Saham

Banyak trader pemula yang telah membuat trading plan namun gagal dalam penerapannya. Faktor utamanya adalah tidak disiplin terhadap perencanaan yang telah dibuat dan mudah terpengaruh aktivitas pompom saham di berbagai media.

Berikut ini beberapa tips membuat trading plan saham yang dapat membantumu membuat trading plan saham dengan tepat.

1. Diversifikasi Saham

Diversifikasi saham termasuk bagian dari manajemen portofolio. Ingatlah untuk tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang yang sama. Artinya kamu perlu melakukan diversifikasi dalam investasi saham. Hal ini penting agar trading plan yang kamu buat tidak gampang goyah dengan berbagai sentimen yang terjadi.

Kamu bisa mengoleksi dua sampai lima macam saham yang berbeda tergantung dengan kapasitasmu dalam melakukan analisis tiap-tiap saham. Jika kamu memiliki waktu luang untuk memantau pergerakan harga saham dan mengikuti sentimen yang terjadi, kamu bisa mengoleksi sampai dengan sepuluh jenis saham. Lebih dari itu tidak disarankan karena akan sulit untuk memantaunya.

2. Perkaya Informasi

Sebelum membuat trading plan saham, perkaya informasi tentang saham yang akan kamu koleksi. Ketahui bagaimana fundamental perusahaan, prospek bisnis perusahaan, dan prestasi manajemen yang mengelolanya. Cermati juga isu terkini dan berbagai kemungkinan sentimen yang akan terjadi selama kamu memiliki saham tersebut.

Dengan memiliki banyak informasi, kamu tidak mudah terpengaruh dengan pompom yang ditebar di media sosial dan grup-grup obrolan. Gejolak sementara dan berbagai sentimen yang mempengaruhi harga suatu saham akan dapat disikapi dengan lebih tenang dan bijak.

3. Disiplin

Tidak salah jika ada yang menyebutkan bahwa disiplin merupakan kunci kesuksesan. Disiplin memang sangat penting untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sayang sekali bukan, jika kamu sudah membuat trading plan yang bagus namun tidak disiplin mematuhinya.

Disiplin memang tidak mudah. Pahami apa tujuanmu dalam trading saham dan cermati kembali trading plan yang telah dibuat. Tanamkan dalam diri untuk disiplin mematuhi semua rencana yang telah dibuat untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Trading plan bukan cuma untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya, namun juga dapat melindungimu dari kerugian yang besar. Mungkin manfaatnya tidak langsung dirasakan dalam satu atau dua kali trading, tapi kamu dapat melihat pertumbuhan portofolio dari waktu ke waktu yang memuaskan. Yang tak kalah penting, kesehatan mental akan lebih terjaga selama trading saham dengan membuat trading plan saham.

Artikel Terkait