Saham

Macam-macam Candlestick yang Wajib Trader Saham Ketahui

macam-macam candlestick

Ajaib.co.id – Macam-macam candlestick bisa trader saham coba untuk menganalisis kinerja saham. Tentunya, sebagai trader, kamu mesti mengetahuinya. Untuk itu, redaksi Ajaib akan mengulasnya secara lengkap di bawah ini.

Candlestick adalah nama grafik yang menyerupai batang lilin, yang terdiri dari badan (Body) dan ekor (Shadow). Analisis dengan menggunakan candle mengandalkan data dari harga pembukaan (open), tertinggi (high), terendah (low) dan penutupan (close).

Candlestick merupakan salah satu alat bantu untuk menganalisis pasar saham maupun forex. Candlestick memberikan analisis teknikal pasar. Telah digunakan oleh trader dan investor selama berabad-abad untuk menemukan pola yang dapat menunjukkan kemana arah harga.

Pada umumnya Candlestick berwarna hijau dan merah, hijau untuk mewakili pasar bullish, sementara merah menunjukkan pasar bearish. Awalnya Candlestick ditemukan oleh orang Jepang yang bernama Munehisa Homma dari tahun 1724-1803.

Pada waktu itu candlestick digunakan untuk memprediksi pergerakan harga beras di Jepang. Namun oleh Steven Nisson, Candlestick charting dibawa ke dunia barat dan sampai sekarang dijadikan salah satu chart dalam melakukan trading.

Berikut ini macam-macam Candlestick yang sering digunakan untuk alat bantu para trader atau investor dalam menganalisis pasar secara teknikal.

1. Marubozu

Sebuah candle yang padat dan tidak memiliki Shadow atau ekor, itu lah yang disebut dengan Marubozu. Candle ini memiliki ciri khusus yang ditandai dengan body candle yang relatif panjang dan sekalipun memiliki Shadow atau ekor itu akan terlihat sangat pendek dan sekilas seperti tidak terlihat ekornya.

Marubozu memiliki dua jenis, yaitu: bullish marubozu dan bearish marubozu. Bullish marubozu memiliki kekuatan bullish yang sangat besar dan cenderung berwarna hijau, sedangkan bearish marubozu berwarna merah dan memiliki bearish yang sangat kuat.

Dan jika pola ini muncul pada chart, itu pertanda bahwa pergerakan harga pasar akan bullish atau bearish.

2. Doji

Candlestick Doji terbentuk karena memiliki harga pembukaan dan penutupan pasar yang sama. Candle yang tidak mempunyai body dan yang menandakan kebingungan antara bullish dan bearish. Ada tiga tipe Candlestick Doji

Long Legged Doji

Memiliki Shadow panjang di bagian atas dan bawah, menunjukkan fluktuasi yang sangat besar di kedua sisi harga pembukaan. Ini merupakan indikator keraguan pasar.

Dragonfly Doji

Memiliki satu Shadow panjang di bagian bawah yang menunjukkan pembalikan tren bearish, yang berarti harga biasanya mulai bergerak ke atas.

Gravestone Doji

kebalikan dari Dragonfly, memiliki satu Shadow panjang di atas yang menunjukkan pembalikan tren bullish, dan harga biasanya akan bergerak ke bawah.

3. Hammer and Hanging Man

Candlestick Hammer merupakan pola candle yang lebih condong ke arah bullish yang terbentuk waktu tren menurun. Namun ketika harga jatuh, sinyal Hammer yang dekat dibawah harga akan mulai bergerak naik lagi.

Panjangnya Shadow yang lebih rendah menunjukkan bahwa penjual mendorong harga yang lebih rendah, namun para pembeli dapat mengatasi tekanan jual dan segera ditutup dekat dengan harga pembukaan.

Berikut ini adalah Ciri-ciri dari candlestick Hammer:

  • Tidak memiliki Shadow atas atau terkadang sedikit memiliki Shadow atas
  • Memiliki body pada ujung atas dari rentang perdagangan
  • Memiliki Shadow panjang sekitar dua atau tiga kali body candle

Sedangkan untuk candlestick Hanging Man memiliki bentuk yang sama dengan Hammer, namun memiliki indikasi reversal ke arah bearish. Ketika harga naik, terbentuknya Hanging Man menunjukkan bahwa Sell mulai melebihi jumlah Buy.

4. Inverted Hammer and Shooting Star

Inverted Hammer merupakan formasi yang terbentuk ketika downtrend, dan menjadi peringatan dari pembalikan harga ke atas. Setelah terjadi downtrend yang berkepanjangan Inverted Hammer adalah bullish, itu dikarenakan harga yang ragu-ragu dan bergerak ke bawah dengan meningkatkan votalitas yang signifikan.

Bentuk dari candle ini berbatang pendek dan memiliki ekor panjang ke atas. Begitu pula dengan Shooting Star yang hampir sama dengan Inverted Hammer.

Namun yang membedakannya adalah Shooting Star terjadi ketika tren naik. Untuk bentuk candle Shooting Star sama dengan Inverted Hammer yang memiliki batang pendek dan mempunyai ekor panjang keatas.

5. Spinning Tops

Candlestick yang memiliki Shadow atas dan bawah yang panjang, dengan badan yang cenderung kecil. Pola candle ini menunjukkan bahwa sedang terjadi ketegangan antara Sell dan Buy yang sedang berimbang dan tidak jelas siapa pemenangnya.

Jika spinning top terbentuk saat terjadi trend naik (bullish), maka kamu perlu berhati-hati. Karena kondisi seperti ini bisa berarti akan terjadinya perubahan trend atau jeda, begitu pula sebaliknya.

Bagaimana Cara Membaca Grafik Candlestick?

Membaca candlestick tidak sulit setelah kamu mengetahuinya. Candlestick memiliki dua bagian utama: body, dan shadow.

Body adalah bagian yang terlihat seperti tubuh lilin. Shadow adalah bagian yang terlihat seperti sumbu. Shadow dapat (dan sering kali) meluas dari bagian atas dan bawah tubuh.

Body memberi tahu kamu tiga hal:

  • Harga pembukaan
  • Harga penutupan
  • Apakah harga saham naik atau turun

Pada sebagian besar perangkat lunak charting modern, Candlestick hijau atau putih memberi tahu kamu harga ditutup lebih tinggi daripada pembukaan atau biasa disebut dengan bullish.

Sebaliknya candlestick merah atau hitam menandakan harga penutupan lebih rendah dari pembukaan, atau biasa disebut dengan bearish.

Bagian bawah body Candlestick adalah harga pembukaan atau penutupan. Candlestick merah atau hitam menunjukkan harga pembukaan di bagian atas body dan harga penutupan di bagian bawah. Candlestick hijau atau putih menunjukkan harga pembukaan di dasar body dan harga penutupan di bagian atas body.

Sedangkan ekor (shadow) memberi tahu kamu tentang harga tertinggi dan terendah untuk jangka waktu tertentu. Shadow atas merupakan gambaran level tertinggi untuk periode tersebut, terlepas dari apakah candle bearish atau bullish. Shadow bawah memberi gambaran level terendah untuk periode tersebut.

Itulah macam-macam Candlestick dan bagaimana cara membacanya. Perlu dicatat bahwa Candlestick tidak selalu merupakan sinyal beli atau jual. Mereka bukan cara untuk melihat struktur pasar dan indikasi potensial dari peluang yang akan datang. Seperti alat analisis pasar lainnya, candlestick digunakan dalam kombinasi dengan teknik lain.

Penting bagi kamu yang telah memutuskan untuk menjadi seorang investor atau trader, untuk mengenal macam-macam Candlestick, atau setidaknya terbiasa dengannya. Meskipun jika kamu tidak secara langsung menerapkannya ke dalam strategi tradingmu.

Artikel Terkait