Investasi, Saham

Mau Investasi Saham? Ini Emiten yang Hobi Bagi-Bagi Dividen

Rekam Jejak Dividen Saham Tkim yang Perlu Diketahui

Ajaib.co.id – Salah satu keuntungan dari memiliki saham adalah mendapatkan dividen. Kamu bisa mendapatkannya setelah perusahaan memperoleh laba bersih yang dibagikan perusahaan setelah disetujui para pemegang saham. Kamu perlu mencatat tanggal pembagian dividen (cum date), serta kenali saham yang hobi bagi-bagi dividen.

Apa itu Dividen?

Dividen bisa diartikan sebagai pembagian laba kepada pemegang saham yang dilakukan perusahaan yang bersangkutan. Namun, tidak semua perusahaan akan membagikan dividen setiap tahunnya. Biasanya, dividen ini hanya diberikan ketika perusahaan mendapatkan keuntungan, sehingga sebagai investor, kamu akan mendapat bagian dari keuntungan tersebut.

Namun, besar kecilnya itu ditentukan dari kebijakan perusahaan dan jumlah saham yang dimiliki pemegang saham. Ketika suatu perusahaan akan memberikan dividen, maka hal ini akan diumumkan di media. Dan biasanya besaran dividen akan diumumkan saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Seandainya kamu memiliki saham perusahaan yang bersangkutan sampai dengan Cum Date atau tanggal akhir batas pembagian dividen, biasanya kamu akan menerima email dari sekuritas soal tanggal pembagiannya. Kemudian, dividen tersebut akan langsung disetorkan ke rekening dana nasabah pada saat yang ditentukan.

Nah, namun dividen juga ada pajaknya ya, jadi jangan kaget jika dana yang kamu terima ada potongannya.

Daftar Emiten Saham dengan Dividen Terbesar di Tahun 2022

Ada beberapa saham dengan dividen besar yang bisa kamu pertimbangkan ketika sedang memburu saham dividen. Ada beberapa saham yang masuk dalam daftar indeks IDX High Dividend 20 yang berisikan 20 saham penghasil dividen terbesar tahun 2022 ini.  Apa saja daftar sahamnya?

1. ADMF

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) merupakan salah satu emiten yang sering dan royal membagikan dividen saham ke para investornya. Di tahun 2022 ini, ADMF membagikan dividen tunai sebesar Rp607 miliar atau Rp607 per saham. Nilai ini mencakup sekitar 50 persen dari laba bersih Adira Finance tahun buku 2021.

2. ADRO

ADRO juga masuk sebagai emiten yang membagikan dividen terbesar. ADRO memberikan dividen tunai sebesar USD146,8 juta atau setara dengan Rp2,11 triliun untuk tahun buku 2020. Sedangkan, tahun 2022 ini, ADRO membagikan dividen interim sebesar Rp4,99 triliun. Dividen ini dibagikan kepada pemegang sebanyak 31,2 miliar lembar saham.

3. ANTM 

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga selalu berkomitemen membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya, ANTM membagikan dividen dengan nilai minimal 30 persen dari laba bersih. Pada tahun 2021, ANTM membagikan dividen dengan total Rp402,27 miliar. Nilai tersebut setara dengan 35 persen dari laba bersih perseroan tahun 2020.

4. ASII

PT Astra International Tbk (ASII) juga menjadi salah satu emiten yang rajin membagikan dividen. Pada tahun 2021, emiten ini membagikan dividen final Rp3,91 triliun setelah RUPS pada Apri 2022. Dengan jumlah itu, ASII membagikan sebesar Rp194 per saham. Jumlah ini meningkat drastis dibanding sebelumnya tahun 2020 dividen ASII sebesar Rp87 per saham.

5. BBCA

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga telah membagikan dividen senilai total Rp14,79 triliun atau Rp120 per lembar saham pada 19 April 2022 lalu. Sebelumnya, BBCA telah membagikan total Rp3,08 triliun atau Rp25 per lembar saham sebagai dividen interim untuk tahun buku 2021.

6. BBNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) membagikan dividen tunai tahun buku 2021 sebesar Rp2,72 triliun atau Rp146 per saham. Jumlah ini mencapai 25 persen dari laba bersihnya. Selain itu, nilai dividen ini naik sebanyak 3,3 kali lipat dari dividen tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp820,1 miliar atau Rp44 per saham. 

7. BBRI

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI juga telah berhasil membagikan dividen sebesar Rp26,4 triliun atau Rp174,23 per saham pada awal April 2022. Nilai dividen ini meningkat sebesar 76,77% dari dividen 2020 yang mencapai Rp98,9 per saham. 

8. BMRI

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga telah membagikan dividen berdasarkan tahun buku 2021 sebesar Rp16,82 triliun atau Rp360 per lembar saham pada 10 Maret 2022. Jumlah dividen ini merupakan 60 persen dari perolehan laba bersih perseroan tahun 2021.

9. CPIN

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sebelumnya pernah membagikan dividen sebesar Rp1,8 triliun untuk tahun buku 2020. Dengan nilai ini, masing-masing mendapatkan Rp112 dari setiap saham yang beredar. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten ini juga itu mencatatkan penjualan sebesar Rp42,51 triliun pada 2020. Perolehan ini tercatat naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp42,50 triliun pada 2019. Meski kenaikannya tipis, namun dividen saham CPIN termasuk besar. 

10. HEXA

PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) membagikan dividen tunai dari laba tahun 2020-2021 sebesar 80% dari jumlah laba. Total dividen yang dibagikan sebesar USD 20,48 juta atau setara Rp294 miliar. Setiap saham memperoleh dividen sebesar USD0,024378 dari laba tahun sebelumnya.

Emiten yang Rajin Bagikan Dividen menurut Warren Buffet

Beberapa emiten membagikan dividen namun tidak rutin setiap tahun. Ada pula beberapa emiten yang membagikan dividen lebih dari sekali dalam setahun. Penyaringan saham dengan melihat dividen sebagai salah satu faktor merupakan hal yang direkomendasikan.

Warren Buffet pernah mengatakan bahwa pada umumnya ada tiga macam perusahaan di dunia ini dilihat dari kinerjanya; yaitu perusahaan buruk, perusahaan baik dan perusahaan luar biasa. Perusahaan buruk adalah perusahaan yang terus-menerus membutuhkan suntikan dana dan modal tambahan hanya untuk bisa beroperasi.

Perusahaan baik adalah perusahaan yang sesekali membutuhkan modal tambahan untuk melakukan ekspansi. Perusahaan baik tidak memiliki masalah dalam hal beroperasi, namun untuk berekspansi masih membutuhkan dana tambahan. Sedangkan perusahaan luar biasa adalah perusahaan yang hanya membutuhkan suntikan modal di awal saja dan mampu berekspansi dari hasil operasionalnya saja.

Perusahaan luar biasa akan terus menghasilkan lebih banyak dari modal yang dikeluarkan. Seringkali perusahaan luar biasa dikenal dari kemampuannya menghasilkan laba bersih secara rutin yang pada akhirnya dibagikan kepada para pemegang sahamnya.

Oleh karenanya dividen adalah salah satu faktor utama dalam menentukan saham mana saja yang kiranya cocok untuk Nabung Saham. Buffet sendiri sebenarnya lebih menyukai perusahaan yang mampu membagikan dividen namun lebih memilih untuk menahannya alih-alih membagikan seluruhnya.

Perusahaan yang sebagian labanya ditahan dan dipakai untuk ekspansi bisnis adalah yang lebih disukai oleh investor aktif seperti Buffet. Namun jika kamu tergolong investor pasif yang hanya mengecek portofolio tiga bulan sekali maka saham-saham yang rutin membagikan dividen cocok untukmu.

Sebaiknya pilihlah saham-saham dengan dividen yang lebih besar dari bunga deposito yaitu di atas 4-5%. Kamu harus pertimbangkan faktor risiko. Saham memiliki risiko penurunan harga, sedangkan deposito tidak. Oleh karenanya untuk mengompensasi risiko yang kamu tanggung, pastikan kamu memilih saham-saham dengan dividen yield di atas 6%.

Sebagai tambahan, saham-saham yang rutin membagikan dividen biasanya lebih “tahan badai”. Oleh karenanya meski kurang disukai oleh para fund manager, tapi mereka tetap membelinya dan menyimpannya sebagai pengaman krisis. Dalam krisis keuangan, saham-saham ini cenderung tidak mudah jatuh dan jika harus turun maka akan lebih cepat pulih saat ekonomi membaik.  

Jika kamu membeli saham hanya untuk mengincar dividennya sesekali, lalu kemudian menjualnya ketika cum date maka sebaiknya kamu urungkan niatmu. Seringkali harga saham turun ketika ex date sehingga dividen yang kamu terima tidak sebesar kerugianmu akibat turunnya harga saham.

Saham dividen umumnya adalah saham-saham yang memiliki fundamental baik dan dengan demikian cocok untuk jangka panjang. Pembelian saham dividen untuk jangka pendek kurang menguntungkan. Kamu bisa mulai mengoleksi saham-saham dividen dengan membuka sebuah rekening saham.

Kamu bisa mulai mengelola portofolio saham sendiri bersama Ajaib Sekuritas Asia. Fee jual-belinya rendah, registrasinya mudah, seluruh proses registrasinya online dan aman, teregulasi OJK.

Selain itu, Ajaib juga dilengkapi dengan layanan Ajaib Prime yang akan memberikan kamu layanan premium mulai dari akses eksklusif ke relation manager, bebas biaya broker, hingga laporan investasi saham lebih lengkap dan eksklusif.

Artikel Terkait