Investor Pemula, Saham

Menentukan Time Frame Trading Saham yang Tepat

Belajar Investasi Saham

Ajaib.co.id – Untuk bisa menghasilkan keuntungan di pasar saham, seorang trader harus belajar bagaimana cara mengidentifikasi tren harga. Dalam menentukan tren sebuah saham wajib hukumnya mempertimbangkan berbagai time frame dalam grafik terutama 15M, 4H, 1D, 1W, M1.

Ada sebuah aturan dasar yang mesti diketahui semua trader yang melakukan analisis teknikal, yaitu: “Jangan melawan tren”. Ketika harga sedang bergerak dalam sebuah tren turun maka pembelian tidak disarankan.

Sebaliknya ketika harga bergerak dalam tren naik maka kita bisa manfaatkan untuk membeli di harga bawah untuk kemudian jual di harga atas dan mendapat keuntungan.

Tren bisa kamu kenali dengan melihat puncak dan lembah dari pergerakan harga. Misalnya pada saham SMRA di bawah ini;

Puncak (High) yang terus merendah (Lower High) dan lembah (Low) yang terus merendah (Lower Low) mengindikasikan sebuah tren turun (downtrend). Kamu pastinya tidak mau membeli saham di harga atas dan kemudian masuk ke dalam pergerakan sebuah tren turun karena itu artinya kamu merugi. Kunci untuk mengenali sebuah tren turun adalah dengan mengingat kode LHLL (Lower High, Lower Low) untuk Downtrend.

Sedangkan indikasi tren naik adalah sebaliknya, yaitu adanya puncak (High) yang terus meninggi (Higher High) dan lembah (Low) yang terus meninggi (Higher Low). Untuk penjelasan lebih mendetil mengenal tren dan titik beli berdasarkan tren, kamu bisa pelajari artikel Ajaib yang berjudul Cuan Mudah Dengan Price Action.

Harus kamu ingat bahwa pergerakan harga berlangsung di jangka pendek, menengah dan jangka yang lebih panjang. Oleh karenanya tren harga terjadi dalam semua time frame baik jangka pendek, menengah dan jangka yang lebih panjang.

Apa itu Time Frame?

Time frame adalah periode waktu untuk sebuah candle dalam grafik yang hendak dianalisis. Dalam sebuah grafik dengan time line satu hari akan berisikan enam candle dengan time frame satu jam karena market buka dari jam 9 pagi hingga 4 sore dan istirahat selama satu jam.

Biasanya, trader pemula hanya menggunakan grafik dengan time frame bawaan saja yaitu Daily (1D), dan mengabaikan tren yang lebih besar di time frame Weekly (1W) dan Monthly (M1). Atau sebaliknya terlalu fokus pada tren M1 dan W1 namun lupa untuk turun ke time frame yang lebih kecil untuk mendapatkan sinyal beli-jual yang lebih akurat.

Cara Menentukan Rentang Waktu pada Grafik

Untuk hasil trading terbaik kamu mestinya bisa melihat manfaat dari penggunaan berbagai rentang waktu. Ada sebuah aturan umum bahwa makin besar time frame-nya, makin terpercaya sinyal yang diberikan. Idealnya, trader akan menggunakan time frame yang lebih besar untuk mencari tren utama dan mendapatkan wawasan tentang arah pergerakan sebuah saham. Lalu ketika hendak melakukan pembelian, seorang trader akan turun ke time frame yang lebih kecil untuk mencari pullback yang menentukan titik masuk yang baik.

Jadi dalam menentukan tren, ingatlah bahwa grafik dari time frame yang lebih kecil hanyalah sebuah pergerakan dari grafik dengan time frame yang lebih besar. Penentuan tren utama dan menengah akan tergantung pada gaya trading kamu.

  • Jika kamu adalah trader tipe swing, yang berfokus pada grafik harian, kamu bisa gunakan rentang waktu secara mingguan sebagai patokan tren utama. Lalu untuk mencari sinyal jual dan beli kamu bisa tentukan tren dengan menggunakan grafik dengan rentang waktu 60 menit atau Hourly (1H).
  • Namun jika kamu menyukai trading singkat intraday; beli pagi jual sore, atau sebaliknya beli sore lalu jual pagi pasca pre-opening, maka kamu bisa tentukan tren utama dengan melihat grafik time frame 60 menit (1H). Sedangkan untuk melihat titik masuk dan keluar, kamu bisaperhatikan grafik di time frame 5 menit (5M) dan 15 menit (15M). Kamu tidak perlu melihat grafik time frame 1 menit (1M) karena untuk jangka waktu sangat pendek yang kamu butuhkan bukan lagi grafik namun pembacaan bid/offer (Tape Reading). Itu akan lebih berguna. Pembacaan bid/offer akan membantu kamu untuk trading singkat, melihat kecepatan transaksi, kecepatan penambahan volume, menentukan bantalan di bid dan offer. Untuk melihat arah gerak dalam beberapa jam ke depan maka kamu bisa lihat di grafik 15 menit atau 1 Jam saja.
  • Jika kamu tipe trader jangka yang lebih panjang yang memegang saham dalam waktu beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan maka kamu sebaiknya melihat grafik Monthly (M1). Di grafik dengan time frame 1M kamu akan dapat mengidentifikasi tren utama, sedangkan untuk sinyal masuk dan keluar bisa kamu dapatkan dari grafik dengan time frame Daily (1D).

Pemilihan rentang waktu yang akan digunakan pada grafik berbeda-beda untuk setiap trader. Kamu bebas berpindah-pindah rentang waktu tergantung pada seberapa aktif kamu melakukan trading. Jangan habiskan waktu terlalu lama untuk menentukan rentang waktu terbaik, karena dinamika pasar ada di setiap rentang waktu.

Jika ada seseorang yang berkata “Time frame 5 Menit terlalu volatile” maka sebaiknya kamu jangan dengarkan saran trading dari orang tersebut karena artinya orang tersebut tidak memahami yang dibicarakan. Volatilitas akan tergantung pada waktunya, bukan pada rentang waktunya, misalnya di pembukaan dan penutupan market atau ketika ada berita rilis dan ada pengumuman laba bersih.

Ketika ada rilis laporan keuangan, maka volatilitas yang tinggi akan terlihat baik di rentang waktu secara harian, 15 menit, maupun 1 menit. Dalam keadaan normal maka volatilitas juga cenderung rendah, kamu akan melihatnya baik di rentang waktu 5 menit maupun daily. Kamu akan paham ketika menyaksikan langsung pergerakan saham IPO di hari-hari pertama melantai di grafik Daily, Hourly, 15 menit dan 5 menit.

Akan lebih tepat mengatakan bahwa rentang waktu 1 Menit lebih ‘berisik’, dan bukannya lebih volatile, dari pada rentang waktu daily karena memang grafik dengan time frame lebih kecil menghasilkan lebih banyak sinyal. Sinyal yang dihasilkan di rentang waktu yang lebih rendah cenderung menghasilkan lebih banyak kesalahan.

Idealnya, trader akan memilih rentang waktu utama yang mereka minati sesuai gaya trading masing-masing. Kemudian memilih rentang waktu yang lebih besar dan lebih kecil lagi untuk melengkapi rentang waktu yang utama.

Dengan demikian, grafik jangka panjang adalah untuk menentukan tren utama, sedangkan grafik dengan rentang waktu yang lebih rendah adalah untuk memberikan sinyal perdagangan. Grafik jangka sangat pendek untuk memberikan akurasi masuk dan keluar.

Usahakan jangan terjebak di grafik jangka pendek dengan menghabiskan waktu terlalu banyak menganalisis di time frame rendah. Gabungkan dengan analisis Tape Reading untuk hasil yang lebih baik di rentang waktu yang rendah.

Kamu bisa mulai perjalanan investasimu bersama Ajaib Sekuritas Asia! Fee-nya rendah, daftarnya mudah dan seluruhnya online! Sudah teregulasi OJK dan didukung oleh Softbank.

Artikel Terkait